The Kingdoms Of Magic

The Kingdoms Of Magic
Episode 14: Mencari Batu Permata Biru


__ADS_3

3 hari kemudian, Oyuru sedang istirahat dan merenung sendirian karena ia tidak bisa mengejar si Bunto itu.


"Hah tidak. Kenapa ini bisa terjadi, padahal seharusnya aku bisa mengejarnya tapi...energi sihirku tiba tiba habis begitu saja". Ucap Oyuru sambil kedua tangannya memegang dagu.


Tiba tiba dari kejauhan terdengar suara teriakan dari warga desa Taki.


" Haaaaa toloongg!! Ada angin topan menyerang!!". Teriak para warga tersebut sambil berlarian kesana kemari.


Mendengar teriakan tersebut, Oyuru langsung bergegas keluar dari rumahnya.


Oyuru: "A-ada apa ini? Kenapa angin topan tiba tiba ada disini? (apa jangan jangan...)".


Angin topan itu pun terus menyerang rumah rumah disekitarnya.


Oyuru pun tidak banyak bicara langsung menyerang menggunakan Earth Dragon. Naga tanah itu muncul dari permukaan tanah dan menyerang Angin topan tersebut. Naga tersebut menyerang dengan cara melilitkan tubuhnya ke angin topan itu lalu Oyuru menggunakan Earth Handnya untuk meremukkan naga tersebut bertujuan untuk melenyapkan angin topan itu. Pada akhirnya angin topan itu berhasil dilenyapkan.


Pak Doku datang menemui Oyuru.


Doku: "T-terima kasih Oyuru, kau sudah menyelamatkan semua warga".


Oyuru: " Sama sama pak. Tapi...kenapa angin topan datang secara tiba tiba? Apa ada serangan lagi?".


Doku: "Entahlah nak, angin topan itu tiba tiba datang dari arah utara. Sebenarnya ini pertama kali angin topan datang menyerang desa".


" Hmmm aneh". Ucap Oyuru sambil ekspresi sedang berpikir.


Tidak lama setelah itu Kazuki, Reigiri dan Fusashi datang ke tempat Oyuru.


"Tuan, apa tuan tidak terluka T-tadi ada angin topan datang begitu saja". Ucap Kazuki dengan ekspresi kelelahan.


Oyuru: " Tidak apa apa. Tapi kenapa kamu tiba tiba lari begitu? ada apa?".


Reigiri: "Nih tuan, kami mendapatkan sebuah peta saat kami diserang oleh angin topan".


Oyuru pun mengambil peta tersebut dan membukanya.


Oyuru: " Ini seperti peta lokasi".


Kazuki: "Ya itu benar. Tapi...peta itu tidak menunjukkan sebuah tujuan yang pasti dan...".


Oyuru langsung memotong pembicaraan Kazuki.


Oyuru: " Tunggu sebentar. Gambar ini...sepertiii ini...I-ni gambar Batu Permata Biru".


Fusashi: "Batu Permata Biru!!! yang benar tuan?".


Oyuru: " Ya itu benar gambar ini benar benar persis seperti Batu Permata Biru. Ini berarti peta lokasi ini menunjukkan keberadaan Batu Permata Biru".


Pak Doku pun mengambil peta lokasi dan melihatnya.


Doku: "Hmmm kau benar. Ini memang Batu Permata Biru".


Oyuru: " Baiklah ini saatnya kita harus mencari Batu Permata Biru".


Kazuki: "Tunggu dulu tuan jangan!".

__ADS_1


" Kenapa?". Ucap Oyuru sambil kebingungan.


Kazuki: "Bisa saja ini adalah jebakan dari Bunto mungkin ada anak buahnya yang sengaja membuang peta lokasi ini ke desa Taki agar bisa ditemukan oleh kita, dan ini akan menjadi kesempatan bagi Bunto untuk menjembak kita tuan".


Reigiri: " Sepertinya perkataan Kazuki itu benar tuan".


Oyuru: "Tapi kan kita harus mencarinya walau resikonya itu nyawa. Dan juga kita harus mengambil kembali harta harta yang sudah dirampas olehnya. Aku ini seorang raja dan kalian itu adalah bawahanku harusnya kau menuruti perintahku kau paham?".


" B-baik tuan aku paham. M-maafkan aku tuan". Ucap ke 3 orang tersebut.


"Pak izinkan saya untuk mencari Batu Permata Biru itu kembali kami ingin menebus kesalahanku karena sudah membuat kekacauan di desa Taki". Ucap Oyuru sambil membungkukkan badannya ke bawah dan menundukkan kepala.


Doku: " Hmm baiklah aku terima permintaanmu. Tapi...berhati hatilah karena aku punya firasat bakal ada kekacauan saat perjalananmu nanti".


Oyuru: "Terima kasih Pak terima kasih banyak".


...--------------------------------------------------------------...


Oyuru pun langsung bersiap siap bergegas untuk mencari Batu Permata Biru.


Oyuru: " Kazuki, Reigri, Fusashi apa kau sudah siap?".


"Siap tuan!!". Ucap ke 3 orang itu.


Mereka semua pun pergi meninggalkan desa Taki. Dan perjalanan mereka pun dimulai!.


...--------------------------------------------------------------...


Oyuru bersama prajurit terbaiknya pergi menelusuri tempat yang ada di peta lokasi. Mulai dari hutan, sungai hingga pegunungan tinggi. Sampai akhirnya dimalam hari, ia berada disebuah tempat yang dimana banyak bebatuan dimana mana.


Oyuru: " Ya ini benar. Tapi dimana Batu Permata Birunya?".


Fusashi melihat ruangan bawah tanah di sebelahnya.


"Tuan lihat, itu seperti ruangan yang terhubung ke bawah tanah". Ucap Fusashi sambil menunjuk ke arah ruangan tersebut.


Oyuru: " Itu benar. Ayo kita ke sana".


Mereka pun masuk ke ruangan tersebut.


...--------------------------------------------------------------...


Di sisi lain, di sebuah ruangan yang gelap. Bunto sedang duduk sambil memegang Batu Permata Biru.


Bunto: "Gahahaha sebentar lagi aku akan menjadi orang terkaya didunia hahaha. Aku akan menjual Batu ini kepada seorang kolektor".


" Itu benar bos kita akhirnya bisa merasakan kaya yang sebenarnya hahaha". Ucap salah seorang anak buah tersebut.


Tidak lama setelah itu, muncul asap tebal berwarna ungu dihadapan Bunto dan anak buahnya. Asap tebal itu berubah menjadi sosok misterius.


"S-siap kau? Kenapa kau ada disini? Apa kau bawahan dari si raja tanah itu hah?". Ucap Bunto dengan ekspresi terkejut.


" Aku ingin Batu Permata Biru itu". Jawab si sosok misterius tersebut.


Sosok misterius tersebut langsung menghampiri Bunto dengan jalan yang lambat. Tapi anehnya anak buah Bunto tiba tiba terpental begitu saja. Sontak Bunto pun terkejut dan menghindari sosok misterius itu. Tapi sosok misterius itu berhasil menangkap tangannya Bunto. Bunto pun berteriak.

__ADS_1


"Haaa haaa lepaskan aku lepaskan". Ucap Bunto.


Bunto lebih kaget lagi karena sihirnya tiba tiba tidak bisa di keluarkan.


" Sudah ku katakan aku ingin Batu Permata itu. Kalau kau memberikannya padaku, maka aku akan membebaskanmu tapi, kalau kau tidak memberikannya...jangan harap". Ucap sosok misterius itu.


Bunto: "Tidak aku tidak mau memberikannya. Kau pasti bawahannya si raja itu kan. Aku tidak...".


Belum Bunto berbicara sepenuhnya, tiba tiba sosok misterius itu langsung menusuk perut Bunto menggunakan tangannya dan mengeluarkan semua organ tubuh didalam perutnya. Darah bercucuran kemana mana.


Bunto pun tewas mengenaskan. Dan ia dibuang begitu saja dan Batu Permata Biru itu langsung dibawa oleh sosok misterius.


Sosok misterius itu pun tidak segan langsung membantai anak buahnya Bunto tanpa tersisa.


Dan sosok misterius itu menghilang kembali layaknya seperti asap yang berputar.


...--------------------------------------------------------------...


Di tempat yang lain, Oyuru bersama ke 3 prajuritnya menelusuri tempat bawah tanah.


Oyuru: "Waw tempat ini benar benar keren. Aku tidak tahu kalau ada tempat sekeren ini".


Reigiri: " Ya itu benar tuan".


Oyuru pun berhenti dan terkejut melihat Bunto dan anak buahnya tergelatak penuh darah. Oyuru pun langsung mengampiri Bunto yang sedang tergeletak dengan berlumuran darah dan organ organ yang keluar dari tubuhnya.


Kazuki: "Ouww pencuri yang malang. Mengapa bisa menjadi seperti ini?".


Tiba tiba suara tawa terdengar di sebuah kursi panjang.


"Hahahaha. Ternyata kau muncul juga yaaa Oyuru Oshima". Ucap sosok misterius itu.


Oyuru: "S-siap kau? Kenapa kau bisa mengetahui namaku?".


Sosok misterius itu pun langsung muncul dihadapan Oyuru dan Membuka jubahnya.


Alangkah terkejutnya Oyuru melihat wajah sosok tersebut.


Oyuru: "K-kau kan "Zanan"!!.


Ternyata sosok misterius itu adalah Zanan.


Zanan: "Hehehe lama tidak berjumpa Oyuru".


Oyuru masih tidak percaya bahwa yang dihadapannya itu adalah Zanan.


Kazuki: " S-siapa dia tuan?".


Oyuru: "Dia Zanan atau biasa disebut " Zanan The Assassin".


Zanan: "Kenapa Oyuru? Kau seperti tegang begitu? Hehehe".


Oyuru: "(Gawat kenapa aku tidak bisa menggerakkan mulutku sedikitpun?)".


Zanan pun terus menatap Oyuru dengan ekspresi senang dan Oyuru dengan ekspresi tegang seakan akan tubuhnya tidak bisa bergerak.

__ADS_1


...TO BE CONTINUE...


__ADS_2