The Witch In Another World

The Witch In Another World
PENCULIKAN


__ADS_3

Asri dan Asri menjalankan kesibukannya, walaupun Asri berumur tidak beda jauh dengan asti. Tapi astuti lebih fokus untuk menjalankan perusahaan, Asri menjabat sebagai wakil direktur di perusahaannya


Sedangkan Asti selalu dirumah untuk belajar, di sekolah sebelumnya. Walaupun Asti anak orang kaya namun tak pernah memanjakan dirinya tentang segala bidang pelajaran, dan Asti selalu mendapatkan juara umum di kota. Karena itu ia dikenal khalayak orang.


Chiko dan Asti kembali ke kamar masing-masing, Chiko saat ini melatih sihirnya didalam bawah sadarnya. Chiko mengulang ilmu sihir yang dulu di kuasainya, namun hasilnya tidak sesuai yang di inginkan.


Yang bisa Chiko kuasai saat ini hanyalah sihir-sihir kecil, kekuatan sihir sendiri sama halnya dengan seorang mage dalam sebuah novel,komik atau anime di dunia saat ini.


Ilmu yang di kuasai saat ini oleh chiko, antara lain:


> bola api (fire ball)


> naga air (dragon water)


> memper kuat tubuh (Iron Body


> tameng (shield)


> hentakan bumi


> angin pemecah formasi


> mata elang dan burung hantu (eye of eagle dan eye of owl)


Chiko hanya menguasai ilmu itu, dan harus memperkuat fisiknya agar bisa kembali menguasai ilmu sihir tingkat selanjutnya, Chiko pun berbaring di tempat tidurnya.


Tokk...


Tok..


Tokk..


Suara pintu Chiko terdengar.


"masuklah" ucap Chiko yang sudah duduk di meja dekat ranjangnya


Asti pun masuk dengan menunduk malu.


"Ada apa Asti? Apa ada masalah?" Tanya Chiko


"hmmm... Maukah kamu pergi denganku ke mall, aku disuruh oleh kak Astuti untuk membelikanmu pakain. Dan aku tak tahu selera dan ukuranmu" ucap Asti sambil menggerakkan kakinya.


"sungguh imut *-*" batin Chiko


"baiklah, tapi sekalian kasih tahu saya di mana tempat fitnes yang terbaik dan sekalian nonton satu film, gimana?" ucap Chiko sambil senyum menggoda


"nonton film? Apakah kita sadang berkencan" batin Asti, dan wajahnya kembali memerah seprti kepiting yang di goreng, *ehh di rebus


"Baiklah, saya tunggu dibawah" ucap Asti sambil berlari karena malu

__ADS_1


"hahahahahaha..." tawa Chiko agak pelan


-----


Sesampai di mall


"kemana kita sekarang?" tanya Chiko (tanyakan peta, tanyakan peta)


"kita akan pergi, membeli pakaian untukmu" ucap Asti sembari berjalan menuju lantai dua mall, menggunakan Eskalator


Chiko yang dulu tak pernah pergi ke mall, dimana saat ini Chiko kagum melihat tangga yang lagi naik dengan sendirinya. Melihat Asti dengan santainya naik pada Eskalator, Chiko pun mencoba namun sedikit kesusahan.


Asti pun melihat Chiko yang kesulitan menggunakan eskalator, Asti pun turun dan memegangi tangan Chiko dan berjalan bersama.


**


Asti ikut mambantu memilih pakain yang cocok untuknya, dan mencoba satu per satu. Anehnya semua yang dicoba Chiko sangat cocok dan selalu membuat penjaga toko kagum. (apalagi Asti, jangan ditanya)


Akhirnya Chiko membeli baju yang cukup bayak, dan harganya cukup pantastis. Karena Asti mengajaknya pada toko merk brended saat ini


"sekarang giliranku, antar ke salon dan toko baju" pinta Asti dengan senyum manisnya.


Chiko yang baru berjalan dengan prempuan, yang tidak tahu artinya menunggu seorang wanita kalau sudah di salon, tapi Chiko memiliki firasat buruk saat Asti mengatakan Salon, punggungnya terasa dingin dan Chiko rasa ada mimpi buruk dibalik kata Salon untuk para pria.


Setelah 4 jam. Chiko menunggu keluarlah gadis dengan menggunakan kacamata coklat, dan wajah yang sungguh kacantikan alami dan di padu dengan rambut silver,biru langit berpadu menjadi satu.


Dan yang terpenting, dadanya yang menonjol membuat semua peria berhenti bernafas sejenak.



"Chiko...! Oeyy Chiko...!" ucap Asti yang sudah di dekatnya, dan mencubit Chiko yang tak kunjung berhenti menatapnya


"aww aww sakit..." ucap Chiko


"apakah kamu beneran Asti" ucap Chiko sambil mengelus pipi Csti dengan lembut dan membuat wajahnya cantiknya memerah dan kembali mencubit Chiko.


"aww.. Sudah, sudah aku percaya. Kamu sungguh terlihat semakin cantik" jujur Chiko


Wajah Asti kembali memerah dan bejalan meninggalkan Chiko.


"apakah kamu akan diam disana, apakah kamu tidak lapar" ucap Asti


"ahh... Iya, tunggu saya" ucap Chiko sambil mengejar Chiko.


Disamping itu, para lelaki yang melihat itu merasa patah hati.


---


"sekarang ke bioskop" ucap Chiko dengan semangat.

__ADS_1


"ayo.." ucap Asti


Sesampainya di bioskop


Chiko memilih menonton film harypotar karena lebih tertarik sihir yang digunakan.


Tak ada yang spesial yang meraka lakukan, tidak seperti kebanyakan orang pacaran di dalam gedung bioskop yang menonton dengan pelukan, bahkan yang dipojokan sambil ciuman.


Terlihat Asti tidak terlihat menikmati filmnya, berbeda dengan Chiko yang mononton dengan semangat dan sesekali mendengus kesal.


Akhirnya film selesai.


Karena sudah sore, untuk pergi tempat fitnes di tunda, dan besok sudah mulai mereka sekolah barunya.


Parkiran bawah tanah


Setelah mengangkut semua barang belanjaan, yang dibantu oleh pagawai toko untuk menaruh belanjaannya di dalam mobilnya.


Lampu parkiran tiba tiba mati, dan Chiko langsung meng-aktifkan eye of owl.


Chiko belihat beberapa orang sedang mengpungnya, dan Asti sangat ketakutan karana mendengar suara lompatan dan suara kaki yang sangat banyak.


"tenang lah" ucap Chiko sambil mengelus kepala Asti, dan membuat Asti lebih tanang


"serahkan wanita itu, maka kamu akan selamat" ucap salah seorang dan suaranya menggema dalam parkiran.


"tidak akan" dengus singkat Chiko, namun mebuat semuanya marah dan menyerang Chiko dengan tangan kosong


Chiko pun bisa menghindari sambil menjaga Asti yang ada di belakangnya, sesakali Chiko menggunakan sihir anginnya untuk menjatuhkan lawannya.


Dan salah seorang mengeluarkan senjata api dan memuntahkan peluru ke arah chiko.


dorrr...


Buggg...


Suara tembakan dan suara Chiko terjatuh, Asti menangis sambil memeluk Chiko.


Asti pun di bawa paksa menggunakan mobil hitam yang sudah disiapkan para penculik.


------------------------------------------------------------------------


#Sudah di Revisi, kalau masih ada kesalahan tolong komentarnya.


"Asti apakah kamu mencintai penjahat itu?" ucap Chiko


"tidak, Chiko" ucap Asti dengan menangis


"aku tidak menyangka, kamu terjatuh dalam pelukannya" ucap Chiko

__ADS_1


"cukup, Chiko. Cukuppp" ucap asti


Salam dari autor, jangan lupa nntn film roma dan dukung tulisan autor dengan vote,coment dan rate(5)


__ADS_2