The Life Of Bitter

The Life Of Bitter
#2.Naka Leosyaka


__ADS_3

Baiklah, hari Senin sudah tiba. Hari dimana pertama kali aku sekolah di tempat yang baru. Tidak mengenali siapapun. Juga belum mempunyai teman.


Tapi, tanpa aku sadari. Hari ini adalah hari dimana aku juga memulai sebuah petualangan hidup yang pahit.


Sudah 5 menit aku berkeliling mencari kelas ku, dimana ya? . "ahh, ini dia! X Bahasa. Kelas baruku." ucapku tersenyum.


Aku masuk ke ruangan itu, memilih bangku nomor 3 baris kedua. Aku duduk sembari memandangi seluruh penjuru kelas. Ramai, ya. " sepertinya mereka sudah saling kenal dan akrab sekali, ya " gumam ku.


Hari itu, aku masih sendiri. Artinya belum mempunyai teman. Mungkin besok.

__ADS_1


Setelah 3 hari menyendiri, akhirnya hari ini tidak sendiri lagi. Sialnya, aku baru akrab dengan mereka di hari ke-7 aku sekolah. hahaha.


Untungnya mereka anak yang baik, asik dan lucu juga. Aku jadi merasa rindu dengan teman-teman ku disana dulu. Apa kabar ya mereka? Waktu terus berlalu, aku terus mencoba beradaptasi disini. Dan lama lama, aku nyaman.


" udah siap tugas yang kemarin, ki? " tanya Tere. Teman baruku yang kurasa cocok dan klop denganku. Anak yang asik, juga baik. Tere bukan anak yang membosankan, aku jadi dekat sekali dengannya sekarang. " udah dong! Kau sendiri gimana, udah siap belum? " tanyaku " ya udahlah, gampang juga kok " jawabnya bercanda.


Aku pulang dan sampai dirumah. Hari ini aku lebih sumringah dari biasanya. Jelas saja, temanku baik sekali. Aku jadi nyaman disekolah itu.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Pagi ini siulan burung merdu sekali. Mataharinya juga cerah. Hari ini hari Kamis, seperti biasa Bu Tetra akan masuk dan mengajar. Kali ini sepertinya akan membahas tentang anatomi manusia, deh.


Ibu Tetra mengambil absen. " Yolanda " panggil Bu Tetra " hadir bu " jawab Yolanda si anak lemot di kelas ku, " Yukii ", " saya bu " jawabku. " Naka " panggilnya, hening. " Naka?? " sekali lagi. " Naka Leosyaka?? " teriak Bu Tetra. Tapi tetap tidak ada jawaban.


sudah 21 hari aku di kelas ini dan ini bukan yang pertama kali namanya di panggil. Sering, sering sekali. Tapi aku tidak pernah tahu yang mana orangnya. Apakah dia Laki-laki? Perempuan? Abstrak atau Transparan? Membingungkan sekali.


Aku putuskan bertanya pada Tere. " Te, siapa Naka? Aku kok belum pernah kenal dia sejak masuk ". " Hari pertama hingga ketiga dia ada dikelas ini. Tapi, seterusnya sampai hari ini dia tidak pernah ada lagi, padahal anaknya asik loh " jawab Tere. Aku terdiam saja. " Mungkin dia ada masalah keluarga " fikirku dalam hati.


Hari ini aku selesaikan sekolah ku seperti biasanya. Aku duduk di halte sambil menunggu dijemput Papa. Tapi entah apa yang merasuki ku, aku terus kepikiran soal dia. "siapa ya, Naka Leosyaka itu? kenapa tidak pernah hadir ke sekolah sampai saat ini".

__ADS_1


Aku tiba dirumah. Aku letakkan sepatu ku di rak. " Yuki udah pulang sekolah? " tanya adik ku Diwa. " iya udah pulang nih, mau main? " tanya ku. Dia langsung tersenyum lebar. Ya, begitulah. Sejak dia masih kecil aku terbiasa menyebutkan diriku dengan sebutan nama, bukan Mbak Yuki. Hingga dia besar, dia selalu memanggil ku dengan sebutan Yuki. Tak apa, aku nyaman dengan panggilannya.


🖤🖤🖤


__ADS_2