
Setelah pertempuran yang terjadi tadi, Aku memutuskan untuk pergi ke rumah Paman Sam. Aku ingin menceritakan semua keanehan yang terjadi hari ini padaku, Luka yang tiba tiba menghilang setelah bangun tidur tadi pagi, terlebih kekuatan visual aneh di sekolah tadi.
oh yaa.. kenapa aku ingin bertanya ke paman sam, karena dalam mimpi itu orang aneh itu sempat menyebut paman Sam dan juga perihal ilmu bela diri dan cabang cabangnya paman Sam jagonya,jadi mungkin dia tahu jawabannya.
oh ya aku lupa memberitahumu, kalau pergi dan pulang sekolah aku selalu naik bus umum, Ibu selalu menawariku untuk diantar dengan mobil, tapi aku menolak, karena tempat kerja Ibu dan sekolahku tidak melalui jalur yang sama..
Oh gawat aku terlambat, bus yang sudah berada di depan halte segera berangkat, aku harus buru buru kesana sebelum bus nya pergi.
aku pun menyebrangi jalan, karena buru buru aku tidak memperhatikan sekitar, dari jauh terlihat sebuah truck besar dengan kecepatan tinggi, Si supir membunyikan klakson beberapa kali mengisyaratkan untuk menghindar. aku tepat berada di tengah jalan, aku menatap truck itu.. tidak, sudah terlambat.. tidak akan sempat kalau menghindar, aku menutup mata.
sekian detik berikutnya....
"Astaga, oh... apa yang terjadi? apa yang tertabrak tadi?" Si supir keluar dari mobil panik.
Si supir masih kebingungan sembari bertanya.
"Apa yang tadi tertabrak nak?"
"Saya yang tertabrak tadi pak."
Si supir menatapku kebingungan, bukan hanya dia yang kebingungan akupun juga heran, truck dengan kecepatan tinggi menabrak tubuhku, tapi tubuhku tidak terhempas sama sekali, jangankan itu, rasa sakit sedikitpun tidak kurasakan ketika ditabrak tadi.
"Jangan bercanda nak, aku bertanya serius."
Seluruh orang yang berada di jalan berhenti dan menatapku dengan bingung. "bagaimana mungkin dia baik baik saja setelah ditabrak sekeras tadi, dia bahkan tidak terjatuh sama sekali." ucap salah satu orang di jalan.
Si supir yang mendengar itu akhirnya sadar bahwa orang yang tertabrak tadi adalah aku, dia menatapku sekian lama.
"Kau baik baik saja, nak?"
"Ya. aman pak, tidak usah khawatir."
"kau yakin?, tidak ada luka sedikitpun?
"Tidak ada.... semuanya baik baik saja. eh.. maaf, saya permisi." jawabku pamit buru buru.
Si supir kemudian memeriksa kondisi Trucknya, Cover bagian bawah nampak penyot setelah tabrakan tadi. dia kemudian menatapku dari kejauhan dengan pandangan masih kebingungan.
"Sangat tidak masuk akal.. Ya..tapi tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak." dia kemudian kembali naik ke truck dan meninggalkan lokasi kejadian.
"Kau berkelahi dengan siapa?" tanya paman sam sambil membuka kulkas sederhana nya.
ia kemudian mengeluarkan dua Kaleng susu, membuka tutup kaleng dan memberikan salah satu padaku.
Sekarang aku berada di Rumah pamanku, Paman Sam. setelah kejadiaan tadi Sore, aku memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dulu, Aku ingin ke rumah paman sam dan ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting yang terus menggangguku belakangan ini.
Aku meminum satu tegukan.
__ADS_1
"Teman teman sekolah yang biasa membully ku"
"Jangan banyak bertingkah di sekolah Yuda, Ibu mu akan cemas jika tau ini" paman sam mulai duduk di kursi, tepat di depanku.
"Aku tidak melakukan apa apa paman, Mereka yang memukuliku. beruntung ada yang datang menolongku, dia perempuan, tapi beladirinya sangat hebat, aku seperti melihat seorang pahlawan yang sedang bertarung di Film"
"Di dunia ini tidak ada yang namanya pahlawan, Mereka menolong orang lain, tapi orang terdekat mereka yang menjadi korban." tiba tiba wajah paman sam berubah murung, Ditambah dengan penampilan yang berantakan, rambut panjang tak terurus, brewok dan kumis yang lebat lama tidak dipotong, pakaian yang penuh tambalan, dengan rumah kecil, pengap, Hanya berisikan Tv tabung kecil, satu kamar tidur dan kamar mandi di bagian luar, kulkas kecil, Sofa panjang yang aku duduki, dan satu kursi Di depannya, terlihat jelas bahwa paman sam Sudah lama hidup dengan kesusahan. dan aku tidak tahu kenapa paman terlihat seperti ini, tidak ada yang bercerita, ibu juga tidak pernah menceritakan apapun tentang paman sam, setiap kali kutanya ibu pasti akan marah dan enggan menjawab, jangan tanyakan pada paman sam dia pasti tidak akan mau curhat, bahkan dia akan memarahiku jika aku bertanya.
Paman Sam terdiam beberapa saat, bunyi jangkrik terdengar di sunyinya malam. aku masih dengan posisiku sambil memegang kaleng susu, dan paman masih berada di depanku.
"Paman Sam, ada yang ingin kuceritakan, sekaligus ada yang ingin kutanya, karena ini ada kaitannya dengan paman" ucapku dengan wajah serius.
Paman Sam mulai menatapku dengan serius.
"Sudah seminggu ini aku bermimpi hal yang hampir sama, Mimpi yang sangat aneh, Aku bermimpi, ada seseorang yang tiba tiba membawaku pergi ke suatu gua, dia tidak terlihat seperti orang jahat."
Paman sam memutus ceritaku sambil tertawa.
" Kau ini, karena terlalu sering nonton film, jadi terbawa sampai dimimpi, makanya kau jangan terlalu....."
"Dia memberikan aku sebuah pedang dalam mimpi" lanjutku memotong ucapan paman.
paman terdiam, dia mulai meletakkan kaleng ke meja, raut wajahnya berubah, paman tiba tiba gugup, tangannya gemetar.
"Tiba tiba aku mendengar suara yang tidak kuketahui darimana asalnya, suara itu mengatakan kalau aku adalah orang yang dipilih untuk menjadi generasi berikut yang akan menguasai pedang itu, untuk melawan satu musuh yang akan datang nanti, pedang itu bisa mengeluarkan kekuatan, seperti perisai, Kristal merah, atau apalah itu, dan pedang itu bisa merubah bentuk, Dan orang itu mengenalmu, dia menyebut namamu, paman."
paman masih terdiam tidak merespon
"Tidak hanya itu paman.. hari ini aku mengalami kejadian yang sangat aneh.. ketika bangun dari mimpi itu, aku melihat luka di tanganku yang tiba tiba hilang tanpa bekas.. lalu kejadian di sekolah tadi, ketika mereka mencoba menggangguku beberapa kali. pandanganku, pendengaranku tidak seperti biasanya.. dan yang terakhir.. yang sangat-sangat tidak masuk akal, aku ditabrak truck besar dengan kecepatan tinggi, anehnya aku tidak apa apa, bahkan tidak ada luka sedikitpun yang kudapat.. itu sangat...."
"Hentikan Yuda" teriak Paman membentak.
aku terdiam dan tidak melanjutkan lagi, beberapa saat suasana hening, aku menatap bimbang.
"Biar kuantar kau pulang, ibumu akan cemas mencarimu jika kau belum pulang" ucap paman sambil beranjak dari duduknya.
dia mengambil kunci mobil di meja, memakai jaket coklatnya yang kusang. dia membuka pintu.
memberi isyarat padaku untuk segera keluar.
"Paman Sam, jika mamang cerita tentang pedang legendaris itu hanyalah dongeng.. kenapa wajahmu begitu pucat setiap kali mendengarnya, apa kaitanmu dengan dongeng itu?"
"Yuda. jangan buat aku memaksa." ucap paman mengancam. Paman masih berdiri di samping pintu memegang gagang pintu.
Kami pun keluar dari rumah dan masuk menaiki mobil.
Mobil Paman Sam melewati satu dua mobil disampingnya, jalanan cukup ramai dengan kendaraan, lampu lampu mobil dan jalanan menerangi gelapnya malam.
__ADS_1
tidak ada percakapan atau basa basi di dalam mobil, tidak ada juga suara musik dari mobilnya, paman tidak menyukai yang namanya musik, Suasana begitu hening di dalam mobil, hanya terdengar suara kendaraan berlalu lalang, pandangan paman masih fokus kedepan.
aku melihat di balik kaca mobil pemandangan di luar, di dalam hatiku aku masih bertanya, Siapa sebenarnya paman Sam, apa yang dia sembunyikan, Kenapa dia begitu Emosional ketika mendengar mimpiku tadi, Apa yang terjadi pada masa lalunya, tidak ada orang yang dapat kutanya, paman hidup sendirian, tidak menikah, tidak memilki teman, Yang kutahu dia hanya punya Adik kandung yaitu Ibuku.
Beberapa jam berlalu, akhirnya sampai Di Rumahku, Mobil berhenti Tepat beberapa meter di depan rumah, aku membuka pintu Mobil.
Ibu keluar dari Rumah dan langsung Memelukku
"Kau darimana Yuda? kau membuat Ibu Cemas"
Ibu mulai melepaskan pelukan dariku
"Aku ikut kelas tambahan Bu, Persiapan untuk ujian bulan depan, karena kemalaman aku meminta Paman untuk menjemputku di Sekolah"
"Paman.Terima kasih sudah mengantarku"
Paman sam menjawab dengan mengangukkan kepala.
"Bu. yuda masuk Duluan."
"Iya sayang, Ibu sudah siapkan makan malammu di meja, Segera ganti Bajumu, lalu makan."
Aku mulai beranjak masuk ke rumah, Psikisku masih kelelahan karena memikirkan Mimpi yang belum kutemukan Jawabannya.
Ibu masih berhadapan dengan paman Sam, Aku melihat kebelakang sebentar, Lalu masuk ke Rumah.
"Terima kasih sudah mengantar yuda pulang, sekarang lebih baik kau pergi, aku belum bisa melihatmu" kata ibu mengusir paman secara halus.
Paman sam terdiam sekian lama, wajahnya murung. Paman sam pun mulai masuk ke mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun dia memutar mobilnya dan beranjak pergi.
Ibu masuk Ke rumah menutup pintu dan berjalan menghampiriku yang sedang duduk.
"Yuda, bukannya ibu sudah melarangmu menemui paman Sam? kenapa kau menemuinya? Kau tahu begitu berbahayanya jika kau dekat dengan dia? Ini yang terakhir Yuda! Kau tidak boleh menemuinya lagi"
"Kenapa ibu? Kenapa Yuda tidak bisa menemui Paman? Apa salahnya bu? Apa yang dilakukan paman hingga ibu begitu membencinya?
"Yuda sudah cukup! Jangan dibahas"
"Ibu, kenapa? apa yang terjadi dengan masa lalu paman Sam? Kenapa ibu tidak pernah menceri.."
"Hentikan Yuda!" bentak ibu mulai menutup wajahnya, suara ibu mulai tertahan, tangisan pun pecah.
Aku menatap ibu dengan rasa bersalah, seharusnya aku tidak perlu membahas itu. Ibu masih menangis dan perlahan tertunduk perlahan ibu menyandarkan punggunya ke dinding dan mulai terduduk, ibu menatap diatas meja ada sebuah foto dengan bingkai sedang, Ibu menatap sekian lama sambil menahan air matanya tumpah lebih banyak.
Dia mengambil foto itu dengan deraian airmata yang tak mampu ditahan, ibu menangis lebih kencang sambil memeluk foto itu
Aku menghampiri ibu dan memeluknya, sosok yang ada dalam foto itu adalah orang yang sangat berarti bagi hidup kami, sosok yang ada dalam foto itu adalah Ayahku, Dia Pergi dikenang sebagai pahlawan, berkorban ingin menyelamatkan banyak orang, malam itu tidak akan pernah terlupakan, kebahagian berubah menjadi ketakutan, tertawa riang berubah menjadi teriakan, malam yang seharusnya menjadi liburan bagi kami berubah menjadi mengerikan, malam pembantaian berdarah delapan tahun lalu......
__ADS_1