
Hari Minggu, ya. Ok, Selamat Pagi Minggu. Terima kasih masih bersinar untuk ku dan semua orang.
Aku rapihkan tempat bersemayam ku tadi malam, kubuka jendela kamarku, kuhirup sedikit. hmmmm, masih segar meski sedikit terendus bau bau tai ayam. Maklum lah, tetangga sebelah memang memelihara ayam dan bebek dirumahnya.
Aku keluar, Diwa sedang bermain kulihat. "Yuki, bantu mama masak, ya" teriak mama dari dapur. "oke" jawabku.
Setelah berjam-jam kemudian. "yeeey.. Akhirnya siap juga. Capek ih. Jam berapa ya? Ah, udah jam 12 aja" bicara ku sendiri.
Aku rebahan di atas tempat tidur.
Tingnong........ Handphone ku berbunyi.
Eh siapa ya, kulihat ternyata, Naka?
Kok perasaan ku jadi gini ya. Aneh gini sih. Padahal setiap hari aku bertemu dia. Ketawa bersama. Tapi kok hari ini, aneh, malu, senang, deg-degan, panik, dag dig dug serrr.... Mirip gado-gado gini sih Tuhan....
Tepat pukul 2 siang, dia datang menjemput.
__ADS_1
"dah siap?" tanya Naka
"udah nih, pergi sekarang?" tanya ku
"yaudah naik" ajaknya
Selama di perjalanan aku hanya diam saja, tidak bicara sedikit pun. Rasanya aneh saja, padahal dia adalah Naka teman kelas ku dan setiap hari main bersama. Tapi Dag dig dug serrr ku tak bisa ditahan.
"Yukii, mau nonton apa nanti?" tanya Naka tiba tiba dan mengejutkan ku
"haa, nonton apa aja lah. Terserah aja" jawab ku
Ya, Medan sebenarnya bukan tempat yang asing bagi ku, sebab aku sedikit tahu jalanan di kota ini. Jika weekend, Papa akan selalu membawa kami ke Medan, entah hanya sekedar untuk jalan-jalan ataupun belanja bulanan.
Kita sudah sampai. Naka langsung mengajak ku masuk menuju bioskop. "nonton apa nih? " tanya Naka lagi. Aku masih melihat-lihat film apa yang akan tayang sembari melihat berapa harga tiket di hari ini. "kaya nya aku mau nonton London Love Story deh, Ka" jawabku. "oke lah" jawabnya. Lalu aku menyodorkan uang ku ke Naka, tapi justru Naka memberi ku tiket yang ternyata sudah di belinya lebih dulu
"Loh, ini uang ku bodoh" kesal ku
"udahlah simpan aja" jawabnya
__ADS_1
Aku dan Naka duduk di sebuah sofa yang tersedia disana. Aku merasa canggung sekali, padahal biasanya kita adalah anak yang frontal kalau sudah ketemu. Aku sedang kenapa sih! geram ku dalam hati.
"Ki, sebentar. Aku kesana dulu" ucap Naka.
"yaudah sana" jawab ku
Tak berapa lama Naka kembali. Dia membawa dua bingkisan di tangannya.
"kau bawa apalagi?" tanya ku
"popcorn dan minum" jawabnya
"uang mu terlalu banyak ya,Jadi kau bebas menghabiskan uang begitu aja" ucap ku kesal
"hei, uang di ciptakan memang untuk di habiskan bodoh" katanya lagi
Aku terdiam tak mau membalas. Dan beberapa menit kemudian film segera dimulai. Aku dan Naka berjalan menuju theater. Aku menikmati hari itu, rasanya aku nyaman dan senang sekali berada di sampingnya. Entahlah, dia teman ku. Tapi dia selalu membuat ku merasa dag dig dug serrr..
🖤🖤🖤
__ADS_1