The Returning Sword Saint

The Returning Sword Saint
Bab 2 : Terlahir Kembali


__ADS_3

Benua Tianyuan, wilayah timur Kerajaan Dongfang.


Kota Lantian.


Di sebuah rumah kecil di Klan Xiao. Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun bangun dari tidurnya. Bocah itu bernama Xiao Yun. Seorang anak ketujuh dari Patriark Keluarga Xiao.


Xiao Yun dahulu kala adalah seorang jenius bela diri di Klan Xiao yang menjadi harapan masa depan calon kepala keluarga berikutnya. Namun itu berubah sejak dia melewati umur 10 tahun.


Semenjak melewati umur 10 tahun, Xiao Yun yang dianggap jenius muda dan dipuja-puja banyak orang, telah berubah menjadi sampah tak berguna dan di ejek banyak orang.


Alasan mengapa dia berubah menjadi sampah itu karena Xiao Yun tidak bisa memadatkan qi dalam tubuhnya untuk membuat terobosan.


Setiap kali dia mengumpulkan qi dalam tubuhnya, akan ada saat-saat kritis dia memimpikan hal-hal aneh yang seketika membuatnya pingsan. Ini terus terjadi bahkan hingga sekarang.


Pada awalnya mimpi aneh itu hanya akan berlangsung beberapa jam saja. Namun seiring berkembangnya waktu, mimpi itu akan terasa seolah-olah telah melewati ratusan tahun.


Sulit menjabarkannya dan Xiao Yun pasti akan segera lupa tentang isi dalam mimpi aneh itu.


Klan Xiao sudah berusaha semaksimal mungkin menyembuhkan Xiao Yun dari penyakit tidurnya dengan memanggil tabib terkenal. Namun itu hanya menghasilkan tangan kosong.


Semua usaha untuk menyelamatkan kejeniusan muda Klan Xiao, berakhir sia-sia.


Dan pada akhirnya, Xiao Yun kehilangan kualifikasinya menjadi calon kepala keluarga dan bahkan ayahnya mengabaikannya. Ibunya Ruan Zi yang sebelumnya menjadi istri favorit Patriark mendapatkan bahu dingin dan mendapatkan perlakuan tidak layak di Klan Xiao.


Membuat pemuda Xiao Yun mulai membenci klan dan ayahnya sendiri karena hal ini.


Namun meskipun dia membencinya, dia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa melindungi ibunya dari perlakuan kasar. Menjadikan Xiao Yun marah dan benci pada dirinya sendiri disaat yang sama.


Jadi saat itu, suka tidak suka, Xiao Yun berusaha berkultivasi dengan keras meskipun berulang kali pingsan. Setiap kali dia bangun, dia akan memulai kembali dari awal meski akan berakhir sama.

__ADS_1


Dia tidak menyerah dan dia tahu bahwa usaha kerasnya suatu saat akan membuahkan hasil.


Benar saja, saat uji cobanya ke-3.890. Xiao Yun mendapatkan mimpi yang sangat panjang seolah telah melewati ratusan tahun. Namun berbeda dengan mimpi-mimpi sebelumnya, mimpi ini tampak sangat jelas seolah sangat nyata dan benar-benar terjadi.


Dalam prespektif pandangan pertama dalam mimpinya, dia tampak hidup dengan nama Xiao Yun yang menjadi sosok terkenal dengan gelar 'Sword Saint' di Dunia Roh.


Menjadi kultivator sangat kuat yang bisa membunuh banyak musuh dengan pedangnya, menginjak-injak banyak lawan, dan mentertawakan dunia seolah-olah dia bisa mengabaikan apapun di bawah langit.


Perasaan itu sangat luar biasa bagi Xiao Yun, dan dia benar-benar tenggelam dalam mimpi itu seolah tidak ingin bangun.


Akan tetapi, tekad Xiao Yun sangat kuat. Dia tiba-tiba mengingat wajah ibunya yang tersenyum dan membuatnya bangun dari mimpinya membuatnya tidak jatuh ke dalam mimpi abadi.


Namun saat hendak pikirannya bangun, jiwanya seolah-olah tersapu dan dia dibangunkan oleh pemandangan sekitarnya yang sangat menakjubkan.


Xiao Yun tampak telah mengambang di alam semesta dan melihat bintang-bintang yang tersebar luas. Tubuhnya seolah-olah telah bersinkronsasi dengan alam semesta dan bisa mengendalikannya sesuka hati.


Itu adalah perasaan luar biasa yang mungkin tidak akan pernah dia lupakan.


Ukurannya bahkan mungkin bisa memakan sepertiga alam semesta di hadapan Xiao Yun.


Benda itu memiliki bentu jam pasir yang memiliki aura kuno primordial. Bentuknya tidak terlalu rumit, namun itu sangat elegan membuat orang yang melihatnya akan merasa kagum.


Xiao Yun tidak tahu mengapa jam pasir itu ada dalam mimpinya dan dia tidak bisa berusaha mencari tahu.


Namun sebelum dia bisa melakukan tindakan, seberkas cahaya emas melintas cepat dan memasuki dahi Xiao Yun, itu adalah jam pasir yang ukuran tiba-tiba menyusut kecil menjadi bola cahaya.


Xiao Yun yang bingung dikejutkan oleh ledakan samar di pikirannya dan membuatnya kehilangan kesadaran.


Saat dia membuka mata, Xiao Yun menemukan bahwa dia kini telah benar-benar kembali di kamarnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat pemikiran, Xiao Yun akhirnya menghela nafas.


"Jadi aku bereinkarnasi, kehidupan sebelumnya benar-benar penuh ironi. Siapa yang menduga Sword Saint yang mengguncang Dunia Roh akan benar-benar berhasil bereinkarnasi di Dunia Fana di tubuh anak dengan nama yang sama."


"Aku yang sekarang tidak akan mengambil langkah yang sama dengan diriku dikehidupan sebelumnya, dulu adalah dulu, sekarang adalah sekarang. Aku akan hidup dengan jalan lebih baik mulai sekarang."


"Tapi bagaimanapun, di dunia ini yang kuat yang berkuasa, tidak peduli alasannya, yang menang yang menetapkan aturan. Huh, pada akhirnya, aku akan mengambil jalan kultivasi selangkah demi selangkah."


"Namun ini tidak seperti kehidupan sebelumnya yang bersusah payah hanya demi sebuah teknik kelas rendah, aku harus menaruhkan nyawaku. Dengan ingatkan Sword Saint Xiao Yun, aku akan mampu menapaki jalan ini lebih mudah."


Melihat tangannya, dia mengepal erat.


"Ayahku telah mengabaikan ibu karena aku, membuat ibuku diperlakukan tidak layak bahkan lebih buruk dari seorang pelayan. Orang-orang yang dulu menjilatiku kini telah berpaling dan mengejek diriku tanpa belas kasihan! Ayah, Klan Xiao! Cepat atau lambat, aku akan menuntut balas!"


Saat Xiao Yun merenung di tempat tidurnya, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka.


Seorang wanita paruh baya cantik muncul, dia adalah ibu Xiao Yun -- Ruan Zi. Ruan Zi adalah kecantikan yang bisa mengalahkan cahaya bulan yang paling terang sekalipun. Dia anggun dan dewasa, perawakannya tinggi dan bangga.


Dia mengenakan jubah sutra merah dan bentuk tubuhnya penuh dan bulat. Kakinya ramping, fitur wajahnya sangat indah, dan giginya yang putih bersih dipertegas dengan bibir merah yang berkilau dengan kilau kristal.


Wanita ini tidak hanya memiliki penampilan yang bisa membuat bangsa-bangsa bertekuk lutut, tetapi dia juga memiliki temperamen lembut welas asih yang secara tidak sengaja terpancar, kehadiran yang tidak dapat dicemarkan oleh siapa pun.


Namun sayangnya, kecantikan masa mudanya perlahan telah menghilang karena wajahnya saat ini sudah memiliki kerutan samar, rambutnya juga sebagian memutih, dan tubuhnya tampak kurus seolah kurang nutrisi.


Siapapun yang melihatnya pasti akan menghela nafas sedih karena kecantikan yang bahkan mengguncang Kota Lantian dulu kini telah sirna.


Ruan Zi melihat anaknya bangun dan dia segera bergegas.


"Yun'er, syukurlah kamu sudah bangun. Sudah tiga hari sejak kamu tertidur, itu membuat ibu sangat khawatir."

__ADS_1


Xiao Yun melihat ibunya datang dengan memegang tangannya, dia merasa tersentuh dan tersenyum.


"Aku baik-baik saja ibu, aku hanya kelelahan karena tidur sangat lama."


__ADS_2