
Sejak itulah, Lion dijuluki sebagai Artis Impoten.
"Tapi, bagiku tak ada lagi calon suami yang lebih cocok dari dia" batin Regina dan membayangkan sosok Lion.
"Ukh... menyebalkan"
"Bagaimana ya? cara membuat pria dingin seperti dia luluh?" Regina berpikir keras sembari berjalan-jalan.
Dan di saat dia mau membuka pintu kamarnya, Marsha sang pelayan pribadinya bernyanyi-nyanyi.
🎶"Mawar yang berjatuh!"🎶
🎶"Mawar yang terjatuh, oh sayang~"🎶
Regina yang mendengar lagu tersebut membuatnya mendapatkan ide "Benar! kubuat saja lagu, dengan lirik kisah cinta yang bergairah!" batin Regina.
Semua penduduk di negeri tersebut suka bernyanyi, sampai-sampai pemusik jalanan saha bisa kaya hanya dengan bernyanyi.
Para pemusik jalanan biasanya membuat lagu yang menceritakan orang-orang terkenal di negeri ini.
* * *
Beberapa hari kemudian.
Terdapat sekumpulan anak-anak yang sedang main sembari menyanyikan sebuah lagu.
🎶"Artis Lion tak dapat menahan rasa kesepiannya~"🎶
🎶"Setiap malam, dia membuka jendela kamarnya~"🎶
🎶"Di sanalah seseorang yang katanya tak tertarik dengan wanita lain itu berbeda~"🎶
🎶"Ia pun mengajak kekasih gelapnya itu masuk~"🎶
Sebuah mobil yang berhenti di tepi jalan, seseorang membuka kaca mobilnya. Lalu ia melihat ke arah langit. Ia adalah Rayyan Gaby
"Kau sudah mengirimkan surat pada Regina kan?" tanya Rayyan kepada asisten pribadinya yang duduk di depan bersama sopir.
"Ya, tuan" jawab asisten tersebut.
Rayyan langsung memalingkan wajah ke arah jendela lagi "Hah... Regina, anak itu sungguh.."
* * *
Kamar Regina.
Regina mendapatkan surat dari pelayannya, dan ternyata itu surat dari sahabatnya.
"Sudah kuturuti permintaanmu, tapi aku khawatir. Sepertinya effek nya terlalu besar"
__ADS_1
Itu adalah isi surat dari sahabatnya, Regina tersenyum dan batinnya berkata "Rayyan, sudah kuduga... calon pewaris tahta memang berbeda"
Rayyan Gaby, sahabat baik Regina. Sang pewaris tahta keluarga Gaby dimasa depan. Berkat bantuan pemusik yang disponsorioleh keluarga kaya, yaitu keluarga Gaby.
Lagu itu jadi sangat populer. Baru seminggu sejak lagu itu dibuat, tapi gosipnya sudah menyebar luas. Sampai-sampai tak ada orang yang tak tahu lagu itu.
Bahkan para pelayan yang di kediaman Danial sering menyanyikan lagu itu.
🎶"Artis Lion tidak dapat menahan rasa kesepiannya~"🎶
🎶"Setiap malam dia membuka jendela kamarnya~"🎶
"Apa aku ada bakat membuat lagu ya? kalau ini berhasil, sepertinya aku harus coba menulis lagu baru lagi. Suamiku si burung manja, dan ibu mertuaku si dua induknya yang menyebalkan" batin Regina yang memikirkan lelucon lagu tersebut sembari menulis balasan surat untuk Rayyan.
"Jangan khawatir Rayyan"
"Justru efek besar seperti ini lah yang kuharapkan, hidupku disini bagai neraka"
"Bagiku, perceraian bukanlah kekalahan, melainkan hal terbaik yang bisa kulakukan untuk diriku saat ini"
"Terimakasih sudah membantu ku, sahabatmu, Regina"
Regina menulis surat tersebut dengan perasaan amat senang "Sekarang tinggal menunggu ia bergerak" batin Regina.
* * *
3 hari kemudian.
"Dasar perempuan s*al! Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan sampai muncul lagu seperti itu?!" amuk ibu mertua kedua sambil menarik selimut Regina.
"Uh.. di-dingin.." batin Regina.
Regina pun menjawab pertanyaan ibu mertuanya dengan pura-pura polos dan muka yang memelas. Tidak lupa ditambah dengan kedua tangan yang disatukan dan di taro di dada.
"Aku tak mengerti apa yang ibu bicarakan"
"Ibu sendiri juga tahu bukan? belakangan ini, aku tak pernah keluar selangkah pun dari kamar ini"
Ibu mertua kedua yang mendengar perkataan Regina itu langsung tersentak "*Ka-kalau begitu..." *
"Aku tak tahu kenapa ibu marah, tapi tolong tenanglah dulu" ucap Regina lagi sembari memegang selimut yang dipegangi ibu mertua kedua dengan wajah berseri.
"Tenang?! mana bisa aku tenang saat nama baik anakku hancur begini!" teriak Ibu mertua kedua dan menarik lagi selimut, sehingga membuat Regina terjatuh.
"Ukhhh.. memang apa hubungannya denganku?!" batin Regina yang terjatuh.
Lalu Regina bangkit dari tempat kasur dan bertanya "Sebenarnya ada apa?" . Ibu mertua kedua pun menjelaskan...
"...Di pesta teh yang di hadiri istri pertama, para undangan semua membicarakannya!"
* * *
__ADS_1
IBu mertua pertama Regina yang sedang menghadiri pesta teh tersebut dengan elegan dan meminum secangkir teh dengan anggun.
"Apa Nyonya Rose sudah dengar? tentang ****Rumor**** itu...?" tanya Nyonya dari keluarga lain.
"Rumor? Rumor tentang apa?" tanya kembali Nyonya Rose karena tidak tahu.
"Katanya, menantumu ada hubungan khusus dengan artis Lion" Ucap Nyonya dari keluarga lain itu.
Ibu mertua pertama yang mendengarnya terkejut sampai-sampai cangkir teh yang ia genggam pun jatuh dan pecah.
* * *
"Astaga... ada rumor seperti itu?" tanya Regina berpura-pura polos kepada ibu mertua kedua yang sedang menjelaskan.
"Memalukan, artis Lion juga pasti malu besar!" ucap Regina.
"Yang malu itu, justru kami tahu?! Apa yang akan kau lakukan untuk membersihkan nama baik anakku yang sudah dicemari oleh rumormu itu, hah?!" teriak ibu mertua kedua.
Namun Regina tidak mempedulikannya, dan menghindari tatapan dengan cara memalingkan wajah ke samping. Telinganya serasa mau meledak, dan ibu mertua kedua masih saja menomel dengan cara berteriak.
"Padahal dia sedang berjuang di Medan perang, bukannya diberi dukungan! dia malah tertimpa rumor buruk seperti ini!" ocehan ibu mertua kedua lagi sembari mendekatkan wajah ke telinga Regina.
"Tapi ini aneh" ucap Regina sembari menghentikan ocehan ibu mertua kedua.
"Aku terus diam di kamar ini, kok bisa-bisanya ada rumor seperti itu... sepertinya aku harus menemui beliau" ucap Regina lagi dengan muka yang ceria.
* * *
"Jam 1 siang, di Evernes" isi surat dari Lion yang diberikan ke Regina melalui pelayan.
"Evernes ya... dia benar-benar tak memberi kesempatan pada orang lain untuk curiga" batin Regina sembari melihat kearah kaca dan berdandan.
Evernes adalah tempat cafe khusus minum teh yang paling terkenal di kota, dan tempat terbaik bagi Lion untuk menghempaskan rumor tak jelasnya.
Regina yang selesai berdandan, ia terdiam cukup lama di depan kaca. Rupanya Regina sedang berbicara pada dirinya sendiri melalui batinnya.
"Tapi ini bukan keadaan yang merugikan ku"
"Walau Rayyan sudah sangat mengkhawatirkan ku"
"Hahaha... Rayyan berkata kalau dia dengar yang mulia raja juga sudah mendengar tentang rumor iitu. Dan Rayyan bertanya kepada ku, apa yang akan aku lakukan?"
"Hum... tak ada yang lebih sulit daripada mengulang kembali ke 20 tahun hidupku, yang bagaikan neraka di sini"
"Aku harus bisa meluluhkannya, Lion"
* * *
Di kediaman Lion.
"Tuan... aku sudah menyampaikan surat itu kepada Nona Regina" ucap pelayan kepada majikannya.
__ADS_1
"Begitu...?" balas Lion yang langsung berdiri dari kursinya.