The Returning Sword Saint

The Returning Sword Saint
Bab 1 : Matinya Sword Saint


__ADS_3

Gunung Kunlun adalah gunung berapi yang paling misterius di Dunia Roh. Selain merupakan gunung terbesar dan tertinggi yang digadang ketinggiannya menembus langit, konon katanya itu juga menjadi akses bagi para mahkluk di Dunia Roh untuk naik ke dunia para dewa.


Banyak manusia dan ras asing saling berlomba-lomba untuk mendaki ke puncak Gunung Kunlun, akan tapi itu tidak semudah yang diharapkan oleh banyak orang.


Selain ada energi unik di sekitar gunung yang mencegah seorang kultivator untuk terbang, itu juga karena daerah Gunung Kunlun sekitarnya adalah area yang sangat berbahaya bahkan bagi kultivator puncak di Dunia Roh.


Lebih dari 10 juta kilometer mengitari Gunung Kunlun adalah area berbahaya bagi kultivator karena terdapat berbagai tumbuhan aneh yang bisa membunuh seseorang dan merupakan rumah bagi para Wild Beast yang haus darah.


Hal yang paling menakutkan dari area ini adalah adanya kabut mistis yang bisa mengendalikan musim secara singkat dan bahkan mampu memanipulasi ilusi dengan kuat yang itu banyak memakan korban jiwa.


Area berbahaya itu terkenal dengan nama 'Tanah Kematian' karena saking berbahayanya daerah tersebut, hingga ada seorang bijak menyatakan bahwa 'sekali menginjak di Tanah Kematian, maka Sungai Kuning yang akan muncul dihadapan'.


Namun meskipun banyak rumor dan cerita yang dibuat untuk melebih-lebihkan kengerian Tanah Kematian, tapi itu tidak menghentikan bagi para kultivator pemberani untuk menjelajah ke dalam untuk mencari sebuah peluang.


Meski memang tingkat kematian yang sangat tinggi di Tanah Kematian, tapi memang daerah itu adalah surga karena menyimpan banyak harta peninggalan era kuno dan juga banyak tumbuhan langka yang umurnya bisa mencapai 100.000 tahun.


Hal yang lebih luar biasa dari tempat itu adalah selain melimpahnya sumber daya, itu juga karena semakin dekat ke dalam Gunung Kunlun, maka semakin melimpah juga energi spiritual yang mampu membuat seseorang menerobos hambatan kultivasi.


Tanah yang sebenarnya dianggap sangat menakutkan layaknya kuburan mayat bagi banyak orang, namun itu juga dianggap sebagai tempat mengubah nasib keberuntungan layaknya gunung emas.


...


Pada suatu hari di jutaan kilometer jauhnya di pusat Gunung Kunlun. Di daerah timur Tanah Kematian. Terdapat seorang pria paruh baya tampan yang tampak berusia pertengahan dua puluh, tapi umur sebenarnya bahkan telah melebihi 1.000 tahun.


Dia memiliki wajah yang tampan dengan fitur yang tajam, dengan mata yang jernih dan dalam seperti langit malam. Alisnya yang tajam seperti sebilah pedang, tubuhnya tinggi dan tegak dengan otot-otot yang dilatih sangat baik. Menggunakan model kuncir kuda untuk rambutnya yang hitam dan panjang.


Pria itu mengenakan jubah hitam sederhana namun tampak memiliki desain elegan. Memegang sebilah pedang hitam yang telah dikeluarkan dari sarungnya yang memancarkan energi kuat siap membunuh siapa saja yang menentangnya.


Siapapun yang melihat pria itu akan terpesona karena pancaran karisma gagah dan anggun pria itu. Meskipun tidak dianggap sebagai paling tampan, namun lekuk pahatan wajahnya setidaknya mampu membunuh banyak wanita yang melihatnya terpesona.


Sayangnya gambaran indah pria itu tidak cocok dengan keadaan saat ini.


Kondisi pria itu cukup menghawatirkan melihat luka di sekujur tubuhnya yang merusak penampilannya. Terdapat luka pedang yang sangat panjang di punggungnya yang membiarkan darah terus mengucur.


Rasa dingin dan perih merambat disekitar luka membuat pria itu menggertakkan giginya menahan rasa sakit. Tangan kirinya memegang perutnya menandakan bahwa selain luka eksternal yang dia alami, terdapat juga luka internal yang diakibatkan serangan lawan.


Namun meski telah direduksi dalam kondisi lemah, dia tetap melaju terbang dengan kecepatan sonik untuk melarikan diri dari musuh-musuhnya.


Menembus awan, meliuk-liuk di daerah pegunungan, melewati hutan ... Berbagai cara telah dia lakukan untuk sejauh mungkin lari dari pengejarnya, namun sayangnya itu sia-sia.


Karena kondisinya lemah dan kecepatannya menurun, tinggal menunggu waktu sebelum musuh bisa mengejarnya.


Benar saja, saat itu seberkas cahaya keperakan seperti bulan sabit melaju kencang ke arahnya dari belakang.


Pria berjubah hitam menyadari hal itu dan dengan sigap menghindari serangan yang datang dengan manufer sempurna. Namun sebelum dia menghela nafas, sosok yang menyerangnya dari jauh tampak mendengus dan dengan suara peluit tajam sebuah serangan pedang bertubi-tubi menyerang ke arah pria berjubah hitam itu.


Pria berjubah hitam melirik ke belakang dan dikejutkan oleh serangan ini. Dia kemudian melakukan segel tangan singkat dan pedang hitam di tangan kanannya secara aneh tiba-tiba telah berubah menjadi sebelas pedang hitam transparan.


Pria berjubah hitam memposisikan pedang hitam ditangan kanannya dan dengan lambaikan kuat, seluruh sebelas pedang menyerang balik ke arah pria yang mengejar.


Bunyi ledakan terdengar akibat serangan berbenturan dengan sebelas pedang. Namun pedang yang dikirim oleh pria berjubah hitam tampak lebih unggul dan mampu mengalahkan serangan dan terus melaju menyerang.


Pria yang menyerang tampak juga memiliki fitur pemuda dua puluhan namun umurnya juga melebihi 1.000 tahun. Jika pria berjubah hitam sudah dikategorikan rupawan, maka pria ini akan dikategorikan pria tampan puncak dari kesempurnaan.


Pria tampan itu bahkan tidak menaikan alisnya melihat serangan yang datang. Dia kemudian mengeluarkan sebuah perisai emas yang muncul tak kasat mata seolah muncul begitu saja.


Perisai emas itu memiliki ukiran rumit yang memancarkan energi roh yang kuat. Itu seluas empat meter dan cukup untuk menutupi pria tampan itu.


Baaannggg ...


Sebelas pedang hitam transparan menabrak perisai emas itu dan dapat dibiaskan dengan mudah membuat sebelas pedang hitam hancur berkeping-keping menjadi fragmen dan menghilang secara perlahan.


Pria berjubah hitam melihat itu namun tidak menghentikan dirinya terbang menjauh. Dia tahu bahwa serangannya tidak akan melukai pihak musuh, tapi setidaknya itu bisa menghambat laju pengejaran.


Namun hanya beberapa ratus meter dari pertarungan singkat tadi. Seberkas cahaya hitam muncul dibelakangnya dari jarak lima meter seolah muncul dari kekosongan dan menyerang pria berjubah hitam tanpa aba-aba.


Pria berjubah hitam hampir terlambat untuk menyadari serangan sedekat itu dan menoleh khawatir. Dia memposisikan pedangnya untuk menahan serangan namun karena terlalu cepat dan terlambat merespon, sebuah belati menusuk perutnya.


Puchi~

__ADS_1


Pria berjubah hitam memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan melihat sosok yang menyerangnya. Meski tampak hanya seperti gumpalan asap hitam, tapi mata pria berjubah hitam itu tajam dan dapat melihat sekilas penampilannya.


Namun sebelum apa-apa, pria dalam asap hitam mengirimkan serangan lagi dengan belatinya dan itu disambut dengan pertarungan jarak dekat antar senjata.


Banyak suara bentrokan logam beberapa kali terdengar, tapi terkadang juga ada suara sabetan yang menandakan bahwa tubuh kedua belah pihak sobek akibat serangan.


Pria dalam asap hitam memiliki keunggulan dan mengirim pria berjubah hitam dengan tendangan silang terbang jatuh ke bawah.


Meski pria dalam asap hitam juga mengalami luka, tapi itu tidak separah pria berjubah hitam itu.


Setelah beberapa saat jatuh ke bawah, pria berjubah hitam gagal mengendalikan qi dalam tubuhnya dan kemudian dia jatuh ke tanah dengan ledakan keras.


Pria berjubah hitam terpelanting jauh dari area dia terjatuh dan berhenti setelah beberapa saat di sisi sebuah jurang.


Pria berjubah hitam sudah dalam cedera parah, dan luka yang diterimanya sudah sangat memprihatinkan. Jika dia tidak mengolah tubuh yang kuat, mungkin kultivator normal sudah akan mati saat ini.


Mata pria berjubah hitam buram dan kesadarannya perlahan memudar, namun karena kemauan kerasnya, dia berhasil mempertahankan kesadarannya.


Pria berjubah hitam bisa melihat siluet cahaya warna-warni di langit malam yang jumlahnya ratusan mendekat ke arahnya. Dia memuntahkan seteguk darah lagi, sebelum dengan susah payah membangunkan tubuhnya.


Ternyata siluet cahaya warna-warni itu adalah seorang kultivator yang melaju terbang mendekat.


Pria tampan yang memiliki perisai emas mendarat lebih dulu perlahan ke tanah dan diikuti oleh orang lain. Hanya dalam beberapa detik, kawasan pinggir jurang yang semula kosong, kini dipenuhi oleh sekelompok kultivator dengan berbagai ciri khas.


Selain dari manusia, ada juga sosok humanoid yang sekilas mirip dengan manusia namun memiliki tanduk mencuat di kepalanya. Itu adalah ras iblis.


Pria berjubah hitam menahan tubuhnya dengan pedang sebagai penyangga dan menatap pria tampan di depannya dengan mata penuh kebencian.


Pria tampan yang memiliki perisai emas itu memiliki wajah cantik dengan kulit putih dan bibir merah terlihat secantik wanita. Wajahnya terlihat seperti batu giok yang hangat, dengan dua alis yang tajam dan dua mata yang cerah, dan hidung yang menonjol. Matanya seperti sepasang bintang yang menyilaukan di langit malam. Dia juga memiliki lesung pipi kecil yang menggemaskan.


Meskipun dia agak pendek, dia memiliki punggung yang kuat dan pinggang yang indah. Bisa dipastikan bahwa dia adalah puncak kesempurnaan para pria, seolah surga sendiri yang menciptakannya.


Pria tampan itu menatap pria berjubah hitam dengan mata kontemplatif seolah sangat rumit. Sedangkan pria berjubah hitam juga menggumamkan nama pria tampan itu dengan kebencian.


"Saudara ... Xiao Yun ..."


"Tian Feng!"


Xiao Yun terkenal dengan ilmu pedangnya yang hebat, yang mampu membunuh musuh secara masal dalam sekali gerakan. Bahkan saking terkenalnya dirinya, dia mendapatkan julukan 'Saint Sword' memposisikan dirinya sebagai pengguna pedang terhebat di Dunia Roh.


Selain itu dia bukan hanya kultivator biasa. Kemampuan bertarungnya sangat menentang surga dan bahkan mampu mengimbangi satu lawan satu terhadap lawan yang memiliki kultivasi tiga lapisan lebih tinggi darinya.


Yang lebih luar biasa dari Xiao Yun adalah dia merupakan seorang kultivator independen yang tidak terikat afiliasi manapun. Membuatnya menjadi pedoman banyak orang dan dikagumi kultivator independen lainnya.


Sedangkan pria tampan berjubah putih yang memiliki perisai emas adalah Tian Feng. Dia adalah seorang calon master sekte muda di Heavenly Swan Sect yang merupakan salah satu sekte super kelas atas di Dunia Roh.


{A/N: Sekte Angsa Surgawi}


Meski umur mereka kurang dari 2.000 tahun, tapi kultivasi mereka telah mencapai ranah yang mendekati ahli monster tua di Dunia Roh; membuat mereka menjadi super jenius yang sangat langka dalam umat manusia.


"Xiao Yun, cepat berikan Segel Sutra Emas itu! Mengingat hubungan pertemanan kita, aku akan membiarkan mayatmu utuh dan membiarkan jiwamu bereinkarnasi ..." Tian Feng berkata dengan suara dalam.


Xiao Yun hanya terkekeh melihat itu dan terlihat senyum mengejek di bibirnya. Lantas dia berkata, "Tian Feng, kan? Aku dulu menganggapmu sebagai sahabat sedarah, tapi sekarang, kamu tampak seperti orang asing yang tidak ada bedanya dengan para munafik disamping kamu."


Tian Feng mengerutkan keningnya, tapi dia bisa menahan amarah dan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis.


"Apakah ini kata-kata terakhirmu ... Saudara Xiao Yun? Sepertinya kamu tidak akan menyerah dan memberikan Segel Sutra Emas dengan mudah, maka maafkan aku karena mengambilnya secara paksa!"


Xiao Yun tidak mengindahkan ancaman Tian Feng dan menatap orang-orang di depannya. Pandangannya melihat sekeliling dan tertuju pada satu orang.


"Mo Jianli, aku tidak pernah menyangka bahwa bangsa iblis akan benar-benar berkolusi dengan umat manusia dan ini membuatku sangat tertawa.


Pria paruh baya kekar yang memiliki tinggi tujuh kaki dan memiliki satu tanduk mencuat diantara pelipisnya mengerutkan kening.


"Hmph! Kamu terlalu bermulut besar Xiao Yun. Jika bukan karena rekan taois Tian memberikan imbalan besar dan informasi bahwa kamu memiliki Pedang Iblis Surgawi, aku tidak berniat bekerjasama dengan ras manusia. Cepat serahkan pedang di tanganmu agar aku bisa kembali dengan tenang!"


Xiao Yun tidak gentar sama sekali dan tertawa terbahak-bahak. Matanya melotot dan mulutnya memiliki seringai sadis.


"Kamu mau pedangku!? Maka rasakan dulu seranganku!" Lantas dia berteriak, "Thousand Sky Thunder Sword!!"

__ADS_1


{A/N: Seribu Pedang Guntur Langit}


Begitu Xiao Yun berteriak, dia membuat gerakan dengan pedangnya dan secara kasat mata sebuah lingkaran sihir merah besar setinggi 1.000 kaki muncul dibelakangnya.


Saat melihat itu, baik Tian Feng, Mo Jianli dan lainnya memiliki ekspresi serius dan sedikit kepanikan muncul di mata mereka.


Tian Feng bereaksi terlebih dahulu dan berteriak. "Kalian semua! Cepat serang dengan kekuatan terkuat kalian!"


Segera ratusan cahaya terbang ke langit dan dengan segel tangan melintas cepat, ratusan cahaya yang merupakan seorang kultivator menyerang Xiao Yun dengan cara yang mengesankan.


Xiao Yun bahkan tidak berkedip melihat serangan yang datang dan dengan suara serak dia terbang ke udara tepat dalam posisi tengah lingkaran sihir dan melaju ke arah serangan yang datang.


Xiao Yun melaju bersama seribu pedang gunturnya untuk melawan ratusan kultivator dengan jarak dekat.


Saat melihat serangan ratusan kultivator di depannya, Xiao Yun hanya mengayunkan pedangnya beberapa kali dan beberapa pedang guntur akan menepis serangan yang membahayakan.


Bahkan dengan serangan ratusan kultivator, Xiao Yun masih memiliki keunggulan meski dirinya melemah.


Segera sinar merah melintas dengan cepat dan ratusan kultivator di udara terbunuh satu per satu dengan mudah dan singkat. Baut-baut guntur terus berdesir dan bersuara disamping isakan tangis para kultivator.


Langit dan bumi seolah berteriak dengan awan hitam di langit terus bergema memunculkan petir yang terus menyambar.


Waktu berlalu secara perlahan, dan tanpa disangka pertarungan yang mengguncang langit segera berakhir.


Ratusan mayat dari tubuh kultivator terbaring tak bernyawa di tanah dengan genangan darah. Pemandangan ini sungguh memilukan membuat orang-orang yang menyaksikannya akan miris dan ketakutan.


Hanya ada beberapa orang yang masih berdiri di tanah. Namun kondisi mereka semua jauh dari kata baik.


Tian Feng yang memiliki armor dan sayap emas transparan ciri khas orang-orang yang memiliki garis darah Ilahi, tampak sangat menderita dengan armor dan sayapnya telah rusak.


Mo Jianli yang seorang ras iblis, tampak telah mengaktifkan teknik terlarangnya membuat tubuhnya dalam transformasi iblis juga dalam kondisi parah.


Xiao Yun bahkan lebih parah, kedua tangannya telah terputus dan membiarkan darah mengucur dari lukanya. Banyak senjata yang tertancap di tubuhnya membuatnya diambang kematian.


Xiao Yun tahu bahwa kehidupan akan segera berakhir saat ini. Dia hanya berhasil mempertahankan kesadarannya saat ini hanya dengan kemauan kerasnya.


Melihat langit malam berbintang dengan tujuh bulan bersinar terang, membuat Xiao Yun merasa melankolis. Dia tiba-tiba bisa mengingat perjalanan masa lalunya yang selangkah demi selangkah mencari kekuatan.


Perasaan aneh samar di hatinya membuatnya tersenyum. Pada akhirnya, semua usahanya untuk mencari keabadian benar-benar sia-sia.


Namun meski begitu, dia tidak menyesali seluruh usahanya di masa lalu. Dia tahu meski ada tindakannya di masa lampau yang berlebihan, tapi dia benar-benar mengikuti apa kata hatinya.


Sebagai seorang kultivator. Dia memegang prinsipnya sendiri dan sangat percaya diri dengan kekuatannya. Selain itu, dia memiliki tekad yang kuat dalam mengejar keabadian, itulah mengapa dia bisa sangat kuat hingga sejauh ini.


Dia hanya bisa menghela nafas karena akhir hayatnya menjadi tragedi yang ironis. Jika ada penyesalan di hatinya saat ini, mungkin ada satu hal yang ingin coba dia rasakan.


Mencintai seseorang...


Sebuah hal yang sederhana, namun sangat sulit baginya. Sungguh benar-benar aneh ...


Apalagi untuk seorang wanita?


Karena prinsip yang dia pegang di jalan keabadian, dia benar-benar tidak pernah berhubungan dengan wanita sama sekali.


Setiap kali dia bertemu wanita, dia akan tetap acuh tak acuh. Meskipun itu kecantikan dewi sekalipun, itu benar-benar tidak menggerakkan hatinya.


Tiba-tiba dia mengingat wajah kecantikan yang pernah dia abaikan yang menangis di benaknya dan itu membuatnya menghela nafas.


'Qiao'er, maafkan aku ...'


Dalam hatinya, semoga di kehidupan berikutnya, dia membuang prinsip bodoh ini.


Tubuh Xiao Yun telah diambang batas, dan dia mulai kehilangan kekuatan hingga membuat tubuhnya jatuh ke jurang.


Baik Tian Feng, Mo Jianli dan beberapa orang lainnya tidak bisa menghentikan tindakan Xiao Yun karena tubuh mereka juga kelelahan.


Mereka hanya bisa menghela nafas melihat Xiao Yun dengan Segel Sutra Emas yang merupakan harta berharga bahkan di Alam para dewa menghilang begitu saja.


Dan sejak hari itu.

__ADS_1


Sword Saint Xiao Yun yang menggetarkan dunia dengan ilmu pedangnya.


Telah menghilang dari dunia.


__ADS_2