
Dipagi hari yang cerah, tepatnya dikerajaan tanah, Oyuru Oshima sedang mempersiapkan barang barangnya untuk pergi ke negeri lembah.
Oyuru: "Gyusei tolong bawa barang barang ini".
Gyusei: "Baik tuan".
Oyuru: "Kazuki, Reigiri, Fusashi, kalian ikut denganku pergi ke negeri lembah".
Reigiri: "Negeri lembah?".
Oyuru: "Ya, Negeri lembah. Kita akan berkunjung ke sana karena yaaa aku sudah lama tidak pernah kesana. Jadi, kalian juga harus ikut karena aku ingin menceritakan tentang negeri lembah".
Oyuru dan lainnya mulai melakukan perjalanan ke negeri lembah. Ia meninggalkan kerajaan tanah dan mulai perjalanannya.
Mereka melakukan perjalanan menggunakan kendaraan berkuda.
Oyuru: "Sepertinya kita akan sampai ditujuan 2 hari lagi".
Gyusei: "Apa!! 2 hari lagi!! lama sekali".
Oyuru: "Ya. Karena jarak dari kerajaan sampai negeri lembah itu membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Jadi, santai saja lah".
Mereka melewati rawa rawa, sungai Ganil, pegunungan besar hingga bukit Shiganshina.
... --------------------------------------------------------------...
2 hari sudah berlalu, akhirnya mereka pun sampai di negeri lembah.
Oyuru bersama para komandan lainnya berjalan menelusuri lembah-lembah.
Setelah itu mereka pun akhirnya sampai disebuah desa bernama Desa Hagi.
Oyuru: "Akhirnya kita sudah sampai. Hei kalian lihatlah, ini yang akan ku perlihatkan kepada kalian semua. Ini adalah desa Hagi, tempat Aku dibesarkan".
Kazuki melihat desa Hagi dengan mata seperti berkilau.
Kazuki: "Waw, Desa ini...Ini benar benar fantastis. Pertama kali aku melihat desa sebesar ini".
Reigiri: "Tempat yang damai. Ini cocok untukku ditempat yang santai".
Oyuru bersama para komandan lainnya pergi menuju pintu utama dari desa Hagi.
Saat Oyuru masuk ke pintu utama, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Oyuru.
???: "Hei Oyuru sudah lama kita tidak bertemu".
Oyuru terkejut melihat teman masa kecilnya masih ada.
Oyuru: "K-kau Gouji!!".
Gouji: "Ya ini aku Gouji Nobe. Teman masa kecilmu".
Oyuru menangis terharu dan memeluk Gouji.
"K-kau baik-baik saja kan? A-aku sangat merindukanmu Gouji". Ucap Oyuru sambil menangis.
Oyuru: "Tunggu...Ngomong-ngomong yang lainnya mana?".
Gouji menggeleng-gelengkan kepala sambil menjawab "Sudah tidak ada Oyuru".
Oyuru: "A-apa!! Tidak ini tidak mungkin".
Lalu Oyuru berbicara kepada Gouji kenapa ia bisa selamat dari insiden kebakaran besar dimasa lalu.
Oyuru: "K-kau kenapa bisa selamat dari insiden tersebut?".
Gouji: "Yaaaa itu karena aku sempat diselamatkan oleh Pak Doku".
Oyuru: "Pak Doku? Siapa dia?".
Gouji: "Pak Doku adalah teman ayahku. Dan sekarang dia sudah menjadi pemimpin dari desa Hagi dan Taki?".
Oyuru: "Apa!!! Dia memimpin dua desa sekaligus? Bagaimana bisa? Memangnya tidak ada yang berani menjadi pemimpin desa Taki?".
Gouji: "Entahlah. Aku juga tidak begitu tau. Tapi, menurut orang-orang warga dari desa Taki itu seperti orang bodoh".
Oyuru: "Orang bodoh? M-maksudnya?".
Gouji: "Entahlah aku tidak begitu tau mengenai hal itu".
Oyuru: "Ouh. Oh ya kami kesini ingin bertemu dengan pemimpin desa Hagi".
__ADS_1
Gouji: "Owh silahkan. Akan ku antar kalian kerumah Pak Doku".
Gouji, Oyuru, dan para komandan pergi ke rumah Pak Doku.
... --------------------------------------------------------------...
Sesampainya ia dirumah Pak Doku, Gouji pun mengetuk pintunya.
Gouji: "Pak Doku. Apa anda sedang didalam?".
Doku: "Hohoho ternyata kau Gouji. Silahkan masuk".
Gouji, Oyuru, dan komandannya masuk kerumah Pak Doku.
Gouji: "Perkenalkan pak ini teman masa kecil saya Oyuru Oshima kebetulan dia juga adalah raja dari kerajaan Tanah".
Oyuru: "Halo pak hehe salam kenal. Saya Oyuru dan disebelah saya ini para komandannya. Ada Reigiri, Kazuki, dan Fusashi".
Doku: "K-kau O-oyuru!!! Ternyata kau masih hidup yaaa Hohoho".
Oyuru: "I-iya pak. Memangnya kenapa yaaa?".
Gouji: "Kau tidak tahu yaaa. Sebelum Motei mengurusmu waktu kecil, saya terlebih dahulu mengurusmu lebih dulu. Ayahmu yang bernama Benzou Oshima menitipkan Anaknya yang bernama Oyuru Oshima kepadaku di umur 2 bulan. Lalu saat berumur 6 bulan saya menitipkan lagi kepada pedagang dipasar bernama Motei. Lalu kau dibesarkan oleh Motei hingga berumur 14 tahun".
Oyuru: "Owh begitu ya pak. Hehehe saya kurang ingat".
Doku: "Hohoho tidak apa-apa kau kan dulu masih bayi jadi wajarlah kalau kau tidak ingat apa-apa".
Oyuru: "Oh ya pak. Saya kesini ingin berbicara tentang perkembangan desa Taki. Katanya bapak memimpin desa Taki kan?".
Doku: "Ya itu benar. Tapi, sekarang ini desa Taki dilanda masalah besar".
Oyuru: "M-masalah? Masalah apa?".
Doku: "Sekarang-sekarang ini desa Taki adalah desa dengan penghasilan perhiasan dan permata paling banyak. Kemarin sore, desa Taki terkena musibah pencurian".
Oyuru: "Apa? Pencurian?".
Doku: "Ya. Pencuri itu bukan pencuri biasa. Dia mempunyai sihir sepertimu. Sihirnya itu bisa menghilang dan memanjat di dinding layaknya seperti seekor laba-laba. Bahkan saat ia menggunakan sihir menghilang, ia tidak bisa terdeteksi oleh energi kita".
Oyuru: "Apa!!! Bagaimana bisa? (Ini tidak mungkin. Mana ada orang menggunakan sihir menghilang tidak terdeteksi begitu saja. Ini benar-benar aneh)".
Doku: "Tentu saja. Kebetulan saya juga ingin melihat desa Taki".
Oyuru: "Terima kasih Pak Doku. Gouji kau ingin ikut ke desa Taki?".
Gouji: "Tentu saja lah. Sudah lama aku tidak melihat desa Taki".
Mereka semua pun pergi ke desa Taki. Diperjalanan Ia melewati hutan kecil, dan lembah.
...--------------------------------------------------------------...
Oyuru: "Waw. Sudah lama aku tidak melihat desa Taki Ternyata sudah seperti ini. Banyak sekali bangunan-bangunan yang dirubah".
Doku: "Itu benar. Banyak sekali bangunan-bangunan yang dirubah, mulai dari bangunan utama di depan pintu desa Taki, hingga bangunan seperti pasar pun dirubah. Itu semua bertujuan agar desa Taki terlihat seperti desa yang besar".
Doku: "Apa kau tahu Oyuru, pembangunan di desa Taki ini membutuhkan waktu selama hampir 3 bulan".
Oyuru: "Waw sangat lama sekali".
Doku: "Ya. Itu karena bahan bahannya yang langka".
... --------------------------------------------------------------...
mereka pun akhirnya sampai di desa Taki.
didalamnya penuh dengan pasar yang banyak.
Oyuru: "Ternyata didesa Taki penuh dengan orang berdagang. Tidak seperti dikerajaanku yang orang berdagang sangat sedikit".
Doku: "Sedikit? Memangnya tidak ada tempat khusus untuk orang berdagang?".
Oyuru: "Bukan seperti itu. Kami selalu membeli bahan-bahan dan makanan dari kerajaan lain".
Doku: "Ouh seperti itu".
Mereka pun bertemu dengan seorang pedagang yang ternyata ia adalah teman dari pak Doku.
Doku: "Selamat siang Risatsu".
Risatsu: "Oh pak Doku selamat siang".
__ADS_1
Doku: "Apa kabar denganmu?".
Risatsu: "Ya aku baik-baik saja. Ngomong-ngomong kenapa kamu ada disini".
Doku: "Kami disini sedang melihat kondisi desa Taki".
Risatsu: "Oh tenang kok desa Taki sekarang lagi aman. Tidak ada kekacauan selama ini. Yaaa walaupun kemarin sore ada pencurian sih".
Oyuru: "Maaf mengganggu. Apa Anda tau ciri ciri orang pencuri tersebut?".
Risatsu: "Oh ya saya tau ciri-cirinya. Tapi, saya hanya melihat sekilas karna pencuri tersebut berlari sangat cepat".
Oyuru: "Bisakah beri tahu saya ciri-cirinya?".
Risatsu: "Yang saya lihat itu...Badannya gemuk, terus...Dia memakai pakaian seperti seorang pasukan kerajaan, dan dia memakai kacamata".
Disaat Risatsu berbicara, tiba-tiba saja seseorang datang melesat begitu saja dan menghancurkan tempat disekitarnya.
Mereka semua terpental kemana-mana kecuali Oyuru dan para komandan.
Oyuru: "Gahh. Sial ada apa ini".
Asap muncul secara tiba-tiba. Asap itu menutup seluruh desa Taki.
Tiba-tiba, muncul suara dari arah belakang Oyuru.
???: "Hahahaha. Kalian takkan bisa menangkapku dengan mudah".
Seseorang itu mengeluarkan laser ke arah Oyuru. Tapi Oyuru berhasil menghindar dan menggunakan Tombak Tanah untuk menyerang seseorang tersebut. Tombak Tanah tersebut berhasil ditangkap dengan mudah dan dihancurkan begitu saja
Lalu, seseorang itu mengeluarkan ledakan dahsyat sehingga bangunan disekitarnya hancur.
Setelah itu, seseorang tersebut muncul didepan Oyuru.
Oyuru: "Siapakah kau?".
Bunto: "Aku Bunto Furui. Aku adalah pencuri kelas dewa yang terus mencuri dan menjarah desa Taki Hahaha".
Risatsu: "Itu. Itu dia orangnya dia pencurinya".
Bunto: "Diam kau".
Oyuru: "beraninya kau mencuri didesa Taki. Tak kan kumaafkan kau. Rasakan ini "Earthquake Attack".
Oyuru mengeluarkan Serang Gempa Bumi. Serangan tersebut mampu membuat Bunto terpental Jauh. Oyuru pun terbang mendekati Bunto lalu ia menghajarnya habis-habisan. Tapi, Bunto bisa menahannya menggunakan tangan kiri. Tangan kirinya tersebut tiba-tiba jadi besar dan memukul telak Oyuru sampai terpental kebawah.
Bunto lalu mendorong kepala Oyuru ketanah. Tapi untungnya Kazuki datang tepat waktu. Kazuki menggunakan Pedangnya dan menusuk pundak Bunto. Bunto pun menghindar jauh.
Bunto: "Sial. Ternyata dia membawa bala bantuan".
Bunto pun mulai menyekap Doku dan mengambil Batu Permata Biru.
Doku: "Tidak Batu itu. Kau jangan mencurinya".
Bunto: "Batu ini akan menjadi milikku Hahaha".
Bunto pun menghilang menggunakan sihirnya.
Oyuru: "Sial dia menghilang menggunakan sihirnya aku harus mencarinya menggunakan pendeteksi energiku".
Oyuru mulai menggunakan energinya untuk mendeteksi keberadaan Bunto.
Oyuru: "Cepat dimana dia...Ah sial. Ternyata benar sihir itu tidak bisa terdeteksi dengan mudah".
Bunto pun bersembunyi diatas bangunan utama didesa Taki.
Bunto: "(Hahaha. Mereka tidak bisa menemukanku aku harus memberitahu rekan-rekanku)".
Bunto pun pergi menggunakan sihirnya.
...TO BE CONTINUE...
...BONUS...
...--------------------------------------------------------------...
Seseorang memakai jubah ungu muncul disebuah gunung pinggir desa Taki.
???: "Batu Permata Biru. Hmmm Kakak akan senang mendengar berita ini".
Seseorang berjubah ungu itu pun menghilang layaknya seperti angin yang berputar.
__ADS_1