The Life Of Bitter

The Life Of Bitter
#5. Pertama kalinya


__ADS_3

Tokk.... Tokkk..... Tok.......


"Yukiiii!! Gak sekolah?? Ini hari Senin loh!! " teriak Mama dari luar sambil menggedor pintu kamar ku.


"ugh, rasanya tadi masih gelap, kok tiba-tiba jadi terang" gumam ku. Kulihat jam, dan...


"ASTAGA!! jam 7 beneran!" teriak ku panik.


Mandi gak ya, mandi gak ya. Ahh, Gak usah lah!! Pagi ini aku kalap sekali. Sialan!


Aku berlari menghindari kerumunan anak-anak yang telah ramai menuju halaman sekolah untuk upacara.


"Hei... mana almamater mu? Topi mu? Dasi mu? Tali pinggang mu? Upacara loh kita." teriak Tere padaku. "aku kesiangan, mandi pun tidak" jelasku sambil memakai atribut sekolah. "astaga! bisanya kau gak mandi Yuki!" teriak Tere sambil tertawa terbahak-bahak.


Aku buka tas, mencari almamater ku "dimana kau, almamater?" tanyaku bingung. "apalagi yang kau cari? kau lihat jam itu!" pungkas Tere. "almamater ku te, ketinggalan pula ih" jawab ku. "ihh, meriah kali lah kau Yuki! Baju mu lihat. Sebelah kanan masuk sebelah kiri enggak. Cemananya?" sambung Aqil padaku.

__ADS_1


"ini pakai aja" seseorang menyodorkan almamaternya padaku dan itu ialah Naka.


"nanti Pak Karo keliling loh razia atribut kita" jawab ku. "yaudah santai aja, paling cuma dijemur kok. Lagian aku lupa bawa topi" jelasnya. "hm, makasih lah ya" ucapku. "pergilah" jawab Naka.


Ini adalah pertama kalinya, aku sekolah menggunakan banyak atribut. Sehingga aku masih saja lupa. Apalagi tali pinggang yang menyesakkan perut itu. Karena kejadian Senin ini, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan semua atributku di laci kelas termasuk almamater ku. Untuk jaga jaga, manatau kedepannya aku akan telat lagi, hehe.


🖤🖤🖤


Upacara selesai, aku telah kembali ke kelas. Naka belum ada dibangkunya. Tangan ku rasanya kotor sekali, cuci tangan didepan ah. ucap ku dalam hati.


Tepat di depan kelas ada washtafel yang memang disediakan pihak sekolah.


Aku tersenyum lebar melihat itu, ditambah lagi aku masih teringat hal kemarin yang untuk pertama kalinya aku ngedate lagi setelah setahun lamanya disini.


"woi, habislah air kerangan itu kau buat, Yuki! Cuci tangan aja pun cengengesan kau" teriak Aqil padaku.

__ADS_1


"dia lagi bahagia ini, pekara dipinjamkan almamater sama si Naka tadi pagi" goda Tere.


"ooohh... Patot lah. Sumringah kali wajah kau ku liat. Gara-gara kau anak orang di jemur pakai matahari." teriak Aqil lagi.


"ya gak salah ku lah.Orang dia yang kasih pinjam kok" bela ku.


"macamnya aku mencium aroma-aroma cinta yang sedang mekar merekah ini" sambung Aqil.


"hee! nggak ya. sukak kali menebar benih kau" sangkal ku


"menebar benih, menebar gosip sial!! kau kira aku lagi bercocok tanam menebar benih!" jelas Aqil sambil menoyor kepala ku.


Aku dan Tere hanya tertawa gelak.


Ya, benar. Memang aku merahasiakan kepada mereka soal ngedate pertama ku dengan Naka kemarin siang. Tentu saja aku akan malu jika mereka tahu. Jelas mereka akan membully ku habis-habisan dengan cocotan dari mulut mereka. Aku belum siap menceritakannya.

__ADS_1


Kelas dimulai. Kulihat Naka sibuk membersihkan keringat dengan sapu tangan merahnya. Hmm, manisnya.. Dia pun menatapku dan mengatup sebelah matanya kepadaku. Ah, sial. Tidak.. jantungku serasa sedang tertimpa gempa berkekuatan tinggi. Sial kau, Naka!


🖤🖤🖤


__ADS_2