The Secret Of Moon

The Secret Of Moon
Episode 3


__ADS_3

Di keluarga Danial ada dua orang wanita tua.



Wanita pengeluh dan tak berpendidikan, sekaligus ibu yang telah melahirkan (mantan) suami Regina (Ibu mertua kedua).



Dan wanita elegan yang telah berhasil mengontrol seluruh kediaman (Ibu mertua pertama)


Akibat dari ayah Danial yang terus menambah istri demi mendapat keturunan.


Reginalah yang harus menghadapi keanehan kedua wanita ini setelah menikah.


Di kesempatan hidup Regina yang ke-2 ini, ia yang kembali ke umur 20 tahun mempunyai tekad akan berusaha melakukan revolusi kecil (?).


Ia ingin mengendalikan keuangan keluarga Danial yang sudah dibuat kacau balau oleh mereka... Demi menjaga kedamaian dan juga menjaga dirinya sendiri.


"Baru memikirkannya saja membuatku senang" batin Regina dengan wajah yang berseri-seri.


Para pelayan yang melihat tingkah laku Regina merasa heran, dan akibat itu..membuat para pelayan membicarakan Regina di belakangnya.


"Nyonya, ini surat dari tuan Danial" ucap pelayan sembari memberikan suratnya.


Regina yang melihat surat yang terdapat tanda (Danial) membuatnya semakin senang. Namun setelah melihat isi suratnya, wajah yang berseri-seri itu pun berubah menjadi wajah kesal.


"Jangan membuat masalah dirumah, dengarkanlah kata-kata para ibu dengan baik" itulah isi dari surat yang ditulis oleh suaminya, Danial.


"Da-da... Dasar pria br*ngsek!" teriak Regina sembari merobek-robek surat tersebut.


"Aku... ternyata terlalu polos... karena ini kali kedua, aku jadi terlalu meremehkannya" ucap Regina dengan badan yang lemas dan terduduk dilantai.


"Danial, si manusia s*alan itu memang selalu begitu kan... tak pernah memihak padaku. ternyata dia tak berubah" Regina yang mencoba berpikir.


"Kacau! Ini benar-benar kacau!" ucap Regina sembari memikirkan betapa seramnya wujud para kedua wanita tua itu.


* * *


Beberapa hari kemudian.


"Ha... Si*l, Regina orang-orang tak punya hati" batin Regina dengan badannya bergetar dan diselimuti karena sedang demam.


Ganjaran yang diterima oleh Regina akibat perlawanannya yang gagal ternyata cukup besar. Begitu kalah dalam perebutan kekuasaan di rumah ini, perlakuan mereka padaku semakin buruk.

__ADS_1


"Aku terlalu naif. Dia yang sejak awal tidak pernah memihak ku, pasti sampai akhir tak akan pernah berubah" Regina yang berpikir di dalam batinnya sembari mencoba memotong roti di samping nya.


"Apa aku harus terus hidup dengan pria tak berguna ini?" batin Regina yang mencoba bertanya-tanya kepada dirinya.


Roti yang disampingnya berhasil terpotong dan Regina mengambil salah satu potongan roti tersebut, sembari memikirkan pertanyaannya. Regina merasa kesal dan mencoba untuk melemparkan Roti tersebut.


Namun, ketika akan melempar roti yang ada di tangannya. Tiba-tiba pintu terbuka dan yang membukakan pintu tersebut adalah...


"I-ibu mertua Kedua?" ucap Regina yang terbata-bata akibat terkejut.


"Mana ada menantu semalas dirimu di dunia ini! Semua ibu mertua sudah bangun dan beraktivitas, tapi kau masih saja tidur dikamar?!" ucap Ibu mertua kedua sembari meletakkan kedua tangannya masing-masing disamping pinggul.


"Kalau Danial pulang dan melihatmu begini,dia pasti langsung mengusirmu, jadi bersiaplah!" ucap Ibu mertua kedua dan sekarang sambil menunjuk-nunjuk telunjuknya ke arah Regina.


Regina yang mendengar cemoohan ibu mertuanya pun langsung bangkit dari tempat tidur "*Apa?!" *


"Tunggu. Benar juga, di kehidupan ke dua ku ini... aku tak perlu terus hidup bersama Danial s*alan itu, kan. Mwehehehe... mwehehe" batin Regina.


Ibu mertua kedua yang melihat reaksi Regina yang tertawa kecil tersebut membuatnya merinding.


Tiba-tiba, kedua tangan Regina meraih tangan Ibu mertua kedua dan berkata "Ibu mertua, ternyata ibu benar-benar jenius"


"Bi-bicara apa anak ini..?"


"Danial... sekarang kau dan aku akan berakhir!" batin Regina sembari tersenyum.


* * *


"Eum... Tapi, bagaiman cara agar bisa bercerai, ya..." batin Regina yang berpikir keras.


Keluarga Danial adalah pedang yang sudah ratusan tahun mengabdi pada kerajaan. Tapi, keluarga yang luar biasa itu pun... pada akhirnya hanya memiliki satu pewaris keluarga, yaitu Danial.


Karena itu untuk mengirim satu-satunya pewaris keluarga seperti Danial, diperlukan pertimbangan yang matang.


"Dia tak bisa dikirim ke Medan perang karena belum menikah? kalau begitu nikahkan saja beliau!" ucap presiden pada saat itu.


Dan orang yang akhirnya cocok menjadi istrinya adalah Regina, dan itu hanya karena Regina dan Danial memiliki tanggal ulang tahun yang sama.


"Akhhhhgg! Bagaimana caranya agar aku bisa membatalkan pernikahan ini?!" ucap Regina yang sangat prustasi.


"Ha... apa aku pergi saja menemui Presiden sambil menangis..?" pikir Regina.


Ia melamun sebentar sembari memainkan kelopak bunga mawar yang baru saja ia petik. Meskipun Regina melamun, namun nyatanya dalam pikirannya sangat kacau. Dan dalam batinnya,

__ADS_1


"Ku katakan saja kalau suamiku impoten, jadi aku tak bisa hidup dengannya!"


"Tapi... Danial kan tidak begitu"


"Justru dia..."


Seketika bayangan masa lalu pada saat melakukan hubungan badan dengan Danial terlintas dalam kepalanya, dan membuat wajah Regina memerah.


"Ehem... lagi pula, Presiden kan juga memiliki seorang sepupu yang impoten" lanjut batinnya Regina.


* * *


2 tahun yang lalu.


"Nona hati-hati..." Seseorang yang bicara kepada nona yang sepertinya mabuk di acara pesta dansa.


"Jangan khawatir..." ucap Nona tersebut.


Namun, ketidak sengajaan seorang pria menabrak nona mabuk tersebut. Gelas yang dibawa nona itu pun jatuh dan pecah.


"Hati-hati Nona... apa kau baik-baik saja?" tanya pria tersebut sembari memegang pergelangan nona yang ditabraknya.


"Li-lion?!" ucap Nona itu yang sedikit mabuk.


Kejadian ini menjadi pusat perhatian semua orang dan menjadi bahan tontonan. Tapi, nona itu memanfaatkan kejadian ini untuk mendekati Lion yang merupakan sang artis terkenal.


"Kenapa harus Lion? Tunggu..! ini bisa jadi kesempatan ku mendapatkan Lion, kan" batin nona yang mabuk itu.


"Aduh pusingnya..."


Tiba-tiba Nona itu jatuh ke badan Lion dan kedua tangan Nona tersebut memegang dada bidangnya. Lion terkejut pada saat nona tersebut jatuh ke badannya.


"Tolong peluk aku Lion.."


"Seperti malam itu, dengan penuh kehangatan.." ucap Nona mabuk itu sembari meraba-raba dada Lion.


Suasana dalam pesta tersebut pun menjadi gaduh, orang-orang yang di sana tidak percaya bahwa seorang Lion mempunyai hubungan spesial dengan nona yang di hadapannya.


"Apa ini? apa hubungan mereka?"


"Wah... ada apa ini?"


Lion langsung melepaskan tangan Nona itu yang ada di dadanya secara perlahan. Dan Lion berkata "Harus terjadi dibawah dulu kan,baru aku bisa memilih mau memelukmu atau tidak"

__ADS_1


Nona mabuk itu dan para tamu yang di sekitarnya tampak terkejut setelah mendengar perkataan Lion dan ditambah lagi setelah melihat bagian yang dibicarakan oleh Lion benar-benar tidak bergeming, semua orang menjadi tambah terkejut.


"Astaga..."


__ADS_2