The Chosen Magician

The Chosen Magician
episode 7


__ADS_3

Chloe sudah tertidur, ia memimpikan hal aneh, keringat dingin terus bercucuran dari tubuhnya, tiba-tiba ia membuka mata dan mendapat firasat buruk.


Chloe langsung bergegas mencari dewi spirit, dengan panik ia menarik lengan baju dewi spirit untuk membawanya ke kekaisaran animalis daemonium.


"Ada apa tuan putri?" Tanya Huang yang tampak kebingungan dengan sikap Chloe.


"Alex, alexei dalam bahaya!" Jawab chloe.


"Siapa itu tuan putri?" Tanya dewi spirit yang ikut kebingungan.


"Pemilik mata permata yang satunya, ia ditangkap oleh bangsa siluman jahat!" Ucap chloe.


Kakak beradik phoenix dan dewi spirit terkejut, dewi spirit langsung mengeluarkan kekuatannya dan membawa chloe pergi.


Matahari mulai terbit pertanda pagi telah tiba, sinar matahari masuk melalui jendela dan mengenai mata Nathan, Nathan pun segera membuka matanya.


"Hoamm.. ternyata sudah pagi, tidurku sangat nyenyak." Ucap Nathan lalu bangun dari tempat tidurnya.


Kemudian Nathan berjalan keluar dari kuil, tak jauh dari sana terlihat kakak beradik phoenix sedang bersantai di bawah pohon yang rindang, Nathan pun berjalan ke arah mereka.


"Apa kalian tidak tidur semalam?" Tanya Nathan saat sampai di tempat kakak beradik phoenix berada.


"Tidak pangeran." Jawab Lou.


"Ngomong-ngomong.. dimana Chloe?" Tanya Nathan sambil melihat sekitar.


Huang dan Lou sambil menatap dan bertukar pandang.


"Hm.. tidak mau bicara ya.. baiklah aku akan membersihkan diriku dulu." Ucap Nathan kemudian melangkahkan kakinya menuju sungai.


Sedangkan Huang bergegas pergi untuk berburu agar saat Nathan kembali tinggal menikmati hasil buruannya.


Di sisi lain~


*sebuah hutan di kekaisaran animalis daemonium.


"Nah, dewi spirit, kau lihat anak siluman di dalam itu? Dengan rambut orange dan bentuk telinganya seperti telinga kucing, dialah alexei, anak dengan mata permata yang satunya!" Ucap Chloe dengan pelan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Dia terkurung di penjara bawah tanah!" Ucap dewi spirit yang nampak bingung.


"Kita akan menggunakan kekuatanmu untuk menteleportasi ke dalam penjara dan kembali ke dunia kecil." Ucap Chloe.


"Em.. baiklah, tapi ini akan banyak memakan mana tuan putri." Ucap dewi spirit, lalu berteleportasi bersama dengan Chloe.


"Hei, alexei bangun." Ucap Chloe sambil berusaha membangunkan alexei yang pingsan, terlihat di seluruh badan alexei terdapat memar dan luka yang menghitam.


Chloe tidak punya banyak waktu, terdengar suara langkah kaki para penjaga penjara yang semakin mendekat, Chloe tak punya pilihan lain selain menggendongnya.


Dewi spirit memakai kekuatannya dan memindahkan mereka ke dunia kecil.


"Akh.. berat!" Ucap chloe, karena tidak kuat menggendong alexei, ia menurunkan alexei begitu saja.


Lou segera menghampiri chloe dan mengobati orang yang dibawa oleh chloe.

__ADS_1


"Jangan sadarkan dia dulu, karena di dalam mimpinya.. ia sedang melakukan kontrak dengan raja elf." Ucap chloe yang menggunakan kekuatan mata permatanya.


Lou mengangguk lalu menggendong alexei ke tepi sungai, dan Huang Terlihat sedang memasak hasil buruannya.


Lou meletakkan alexei di atas tikar lalu menyembuhkan luka luarnya.


"Huang, dimana Nathan?" Tanya chloe yang dari tadi melihat sekitar untuk mencari Nathan.


"Pangeran sedang mandi di hulu sungai tuan putri." Jawab Huang yang sedang fokus pada masakannya.


Tak lama kemudian masakan Huang sudah matang, Nathan pun sudah kembali.


Mereka menyantap makanannya dengan nikmat sembari di temani oleh secangkir teh dan beraneka ragam buah-buahan.


"Aku.. ingin mencoba memasuki hutan lebih dalam lagi untuk mencari lawan tanding dan mungkin aku tidak akan kembali selama beberapa hari karena aku berniat untuk mengelilingi hutan ini." Ucap Nathan kepada kakak beradik phoenix.


"Baiklah, saya harap pangeran berhati-hati, kami akan menunggu pangeran di sini." Ucap Lou.


Setelah menghabiskan teh miliknya, Nathan segera pergi menuju bagian dalam hutan.


"Huang, Lou.. aku titip alexei, jika ia terbangun.. jangan ganggu dia saat tanda di dahinya belum terbentuk!" Ucap Chloe lalu pergi mengikuti Nathan diam-diam.


Saat memasuki hutan, Nathan sudah disambut dengan kehadiran seekor hewan roh yaitu serigala kelas menengah.


Nathan mencoba melihat sekitar untuk mengecek masih ada serigala lain atau hanya sendiri, setelah mengamati sekitar dengan teliti, ia melihat beberapa ekor serigala lain yang bersembunyi dalam semak-semak.


Nathan mulai berpikir untuk mencari cara melawan mereka, karena bagaimana pun ini adalah pertarungan pertama yang sesungguhnya selain latih tanding.


Setelah berpikir, Nathan mulai mencoba langsung menggunkan langkah bayangan untuk mendekati serigala kemudian melancarkan serangan api burung phoenix yang baru saja ia pelajari.


Nathan kembali menggunakan langkah bayangan dan sudah berada di samping serigala dan mengumpulkan mana di tangannya lalu memukul bagian kepala serigala itu hingga terlempar beberapa meter.


Serigala yang menyadari bahaya langsung memanggil kawanannya.


AAAAUUUUU.....


AAAAUUUUU.....


Serigala yang bersembunyi dalam semak-semak langsung keluar, 4 ekor serigala langsung menyerang Nathan secara bersamaan.


Nathan tampak kebingungan, ia hanya memasang posisi bertahan dan menghindar.


Chloe yang sedari tadi memperhatikan Nathan dari atas pohon menghela napas lalu berteriak.


"Hei Nathan, gunakan pedang yang ada dipinggangmu dan salurkan mananya lalu serang kepalanya!"


Nathan melihat pedang di pinggangnya lalu menariknya, ia menyalurkan mananya pada pedang, seketika terlihat mana berwarna merah memancar dari pedang.


Ia menatap salah satu serigala lalu menggunakan langkah bayangan dan mengayunkan pedangnya tepat mengenai leher serigala itu, serigala itu pun tewas dengan kepala yang terpisah dari badannya.


Setelah membunuh satu serigala, Nathan mulai menyerang serigala yang lain, para serigala pun tak tinggal diam dan mulai menyerang Nathan.


Pertarungan sengit pun terjadi, hingga membuat Nathan terdesak karena kalah jumlah, Chloe membantu Nathan dengan memanggil spirit api.

__ADS_1


Spirit api mengeluarkan apinya, api itu mengelilingi Nathan dan membuat kawanan serigala mundur. Nathan yang melihat kesempatan langsung menyerang mereka.


Hingga beberapa menit Nathan berhasil membunuh semua kawanan serigala itu.


Chloe melompat turun lalu menghampiri Nathan yang sudah terlihat kelelahan.


"Spirit api, kau boleh kembali." Pinta chloe, spirit api pun menghilang.


"Nathan, kamu harus belajar cara menggunakan kekuatan Huang dan Lou, karena itu sangat penting saat pertarungan sesungguhnya." Ucap chloe, ia mengambil beberapa tanaman obat dari cincinnya lalu menyuruh Nathan untuk memakannya secara berurutan.


"Energiku kembali?! Bagaimana kau bisa tau tentang obat-obatan?" Tanya Nathan yang terlihat terkejut sekaligus kagum.


"Tentu saja dari buku." Jawab chloe dengan cuek.


Nathan segera mencari tempat untuk mmemulihkan mananya, karena mananya hampir habis saat bertarung tadi.


Sedangkan chloe berkeliling dan mengamati sekitar.


Setelah merasa mananya sudah pulih, Nathan melanjutkan perjalanannya, beberapa kali ia bertemu dengan hewan roh tingkat menengah hingga ia menjadi lihai melawan mereka. Semakin memasuki hutan.. lawan yang ia temui semakin sulit, sampai ia bertemu dengan roh serigala tingkat atas.


Dengan susah payah dan mendapat beberapa luka di tubuhnya, akhirnya ia mampu mengalahkan roh serigala itu.


Kini Nathan sedang mencari goa untuk tempat ia beristirahat karena sudah hampir malam.


Sesampainya di sebuah goa, Nathan mulai bermeditasi untuk memulihkan mananya.


Pagi hari pun tiba, Nathan bersiap untuk kembali berlatih, ia menyusuri hutan untuk mencari hewan roh lainnya.


Hari demi Hari pun berlalu, hingga tak terasa sudah 2 bulan berlalu.


"Sudah satu bulan, sebaiknya kita kembali." Ucap Nathan yang masih sibuk bertarung dengan hewan roh.


"Baiklah," ucap Chloe lalu menghabisi hewan roh yang ia lawan dalam sekali tebas.


"Kau kebalik memegang tombaknya Nathan. Sebaiknya kau berlajar cara memegang senjata yang benar!" Ucap Chloe saat melihat Nathan memegang tombak secara terbalik, Nathan segera membalik tombaknya dan menusuk tepat di jantung hewan yang ia lawan.


"Ini yang terakhir, sepertinya kita harus kembali sebelum semakin larut." Ucap Nathan.


Setelah kembali, Nathan segera membersihkan diri di sungai sedangkan Chloe pergi menuju danau.


Terasa sangat segar hingga membuat mereka ingin berlama-lama berada dalam air, namun perut mereka tidak mendukung.


Mereka pun mengakhiri berendamnya dan pergi menuju tempat di mana Huang berada.


Huang pun sudah menyiapkan makanan untuk mereka.


...~bersambung~...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.


Oh, jangan lupa dukung karya ini dengan memvote ya...

__ADS_1


Maaf bila ada kesalahan & Terima kasih....🙏


Salam penuh cinta dari novelis😘


__ADS_2