The Night

The Night
The night_08


__ADS_3

Pagii hari.


Ceyan bangun dari tidur nya, dan Langsung Ke kamar mandi kamarnya, dia mandi sangat Lama karena harus menahan pedih nya luka luka barunya.


skip*


selesai mandi dia langsung Ke bawah dan melihat anggota keluarganya, namun ada 3 orang lagi di meja, yaitu Keluarga Yun Taek. ceyan hanya diam, Dia berlalu ke dapur dan makan seadanya seperti biasa.


saat ingin Pergi ke sekolah...


"Mau kemana kamu?!, Cuci piring Dulu sana!, mulai saat ini kamu yang membersihkan Rumah!, dan memasak untuk kami!", Ucap Jennie.


"Tapi Eonnie disini banyak maid dan bodyguard kenapa harus ceyan?", tanya ceyan dengan senyuman.


"Ya karena kamu tidak berguna, jika tidak suka pergi saja dari rumah ini", Ucap Lalisa dan berlalu pergi menaiki mobil bersama yang lain.


sedangkan sang Daddy Masih diam di depan teras bermesraan bersama mommy karena daddtingin ke kantor


", mommy Ceyan boleh minta uang saku?,. ceyan gk ada uang saku?",ucap ceyan sambil memainkan jari nya


'"Daddy berangkat Ndee chagii", ucap Daddy menghiraukan Ceyan dan pergi begitu saja.


"hati hatiii", ucap mommy tersenyum dan masuk.


ceyan diam dan tersenyum getir. dia menuruni tangga teras dan berjalan.


ya memang dia tahu pasti pagi ini Jamkos mangkanya Dia jalan nya sedikit santai.


saat di depan gerbang dia diberhentikan oleh bibi Jang


"Non ini buat nona jajan, walau gk banyak yang penting Cukup ya untuk jajan dan naik Bus", Ucap Bibi Jang dan memberikan 3 lembar uang.


"Tidak usah bibi, ceyan bisa jalan kaki saja". tolak ceyan halus.


"Tidak non, ambil saja ya, nanti telat", paksa bibi Jang.


ceyan pun mengambil uang itu dan membungkuk.


bibi Jang tersenyum melihat nya.


"astaga aku kan belum cuci piring!", ujar ceyan dan ingin berlari ke mansion namun di tahan Bibi Jang.


"Bibi aja non, Gk akan ketahuan, nanti Nyonya akan ke butik, Tuan Jung king akan ke perusahaan di Busan, dan Tinggal maid sendiri di rumah, Kalau besok mungkin kami tak bisa membantu non", Tawar bibi Jang paksa.


ceyan tersenyum dan mengangguk.


"ceyan pamit Bi", Pamit ceyan bersaliman dan pergi.


skip.


ceyan sampai di Halte bus.


Disana dia melihat anak yang sepertinya seumuran dengannyaa, namun pipi nya gembul, Seperti bocil dan.....


judes..


"Hai aku duduk disini boleh gk?", tanya ceyan tersenyum.


Anak itu diam saja sambil menatap sinis ceyan, dan Lanjut bermain handphone.


"oh gak boleh ya Gakpapa deh", ujar ceyan.


"Ya kalau mau duduk tinggal duduk loh!, banyak bacot!", ujar anak itu. "Dancok", Batin ceyan, namun mukanya tersenyum.


ceyan tersenyum dan duduk Di halte itu.


"Nama kamu siapa?, saya ceyan", Ujar ceyan mengulurkan tangan", Anak itu menatap Tangan Ceyan dengan sinis dan lanjut ke kesibukan nya.


"Muka mu kayak orang Indonesia ka-", ucapan ceyan dipotong oleh anak itu.


"ya emang ngapa kalau saya orang Indonesia Gak suka kamu!?",Jawab anak itu Dengan sinis nya dan ngegas.


ceyan hanya mengelus dada nya dengan ucapan penenang.


"enggak gitu, maksud aku, aku juga dari Indonesia", ujar Ceyan tersenyum.


Anak itu mematikan hp nya dan melihat wajah ceyan, ceyan tersenyum kikuk.


"Kok muka mu bukan orang indo,Chindo kah?", tanya anak itu, ohh ternyata anak itu punya Jiwa kepo yang besar.


"aku dulu ada orang tua angkat di Indonesia, Kalau mau pakai bahasa Indonesia Gakpapa", ucap ceyan.


"ini di Korea babi, Gw mau nya pakai bahasa Korea, gak suka Lo?!", ucap anak itu sambil berkacak pinggang.


ceyan hanya tersenyum paksa walau hati ingin menampar bacotnya. tak lama bus datang dan mereka langsung naik.


disitu yang duduk hanya ceyan sedangkan anak itu berdiri, dia terlihat capek berdiri terus padahal 5 menit saja belum sampai.


"sini duduk disini biar aku Berdiri aja", tawar Ceyan.


"Dari tadi kek!", ucap anak itu ngegas.


skip**


mereka sampai di sekolah Jung Alexander.


"Kok kamu kesini?, kamu anak baru yaa?", tanya ceyan.


"Iya!, Kenapa gak suka!?" ucap anak itu berkacak Pinggang

__ADS_1


"Kamu kelas berapa?", tanya ceyan sambil Berjalan di koridor.


"Banyak bacot babi, kelas 8 kenapa!". ucap anak itu sambil berjalan.


"Ohh kelas 8, aku kelas 9", ujar Ceyan.


"eh!, kek nya Lo seumuran sama gw?!",ucap anak itu.


"Saya dinaikin karena pintar hehehe", Ucap ceyan.


"Bacot anjing", ujar anak itu.


saat dia ingin meninggalkan ceyan,," emang nya kamu tahu ruang kepala sekolah?", tanya ceyan.


anak itu berhenti dan menoleh sambil menggeleng, waw menggemaskan.


"Ayo saya anterin!"


skip*.


anak itu sudah di kelas nya sendiri.


sedangkan ceyan sedang di kelas nya sambil memandang Jendela karena Jamkos.


"cey, kamu di panggil kepala sekolah". ucap Rio teman Ceyan.


ceyan mengangguk dan pergi, saat di jalan dia melewati kelas anak itu, dia melihat anak itu yang sedang melamun tak lama melihat ke arahnya lewat jendela, Dia langsung melayangkan jari tengah nya ke ceyan.


ceyan hanya tersenyum walau dihati sudah mau gugur.


diruang kepsek


"pak ada apa panggil saya?", tanya ceyan sopan.


"Saya minta maaf atas hal ini, namun Tuan besar keluarga Jung menyuruh saya mengembalikan Kamu dan teman teman Mu kembali ke kelas 8", ujar kepala sekolah Tersebut.


ceyan terkejut, apakah separah itu?.


tapi dia bisa apa.


"Baik pak".


"Teman teman mu sudah tahu, dan sudah di kelas 8, kamu saya beritahu telat karena saya sedang ada tamu". ujar kepsek tersenyum.


" kamu masuk ke kelas 8b ya, Teman teman mu di kelas 8A" ujar pak kepsek.


ceyan mengangguk dan pergi.


dia permisi dan masuk ke kelas 8b, ternyata dia sekelas dengan anak baru itu.


dia sengaja duduk di samping si anak baru.


"eh ketemu lagi", ujar ceyan.


"Gakpapa saya mau ngeprank", bisik ceyan Balik, walau itu bukan kebenarannya.


"nama mu siapa?, biar bisa temenan", Tanya ceyan.


anak itu hanya menatap nya sinis dan fokus ke buku.


"oke deh aku gak maksa", jawab ceyan.


"Intan" ,ucap anak itu dan ceyan tersenyum senang.


skip istirahat*.


Yeri dkk datang kekelas ceyan.


"HUAAAAA kita beda kelasss ceeediiiiih",Ucap Yeri berdramatis.


"alay Lo yer", ucap Ahyeon.


"kantin yokkk" Ajak Chiquita.


"saya Gk ah, lagi malas aja.".ucap ceyan.


"bener?" tanya Yeri.


"iya, liat nih aku ada uang, tapi males Jajan taukkk", ucap ceyan memperlihatkan 2 lembar uang.


"oke deh byeeee".


mereka pergi.


sebenernya ceyan sangat ingin Jajan, namun uang ini untuknya menaiki buss, dan 1 lembar lagi untuk naik bus besok hari.


dia tidak enak harus meminta ke bibi Jang terus.


"Mau gk?", tawar intan menyodorkan Bekal nya.


"enggak dehhh", ucap ceyan karena tak enak.


"Banyak bacot!" ucap intan sambil memasukan Sesendok nasi secara paksa hingga mulut ceyan penuh dan susah Mengunyah, penganiyaan.


akhirnya mereka makan bersama.


Namun dibalik tembok ada yang cemburu melihat adegan itu.


skip pulang.

__ADS_1


"pulang bareng Yukk", ucap ceyan.


"Kan emang satu bus kita bangsat",Jawab intan sewot.


"iya maksud saya ke halte nya bareng intaaan", ucap ceyan sabar.


"ya ayok!" jawab intan sinis.


"anak setan", ucap ceyan membatin.


akhirnya mereka sampai dan Berpisah di halte.


Ceyan sampai Di mansion, dan saat masuk ada Jennie Dan lalisa.


"wawww ada Yang punya teman baru???", Kekeh Jennie sambil menatap sinis ceyan.


"siapa eon?", Tanya lalisa.


"itu si pembunuh ada teman baru lisss", Ucap Jennie sinis.


ceyan tersenyum dan pergi ke belakang.


dia mengganti Baju dan Pergi Ntah kemana.


"1 bulan lagiii jisoo eonnie ulang tahun, aku harus kasih hadiahhh yang bagus jadi harus cari kerja!, aku juga butuh uang buat Jajan", ucap ceyan tersenyum senyum sendiri.


Saat ceyan sedang sibukkk tiba tiba *BRUKK.


"Anj", ujar orang itu dan saat mendongak ternyata itu adalah intan.


"astaga maaf Tan, wahhh kamu mau kemana???" tanya ceyan senang.


"Tempat emak Gw kerja Napa?!" ucap intan Sewot.


"Untung sabar", batin ceyan.


"mau kemana Lo?!", tanya intan.


"Saya mau cari kerja Tan", jawab Ceyan.


"anjayy masih kecil mau kerja, Kemiskinan Lo?" Tanya intan tertawa


"Iya Kemiskinan", jawab ceyan senyum.


"Eh anjir, bercanda gw jangan nangis", Panik intan.


"enggak kok", ucap ceyan.


mereka berjalan bersama.


"kalau Lo mau, Lo bisa Kerja di Cafe emak gw, tapi yang tukang ngantar ngantar", tawar intan membuat ceyan berbinar.


"Mau Donk!", Semangat ceyan.


"Tapi nganterin nya pakai apa ya?", Tanya ceyan.


"Biasanya Di pinjemin emak gw sepedah, tàpi banyak yang ngeluh cape terus Berhenti dari pekerjaan emang babi di kasih enak ngelunjak", oceh Intan.


"Orang tua kamu Asli Indonesia apa gmn sih?", tanya ceyan.


"Kepo ya Lo!, tapi karena gw ini baik hati, tidak sombong cantik manis, rendah hati ya gw kasih tahu deh yaaa", Ucap intan Percaya diri dan membuat ceyan Menggerutu dalam hati .


"Emak gw orang indo, Bapak gw orang Korea", jelas intan.


"kamu manggil mereka emak bapak?".tanya ceyan.


"Ya enggak lah bangsat, gw manggil nya Mommy Daddy, kadang gw manggil emak gw sih ibu", Jelas intan.


"oo gitu", tak terasa mereka sampai di cafe milik orang tua Intan.


"Ibuuuuu, Intan datang".


"Iya nak ibu tauk", ucap Ibu intan sambil memeluk intan yang membuat Ceyan tersenyum Gentir.


"Bu lagi nyari Kurir kan?, nih teman baru ceyan aja buk, dia baikk kok kasian buk dia miskin", ceplos Intan.


"Astaghfirullahalazim, dia seumuran kamu emang Gakpapa?", tanya ibu intan.


"Gakpapa Tante saya lagi butuh nihhh", ucap ceyan tersenyum.


"Yaudh nak boleh, kamu kerja nya sepulanng sekolah ya, sekitar jam 3 ya?, sampai jam 10 malam Gakpapa nak, gaji nya 10 ribu won", tawar ibu intan.


"mau Tante", semangat ceyan.


"Yaudh kamu Pulang dulu aja besok kerja.


"iya Tante, saya pulang ya tannn dadaaaa", ceyan berlari keluar karena senang namun bukan arah pulang, Ntah kemana.


intan diam diam tersenyum Melihat ceyan.


dia merasa senang berteman dengan anak itu.


bersambung....


maaf cerita ini Tidak masukk akal.


karena saya juga pusing Sama alurnya.


sampai jumpa.

__ADS_1


hati hati typo bertebaran


Don't read if you don't like it


__ADS_2