The Life Of Bitter

The Life Of Bitter
#1.Pergi Tanpa Pamit


__ADS_3

Halo, aku Yuki. Yuki Wara. Hmm, hari ini aku merasa sangat pahit sekali. Boleh sedikit aku ceritakan ya.


Orang tuaku, yaitu Papa tengah terlibat masalah di kantornya. Ia di tuduh mencuri aset perusahaan berupa minyak bumi. Papa mencoba membela diri, tapi semua orang termasuk anggotanya seolah sudah dibungkam. Sehingga tak ada yang berani menguak yang sebenarnya terjadi.


Akhirnya, Papa memutuskan untuk pindah dari sini, tapi mendadak sekali.


Sejak masalah itu datang, Papa tidak pernah ada dirumah. Aku sendiri tidak tahu Papa dimana. Malam itu, Papa menelfon Mama "kesini sekarang. Bawa anak-anak semua". "mendadak sekali?" tanya Mama. "Bergeraklah!" sambung Papa.


Aku langsung membereskan baju-baju ku. Dalam hati aku bicara "cepatnya, belum pamit ke teman-teman, belum sempat bertemu juga. Bisa ketemu lagi gak ya?". Aku terdiam. Seketika hening. "udah siap? " tanya mama. "udah" jawab ku.

__ADS_1


Malam itu juga aku berangkat meninggalkan Aceh. Tempat aku dibesarkan, tempat aku menghabiskan waktu dengan teman yang konyol dan tempat aku menyelesaikan TK, SD dan SMP ku.


Di perjalanan, sedikit tersirat dalam kepalaku. "berarti aku melanjutkan SMA ku disana ya". Inilah mengapa ku katakan, hari ini aku merasa pahit sekali. Aku pergi tanpa pamit.


🖤🖤🖤


Aku sampai dirumah baru, tidak terlalu besar, barang-barang ku disana pasti tidak muat masuk kerumah ini. Sebab rumah ini kecil bagi ku. " Yuki, kamar Yuki disini" kata Papa. Aku datang menghampiri, kulihat sudah ada tempat tidur, sudah ada lemari, sudah rapih. Tapi, ada yang aneh. " Pa, mana AC-nya? " tanya ku. " mulai sekarang kita tidur tanpa AC ya, pakai kipas angin aja, kan dingin juga " jelas Papa. Aku diam. Sedikit mengeluh dalam hati. Tapi, aku senang, Papa masih sempat menyiapkan kamar tidur untuk ku. Papa yang baik.


Tapi,sekarang aku sadar. Ternyata benar ya kata orang-orang. Dunia Itu Berputar. Ada kalanya di atas, ada kalanya pula di bawah. Aku benar-benar merasa hidup ku berubah 180 derajat sejak hari itu.

__ADS_1


Sudah seminggu aku disini, tepatnya di Medan. Masih asing bagiku, belum punya teman, kesepian, tidak berani keluar juga.Membosankan sekali disini.


Sore itu, aku melihat keluar jendela kamar. Biasanya aku melihat taman penuh orang-orang bermain, tapi kali ini aku hanya memandang tembok yang membelakangi kebun sawit. " ahh, sialnya pindah kesini" kesal ku.


Malamnya, ketika aku sedang berbaring dikamar sambil bermain gadget Papa masuk, " besok kita daftar sekolah ya. Jadi harus bangun pagi " jelasnya. " oke " jawabku.


Aku penasaran bagaimana sekolah disini nanti. Sekolah akan dimulai 2 minggu lagi, berarti masih ada waktu mempersiapkan semuanya.


Suatu hari, aku dan Mama pergi membeli perlengkapan sekolah dan membeli seragam. Tapi aku terkejut dan bertanya-tanya. Pakai kemeja? Dimasukkin? Pakai dasi? Pakai Tali Pinggang? Bagaimana?

__ADS_1


(kalau di Aceh, baju sekolahnya seperti baju terusan selutut, dengan bawahan rok).


🖤🖤🖤


__ADS_2