
Hai namaku Chiko dan sudah 1 minggu sejak terlahir kembali di dunia yang baru ini
Aku terlahir kembali pada tubuh seorang pemuda, yang kondisi fisiknya sangat lemah karena kekurangan gizi. Dan tinggal di kos-kosan kecil yang selalu bayaran di tunda
Sang pemuda ini sangat pemalas, tiga hari sebelum aku di renkarnasi. Pemuda ini telah kehilangan perkerjaannya sebagai cleaning service disalah satu Bar kecil, di pinggiran kota
Karena pemuda ini lemah selalu menjadi korban bully dari teman, atau genk di sekitar lingkungan ini.
Namun, sebagai tanda terimakasihku telah menggunakan tubuhnya sebagai wadah Roh ku, maka aku akan berjanji merubah nasip pemuda ini.
---
Setelah membersihkan kostku, aku pun pergi untuk mencari kerjaan baru untuk menghidupi tubuh ini.
Akupun telah memasuki bar,restauran,hotel, dan warung kecil pun tak segan aku meminta perkerjaan. Namun hasilnya selalu sama, yaitu jawaban "TIDAK"
Hingga aku berjalan terlalu jauh, aku mendengar sebuah teriakan meminta tolong, akupun berlari menuju sumber suara. Disana aku melihit tiga wanita, yang sedang di hadang oleh tiga belaa preman.
"Tolong...!"
"Kyaaa... Tolong... Siapapun tolong!"
"hmmm... Jadi kalian hanya berani sama wanita lemah ya, apakah pantas disebut lelaki. Sangat memalukan" sindir Chiko sambil tersenyum sinis
Serentak semua preman melihat kebelakang, karna mendengar seseorang.
"apa maksudmu berbicara begitu bocah?" bentak salah satu preman dengan geram
"sudah jelaskan, kalian mengeroyok tiga wanita dengan puluhan orang " jawab Chiko dengan senyum, namun senyumnya terlihat menyeramkan.
"dasar bocah baj****n, ****** kau" ucap sang ketua preman sambil berlari mengarahkan tinjunya.
Namun.
Bug..
Sang ketua genk terlempar hingga puluhan meter, dan hampir tiga wanita itu terkena tubuh sang ketua preman.
Sebelum sang ketua pingsan ia berkata "apa yang kalian liat, serbu. Dan bunuh dia" ucap sang ketua
Puluhan preman menyerbu Chiko, namun chiko melawan dengan mudah.
Bugg...
__ADS_1
Baggg...
Bukk...
......
Semua preman itupun pingsan dengan wajah penuh lebam.
"anu... hmm terimakasih atas pertolongannya" ucap salah satu dari tiga wanita itu.
"tidak apa-apa, aku hanya kebetulan lewat" ucap Chiko dengan senyum.
"kalau begitu, perkenalkan aku Astuti" ucap Asri dengan senyum
"perkenalkan aku Asri" ucap Asri dengan senyum
"perkenalkan aku Asti " ucap Asti dengan senyum
"perkenalkan aku chiko, seorang lelaki biasa saja" ucap chiko dengan nada lemas, dan pingsan
---
Chiko pun sadar, dengan samar-samar ia melihat dua wanita dengan cantik.
"ini di rumah sakit dama karya" ucap Asti
Ketika Chiko ingin posisi duduk tapi kepalanya terasa sakit, karena menggunakan sihir penguat tubuh, namun tubuh yang digunakan sangat lemah dan belum makan dua hari
"Jangan terlalu banyak bergerak, kamu masih belum pulih sepenuhnya" ucap Asri dengan wajah senyumnya
"Tapi, aku tak punya uang untuk membayarnya" ucap Chiko sambil menahan rasa sakit
"Tanang, kami sudah membayar semua tanggungannya" ucap tenang Asti dengan wajah yang manis dan mempesona.
"hmm.. Kalau begitu terimakasih banyak, tapi bolehkah aku meminta satu hal lagi" ucap Chiko dengan wajah memerah
"kalau kami bisa membantu, dengan senang hati" ucap Asri dengan senyum
"Errr... aku belum makan selama dua hari" ucap Chiko dengan wajah memerah karena malu
"huff... hahahahahahahaha...," tawa Asti dan astuti
"tenang kami sudah menyiapkannya" sambil mengeluarkan kotak makan.
__ADS_1
Chiko pun makan dengan lahap, melupakan Asti dan Asri yang sedang memperhatikannya makan dengan rakusnya
"ahh... Terimakasih makanannya kak asti dan kak Asri" ucap chiko dengan malu
"enak saja manggil kakak, kamu jauh lebih tua" ucap asti dengan jengkel
"dasar sok tau" sambung astuti dengan wajah dingin
"sudahlah, maafkan aku nona asti dan nona astuti" ucap chiko dengan wajah polosnya
"sudahlah, ayo kak astuti kita keluar saja. Biarkan dia sendiri" gumam Asri sambil menarik tangan Asti
Setelah asti dan astuti keluar.
"salahku apa? memang dari dulu wanita susah difahami" gumam Chiko
---
Beberapa saat datanglah Astuti dengan membawa buah, dan berjalan mendekat pada chiko dengan senyum.
"selamat sore Chiko" ucap Astuti dengan senyum
"selamat sore" ucap chiko dengan membalas senyuman asri.
"bagaimana keadaanmu Chiko?" tanya asri
"aku sudah membaik dan boleh pulang" ucap Chiko dengan senyum
"Chiko, aku mempunyai tawaran untukmu. Apakah kamu mau mendengarkannya?" ucap astuti dengan wajah serius
"Tawaran apa?" ucap Chiko dengan wajah serius juga
"apakah kamu mau menjadi bodygard adik- adik ku?" ucap Astuti
------------------------------------------------------------------------
SUDAH DI REVISI
NAH BAGAIMANA?
KALAU MASIH ADA KESALAHAN TOLONG KOMENTARNYA
TOLONG TINGGALKAN JEJAKNYA π
__ADS_1