
skip pulang sekolah*
Hujan lebat Memenuhi jalanan kota Seoul.
Ceyan pulang dengan berjalan kaki karena dia tak ada uang sepeserpun..
Dia berjalan hingga 1 Jam 35 menit lamanya karena tidak lari, Selama perjalanan dia di guyur oleh hujan deras, Kendaraan berlalu lalang.
Ceyan Merasakan Perih di bagian luka nya karena terkena air, dia terus berjalan di trotoar.
sesampainya di mansion*
Ceyan tiba di depan mansion dengan keadaan menggigil hebat, dia menekan bell.
berharap Cepat dibuka.
tak berselang lama seseorang membuka pintu, Dan ternyata Itu Jennie.
"Eonnie, maaf ceyan ha-*PLAK",", itu tamparan, tamparan yang dihadiahkan oleh Jennie ke ceyan.
Wajah nya terkena tamparan sampai menoleh ke arah kanan.
"Eonnie,...."Lirih Ceyan
"DARIMANA SAJA KAMU EOH?!!!, APAKAH KAMU BARU SAJA MENJADI ******?! SETELAH KAMU MEMPERMALUKAN KEDUA ADIK LAKI LAKI KU, KAU MALAH ASYIK PERGI BERMAIN DENGAN PARA LELAKI BAJINGAN?!", bentak Jennie lantang.
"Aniya Eonnie aku harus ber-*BUGH", Tendangan di perut'harus dirasakan oleh nya.
Granpa yang melakukan nya.
"Berani sekali kamu mempermalukan kedua cucu ku?, Dasar tidak tahu diri, apakah kamu sedang meminta belas kasihan?!, lebih baik kau mati!", Ucap granpa tenang namun mengancam.
*KREKKK
"AKH!",teriak ceyan saat perut nya di injak oleh Rookie.
"Kamu itu cuma anak tukang kebun!, Kamu bukan adikku lagi!, adik ku bukan pembunuh seperti mu!, kamu mengerti!?", *BUGH*. ucap Rookie berkata dan langsung menendang ceyan hingga terjatuh dari teras tinggi mansion hingga ke bawah dan terkena hujan.
Dan mereka semua masuk.
ceyan tergeletak Lemah di bawah guyuran hujan, dia tak bisa bergerak sedikit pun, Sakit,, Tubuh nya tidak kuat. pandangan menjadi Gelap dan dia pun menutup Mata.
17.00 Seoul.
Ceyan membuka mata perlahan, dan melihat sekitar, dan ternyata itu di sebuah Kamar.
dia bangun.
"Non, jangan bangun dulu, Badan nona baru saja di periksa dokter non", Ah ternyata itu bibi Jang, bibi jang dan suami nya Lah yang membawa ceyan ke ruangan pembantu dan Mengobati Ceyan dengan memanggil dokter, Disana ada maid yang kasihan ada juga yang tak perduli.
"saya dimana?", tanya ceyan dengan memegang kepalanya.
"nona lagi di Rumah pembantu non", Jawab bibi Jang, memang Di belakang Mansion ada sebuah Rumah Lumayan besar dan itu adalah Tempat para pembantu dan bodyguard.
"Tadi bibi liat non tergeletak di Depan teras terus bibi tolongin non", Ucap bibi jang sambil mengompres ceyan.
"Makasih bik, mau nolongin saya", ujar ceyan tersenyum.
"Bibi tau apa yang nona alami, bahkan kamu para maid sering liat nona dipukul, Kami juga tahu alasannya, tapi kan kita belum tahu kebenarannya. kalau emang nona gk ngelakuin, pasti nanti ada hidayah nya non.", ujar bibi Jang dengan tersenyum.
ceyan tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
malam 19.00 Seoul
Keluarga Jung baru saja selesai makan malam dan bersantai Di ruang tamu.
Ceyan melihat itu dan datang menghampiri
"Semuanya lihat!!!, aku dapat nilai seratus!!!!," Beri tahu cryan dengan senyum cerah.
namun keluarga itu tak ada yang menghiraukan dirinya sama Sekali.
Ceyan tersenyum Gentir
"mommy, ceyan Sudah bisa membuat kue yang mommy ajarkann tauk mom, ceyan belajar da-*Pranng!!", Terdiam.
darah mengalir serpihan kaca tergeletak..
Dengan teganya Lalisa melempar kan Botol Kaca bekas minuman soda ke kepala ceyan.
Kertas ulangan itu terjatuh... diiringi Darah menetes.
lalisa mendekati Nya dan...*PLAK*.
"Aku sudah menahan emosi ku karena kamu sudah mempermalukan kedua adikkku di sekolah, Tapi kamu membuat ku kesal karena Suara sialan mu itu!!", Ujar lalisa setelah menampar ceyan.
dia menggeret ceyan Ke gudang.
*BUGH
*BUGH
di gudang itu ceyan di tendang,dipukul, dan di Jambak oleh lalisa
ceyan terduduk dan menangis.
disisi lain*
"sebenarnya apa yang Kalian maksud dia mempermalukan Rookie dan Jaemin?", Tanya Yoona.
Disini yang belum tahu kejadian Yeri rookie dan jaemin di sekolah adalah Yoona, Daddy, dan Jisoo.
rookie menceritakan semuanya.
Jisoo, Daddy dan Yoona naik pitam!.
namun mereka memilih diam.
Namun Jisoo tidak.
dia pergi menuju gudang.
sesampai nya di gudang.
dia melihat Ceyan sedang duduk sambil mengikat luka kaki nya yang tertusuk beling dan tangganya saat di geret tadi.
tiba tiba *Bugh!*, Seseorang menendang ceyan hingga ikatan itu Menjadi acak acakan lagi.
Jisoo yang menendang nya.
Sebenarnya Jisoo Sangat tidak tega melihat keadaan ceyan, namun dia lebih mementingkan Ego nya.
"Bangun kau sialan!", Ucap jisoo Mengangkat kerah Ceyan yang sudah menahan sakit.
__ADS_1
"Jangan eonnie, ini sangat sakit...." lirih ceyan yang sesungguhnya sudah tidak kuat untuk berbicara.
"Sayang nya *Bugh*, aku *plak* tak akan menghentikan nya *BUGH*", Ujar Jisoo sambil memukul ceyan Secara brutal.
"akh, aAAAA EONNIE aku mohon......"Teriak ceyan dan perlahan menjadi lirihan.
Jisoo berhenti dan pergi sambil menutup pintu.
ceyan tergeletak sendirian di gudang itu sambil menatap bintang dari tembokkaca di gudang itu.
"Ayah, ibu, Radit, Anna aku mau Pulang, tapi...
aku mau buktiin dulu kalau aku gak salah". Lirih ceyan sambil menatap Ribuan bintang.
dan dia pingsann di gudang itu.
disisi lain*
Saat ini Yun Taek, Yin Nara dan anak nya berkunjung ke mansion.
"Aku sudah katakan, dia bukan Bagian keluarga kita!, Liajt dia Saja membunuh Granma, pasti dia ingin harta ini!", Nyerocos Yun Taek.
"Bisakah kau diam?", ucap Dingin Rosie.
akhirnya Yun Taek diam.
"Apa yang dikatakan Yun Taek benar, dia pembunuh, dan dia bukan lah bagian keluarga Jung.".ucap Granpa dengan Wajah datar.
Yun Taek dan keluarga nya tersenyum devil tanpa di ketahui oleh lainnya.
"sudahlah lebih baik Kita tidur Besok Kita akan ada kegiatan masing masing-masing".
akhirnya mereka pergi untuk Tidur.
Disisi lain*
ceyan Terbangun dari pingsan nya.
dia merasakan tubuhnya yang bahkan tak sanggup lagi digerakkan, dia mengambil kain tadi dan langsung Mengikat kuat dari mana darah darah mengalir.
Dia langsung duduk memandang langit itu.
Malam nya selama beberapa hari ini hanya di gudang
apakah dia Harus merenovasi Gudang ini agar layak pakai.
namun dia rasa dia hanya butuh membersihkan gudang ini lalu tambahkan kasur tanpa ranjang, dan meja kecil untuk belajar.
Mata nya sembab karena menangis Merasakan sakit nan luar biasa.
dia ingin bercerita kepada Yeri , namun akan makin Runyam.
Dan Yeri terbawa masalah begitupun juga dia.
dia akan tetap berusaha menyakinkan hingga lelah.
bersambung....
Sampai Jumpa.
Sampai Jumpa.
__ADS_1