
Ye Mei memiliki wajah aneh saat ini dan itu tidak luput dari perhatian Ye Fei.
"Apakah ada yang aneh Meimei? Aku tahu bahwa kamu pasti akan memiliki ekspresi itu saat pertama kali mendengarnya. Aku pun juga begitu saat tahu dari guru." Ye Fei menerangkan dengan kepala tertunduk seolah itu memalukan.
Ye Mei masih terdiam saat Ye Fei berbicara, meskipun dia juga kaget dengan nama tumbuhan roh itu, tapi dia sebenarnya kaget dengan sesuatu hal lain.
Dia tiba-tiba teringat pria berjubah yang menyerahkan kertas yang bertuliskan resep pil beberapa saat yang lalu. Dia kemudian melirik kertas di meja dan mengambilnya untuk dibaca kembali.
Setelah membaca tiga kali lagi, dia mengkonfirmasi bahwa tampaknya dia tidak salah. Entah kenapa kepalanya serasa disiram oleh air dingin yang itu kemudian membuatnya sadar akan kebodohannya.
Ye Mei kemudian menatap kakaknya, "Jiejie! Apakah guru menyuruh kita mencari Bunga Merah Perawan?"
Ye Fei mengangguk pelan, "Itu benar, kenapa kamu mengulangi pertanyaannya lagi? Kami mendapatkan misi mencari Bunga Merah Perawan."
Mendengar itu, Ye Mei tampak mendesah pelan dan dengan wajah berkeringat memberikan kertas yang di baca.
"Jiejie, coba kamu baca ini."
Ye Fei menaikan satu alisnya tapi masih menerima dan mulai membaca kertas yang diberikan.
Setelah membaca, ekspresinya tiba-tiba berubah heran.
"I-Ini... Ada Bunga Merah Perawan dalam daftar list disini! Tunggu, jangan-jangan! Meimei, siapa yang memberikan kertas ini?" Raut wajah Ye Fei diliputi kaget dan gembira.
Ye Mei tertawa canggung saat menghadapi pertanyaan Ye Fei dan dia juga bisa menebak pemikiran kakaknya, sayangnya atas ulahnya sendiri, dia memiliki situasi yang canggung.
"Yah, orang yang memberikan kertas itu baru saja keluar tadi ..." Ye Mei menunjukkan ke pintu keluar.
"....."
Ye Fei tiba-tiba mendapatkan secercah hikmah, "Maksudmu? Orang yang kamu usir tadi?"
Ye Mei mengangguk pelan dan memutar matanya dengan malu.
__ADS_1
Ye Fei melihat tingkah adiknya tidak bisa marah. Namun ini bukan waktunya untuk memarahinya dan dia juga merasa campur aduk.
"Ini tugas penting bagi kita! Meimei, ayo keluar dan kejar pria itu. Ini baru beberapa saat dan pria itu tidak akan terlalu jauh dari sini." Tanpa menunggu jawaban Ye Mei, Ye Fei menarik lengan adiknya dan berlari keluar.
**
Sementara itu, Xiao Yun yang telah berjalan keluar dari Living Hall dengan perasaan marah akhirnya bisa menarik nafas dalam-dalam.
"Tenang... Sabar... Xiao Yun, kamu adalah seorang pria berlapang dada yang tidak mudah dihasut oleh perkataan gadis kecil. Oke, jika Living Hall tidak mau menerima bisnis kue manis ini, masih ada Thrifty Hall dan Farmers Hall. Meskipun aku tidak suka dengan cara eksentrik mereka, tapi apa boleh buat." Xiao Yun tampak meyakinkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba Xiao Yun mencium aroma harum dari daging yang dipanggang di sisi jalan. Dia menoleh untuk melihat seorang pedagang pria yang tengah sibuk memanggang daging jualan di kiosnya.
"Uh, perutku lapar, untung saja aku masih membawa uang disaku. Baiklah, ayo mengisi perut dulu ..." Xiao Yun dengan riang menghampiri kios daging.
"Paman, aku mau dua tusuk daging Sapi Tiga Tanduk. " Pesan Xiao Yun.
"Aiyo, tuan tampan, itu akan menjadi tiga koin emas." Penjual berkata ramah dan senang.
Xiao Yun berdiri sambil menunggu daging pesanannya matang.
Penjual itu melihat Xiao Yun berdiri menunggu dan tidak bisa membantu lalu berkata, "Ah, tuan tampan, mengapa kamu tidak masuk ke restoran dibelakang untuk duduk beristirahat, daging Sapi Tiga Tanduk membutuhkan cukup waktu untuk matang. Meskipun restoran ku kecil, tapi aku yakin kamu akan puas, hahaha! Mendengar suaramu, kamu pasti seorang pemuda yang bersemangat. Tenang saja, kamu boleh pesan minuman gratis disana."
Xiao Yun terkejut mendengar ini dan dia berkata, "Ah, restoran itu milik paman. Lalu, mengapa paman masih membuka kios di bahu jalan?"
Penjual itu tersenyum lebar, "Hahaha, ini namanya teknik marketing anak muda. Dengan memanggang di luar, bukankah akan banyak pejalan kaki yang akan mencium aroma nikmat daging ini? Haha, dan bukannya kamu juga menjadi korban dari trik menyenangkan aku?"
Xiao Yun tersenyum dan dia dalam hati memberi pujian pada penjual di depannya.
"Baiklah paman, aku akan menunggu di dalam kalau begitu." ucap Xiao Yun sambil melangkah masuk ke restoran.
Setelah Xiao Yun masuk, dia tidak tahu bahwa penjual itu melihat kembali Xiao Yun dan menggumamkan sesuatu.
"Huhu, bocah itu tampak tidak biasa. Aku tiba-tiba merasakan getaran penindasan pada diriku saat berhadapan dengan bocah itu. Perasaan ini tampak tidak nyata seolah-olah getaran ini berasal dari kecakapan berpedang ku. Ini seperti saat aku bertemu guru dan Sword Sage yang kemampuan pedangnya lebih dariku. Hmm, aneh sangat aneh ..."
__ADS_1
Sementara itu, Xiao Yun yang telah masuk disambut seorang wanita berusia sekitar dua puluhan yang mengenakan pakaian pelayan. Wanita itu memiliki penampilan rata-rata dan tidak memiliki keistimewaan apapun.
Wanita itu cukup terkejut melihat Xiao Yun masuk tapi hanya sekilas dan memberikan kursi dengan ramah.
Xiao Yun duduk sambil tersenyum menanggapi pelayan itu dengan meminum air yang ditawarkan.
Xiao Yun anehnya menemukan bahwa restoran ini sebenarnya hanyalah seperti bar kecil dengan beberapa meja dan kursi saja, ini lebih seperti rumah kecil yang dijadikan bar.
Tidak ada seseorang pun di ruangan ini selain Xiao Yun dan pelayan wanita itu membuat Xiao Yun memikirkan sesuatu. Pada awalnya, sebelum masuk dari pintu, Xiao Yun menemukan sebuah kejanggalan yang aneh.
Jika itu orang lain yang datang ke sini, mereka mungkin tidak akan menemukan kejanggalan itu kecuali seorang ahli tingkat tinggi. Namun, Xiao Yun berbeda, dengan pengalaman panjangnya di dunia kultivator, tentu saja ia dapat merasakan meski hanya sekedar nalurinya saja.
Xiao Yun melihat bayangan wajahnya di genangan air di cangkir gelasnya dan bergumam, "Sebuah formasi... Pengguna pedang... Jelas paman dan pelayan wanita ini bukan orang yang sederhana."
Saat itu, paman penjual akhirnya datang dengan tusuk daging di tangannya, dia tersenyum dan duduk di depan Xiao Yun sambil memberikan tusuk daging.
Xiao Yun menerimanya dengan senyum dan bertanya, "Paman, kenapa restoran anda sangat sepi, apakah tidak ada pelanggan yang datang?"
Paman itu hanya tersenyum misterius dan menjawab, "Banyak pelanggan disini, apakah kamu tidak melihatnya?"
Xiao Yun agak kaget dengan jawaban penjual itu, dia menundukkan kepalanya seolah mengkonfirmasi sesuatu dan tertawa, "Ah, jadi begitu, hahaha, maafkan kebodohan junior ini karena tidak bisa melihat formasi persembunyian hebat milik senior."
"...!"
Paman penjual dan wanita pelayan itu terkejut dengan ucapan Xiao Yun. Mereka melihat ke arah Xiao Yun dengan ekspresi aneh seolah bertanya-tanya siapa sebenarnya Xiao Yun.
"Ah, ngomong-ngomong, kami belum berkenalan sebelumnya, maafkan atas kekasaran ku, namaku Yun Xiao seorang pria sederhana yang berada di ranah Qi Gathering empat ... Anda?"
Paman penjual itu tertawa mengelus dagunya dan berbicara, "Aku Geum Seong seorang pemotong daging, dan ini adalah putriku Quanxi."
Xiao Yun terkejut mendengar nama ini di telinganya dan dia tidak bisa heran.
"Apakah anda orang-orang Murim? Bagaimana anda bisa sampai sejauh ini ke wilayah timur benua? Apakah di wilayah barat, etnis Hangul tengah bergejolak?" Xiao Yun bertanya dengan penasaran.
__ADS_1