
3 bulan kemudian.
3 bulan pas Ceyan tinggal bersama para keluarga Kandung nya, Dia sangat manja kepada para kakak nya,dan mommy daady nya, apalagi granpa Dan granma nya, Oh iya dia 1 bulan yang lalu Naik ke kelas 9, padahal belum naik naikan kelas, itu karena kepintaran Nya Yang melebihi kelas nya, dan dia sekarang di kelas 9 bersama kedua oppanya.
lanjut
Hari ini adalah hari Minggu semua keluarga Jung Alexander Yang akan menikmati liburan dengan cara mereka sendiri, hari ini Jisoo akan Berkencan dengan si kekasih nya, Jennie akan Datang ke pesta ulang tahun temannya, Yoona Dan Gongyo Akan pergi ke acara reunian, Granpa yang akan pergi Ke Busan karena keperluan, Dan jaemin Yang Pergi ke latihan Basket. hanya tersisa lalisa,Rosie rokkie, Granma dan ceyan.
"Kami berangkat ya, Jaga Granma dengan baikkk selama kami pergi arraseo?!", ujar Daddy Gongyoo.
"Tentu saja appa, apalagi ada superhero yang menjaga nyaaa", Jawab ceyan dengan percaya diri dan semua pun terkekeh.
"hah, bosan sekalii didalam rumah terus!", ujar ceyan karena merasa jengah ketika hanya tiduran di lantai, Lalisa dan Rosie menonton drama, rookie Bermain game, dan Granma yang duduk sambil Memperhatikan Cucu cucu nya.
"aha!, aku ada ide lebih baikkk aku bermain di taman Belakang sajaa, Kekkekeke bersama Granma, kasian Granma diam saja". Batin ceyan senang.
"eonnie ceyan ke taman belakang bersama Granma boleh tidak?", Tanya ceyan tersenyum, eonnie nya hanya mengangguk dan lanjut menonton.
Ceyan sudah membawa Granma nya ke taman belakang.
"Granma, ikannnya bagus banget yaa, lihat nihhh Ceyan dapat ikan Kecil ****** ini, ceyan mau ambil tapi ntar mati", Ujar ceyan Nyerocos sendiri.
sang Granma hanya tersenyum Melihat kelakuan cucu nya yang random itu.
Namun tiba tiba.
seorang berbaju serba hitam dengan menggunakan Topeng datang dan memukul ceyan dengan kuat. seseorang itu sebenarnya muncul dari balik tembok dan memanjat, namun tak disadari oleh mereka, dan disitu tidak ada bodyguard Ntah lah kmn perginya mereka.
Ceyan kesakitan, namun dia bangun dan menoleh, dia langsung Memukul Perut si Baju hitam, namun dapat ditangkis olehnya.
*PLAK
*BUGH,, BUGH*
"siapa k-kamu,akh shsssh", tanya ceyan sambil menahan sakit nya namun, Si baju hitam tak perduli dan dia mengeluarkan pisau saku nya dan menuju Granma.
Ceyan melotot dan panik "YAKKKK APA YANG INGIN KAU LAKUKAN SEKKKIYA!!!!!!!!!!!!", namun....
terlambat, si baju hitam sudah menusuk Granma di bagian jantung dan pergi begitu saja!
Panik.
dia sangat panik.
dia mendekati Granma "Granma bangun Granma, Maafkan aku tak bisa menghalangi nya Granma ayoo bangun!", monolog ceyan, lalu dia ingin mencabut Pisau itu namun
"GRANMA!"...
Trio Jung POV*.
lalisa dan Rosie masih sibuk menonton dan rookie sedang main game.
"aduh mainn game Terus, bosan banget. Eonnie ayok ke taman belakang susul Ceyan." ajak rookie
"ayok", ujar mereka berdua seterempak.
sesampai nya mereka ditaman belakang "GRANMA!".
Normal POV*.
__ADS_1
"GRANMA!!", teriak Rosie lalisa dan rookie saat melihat sang Granma Yang tergeletak di Rerumputan dengan Pisau tertancap Yang di pegang ceyan.
"Granma apa yang terjadi Granma", Tanya rookie menangis.
Lalisa menatap ceyan yang sedang menangis dan memegangi Pisau yang tertancap di dada sang Granma.
"DASAR SIALAN!!!!, KAMU PEMBUNUH!!!! KAMMU SUDAH MEMBUNUH GRANNMA KU SEKKIYA!!!!!!?", teriak Rosie dengan emosi meluap.
"a-aku tidak melakukan nya eonnie t- t adi ad-". ujar ceyan terpotong.
"APA LAGI HAH?!!, DISINI HANYA ADA DIRIMU!!!, BODYGUARD DAN PARA MAID SEDANG JAM SARAPAN!!!!",teriak lalisa marah.
"Sudah lah eonnie ayo kita bawa dlu Granma ke rumah sakit eonnie...", jawab rookie lemah.
akhirnya mereka membawa Sang Granma ke Rumah sakit Jung.
"Hah kita doakan saja yang terbaik eonnie, rookie Telfon Yang lain," Ujar lalisa menenangkan Rosie.
ceyan hanya duduk dan memandangi Sang granma yang terbaring lemas dari kaca.
dokter keluar.
"Bagaiman dok apa yang terjadi?!", tanya lalisa tak sabar.
"saya minta maaf,namun Nyonya besar Jung Alexander Tak bisa terselamatkan karena Jantung nya telah tertusuk dan kehilangan banyak sekali darah, maafkan saya nona", Jawab dokter itu dengan Lembut dan pergi.
Sedih, Tak rela
itu yang dirasakan mereka semua.
"GRANMA ANDWEEE!!!", teriak Rosie, lalisa rookie dan ceyan menangis dengan Duduk dan memeluk lutut.
"Bagaimana keadaan Granma syng?" Tanya Yoona khawatir
"Granma udh pergi dadd...." Jawab Rookie sambil sesegukan.
"Itu tidak mungkin!!!!", Jawab Granpa tegas dan marah.
"BAGAIMANA BISA INI TERJADI, DIA BAIK BAIK SAJA PAGI TADI!", bentak Granpa.
"Apa yang terjadi sebenarnya beritahu kami!", ujar jennie Sambil menangis
"dia....., dia..... ANAK ITU!, ANAK TAK TAHU DIRI ITU!!!!, DIA MEMBUNUH GRANMA!, DIA BERPAMITAN INGIN MENGAJAK GRANMA PERGI KE TAMAN BELAKANG, SAAT KAMI TIBA GRANMA TERGELETAK TAK BERNYAWA DENGAN PISAU TERTANCAP DI JANTUNG NYA YANG ADA DITANGAN SIALAN INI BEDEBBAH!!!!", teriak Rosie sambil menunjuk Ceyann yang terkejut.
"aniya bukan aku yang melakukan nya eonnie...."ujar ceyan lemah
"DISITU HANYA ADA DIRIMU!!!, TAK ADA ORANG SATUPUN!, DAN SEMUA CCTV SUDAH KAU RETAS, KAMU SUDAH MERENCANAKAN NYA KAH?, HAHHAAH SIALLAN", teriak Rookie denhan senyuman sinis.
*BRAKK.
BUGH
PLAKK
SREK
Ceyan di Tampar, di pukul, di tendang, dibanting disitu oleh sang Daddy.
"dasar...BUGH*...siallan ...Plak*....Kau bukan anakku lagi!", Ujar Daddy Memukuli ceyan tanpa habis.
__ADS_1
Keluarga nya yang lain hanya menatap ceyan dengan kebencian.
"akh,,,,, okhok okhok akhj d-d-dadd dy akh ku tak melakukan nya okhok", ujar ceyan dengan terbatuk batuk berdarah.
"Saat a-aku sedang Di ta - tam- *BUGH!", sebelum ceyan menyelesaikan Kalimatnya, Tiba tiba sang granpa langsung menendang muka ceyan Tanpa belas kasihan.
"kauu,,, kau bukan cucuku lagi!", ujar Granma dan pergi.
"mommy, eonnie aku tak melakukan nya aku mohon", lirih ceyan sambil menatap mereka.
*Plak
Tamparan itu dari Yoona.
"kamu menjijikkan!" ujar Yoona dengan Amarah.
"Aku tak menyangka kamu pembunuh!, kamu bukan lagi adikku.."ujar Jisoo.
Dan mereka semua pergi Membawa mayat Sang Granma tanpa memperdulikan ceyan yang menangis sambil tergeletak di Koridor rumah sakit.
"CEYAN!?"Teriak seseorang dari arah kanan.
"y-yeri-ah", Ujar ceyan tersenyum dan tak sadarkan diri
Skip*.
ceyan perlahan membuka matanya dengan perlahan, dan dia melihat Yeri sedang duduk Disana
" Kamu udh sadar, Kamu mau apa?" tanya Yeri khawatir
"Aku Gakpapa yer, hanya terasa semua sakit".Ujar ceyan tersenyum.
"Kamu kok bisa gini, kamu abis di bully apa gmn?!, bilangin siapa yang bully kamu?!, biar aku hajar!, untung aku Lagii Chek kesehatan Mama aku dan ketemu kamu, coba kalau nggak l?!, mungkin kamu kehabisan banyak darah dulu baru ada suster lewat!, di koridor itu emang Jarang orng lewat tauk", Cerocos Yeri.
"aku Gakpapa yer, gk ada yang bully aku. Yerii Aku mau cerita...., tolong percaya sama saya....", Ujar ceyan dengan air mata.
"Apa cey?, kita sahabat Kamu harus berbagi keluh kesah kamu sama aku". ujar Yeri tersenyum tulus.
Ceyan menceritakan dari awal hingga akhir tanpa di lebih dan dikurangi, Yeri terdiam dan Dia langsung mengerti.
"ada yang emang sengaja rencanaun ini dari Lama, Hah kamu udh jelasin?", ujar Yeri.
"mereka gk ada yang percaya", Jawab ceyan sambil tersenyum Gentir.
"Aku bakal bantu kamu!, pokoknya apapun yang terjadi, kamu harus kabari aku ya,, Bahkan pas kamu dipukul lagi, kalau kamu mau tinggal di rumah aaku juga Gakpapa!", Ujar Yeri memandang Ceyan iba.
"makasih Yeri, Tapi saya bakal tetap disitu, karena Mereka orang tuaku, Dan... Mungkin mereka Hanya sedang emosi", ujar ceyan tersenyum.
Yeri?
dia hanya diam dan menatap dalam mata ceyan.
Sedangkan keluarga Ceyan sudah sampai di rumah dan dapat menerima Kematian sang Granma, namun mereka masih membenci Sang Bontot yaitu ceyan
bersambung...
Saya tahu karya saya Tidak jelas dan tidak masuk akal.
Tapi ini adalah Karya pertama kali di hidup saya
__ADS_1
saya harap kalian memberikan dukungan terbaik kepada saya.