
Brumm...
Brumm...
suara mobil para penculik yang baru saja di hidupkan, dan melaju keluar dari parkiran.
Chiko pun tersenyum dan bangun dari akting matinya.
Chiko bangun ketika mobil yang di kendarai penculik itu keluar menjauhinya, dan seketika itu Chiko berlari dengan bantuan sihir elemen angin nya.
Orang-orang yang melihat Chiko berlari, terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
---
Didalam mobil
"Jangan menangis, kami tidak akan menyakitimu selagi kamu tidak berbuat macam-macam" ucap seorang penculik
"maaf kan aku Chiko" gumam Asti sambil terus mengeluarkan air matanya
"ahh.. Lupakan lelaki lemah yang sudah mati itu, tuanku jauh lebih baik darinya" dengus seorang penculik yang lain.
Asti yang melihat Chiko tertembak tak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis dan mengucapkan "maafkan aku Chiko" terus ber-ulang ulang, hingga membuat para penculik tak lagi mengomentarinya.
---
Mobil para penculik itu berhenti di depan gedung bertingkat sebelas yang sudah tidak terpakai.
Terlihat seorang penculik menyeret Asti dengan kasar, dan langsung di pegang oleh dua orang untuk membawa Asti kedalam gedung.
Chiko yang dari tadi mengikuti mobil itu bersembunyi tidak jauh dari atas pohon.
Melihat tindakan kasar para penculik itu, membuat Chiko tak sabar menghabisi semua penculik itu.
Ketika Asti telah dibawa masuk ke dalam gedung. Chiko langsung bergerak cepat dalam malam yang menggunakan sedikit pencahayaan.
Chiko melemparkan kerikil yang di temuinya disekitar, dan lemparan Chiko langsung melesat melebihi kecepat peluru.
Wuushh...
krakk...
__ADS_1
brug...
Suara lemparan yang menembus kepala para penjaga, dan terjatuh
Semua penjaga yang ada diluar dihabisi dengan melubangi kepalanya dengan sebuah batu kerikil.
**
Asti trus dipaksa jalan ke gedung lantai dua, hingga tiba disana ia dihadapi oleh seorang cukup modis dengan potongan rambut klimis serta menggunakan sebuah brazer warna cream.
Asti melihat itu ia berkata "apa maksudmu dengan ink Beny" kata Asti penuh amarah
Pria itu namanya Beny seorang C.O sebuah prusahaan yang ingin berkerja sama dengan perusahaan keluarga besar AS. Namun selalu ditolak mentah-mentah oleh astuti, karena dia seorang pembuat onar dan selalu meninggalkan sebuah kejahatan dalam perusahaan yang berkerjasama dengannya.
"hahahaha... Jangan seperti itu nona Asti" ucap Beny sambil melangkah mendekat pada Asti dengan senyum bajingannya.
"jangan mendekat, atau kamu akan menyesal" teriak Asti dengan ketakutan.
Namun Beny trus mendekat hingga sampai di depan Asti.
"jangan takut, saya tidak akan menyakiti nona. Asalkan nona jangan berbuat yang merepotkan" kata Beny penuh nafsu sambil mencium rambut Asti.
"cuiih..." Asti meludahi wajah Beny dengan wajah jijik.
Asti pun di bawa oleh dua penculik itu, dan Asti pun menangis dan memberontak.
Dua tangan Asti telah terikat. Beny mendekati dan langsung mencium pipi kanan Asti sambil berkata "ini bukan salahku, tapi salahkan kakakmu karena tidak mau berkerjasama dengaperusahaanku, nikmatilah saat-saat ini" bisik Beny.
***
Dilain sisi Chiko sudah sampai di depan ruangan beny, dan langsung menyerang pintu dengan sihir anginnya
Wushh....
Duaaarrr...
Pintu ruangan itupun hancur tanpa sisa.
Chiko melihat seorang pria yang sedang mencium pipi Asti langsung dihajarnya dengan cepat hingga beberapa gigi pria itu jatuh dari mulutnya.
"si..., siapa kamu?" ucap pria itu dengan syok dan berlumuran darah dari mulutnya.
__ADS_1
"Chiko? Hiks..hiks..hiks" ucap Asti dengan tangisnya
Chiko melirik Asti dengan rasa bersalah dan sangat marah terhadap pria yang tersunggur di depannya.
"saya? Saya dewa yang akan merenggut kebahagiaanmu" ucap Chiko penuh amarah
"bagaimana bisa kamu bisa masuk kesini?" ucap Beny dengan takutnya
"Penjaga!" teriak Beny dengan amarah karena kesenangannya diganggu
"hahahaha... hahahaha..., penjaga yang kamu panggil sudah saya habisi semua" balas Chiko dengan tawa jahatnya.
"tidak mungkinn...! Penjagaaaaa.....!" teriak Beny, namun tak merubah apapun.
Chiko mendekati Beny yang sangat ketakutan karena tertekan oleh aura yang sangat menyeramkan.
"Lepaskan saya, saya akan memberikan apa yang kamu mau uang, wanita ataupun aku bisa memberikan kamu perusahaanku padamu. Asalakan kamu melepaskan saya" ucap Beny ketakutan
"aku ingin nyawamu, namun aku ingin melihatmu menderita dan merasakan hidup penuh kesepian" ucap chiko.
buggghhh...
krakk...
krakkk...
Suara tendangan dan suara patahan tangan dan kaki Beny, di iringi teriakan memilukan Beny
"Arrgggghhh..., maafkan aku!" pitanya Beny
Setelah berkata begitu, Chiko langsung menendang ******** Beny denagn beberapa kali tendangan, mematahkan kedua lengan dan kedua kaki Beny membuat Beny pingsan karena sakit yang luar biasa dan pingsan, lalu Chiko membunuhnya.
Karena digedung itu banyak bukti kejahatan Beny yang ternyata memperjual belikan organ tubuh manusia secara ilegal
Chiko pun mengambil handphone milik Beny dan memanggil kepolisian dan ambulan.
Dan Chiko langsung membawa pulang Asti yang mulai melemah karena kelelahan mental
------------------------------------------------------------------------
#*Chapter ini sudah di Revisi, kalau masih ada menemukan kesalahan tolong laporkan di komentar, agar author bisa memperbaikinya.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir, tolong tinggalkan jejak dengan like👍,komen🔥,vote🤗 dan rate (⭐5)
**SALAM HANGAT AUTHOR 👍***