
Keesokan hari, Togaki sedang melakukan latihan diruang pelatihan.
"Hah hah hah... Sepertinya aku harus berhenti latihan dulu". Ucap Togaki.
Togaki pun berhenti latihan dan istirahat di pinggir ruang pelatihan.
Disaat Togaki sedang istirahat, Hashira datang menemui Togaki.
Hashira: "Togaki, anda sedang latihan?".
Togaki: "Ya. Kau kenapa kesini?".
Hashira: "Emm. Aku ingin bertanya tentang sosok misterius kemarin".
Togaki: "Owh itu. dia Zuiken sahabatku dulu".
Hashira: "Owh".
Hashira pun duduk dekat Togaki.
Togaki: "Dia dulunya adalah orang penting dikerajaan ini. Tapi, sejak tragedi 8 tahun yang lalu, dia berubah menjadi orang yang jahat".
...FLASHBACK...
...--------------------------------------------------------------...
Zuiken dulunya adalah orang yang berperan penting pada saat perang melawan ras goblin. Bahkan kekuatannya saja bisa menandingiku.
Dia adalah pemimpin pasukan terdepan.
...10 TAHUN YANG LALU...
Disebuah bukit terdapat dua orang yang sedang berbincang.
Zuiken: "Hei Togaki, Apa kau sudah menyelesaikan misi?".
Togaki: "Sudah".
Zuiken melihat kerajaan api.
Zuiken: "Eh menurutmu kerajaan kita sudah mulai besar saja yaaa".
Togaki: "Ya kau benar Zuiken. Ayahku bilang bahwa kerajaan ini akan menjadi kerajaan paling luas dipulau Kienz".
Zuiken: "Nih kau mau biskuit ini?".
Zuiken menawarkan biskuit miliknya kepada Togaki. Mereka berdua pun makan biskuit bersama.
...--------------------------------------------------------------...
Dikerajaan api, Tsugaki Nakamura sedang melakukan persiapan untuk pergi ke wilayah utara untuk memperluas kerajaan api. ia membawa ratusan pasukan untuk dikerahkan.
Tsugaki: "Kalian semua akan ditugaskan ke wilayah utara untuk melakukan operasi militer. Kita akan kembali memperluas kerajaan ini".
"Siap Tuan!!" Ucap seluruh pasukan.
Para pasukan pergi meninggalkan kerajaan api. Togaki dan Zuiken melihat para pasukan pergi meninggalkan kerajaannya. Togaki langsug menemui ayahnya digedung utama.
Togaki: "Ayah!! Hah hah hah".
Tsugaki: "Ada apa Togaki?".
Togaki: "kemana para pasukan itu pergi?".
Tsugaki: "Tenang saja, dia pergi ke wilayah utara. Ia ditugaskan untuk kembali memperluas wilayah".
Togaki: "M-memperluas wilayah?".
Tsugaki: "Iya. Memangnya kenapa?".
Togaki: "Ayah!! wilayah utara itu tempat desa Kusagaki berada".
Tsugaki: "Ya terus kenapa?".
Togaki: "Ayah!! ayah ini kenapa sih? itu kan desa yang sudah membantu kita dari invasi para goblin. Dia yang sudah banyak mengirimkan makanan untuk kerajaan kita".
Tsugaki: "Togaki, dengarkan ayah. Ayah tidak bermaksud untuk menyerang desa Kusagaki. Ayah hanya melindungi desa Kusagaki dari ancaman para goblin. Dan... Ayah juga sudah meminta izin kepada pemimpin desa Kusagaki untuk bekerja sama".
Togaki: "Terus, apa hubungannya dengan memperluas wilayah?".
Tsugaki: "Togaki, wilayah utarakan sebuah wilayah yang sangat luas. Sedangkan desa Kusagaki tempatnya kecil. Jadi, ayah ingin melindungi desa Kusagaki dan dijadikan sebagai gudang makanan. Yaaa kau tau kan desa Kusagaki itu tempatnya banyak makanan".
Togaki: "Ouh begitu yaaa. Hmm maafkan aku ayah".
Tsugaki: "Ya tidak apa apa. Eh dimana Zuiken?".
Togaki: "Zuiken sedang dirumahnya".
Tsugaki: "Emm Bisakah kau pergi kerumahnya sebentar?".
Togaku: "Emangnya ada apa?".
Tsugaki: "Sudah... Panggil saja dia kesini. Ada urusan sebentar dengan Zuiken".
Togaki: "Oh Ok".
Togaki pun pergi menemui Zuiken.
Togaki: "Zuiken. Dimana kau?".
Zuiken: "Aku disini Togaki".
Togaki: "Rupanya kau didapur. Sedang apa kau?".
Zuiken: "Aku sedang meminum segelas susu. Kau mau?".
Togaki: "Tidak tidak".
Zuiken: "Ada apa datang kesini?".
Togaki: "Zuiken, Kau disuruh ke gedung utama oleh ayahku".
Zuiken: "Oh Tuan Tsugaki".
Togaki: "Ya".
Zuiken: "Memangnya ada apa?".
Togaki: "Entahlah. Dia bilang ada urusan sebentar denganmu".
__ADS_1
Zuiken: "Hmmm. Ok aku akan pergi sekarang".
Zuiken bergegas pergi ke gedung utama.
Zuiken: "Kau tidak ikut?".
Togaki: "Tidak. Aku ingin berlatih dulu diruang pelatihan".
Zuiken: "Baiklah. Togaki, semangat latihannya".
Togaki tersenyum mendengar ucapan Zuiken.
Sesampainya digedung utama, Zuiken langsung menemui Tsugaki.
Zuiken: "Ada apa tuan Tsugaki?".
Tsugaki: "Oh akhirnya kau datang juga. Jadi gini, bisakah kau memimpin pasukan diwilayah utara. Soalnya aku dapat laporan bahwa diwilayah tersebut diserang oleh pasukan Moichiro. Mungkin kau bisa mengatasinya. Tidak apa apa kan?".
Zuiken: "Oh itu sih tenang saja tuan. Masalah itu akan beres secepat mungkin".
Tsugaki: "Baiklah cepat kau pergi sebelum terlambat".
Zuiken: "Baik tuan".
Zuiken segera pergi ke wilayah utara.
...--------------------------------------------------------------...
Sesampainya ia diwilayah utara, Zuiken terkejut karena banyaknya korban ditempat tersebut.
Zuiken: "Ada apa ini? Kenapa banyak korban berserakan begini?".
Tiba tiba Moichiro muncul dihadapan Zuiken.
Moichiro: "Bwahahaha ternyata kau yang muncul. Ku kira pahlawan kuat yang muncul, tapi nyatanya malah orang lemah yang muncul bwahahaha".
Zuiken: "Geahh!! Sepertinya kau meremehkanku yaaa. Rasakan ini "Serangan Cakar Api".
Zuiken menyerang Moichiro menggunakan Cakar api. Tapi Moichiro berhasil menghindar dan langsung memukul perut Zuiken. Zuiken pun terpental karena pukulan Moichiro.
Zuiken: "Gaahh Hah hah. Sial. Rasakan ini "Semburan Api Dahsyat".
Zuiken menyemburkan api besar ke arah Moichiro.
Moichiro: "Heh sebenarnya kau itu ingin membakarku apa tempatnya sih? (Sepertinya kau ingin mengelabuiku yaaa)".
Moichiro langsung menggunakan Shadow Hand untuk menyerang Zuiken. Tapi ternyata Zuiken tidak ada dihadapannya.
Moichiro: "(Apa!! dia tidak ada. Kemana dia?). Heh Kau pasti dibawah kan orang lemah".
Moichiro langsung menghancurkan Tanah dibawahnya. Moichiro akhirnya menangkap Zuiken dan mencekiknya dengan keras.
Moichiro: "Bwahahaha kau ingin menipuku yaaa. Tidak semudah itu".
Zuiken: "Hek hek hah hah. L-lepaskan A-aku".
Moichiro: "Tak kan ku lepaskan sampai tubuhmu tidak bergerak bwahahaha".
Zuiken: "K-kau K-kira A-aku orang lemah Hah. R-rasakan ini "Pukulan Api bertubi tubi".
Zuiken memukul wajah Moichiro menggunakan pukulan api.
Zuiken: "2× lipat, 3× lipat, 4× lipat, 5× lipat. Hiaaaaa".
Zuiken terus menambah stamina pukulannya hingga wajah Moichiro Bercucuran darah.
Moichiro: "Gaahh sialan kau. Rasakan ini "Ledakan Bayangan".
Moichiro meledakkan bayangan besar sehingga Zuiken terpental jauh.
Zuiken: "Hah hah hah. Ledakan apa itu? ledakannya sangat besar sekali".
Moichiro: "Tch sepertinya ini kesempatan bagiku".
Moichiro mengeluarkan para pasukannya untuk menyerbu Zuiken.
Moichiro: "Para pasukanku. Semuanya serang orang itu".
Para pasukan Moichiro pun langsung cepat menyerbu Zuiken.
Zuiken: "Apa!! gawat aku harus menjauh dari sini".
Zuiken berlari dengan cepat untuk menjauh dari pasukan Moichiro.
Zuiken: "Hah hah hah. Kenapa dia mengeluarkan pasukannya disaat seperti ini sih? Aku harus bersembunyi. Tapi, ini tidak ada tempat sama sekali. Kalau aku pergi ke desa Kusagaki. Ini tidak mungkin. Desa kusagaki berada dibelakang. Sedangkan disana mungkin sudah dikuasai oleh pasukan Moichiro. Aduhh gimana ini. Soalnya ini daratan luas. Sama sekali tidak ada tempat persembunyian".
Zuiken terus berlari menghindari para pasukan Moichiro. Pada saat Zuiken berlari, tiba tiba muncul Bola api besar dihadapan para pasukan Moichiro. Melihat hal itu, Zuiken terkejut karena ada bola api besar muncul begitu saja.
Zuiken: "I-itu bola api besar... Itu kan. Hah jangan jangan...".
Zuiken lalu melihat ke arah belakang.
Togaki: "Aku datang Sahabatku".
Zuiken: "Togaki!!!".
Ternyata itu adalah Togaki. Ia membawa para pasukannya.
Togaki: "Semuanya, tetap fokus untuk menyerang pasukan Moichiro".
"Siap Komandan". Ucap seluruh pasukannya.
Zuiken: "Hei Togaki!! aku disini. bentar bentar K-kenapa dia tidak berhenti tunggu... oh tidak".
Togaki bersama pasukannya terus maju kearah pasukan Moichiro.
Togaki: "Zuiken!! pegang tanganku".
Zuiken pun meraih tangan Togaki dan naik kuda dibelakangnya.
Togaki: "Kau baik baik saja?".
Zuiken: "Ya aku baik baik saja. Ngomong ngomong kenapa kau tau aku disini?".
Togaki: "Ayahku memerintahkanku untuk pergi ke wilayah utara. Dia khawatir kepadamu. Soalnya lawan yang kau hadapi itu Moichiro".
Moichiro: "Gahh sial. Kenapa sih selalu saja ada bantuan. Hah. Semuanya serang bajingan itu sampai tak tersisa".
Para pasukan Moichiro berlari cepat.
__ADS_1
Togaki: "Bersiaplah Zuiken. Kita akan bertarung diatas kuda".
Zuiken: "eh eh bentar jangan. Jangan seperti itu".
Togaki: "Tenang saja. Pegangan yang erat Zuiken".
Zuiken: "Oh tidak jangan Togaki!!".
Togaki melaju sangat kencang dan langsung menghajar para pasukan Moichiro. Togaki menggunakan Fire Ball beruntun untuk menyerang pasukan Moichiro. Demikian juga Zuiken. Dia menggunakan cakar api untuk menyerang pasukan Moichiro
Pertarungan pun tidak terhindarkan. Togaki dan Zuiken terus menyerang pasukan Moichiro.
Moichiro: "Gahhh!! sepertinya aku harus mundur".
Moichiro langsung menghilangkan para pasukannya. Dan Moichiro pun pergi menggunakan portal bayangan.
Zuiken: "Apa apaan ini? kenapa semua jadi menghilang?".
Togaki: "Entahlah. Yang penting kita selamat".
Zuiken: "Ya".
Togaki: "Baiklah, semuanya tolong evakuasi para korban dan bawa mereka ke kerajaan api. Dan sisanya tolong diam sebentar di desa kusagaki".
"Siap komandan". Ucap seluruh pasukannya.
Togaki: "Zuiken, kita pergi duluan".
Zuiken: "Baiklah".
Togaki dan Zuiken pergi meninggalkan wilayah utara usai pertarungan melawan Moichiro.
Sesampainya ia dikerajaan api, mereka berdua mengobrol dan berdiskusi masalah yang ada diwilayah utara.
...--------------------------------------------------------------...
2 tahun kemudian, Kehidupan mereka berdua masih sama seperti dulu. mereka berdua selalu melakukan misi, berlatih bersama, bermain bersama, dan mengobrol diatas bukit.
Tapi, pada suatu ketika peristiwa yang tak diinginkan terjadi.
Sebuah tragedi buruk terjadi dimalam hari. Moichiro melakukan serangan balasan yang tidak manusiawi. Ia melancarkan balasan itu dengan cara membantai setengah warga dikerajaan api sampai orang tua Zuiken pun ikut dibunuh oleh Moichiro.
Mendengar kabar dari orang orang, Zuiken langsung bergegas pergi ke tempat kejadian. Betapa terkejutnya dia melihat orang tuanya tergeletak dengan tubuh penuh darah. Organ tubuh dimana mana, Hingga korban lainnya berserakan dimana mana.
Zuiken menangis dan bersedih sambil memeluk kedua orang tuanya. Dia merasa dirinya merasa bersalah karena tidak bisa melindungi orang tuanya. Tapi, hal yang tak diinginkan Zuiken pun terjadi.
Semua orang disekitarnya tidak ada yang mau membantu Zuiken sama sekali. Bahkan, para petugas medis pun sama sekali tidak ada yang membantu. Itu yang membuat Zuiken merasa kesal terhadap kerajaan api.
beberapa hari setelah tragedi Pembantaian, Zuiken pergi ke suatu tempat. Dimalam hari, Ada seseorang yang mencuri gulungan rahasia.
Keesokan paginya, Pengawal Tsugaki melaporkan tentang gulungan rahasia.
Pengawal: "Tuan Tsugaki, gulungan rahasia dicuri".
Tsugaki: "Apa!! dicuri? bagaimana bisa?".
Pengawal: "Kemarin malam, ada orang berjubah hitam mencuri gulungan rahasia".
Tsugaki: "Hah sial!! kerahkan seluruh pasukan untuk berpatroli di seluruh tempat kerajaan ini. Mungkin saja orang itu masih ada disekitar sini".
Pengawal: "Baik tuan".
Togaki: "Ada apa ayah?".
Tsugaki: "Gulungan rahasia dicuri oleh orang lain".
Togaki: "Apa!! tidak mungkin. Ayah izinkan aku untuk ikut berpatroli".
Tsugaki: "Baiklah akan ku izinkan".
Togaki bergegas mencari orang yang mencuri gulungan rahasia.
Orang misterius: "Hahaha. Akhirnya aku menemukan gulungan rahasia. Gulungan rahasia ini terdapat banyak sekali kekuatan kekuatan hebat. Mungkin saja aku bisa menguasai kekuatan hebat ini".
Togaki melihat orang berjubah hitam memegang gulungan rahasia yang sedang berada diatap rumah.
Togaki: "Hei apa kau yang mengambil gulungan rahasia?".
Orang misterius itu tidak menjawab sama sekali dan pergi begitu saja. Togaki mengejar orang misterius itu.
Togaki: "Hei siapa kau".
Orang misterius itu terus tidak menjawab sama sekali. Pada suatu ketika, Orang misterius itu pergi ke tempat sempit. Tapi, Togaki berhasil mencegahnya. Togaki langsung membuka topeng tersebut.
Togaki: "K-kau... Zuiken!!!".
Ternyata orang yang mencuri gulungan rahasia adalah Zuiken.
Togaki: "K-kenapa kau mencuri gulungan rahasia?".
Zuiken: "Diam ini bukan urusanmu".
Togaki: "Hei aku hanya ingin bertanya kenapa kau mencuri gulungan rahasia?".
Zuiken: "Karena Aku ingin balas dendam terhadap ayahmu itu".
Togaki: "Ayahku? emangnya kenapa?".
Zuiken: "Dia tidak sama sekali peduli kepadaku. Bahkan orang tuaku sudah tiada dia malah tidak peduli kepadaku. Sekarang aku mengerti kenapa aku selalu disuruh. Karena aku terus dimanfaatkan oleh ayahmu".
Togaki: "Zuiken, dengarkan, Ayahku tidak tau kalau orang tuamu ikut terbunuh".
Zuiken: "Ahhh pembohong. Justru itu yang membuat ayahmu tidak peduli kepadaku. Apa itu yang disebut seorang raja Hah?".
Zuiken pergi begitu saja. Tapi, Togaki berhasil menangkapnya menggunakan Fire Hand. Ternyata Zuiken menggunakan cakar api dan menyerang Togaki. Zuiken pun pergi meninggalkan Kerajaan api.
Seiring berjalannya waktu, Zuiken tidak pernah kembali ke kerajaan api. Tapi, pada suatu ketika saat Tsugaki hendak masuk ke ruangannya. Ia terkejut melihat gulungan rahasia berada di mejanya.
Tsugaki: "Kenapa gulungan rahasia ini ada disini? harusnya gulungan rahasia ini sudah lama dicuri. Emm mungkin saja orang itu mengembalikannya lagi. Tapi siapa ya kira kira?".
Togaki: "Dia adalah Zuiken, Ayah".
Tsugaki: "Apa? Brengsek kau Zuiken. Tak kan kumaafkan kau. Akan ku anggap dia sebagai buronan bagiku".
Zuiken dianggap sebagai buronan oleh Tsugaki. Dan itu pertama kalinya dia di cap sebagai buronan oleh Tsugaki dan semua warga kerajaan api.
...--------------------------------------------------------------...
(Note: Fakta dibalik tragedi pembantaian masal ini terdapat orang yang ikut membantu Moichiro. Orang itu dijuluki sebagai "The Assassin". Orang itu adalah...).
__ADS_1
...TO BE CONTINUE...