
Master?
"Mari ikuti saya Chik, kamu akan segera mengetahuinya" ucap pak Andy, dengan beranjak dari kursinya dan melangkah ke arah rak buku yang tidak jauh dari tempatnya duduk.
Pak Andy berdiri berhadapan dengan rak buku dan mengucapkan mantra.
"Lawang surge, Lawang suci, nenek kaji, endeng tulong bukak Lawang ne" ucap pak Andy merapalkan mantra.
(Note: pakek bahasa suku Sasak)
Setelah pak Andy mengucapkan mantra, tiba-tiba ruangan itu terasa sedikit bergetar dan membuat sebuah lingkaran yang bercahaya terang, dan itu menuju kearah dunia lain (another world)
Chiko yang melihat itu tidak sedikitpun terlejut, karena itu biasa di zamannya.Pak Andy pun melangkah menuju lingkaran cahaya putih, sembari mengajak Chiko.
Chiko melihat tangga menuju bawah, dan terlihat bangunan lancip namun terlihat megah serta begitu banyak penduduk yang berbagai macam jenisnya, serta beberapa jenis burung terlihat berpasang-pasangan, yang begitu besar terbang beriringan seakan-akan sedang menari dan bahagia.
Ditengah-tengah kerumunan beberapa ras atau suku, ada seseorang yang terlihat tidak asing baginya, di sekolah di kenal dengan guru yang cantik serta memiliki lekukan tubuh yang erotis tanpa lemak, dia adalah ibu Dewi,
Ibu Dewi di dunia ini dikenal dengan Dewi Van Elf, seorang putri mahkota dari Bing Van Elf dan memiliki wilayah di tengah hutan yang terawat dan indah alami.
"Apa kabar Chiko" sapa Dewi dengan senyuman menggoda, dipadu dengan bola mata dengan warna biru langit, serta rambutnya selaras dengan warna matanya.
(Note: di dunia ini, ibu Dewi/pak Andy di ganti dengan Dewi/Andy, tanpa ibu/bapak)
Chiko yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ternyata ibu Dewi yang dikenal adalah Elf.
"A~ha..., Saya baik-baik saja" jawab Chiko masih tak percaya.
"fufufu..., jangan melihatku begitu, nanti saya bisa jatuh cinta padamu, apakah kamu mau tanggung jawab?" Tanya Dewi dengan senyum genitnya.
"Ahahaha..., Maaf, maaf" pungkas Chiko.
__ADS_1
"Baiklah, bercandanya nanti saja dilanjutkan" ucap Andy sambil melerai mereka, "oh, ya. selamat datang di dunia kami master Chiko" lanjut Andy dengan takzim dan di ikuti oleh Dewi.
Belum sempat Chiko untuk terkejut, depannya sudah ada beberapa kepala suku hadir dengan mengucapkan salam pada Chiko.
"Ahh.., master?" Batinnya dengan bingung
Chiko langsung menatap Andy, menuntut penjelasan. Awalnya Chiko yang tidak mau tau tentang kehidupan disini, namun setelah melihat kejadian ini Chiko semakin tak enak hati dengan sikap semua orang.
Beberapa saat setelah kecanggungan itu berlalu, semua kepala suku dipersilahkan kembali untuk mengurus wilayah masing-masing.
Andy yang tiba-tiba punggungnya terasa dingin karena melihat tatapan tajam dari Chiko, namun belum sempat berbicara.
"A~ha~ha..., saya bisa jelaskan sambil berkeliling, master" ucapnya sambil tertawa canggung.
Mereka bertiga berkeliling di tepi danau yang luas, dan duduk di dekat danau dengan beratap pohon yang rindang dengan wangi yang khas.
Andy mulai menceritakan suatu kisah turun-temurun dari sesepuh dunia serta ras yang pertama menciptakan dunia ini.
***
"Paman Feng, ayolah bantu saya habisi bocah yang sudah mematahkan pulan temanku" rengeknya pada pamannya
Feng sendiri adalah salah satu Captain paling lemah pada divisi pembunuhan di organisasi Amoeba group.
"Bocah bodoh, apa kamu sudah terkena penyakit bodoh" dengusnya kesal melihat keponakan merengek karena meminta bantuan padanya. Dan meminta membantu membunuh anak sekolah yang masih duduk di kelas 1 SMA.
"Paman, bocah itu bukan orang biasa, dia mematahkan puluhan bawahanku dengan mudah dan memakan waktu kurang dari 20 menit" pungkasnya dengan membuat wajah sedihnya.
"Paman, kata salah satu bawahanku, waktu mereka memukulnya dengan potongan besi, namun besinya langsung bengkok" sambungnya dengan wajah sedikit serius.
Feng yang mendengar apa yang di ucapkan keponakan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Anak ini sudah gila" batinnya, kasian melihat keponakannya.
"Baiklah, kalau kamu memaksa, tunjukkan saya orangnya, dan tunggu kabar baik dariku" pungkasnya dengan seris.
Awalnya Feng tidak tertarik, tapi melihat keponakannya terlihat gila karena kekalahannya dan ingin membalaskan dendam karenanya.
Zang menunjukkan foto Chiko, yang di ambil oleh salah seorang anak buahnya.
Zang sendiri adalah bos dari Genk yang ada di sekolah tempat Chiko.
"Baiklah, ini cukup. Sekarang kamu pulang saja, jangan buat masalah baru, saya capek" serunya pada zang
Setelah cukup jauh dari Feng, terlihat senyum jahat seperti seorang baji*gan pasar, yang kerjaannya selalu malakin pedagang kaki lima.
"****** kau bocah, kau berani bermain api denganku. Maka kamu akan tau akibatnya, ha~ha~ha," gumamnya sambil di akhiri tawa jahat, seperti sebuah film horor dari odading mang oleh yang rasanya seperti anda menjadi Iron Man
***
***Terimakasih sudah mampir, semoga para Readers terhibur.
saya akan mencoba tetap up di jam 16:30 WITA. atau 15:30 WIB.
Dewi (ibu guru Dewi***)
MOHON DUKUNGANNYA, JANGAN LUPA
TAP LOVE β€
TAP LIKE π
__ADS_1
TAP 5 RATE βββββ