
Gate To Heavens
Siang hari yang cukup cerah, di iringi hembusan angin dari arah barat, dan pohon-pohon bergoyangan seakan-akan sedang menari yang cukup membuat hari yang panas sedikit terobati.
Keributan disekolah sudah biasa terjadi, ada yang menyukai gosip para idolanya, ada yang berkelahi, ada yang pacaran, dan bahkan ada pula siswa yang terlihat taruhan didalam kelasnya dengan main kartu.
Jam istirahat disekolah adalah waktu-waktu yang ditunggu oleh semua murid, seperti saat ini, ratusan siswa-siswi sedang menikmati makan siang di kantin dan ada pula hanya mengobrol dan ngutang.
Chiko, Asti, dan Nina terlihat menyantap makan siangnya sambil membicarakan yang terjadi pada Rani dan Zaki, yah mereka hari ini sedang tidak mengikuti kelas dengan izin kurang sehat. Mereka bertika berencana menjenguk Rani setelah pulang sekolah
Sayup-sayup terdengar suara gosip dari meja-meja sekitar, ribut membicarakan puluhan siswa, mulai kelas 2 hingga kelas 3.
"Ehh... Saya dengar kakak si ojik mengalami patah tulang di bagian tangan pas pulang s kolah"
"Si Captain basket juga, saya denger kakinya patah"
"Apa mungkin ini ada hubungannya sama anak yang kemarin, yang membuat masalah denannya"
"Mana mungkin, saya denger anak itu di kelas 1-2"
Masih banyak lagi gosip yang tersebar.
***
Di waktu yang sama, dalam ruangan, seseorang berdiri gusar memikirkan nasib anak buahnya yang dikirim kemarin.
"Apakah ada di antara kalian yang tahu cara dia mengalahkan puluhan orang kita?" tanyanya dengan gusar pada bawahannya, namun semuanya hanya diam membisu, karena semua tidak tahu apa yang terjadi.
"Bos, lebih baik kita langsung tanyakan pada salah satu teman kita yang ada di rumah sakit didekat sekolah kita" usulnya pada bosnya.
__ADS_1
"Haihh..., menyusahkan saja. Tapi ini demi kebaikan cecunguk-cecunguk yang ceroboh itu, walaupun mereka tidak kompeten namun mereka tetap bagian kita, kita harus balas dendam" ucap sang bos dengan mata penuh amarah.
***
Waktu terus berjalan hingga jam pelajaran untuk hari ini sudah habis, di tandai dengan suara bell sekolah yang cukup membengkakkan gendang telinga jika didekatkan di telinga.
Semua murid membubarkan dirinya dari gedung sekolah.
Namun ada juga beberapa murid yang tetap berada disekolah, karena mereka mengikuti jam pelajaran tambahan.
Chiko yang hendak pergi bersama Asti, Nina dan Asri untuk menjenguk Rani, dicegat oleh seseorang yang menggunakan jas hitam dengan dengan garis putih dan wajahnya menempel kacamata berbentuk persegi, dia adalah pak Randy.
"Chiko, bisakah kamu mengikuti saya, ada hal yang babak mau bicarakan denganmu, masalah pulang bapak bisa mengantarmu nanti" pinta pak Andy pada Chiko dengan senyum.
"Hmmm..., baiklah" balas Chiko pada pak Andy, "dan kalian, maaf saya tidak bisa ikut, saya kirim salam buat Rani 'semoga ia lekas sembuh'" Chiko mohon maaf pada mereka bertiga karena tidak bisa ikut kerumah Rani.
"Tenang saja, kalian juga jaga diri kalian. Baiklah, saya sama pak Andy masuk dulu" ucap Chiko dengan senyumnya.
(Note: masuk dulu \= masuk gedung sekolah)
Beberapa menit berlalu, diruangan pak Andy, Chiko duduk dengan santai dan terlihat dimatanya sedikit mengantuk. Dan tiba-tiba wajah pak Andy terlihat serius menatap Chiko.
"Chiko, saya tau kamu mematahkan puluhan murid di belakang gedung sekolah, tapi saya tidak akan membahas masalh itu, namun saya akan memberikan sedikit informasi" ucap pak Andy dengan tegas sambil memperbaiki kaca matanyanya yang sedikit turun.
Sebenarnya Chiko tak perduli tentang mereka, namun dengan informasi dari pak Andy, ternyata mereka cukup berbahaya karena bos dari Genk itu sendiri memiliki beckingan dari organisasi Amoeba group, dan organisasi itu cukup merepotkan apabila bergerak.
Dan Chiko mengetahui bahwa perusahaan keluarga AS sedang terancam karena terbunuhnya salah satu anjing dari Amoeba Group, yaitu Beny yang terbunuh dengan sadis oleh Chiko.
Memang mereka belum mengetahui siapa pembunuh Beny, namun mereka tahu bahwa ada hubungannya dengan keluarga AS.
__ADS_1
Chiko hanya khawatir terhadap keluarga AS, khususnya Astuti, Asti, dan Asri. Karena merekalah ia bisa hidup tanpa kekurangan makanan sampai saat ini.
"Chiko, bapak harap kamu bisa tidak bertingkah yang memungkinkan merugikanmu serta orang sekitarmu, dan jangan sampai Asti diculik lagi, ini akan berbahaya apabila Amoeba group yang bergerak untuk menculik Asti, karena cepat atau lambat mereka akan mengetahui identitas asli dari Asti," tegas pak Andy penuh dengan raut khawatir saat menyebut nama Asti. Dan itu juga yang membuat Chiko penasaran dengan identitas asli dari Asti yang saat ini ia lindungi.
"Mungkin kamu sangat penasaran dengan identitasnya, namun saya tidak akan memberitahukanmu tentangnya hingga ia yang menjawabnya" pungkas pak Andy, seakan-akan mengetahui isi fikiran Chiko yang sangat penasaran dan itu terlihat dari raut wajah Chiko.
"Baiklah, ini saatnya saya mengajak kamu ke suatu tempat yaitu Gate to Heavens"
***
(***Note: bener gk tulisan Heavens?)
Ikuti terus The Wicth In Another World.
Perjalanan masih panjang.
Siapakah sebenarnya Asti?
pak Andy (google)
MOHON DUKUNGANNYA, JANGAN LUPA
TAP LOVE β€
TAP LIKE π
TAP 5 RATE βββββ***
__ADS_1