The Curse Of Kirana'S Family

The Curse Of Kirana'S Family
A Truth and a Murderer in the Dark Pt. 1


__ADS_3

"Fei, pernahkah kamu berpikir, bagaimana jika kau sudah terlibat jauh dengan semua masalah yang aku lakukan, lalu mati di tangan para orang jahat?"


"Aku sama sekali tidak akan pernah berpikir sampai seperti itu... Karena aku tahu, meskipun aku mati, itupun membutuhkan waktu yang lama... Karena, aku..pasti selalu menunggu-mu bila aku mati sekalipun"


"Justru yang tidak bisa ada di fikiran-ku adalah jawaban-mu itu, lho~"


"Gak lucu, Kheeey!!"


Seluruh wajah Fei memerah karena rasa malu yang tidak tertahankan. Tangannya sudah bersiap untuk mencubit tangan Khey. Dengan gerakan kecil saja, Khey sudah menjerit kesakitan. Tersampaikan-lah rasa puas Fei dalam wajahnya yang sudah kembali ceria. Rasa sakit di tangannya sepertinya sudah sembuh sepenuhnya. Bagai kejadian tersebut tak pernah ada. Meskipun harus di perban, tapi itu sama sekali tidak mengkhawatirkan akan berkurangnya rasa ceria dan bahagia Fei.


"Ini, coba pasang ini di telinga-mu. Coba deh dengar lagunya.."


Khey memberikan alat kecil yang mirip dengan ear-phone namun lebih kecil lagi. Tanpa menunggu perintah lagi, Fei langsung mengambil alat bernama RLST-Prototype tersebut. Ia langsung memakai alat itu di telinga-nya dan musik pun langsung terdengar di dalam telinga Fei begitu Fei memasukkannya ke dalam telinga.


"Lagu apa ini? Rasanya bukan lagu bahasa Jepang, apa ini bahasa Inggris? Lagunya sangat enak~"


"Wow, wow... Tahan sebentar dong! Jangan langsung tanya semua...!"


"Habis aku penasaran sih!"


"Iya, iya.. Soal itu sih aku tahu! Kamu benar itu lagu asing dari bahasa Inggris. Judul lagunya adalah Memories-Maroon 5"


"Mengisahkan tentang apa lagu ini? Apa ini untuk orang yang dicintainya?"

__ADS_1


"Lagu ini dibuat untuk mantan manajernya dahulu dan untuk almarhum temannya, Jordan Feldstein"


"Ooh... Pantas saja, makanya diberi judul Memories karena ini mengingatkan dia dengan manajernya itu dan juga almarhum temannya, kan?"


"Iya, mungkin juga begitu..."


"Kok mungkin?"


"Meskipun manusia sudah mengatakannya di depan umum, tapi mereka juga masih punya rahasia yang disimpan untuk dirinya sendiri"


"I, iya juga sih..."


Dziing.......!!


Khey langsung menggenggam tangan Fei dan segera tiarap. Selongsong peluru datang dari bagian depan Khey dan Fei pada saat mereka sedang mengobrol senang. Peluru tersebut masuk dengan kecepatan tinggi, namun masih bisa dirasakan oleh Khey. Tampaknya, ada seseorang yang akan membunuh mereka berdua. Dilihat dari arah peluru yang tadi, mungkin yang pertama kali di incar adalah Khey.


"Ada sniper.. Tampaknya aku tidak bisa lari lagi..."


Memang benar. Ada seseorang yang tidak diketahui jenis kelaminnya, sedang tiarap di atas gedung pemerintahan. Jelas sekali dia sedang memegang sebuah senjata jarak jauh, yaitu sniper. Butuh keahlian khusus untuk menggunakan senjata ini. Apalagi, pada jarak sekitar 1.500 m dari gedung pemerintahan dengan rumah sakit. Untungnya, peluru tidak mengenai Fei maupun Khey. Tapi bagaimanapun juga, situasi ini tetaplah berbahaya. Dan yang paling susah dilakukan sekarang adalah jangan sampai memancing keributan di dalam rumah sakit ini


Sepertinya yang di utus kali ini untuk membunuh-ku adalah Vyn atau Xyn...


"Apa yang harus aku lakukan, Khey!?"

__ADS_1


"Biar aku yang menghadapi mereka. Lagipula, semua ini ada kesalahan terbesar yang pernah aku buat seumur hidup... Aku akan bertanggung jawab..."


"Aku juga ikut! Aku sebenarnya mendengar perbincangan-mu dengan orang aneh yang mengetuk pintu. Kau mengkhianati mereka demi aku, maka mati pun aku tak masalah... Soalnya Khey sudah banyak membantu-ku dari kecil... Aku ingin memberikan balasan juga atas kebaikan-mu itu"


"Tidakkah kau mengerti!? Mereka itu tidak bisa dilawan dengan sembarang orang! Kau tidak boleh terlibat lebih jauh lebih dari ini! Kalau kau mau membalas kebaikan yang aku lakukan padamu dulu, maka tetap hidup dan gantikan-lah aku hidup!"


Melihat serta mendengar perkataan Khey, membuat Fei merasakan sesuatu yang lain dari Khey. Kali ini, nyawa Khey yang akan di incar. Mungkin, bukan mungkin lagi! Selanjutnya adalah Fei yang akan di incar...


"Aku gak mau kehilangan Khey! Ayo kita lawan mereka bersama! Jadi jika mati, matinya pun akan bersama"


"Tolong Fei, sekali ini saja, dengarkan perkataan dariku... Kabur dan carilah tempat yang aman untuk berlindung...."


"Nggak mau! Aku bukan lagi Fei yang cengeng yang seperti kamu kenal dulu! Aku sudah berubah!!"


"Fei...."


Suara tembakan kedua muncul lagi. Kali ini, berasal dari sisi miring jendela tadi. Khey pun akhirnya mengeluarkan pistol yang ia sembunyikan di bawah kasur milik Fei dan menembak ke arah datangnya peluru tersebut. Mudah saja bagi Khey mengetahui darimana asal datangnya peluru. Ia hanya tinggal memanfaatkan titik acuan lokasi dimana ia berada sekrang dan melihat bayangan pergerakan manusia.


Fei yang tadi sudah bangun dari tiarap-nya karena mengikuti Khey, langsung melepaskan selang infus di tangannya. Meskipun lumayan banyak darah yang keluar, tapi Fei tidak peduli. Ia langsung mengobrak abrik laci di samping tempat tidurnya dan mengambil sebuah hasil penemuan ayahnya, Pistol X7.


Pistol X7 merupakan pistol yang terbentuk dengan dasar sebuah kebencian dan kekuatan kegelapan yang diubah menjadi sebuah kristal hitam dengan sebutan "Crystal Of Haterd". Kristal hitam ini memiliki kekuatan yang dimana dapat mengubah bentuk kristal menjadi sebuah senjata yang mematikan. Senjata itu pun sudah di perkuat dari kekuatan aslinya menjadi senjata dengan daya hancur yang tidak ada tandingannya. Kristal yang dibuat oleh ayah Fei dan untuk Fei ini, adalah kristal yang dibuat dengan tujuan melindungi Fei dari bahaya dengan memanfaatkan kebencian dari diri sendiri maupun dari lawan untuk menyerang lawan tersebut. Kristal hitam dengan kekuatan mengubah menjadi bentuk senjata apapun dan menambahkan kekuatan dari senjata aslinya merupakan cikal bakal dari penemuan penemuan kristal dengan berbagai warna dan mempunyai kekuatan yang di atas rata rata.


"Khey, pakai saja pistol X7 milik ayahku ini! Ini akan jauh lebih berguna!"

__ADS_1


Fei-pun langsung melemparkan pistol tersebut ke arah Khey dan dengan cepat, Khey langsung melemparkan juga pistol miliknya dan menggunakan pistol milik Fei...


__ADS_2