The Royal School

The Royal School
Party Sebelum Pertempuran


__ADS_3

...Jangan lupa dilike ya bestie!...


...Like itu penyemangat untuk Author, kasian sama Author yang nggak bisa tidur karna mikirin alur ceritanya....


...Kritik dan saran dipersilahkan, tapi tetep dengan cara yang sopan ya. Jangan digalakin, nanti Authornya down....


...Happy Reading guys!...


................


Pagi ini di setiap kelas, setiap lorong, bahkan di setiap sudut sekolah, semua murid sibuk belajar, tidak ada tangan yang tidak memegang buku.


"Kalau diliat-liat jadi serem ya," celetuk Yuki, berjalan beriringan dengan Ayyara dan Fasa sambil sesekali melirik pada murid lain.


Tidak ada yang bicara, semuanya sibuk pada buku masing-masing, menunduk dan membalik-balikkan bukunya seperti orang kerasukan.


"Suram banget emang, berasa banget hawa membunuhnya. Ini sekolah atau tempat pelatihan kriminal?" imbuh Fasa.


"Ssttt ... hati-hati kalau ngomong," peringat Ayyara yang sudah tahu kalau sekolah ini bukanlah seperti yang terlihat oleh orang-orang. "Jangan pedulikan mereka, pikirin diri lo sendiri."


"Lo kenapa jadi ikut-ikutan nyeremin dah, Yar?" tanya Fasa.


"Nggak perlu tau, pokoknya lo berdua harus berhasil dalam lomba kali ini."


Ayyara berjalan meninggalkan Fasa dan Yuki dengan terburu-buru. "Duluan aja ke kelasnya, gue ada urusan sebentar."


Yuki dan Fasa saling pandang. "Lo tau dia mau kemana?" tanya Fasa, dan Yuki pun menggeleng sebagai jawaban.


....................


Di bangku taman, Ayyara melihat Fanan tengah duduk dan berbincang dengan dua orang temannya.


"Jadi gimana? Lo ikut nggak nanti malam?" tanya salah satu temannya.

__ADS_1


Fanan tampak berpikir, lalu tak sengaja ia melihat Ayyara berdiri sambil memandangnya dari kejauhan. Senyum Fanan merekah. "Eh, Yar? Sini!" serunya memanggil Ayyara agar mendatanginya.


Kedua teman Fanan saling tatap dan tersenyum jahil, pasti mereka akan berbuat sesuatu untuk mengusili temannya yang dirasa cukup dingin pada perempuan. Salah satunya bangkit, lalu tanpa izin langsung merangkul pundak Ayyara.


Gadis itu mematung mendapat perlakuan mendadak seperti itu, apalagi oleh orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Ayyara menatap Fanan, berharap laki-laki itu akan bertindak pada temannya yang kurang ajar itu.


"Tangan lo awasin nggak," ujar Fanan.


Kedua laki-laki itu tertawa melihat Fanan dengan raut wajah kesal. "Hei, santai dulu dong, Fan. Kita mau kenalan doang kok," ujar laki-laki dengan nama Yoga yang tertulis di name tagnya.


"Nggak usah pake ngerangkul gitu, Yogiiii ...," Ujar Fanan lagi menahan kesal.


"Ok, ok, nggak ngerangkul lagi." Yogi melepaskan rangkulannya di pundak Ayyara.


Ayyara kira kedua laki-laki itu akan menjauh, namun ia salah. Setelah tidak lagi merangkul pundaknya, Yogi justru meraih tangannya dan mencium punggung tangan gadis itu. Ayyara langsung menarik tangannya dari genggaman Yogi, ia tidak mengira laki-laki itu akan berperilaku lebih lancang dari sebelumnya.


"Yogi!" teriak Fanan.


"Kenalin gue Yogi," ujar Yogi sambil mengulurkan tangannya pada Ayyara tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Fanan.


"Party nanti malam, kita cari yang hot," kata Fanan sebelum pergi membawa Ayyara menjauh dari kedua temannya yang gila itu.


"Mereka berdua siapa sih, Kak?" tanya Ayyara setelah mereka tiba di area dekat kolam.


"Mereka berdua itu temen gue, cuman ya gitu, rada-rada sengklek otaknya," sahut Fanan dengan kekehan kecil. "Sebenernya tadi mereka nggak ada maksud apa-apa, cuman mau jahilin lo dikit, tapi gue nggak suka ngeliat mereka seenaknya megang lo," sambungnya.


Ayyara mengangguk paham, ia tidak keberatan jika hanya dirangkul seperti tadi, tapi jika belum kenal sama sekali itu membuatnya merasa tidak nyaman.


Fanan duduk di bangku lapangan. Ya, kini mereka berada di lapangan tak tepakai yang berada di sebelah kolam renang. Ayyara menyusul duduk di sebelah Fanan, gadis itu memandang laki-laki di sebelahnya dengan raut penasaran. "Tapi, Kak ...."


"Hm?" Fanan spontan menoleh dan tatapan mereka bertemu, ia tertegun untuk sesaat. Meskipun sudah sering memandang Ayyara, tetapi saat melihatnya dalam jarak sedekat ini benar-benar membuat Fanan sadar kalau gadis itu begitu cantik di matanya.


"Kenapa, Yar?" tanya Fanan setelah menyadarkan dirinya sendiri dari kekagumannya pada gadis itu.

__ADS_1


"Tadi ... sebelum lo narik gue pergi dari temen-temen lo yang gila itu, kan lo ada nyebut soal party--" belum sampai gadis itu menuntaskan ucapannya, Fanan langsung memotong dan menjawab sesuai dengan apa yang akan dipertanyakan gadis itu


"Terkadang di saat ada ujian atau perlombaan apapun yang membuat kita jenuh,pasti selalu ada yang ngadain party, contohnya malam ini," ungkap Fanan. Wajar jika Ayyara tidak tahu, karena ia masih kelas satu dan ini adalah party pertama bagi angkatannya.


Berhubung nanti malam adalah malam minggu, maka party sengaja diadakan malam ini agar mereka tidak kewalahan saat di hari seninnya.


Fanan menatap Ayyara yang hanya diam memandang ke depan sambil menikmati semilir angin yang berhembus, membuat rambutnya melayang-layang. "Lo mau datang sama gue nanti malam?" pertanyaan itu spontan keluar dari mulutnya, tetapi ia tidak menyesal sama sekali.


Ayyara menoleh. "Emang boleh anak kelas satu datang?"


Fanan tersenyum. Kini giliran Ayyara yang terpaku pada wajah laki-laki itu. Kok gue jadi deg-deg-an gini ya, batinnya.


"Boleh dong, party ini memang dikhususkan untuk semua murid Royale School, tapi emang sengaja nggak dipublish, jadi wajar aja kalau banyak yang nggak tau, apalagi angkatan baru kayak kalian." Fanan diam sejenak saat ada beberapa orang lewat di depan mereka. Saat orang-orang itu sudah jauh, ia kembali melanjutkan ucapannya. "Acara ini juga resmi dan disetujui oleh Kepala Sekolah, jadi jangan kaget kalau lo ketemu beberapa Guru di party itu."


Fanan mengernyit saat melihat Ayyara hanya diam seperti tengah memikirkan sesuatu. "Kanapa, Yar?"


"Gue penasaran, Kak. Kenapa Kepala Sekolah mau nyetujuin acara yang menurut gue nggak ada manfaatnya dalam pelajaran. Apalagi ini kan sekolah elite yang ngejar nilai siswa."


"Walaupun Kepala Sekolah sekarang udah tua, tapi kan dia dulu pernah muda, Yar. Bahkan mungkin sekolahnya lebih gila nilai dari pada di sini. Jadi, dia tau apa yang dibutuhkan oleh anak-anak muda kayak kita di saat jenuh, karna dia pernah ngerasainnya juga dulu."


Ayyara mengangguk-angguk setuju, ia sangat bersyukur jika kepala sekolahnya sepengertian itu. Ia rasa hal ini lumayan bagus untuk menghibur dirinya yang sudah hampir satu semester bersekolah di sini, tetapi tak menemukan sedikit pun hal yang menarik.


Cukup lama mengobrol di lapangan, bel masuk pun berbunyi, gadis itu segera bangkit, berpamitan pada Fanan sebelum ia kembali ke kelasnya. Laki-laki yang kini hanya duduk seorang diri di bangku lapangan itu,merentangkan tangannya di atas sandaran bangku. Matanya mengedar pada area sekitar, sudah tidak ada orang lagi yang berada di sana kecuali dirinya.


Berhubung ada tugas sebagai Wakil Ketua OSIS, ia memutuskan untuk tidak masuk kelas pertama hari ini. Laki-laki itu bangkit, kemudian melangkah menuju ke ruang OSIS. Akan tetapi, dirinya merasa ada sesuatu yang janggal. Sekali lagi ia mengedarkan pandangannya ke sekitar, matanya menangkap sesuatu di kolam yang berada tepat di belakang bangkunya tadi.


Fanan merubah arah tujuannya, ia melangkah pelan mendekati kolam itu. Saat sudah berada di tepi kolam, matanya melebar tak percaya, air kolam yang seharusnya berwarna putih bening, kini tercampur dengan pekatnya merah darah.


Laki-laki itu menyipitkan matanya, berusaha melihat ke dasar kolam, di sana ada mayat yang tangannya terikat dengan tangga kolam. Fanan tak percaya ia akan melihat hal yang mengerikan seperti ini. Sekali lagi matanya mengerling ke sekitar, guna mencari pelaku. Tetapi ia tak melihat atau pun mendengar sesuatu. Apakah ia masih waras jika berpikir jika pelakunya bukanlah manusia?


Tanpa disadari, dirinya tengah diintai oleh sosok yang bersembunyi di balik pohon, yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri. "Sialan!" umpat sosok itu.


................

__ADS_1


...Sekali lagi aku ingetin, jangan lupa likenya!...


__ADS_2