The Returning Sword Saint

The Returning Sword Saint
Bab 15 : Qi Gathering Enam


__ADS_3

Satu malam berlalu begitu saja.


Ketika Xiao Yun membuka mata, dia memiliki pandangan yang dalam seolah telah melakukan pertempuran yang intens.


Auranya tampak memancarkan perasaan yang lebih kuat dari sebelumnya, wajahnya yang seperti bayi, kini tampak lebih memancarkan pesona dewasa yang tajam.


Otot-otot di tubuhnya telah sedikit mengembang tidak seperti dahulu yang kurus.


Xiao Yun melihat tubuhnya lantas tersenyum, "Bagus ... Aku telah menembus ke ranah Qi Gathering enam dalam satu malam. Jika terus seperti ini, satu bulan mungkin sudah lebih dari cukup untuk memulai balas dendam."


Tangannya mengepal erat dan matanya memiliki tekad yang bulat.


"Uh ... Aku tidak menyangka kotoran yang aku keluarkan dari tubuh fana akan sebanyak ini."


Tubuh Xiao Yun kini dilumuri oleh kotoran yang menjijikkan, beberapa menempel ditubuhnya, dan lainnya jatuh menggenang di tanah. Bau yang dihasilkan sangatlah busuk, ini sepuluh kali lebih busuk dari kotoran manusia biasa.


"Aku harus segera mandi dan membersihkan kamarku segera."


Xiao Yun keluar dari kamar dan menemukan bahwa ibunya masih tidur di kamarnya sendiri. Dia keluar dari rumah dengan perlahan agar tidak membangunkan ibunya.


Di luar, karena matahari masih belum terbit, suasana saat ini masih cukup dingin. Xiao Yun menimba air dengan cukup dan langsung pergi ke kamat mandi.


Xiao Yun mengeluarkan beberapa tumbuhan roh dari kantong spasial dan dimasukkan ke dalam bak mandi. Begitu saja, pagi itu Xiao Yun mandi dengan tenang meski dia seringkali akan mengigil karena airnya terlalu dingin.


...


Ayam berkokok dan matahari telah bersinar.


Di pagi hari Ruan Zi bangun dari tidurnya dengan sangat lelah. Biasanya, dia akan terbangun satu jam lebih awal dari ini. Namun, karena pekerjaan kemarin yang mengharuskannya berkerja sampai larut malam – membuat Ruan Zi kurang dalam beristirahat.


Jika saja dia tidak diingatkan tentang pekerjaan rutinan setiap hari yang diberikan klan olehnya, mungkin dia hanya akan tidur sepanjang hari dengan malas.


Tapi Ruan Zi tahu dia tidak bisa melakukannya. Dia memiliki seorang anak yang sangat rajin berkultivasi, meskipun anaknya dihalangi oleh takdir yang kejam, tapi dia masih bekerja keras.


Semangat anaknya tidak pernah padam, dia seperti lentera yang tetap hidup walaupun badai menerjang. Sama seperti anaknya berjuang demi dia, Ruan Zi juga berjuang untuk membantu anaknya juga.

__ADS_1


Mengingat anaknya, Ruan Zi tidak bisa tersenyum.


Tiba-tiba, Ruan Zi mencium bau harum di dapur, bau itu sangat lezat hingga membuat dia berhenti berpikir.


"Siapa yang memasak di dapur?" Ruan Zi penasaran dan segera keluar dari kamarnya.


Di dapur, dia menemukan Xiao Yun tengah sibuk memasak fokus dengan wajan di depannya. Ruan Zi ingin menyapa, tapi terganggu oleh suara bising yang dihasilkan saat Xiao Yun memasak.


Diperhatikan, gerakan Xiao Yun sangat halus dan cekatan seolah-olah dia adalah koki profesional. Dia menambahkan beberapa bumbu yang kemudian membuat api membesar singkat, dengan sentuhan akhir, Xiao Yun kemudian mulai menyajikan masakan.


"Bebek Peking ... Selesai."


Xiao Yun menaruhnya di meja dan tersenyum sambil melepaskan celemek yang dia pakai. Di meja makan sudah ada beberapa makanan yang tersaji, Xiao Yun membuat beberapa tumis, ikan bakar, ramen, sup dan daging tusuk.


Semuanya terlihat masih hangat dan tampak lezat ketika di santap.


"Oh, ibu ... Kamu sudah bangun. Kebetulan sekali masakanku sudah matang. Ayo duduk disini dan mari makan." Xiao Yun melihat ibunya dan segera menarik tangannya untuk di ajak duduk.


"Yu-Yun'er... Apakah kamu memasak semua ini?"


"Apa yang kamu katakan... Tentu saja aku yang masak semuanya. Ayo jangan banyak bicara, ibu pasti sangat lelah karena pekerjaan kemarin, ini ... Jamur Tumis ini akan dapat memulihkan kelelahan kamu segera, oh, jangan lupa makan dengan nasi."


"Fuiyoh ... Terima kasih atas makanannya." Xiao Yun berdoa menghormati makanan yang habis dengan sendawa.


Setelah beberapa percakapan dengan ibunya, Xiao Yun beranjak dari kursi sambil meregangkan tubuh.


"Aku tidak tahu kamu sangat ahli dalam memasak Yun'er... Bahkan mungkin koki restoran terkenal di Haohua akan malu ketika melihat masakanmu."


"Ibu terlalu memujiku, aku hanya belajar memasak di waktu senggang akhir-akhir ini karena membantu seorang koki tanpa sengaja. Seluruh bahan makanan ini juga darinya ... Itu benar-benar sebuah keberuntungan yang tidak terduga."


Mendengar itu, Ruan Zi menghela nafas, "Baguslah, aku mengira kamu mendapatkan bahan ini karena mencuri, ternyata tidak seperti itu, aku sangat lega."


"Hei, bu... Bagaimana anakmu yang tampan ini bisa mencuri? Asal ibu tahu, aku ini adalah anak yang berbudi luhur dan berhati suci."


Ruan Zi tertawa dan mengelus kepala anaknya, "Haha, kamu benar Yun'er... Kamu adalah anak yang sangat baik di dunia yang kejam ini."

__ADS_1


Xiao Yun hanya tersenyum menanggapi ibunya. Meski begitu, senyum Xiao Yun tampak memiliki makna yang lebih dalam.


"Baiklah ayo mulai beraktivitas!" Xiao Yun berteriak dan melihat matahari yang cerah.


...


Sementara ibunya pergi bekerja, Xiao Yun telah memiliki ide kemana dia harus pergi.


"Karena kultivasiku sudah naik dua tingkat, aku perlu menstabilkan qi di meridian supaya fondasiku sangat kokoh. Aku sepertinya harus melakukan pertarungan demi stabilitas fondasi dan mempertajam ketrampilan bertarungku."


Di Klan Xiao, ada aula pelatihan yang dikhususkan untuk setiap orang di klan bisa berlatih seni beladiri. Tujuannya tentu saja untuk membuat prajurit-prajurit kuat yang mengabdi kepada klan.


Xiao Yun berjalan beberapa menit dan akhirnya tiba di pusat pelatihan seni beladiri Klan Xiao.


Matanya melihat daerah depan dan menemukan ratusan orang berbaju hitam dengan sulaman merah khas orang-orang Klan Xiao berlatih di tengah lapangan.


Mereka berbaris memeragakan tinju mereka sesuai arahan dari instruktur di atas panggung. Melihat usianya, anak-anak yang berlatih tampak seumuran dengan Xiao Yun – dari yang berusia 15-20 tahun.


Sedangkan para instruktur, tampak memiliki usia pertengahan 20-an yang tidak jauh dari usia yang dilatih.


Ada 10 instruktur yang tengah mengajar, dan mereka semua adalah senior dari tahun angkatan sebelumnya. Basis kultivasi mereka juga cukup tinggi, yaitu berada di ranah Qi Foundation pertama.


"Kalian semuanya dengarkan! Seorang kultivator tidak hanya melatih aliran qi dalam tubuh saja, tapi juga memerlukan pelatihan fisik yang ditempa secara nyata dengan seni beladiri! Percuma jika kalian memiliki kultivasi yang tinggi, tapi ketrampilan bertarung kalian sangat sampah! Itu akan membuat malu kita Klan Xiao! Apakah kalian mengerti?"


"Siap! Mengerti!"


"Menjadi kultivator adalah mencari jalan umur panjang menuju keabadian, tapi, itu juga jalan yang sangat beresiko karena dipenuhi rintangan yang berbahaya mampu membuat kalian semua mati! Maka, cara agar kamu tidak mudah mati adalah dengan melawan! Melawan untuk bertarung! Melawan demi nyawa kalian! Hancurkan yang lemah, dan jadilah pemenang! Apakah kalian mengerti?"


"Siap! Mengerti!"


"Kalian semuanya yang disini patut berbangga, dari seluruh populasi di dunia ini, kalian termasuk ke dalam 40% orang-orang yang mampu berkultivasi! Kalian manusia yang memiliki umur panjang dan diberkati oleh surga! Tidak seperti manusia fana yang lemah dan rentan seperti sampah yang mengotori dunia! Tidak, kalian bukan manusia, kalian adalah Tuan Abadi! Apakah kalian mengerti?"


"Siap! Mengerti!"


Xiao Yun mendengar sorakan dari anak-anak yang berlatih tidak bisa terdiam.

__ADS_1


"Bahkan sejak muda, otak mereka telah di doktrin dengan ekstrim ... Haiya, bibit-bibit ini mungkin akan memiliki patriotisme yang anarkis."


Xiao Yun mendecakkan lidahnya dan berjalan mendekati lapangan.


__ADS_2