
Namaku saat ini Chiko, aku di renkarnasi oleh kaisar langit dengan berumur 25 tahun. Dulu duniaku penuh sihir, dan aku dijuluki dewa sihir.
---
"bodygard? Apakah ada masalah besar hingga butuh bodygard?" ucap Chiko serius
"iya, ini masalah sejak ayah dan ibuku terkena kecelakaan beruntun, dan mengakibatkan ayah dan ibu kami meninggal. Dan karena aku sebagai yang tertua di antara mereka, aku mewarisi perusahaan ayah namun dibalik itu semua banyak dari pamanku dan bibiku, selalu berniat mencelakai dan mereka tidak segan-segan mengirimi kami preman, seperti tadi pagi agar kami celaka, dan agar mereka mendapatkan warisan ini, huhuhuhu..." ucap Astuti sambil menangis mengingat kejadian tadi pagi.
"humm... Baiklah" ucap Chiko
"tapi, maukah kamu ikut sekolah dengan asti dan astuti. di SMA kencana kota?"
Chiko belum pernah masuk sekolah SMA, karena tuntutan ekonomi
"aku belum pernah sekolah SMA dan bagaimana bisa aku masuk di SMA elite, sekolah untuk orang kaya, sedangkan aku...," keluh chiko dengn pelan
"tenang itu bisa saya atur, yang penting kamu jaga keselamatan asti dan astuti" ucap Astuti dengan senyum
"owhh ya.. Sekarang kamu tinggal bersama kami, barang-barangmu sudah di pindahkan, dan sudah melunasi hutang kos mu selama empat bulan" sambung Astuti
"hmm..., baiklah dan terimakasih untuk semuanya" ucap chiko
"jangan begitu, seharusnya aku yang mengucapkan itu, karena sudah menyelamatkan kami" ucap Astuti dengan nada lembut
"baiklah, kelihatannya kamu sudag baik-baik saja, ayo kita pulang" ucap Astuti
"baiklah, aku ganti baju yang sudah disiapkan asti" ucap Chiko
Chiko dan Astuti melaju dengan freerary, salah satu merk mobil saat ini.
Dan merekapun sampai depan gerbang
----
"wahhhhh.... Apakah semua orang kaya rumahnya sebesar ini?" ucap kagum Chiko
"hmmm..." gumam Astuti tak mau menanggapi Chiko
"ahh... Sifat bodoh dan kampungan tubuh ini ikut kebawa" fikir Chiko
__ADS_1
"Silahkan masuk" ucap Astuti
"Selamat datang nona Astuti dan tuan Chiko" ucap serentak para pelayan
"sialan ngagetin aja, berapa hari mereka latihan sampe bisa kompak, ckckck..." fikir chiko sambil tetap berjalan di sebelah Astuti.
"ayo ikut, kita langsung makan malam. Sambil membicarakan yang tadi sore, bersama kedua adikku" ajak astuti sambil menuju ruang makan
Dimeja makan
"selamat makan...," ucap Asti,Astuti dan Asri dengan senyumnya
"selamat makan" ucap Chiko
Β
\-selesai makan\-
Β
"Asti, Asri mulai memasuki SMA, Chiko akan menjadi bodygard sekaligus temanmu. Aku tak mau melihat kalian salah pergalan dan aku khawatir kejadian yang kemarin terulang kembali" jelas astuti dengan serius
"tapi aku tak biasa untuk ikuti, apalagi oleh seorang pria" jelasnya sambil melirik Chiko
"kalau aku, ikut yang terbaik menurut kakak aja" ucap Asti dengan pipi yang mulai memerah
"baiklah, untuk Chiko. Kamu harus menjaga mereka berdua, tapi untuk Asri aku akan meminta untuk berbeda kelas dengan kalian berdua" ucap Astuti dengan tegas namun terlihat mempesona
Chiko yang sedari tadi hanya melihat percakapan adik dan kakak, hanya terliat memegang dahinya dan memejamkan mata
"Asti, antar Chiko ke kamarnya" ucap Astuti
"kamar? Chiko? Ehh... ah baiklah" ujar Asti dengan gerogi dan wajahnya mulai merona.
"selamat beristirahat" ucap Astuti sambil melangkah menjauh dan di iringi Asri
Asti pun ikut melangkah meninggalkan meja makan untuk mengantar Chiko kembali ke kamarnya, namun Asti hanya menundukkan kepalanya karena malu. Namun Chiko hanya bengong menatap Asti yang meninggalkannya dengan cepat dan menundukkan pandangan
"ukhty ukhty,.. Ckckckck liat di depan ada tembok" fikir Chiko
__ADS_1
"thukkkk" suara kepala Asti
"tuh kan apa kata author" Chiko
Chiko langsung menghampiri Asti, dan menglus dahi Asti yang memerah karna tembok. Bukanya sembuh ehh wajah Asti makin merah dan berlari meninggalkan Chiko, asti pun lupa dengan tugasnya
"Ehhh..., kamarku dimana?" gumam Chiko
----
Kamar Chiko
"ahhh..., Untung ada pembantu tempatku bertanya" gumam Chiko
Chiko susah tidur karena banyak teknologi masa kini yang ia ketahui tapi tidak pernah dimiliki atau dilihatnya.
Kamar Asti
"aah..., apa-apaan dia tadi, bikin kesal saja" gumam asti tapi tetap tersenyum malu dan pipinya mulai memerah, sambil memegang dahinya.
"Apakah aku suka padanya. Humm..., tidak-tidak itu tidak boleh terjadi" gumam Asti sambil menggigit bantal guling miliknya
Asti pun susah tidur hingga tengah malam, karena memikirkan jidatnya.
----
Chiko pun dibangunkan oleh pelayan untuk sarapan, dan karna Chiko begadang. Terlihat lingkaran tipis di mata chiko, begitupun Asti.
Saat sampai di meja makan, Asti dan Chiko datang bersamaan dan Asri dan Astuti sudah duduk rapi di korsi yang sudah di sediakan
"selamat pagi Asti" ucap Chiko sambil senyum pada asti yang berada tidak jauh darinya
Asti pun kembali mengingat kejadian tadi malam, dan langsung memalingkan wajahnya yang memerah
-----------------------------------------------------------------------
#***sudah di revisi, ababila menemukan kesalah tolong tulis di komentar, terimakasih
MAAF APABILA CERITANYA KURANG MENARIK KARNA INI KARYA PERTAMA.
__ADS_1
SEKEDAR INFO, CHTR 4 SUDAH MULAI MENGGUNAKAN SIHIRNYA WALAUPUN SIHIR KECILNYA
DUKUNG TERUS AUTHOR DENGAN LIKE,COMENT,VOTE DAN YANG BISA TIPS JUGA BISA***ππβ€β€