
Tentu saja orang berjubah hitam itu adalah Xiao Yun.
Dia awalnya datang ke Living Hall untuk mengajukan bisnis yang saling menguntungkan, tapi siapa yang berharap bahwa dia benar-benar akan diusir dengan sopan hanya karena dia tidak membuat janji temu.
'Apakah aku bau, atau mentalis wanita ini cukup ekstrim?' pikiran ini terlintas di benak Xiao Yun dengan sekejap.
Namun Xiao Yun sudah terbiasa dengan adegan ini ketika seseorang merendahkan baik dikehidupan sebelumnya atau sekarang. Dia tidak terlalu pusing dan menghela nafas dalam hatinya. Orang-orang seperti ini adalah tipikal orang-orang yang melihat hasil ketimbang proses, cara menghadapi orang-orang ini adalah langsung ke intinya.
Xiao Yun menatap wanita itu dan mendesah, dia mengeluarkan sebuah kertas dari balik jubahnya dan memberikan pada wanita cantik itu.
"Aku kesini karena ingin menawarkan sebuah bisnis pada Hallmaster kamu, jadi bisakah kamu mempertemukannya denganku?"
Wanita cantik itu tersendat saat menerima kertas yang diberikan, dia membaca tulisan di kertas dengan sungguh-sungguh dan tiba-tiba wajahnya seketika berubah.
Ekspresinya lalu gelap dan dia menatap Xiao Yun dengan kesal. Xiao Yun tidak tahu mengapa wanita ini menatapnya seperti itu tapi dia memiliki firasat buruk.
Benar saja, adegan kemudian membuat dia tidak bisa berkata-kata.
Wanita itu menatap tajam ke arah Xiao Yun dan berteriak marah. "Kamu penipu sialan! Lebih baik kamu keluar dari sini! Jika kamu ingin menipu seseorang, lakukan lebih cerdas lagi! Kamu menulis resep pil baru dengan beberapa daftar tumbuhan roh. Oke, itu bagus, tapi apa itu tumbuhan Bunga Merah Perawan, Semangka Kembar, Ginseng Satu Malam, dan Dua Biji Unta! ****!! Siapakah orang di dunia ini yang membuat nama tumbuhan roh sebodoh ini!!"
"...!"
Teriakan wanita itu segera menarik banyak perhatian orang. Sementara Xiao Yun benar-benar sangat terkejut dengan kejadian peristiwa ini.
Xiao Yun mengerutkan kening dan kesabarannya telah habis, dia lantas berteriak.
"Apa-apaan ini! Saya sebelumnya sudah sabar tentang perlakuan anda yang meremehkan tadi, tapi sekarang, anda benar-benar mengumpat di depan saya mengatakan saya bodoh! Kakekmu bodoh! Nama tumbuhan roh ini semuanya nyata! Bahkan sebelum moyang anda dilahirkan, nama tumbuhan roh ini sudah ada! Dasar wanita sinting! Otak anda yang sebesar biji tidak bisa mengingat nama-nama ini!" Xiao Yun mengumpat dan menunjuk wanita cantik itu dengan tidak senonoh.
__ADS_1
"Kamu... Kamu sungguh scam!! Penjaga cepat usir orang mesum ini keluar! Jangan biarkan orang ini kembali ke Living Hall lagi!" Perintah wanita cantik itu.
Para penjaga yang menjaga di luar mendengar keributan ini dan segera bergegas ke tempat kejadian. Mereka tidak terlalu tahu tentang permasalahan tapi masih mengikuti instruksi dan melangkah untuk menangkap Xiao Yun.
Xiao Yun melihat ini dan dia benar-benar sangat murka.
"Baiklah jika ini yang kamu inginkan! Aku berharap bahwa aku akan melakukan bisnis dengan baik di Living Hall karena mendengar bahwa pegawai disini kooperatif dan jujur, tapi siapa yang menyangka bahwa orang-orang disini hanyalah orang-orang yang berkepala sempit bahkan lebih sempit dari pantat buaya!" Xiao Yun mendengus dan berjalan ke pintu keluar.
Wanita cantik itu mendengar ini dan tidak bisa menggertakkan giginya, "Dasar bajingan tidak bermoral!"
Saat itu, seorang wanita dewasa berbalut cheongsam merah muncul. Wanita itu sangat cantik seperti giok dengan rambut yang disanggul setengahnya, memiliki kulit putih menawan, dengan riasan wajah yang menambah pesona dewasanya.
Gaun merah ketat yang dia kenakan itu seolah memeluk tubuhnya yang indah. Pinggangnya yang melengkung bergoyang dengan anggun dari sisi ke sisi sehingga menyebabkan orang lain mengidamkannya.
Dari bagian bawah gaun itu muncul potongan lurus yang naik ke atas ke pahanya, memperlihatkan dan menyembunyikan kakinya yang mempesona di bawahnya
{A/N: Cheongsam atau dikenal dengan sebutan lain qipao, adalah salah satu jenis kostum tradisional perempuan Cina. Pakaian dicirikan oleh kerah berdiri, membuka sisi kanan, pas pinggang dan tergelincir bawah, yang sepenuhnya dapat memicu keindahan bentuk tubuh perempuan.}
Wanita cantik bernama Ye Mei itu cemberut dan menunjukkan ke arah Xiao Yun yang berjalan keluar. Dia berkata dengan kesal. "Orang itu sangat cabul Jiejie, bahkan lebih buruk dari orang yang kemarin. Aku awalnya mengira bahwa dia tampak serius untuk melakukan bisnis dengan Living Hall kita. Dia cukup pintar untuk mengelabuiku dengan menjual resep pil yang baru dan aku berpikir kita bisa memanfaatkannya. Tapi ketika aku melihat bahan-bahan yang tertera, itu benar-benar scam dan membuat darahku meledak! Huh, sepertinya ini adalah trik lain bagi orang-orang cabul untuk mencoba mendekatimu Jiejie."
{A/N: (妹妹) mèimei, sebutan untuk adik perempuan. Sementara (姐姐) jiějiě, untuk memanggil kakak perempuan}
Wanita dewasa itu bernama Ye Fei, dia hanya melirik punggung Xiao Yun yang berjalan keluar dengan sekilas dan kembali menatap adiknya.
"Biarkanlah itu berlalu, sepertinya penjagaan Living Hall harus ditingkatkan agar pengganggu seperti ini tidak berani bertindak lagi di masa depan, aku akan menyampaikan ini pada Bibi Gao nanti karena ini adalah bisnis miliknya." ucap Ye Fei.
"Huh, sialan, aku benar-benar benci pekerjaan ini! Kapan guru mengangkat hukuman ini padaku!" Ye Mei frustasi dan membenamkan kepalanya di meja.
__ADS_1
Ye Fei hanya menghela nafas melihat adiknya. Meski mereka berdua adalah saudari kandung, namun sifat mereka sangat berbanding terbalik.
Ye Fei adalah wanita yang memiliki sifat tenang dan anggun selayaknya wanita bangsawan. Dia cukup licik dan sangat perhitungan dalam menghadapi permasalahan. Sikap ini diturunkan dari ibunya yang seorang tokoh penting Kerajaan Dongfang.
Sedangkan Ye Mei adalah wanita tipe meledak-ledak dengan harga diri yang tinggi. Dia sangat sombong namun bisa juga lembut bila diperlukan. Sikapnya persis seperti ayahnya yang seorang kultivator barbar.
Ye Fei akhirnya terbatuk pelan dan mengalihkan pembicaraan.
"Ah, ngomong-ngomong, guru memiliki tugas untuk kita saat ini, dan ini adalah misi yang sangat penting. Bila kita menyelesaikan misi ini, guru akan mengajari kita teknik Holy Fire Refining!" ungkap Ye Fei gembira.
Ye Mei yang lesu sebelumnya tiba-tiba memiliki ekspresinya heran sekaligus terkejut senang.
"Ini tidak bisa dipercaya! Apakah guru benar-benar akan mengajari kita teknik rahasia itu?"
"Kapan aku pernah berbohong tentang sesuatu sepenting ini? Aku baru mendapat instruksi dari guru sebelumnya, dan guru sudah berjanji dengan itu juga."
"Jika begitu, maka itu bagus! Tapi, jika guru bahkan mau menyerahkan teknik rahasia itu kepada kita, bukankah tugas yang diberikan tidak sederhana?"
"Aku juga berpikiran seperti itu, tugas kita sebenarnya cukup mudah yaitu hanya perlu mendapatkan satu tumbuhan roh tertentu untuk diberikan kepada guru, tapi tumbuhan roh ini aku tidak pernah mendengarnya sama sekali, bahkan guru juga tidak begitu yakin tentang keberadaannya. Guru hanya memberikan ciri-ciri tumbuhan roh tersebut dan mengatakan bahwa itu tumbuh di Lembah Hitam." Ye Fei mengelus dagunya sambil berpikir.
"Bahkan guru juga tidak yakin? Lalu, apakah ada detail spesifik lainnya?" tanya Ye Mei.
"Meskipun guru juga tidak yakin tentang tumbuhan roh tersebut, tapi Bibi Gao mengungkapkan bahwa dahulu kala ada orang yang mendapatkan tumbuhan roh itu dari Lembah Hitam dan dijual di Living Hall. Tidak ada banyak orang yang tahu tumbuhan roh tersebut dan sepertinya guru mendapatkan info ini juga dari Bibi Gao."
Ye Mei juga memikirkan ini dan dia bertanya, "Lalu apa nama tumbuhan roh tersebut?"
Ye Fei sedikit malu dengan wajahnya memerah seolah sulit mengungkapkan nama tumbuhan roh tersebut.
__ADS_1
"Tumbuhan roh ini memiliki nama yang sangat memalukan. Itu bernama Bunga Merah Perawan." ungkap Ye Fei malu.
Ye Mei "...!"