
Genre: Game, School, Mistery, Fantasy, supernatural, Romance, Shounen
Chapter: 10 (Anak kaya)
__ADS_1
Pelayan mengantarkan mereka berdua ke kamarnya "Silahkan Tuan Ryuuki San, apakah ada permintaan lain yang ingin anda Katakan Tuan?" Pelayan itu bertanya "Tidak, ini sudah cukup." "Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Pergi meninggalkan mereka berdua "Ryuuki San apa benar ini rumah ibu anda?" Mayuri bertanya soal pemilik rumah ini "Apa kau masih tidak percaya? Ini adalah rumah peninggalan ayahku, jadi aku bebas melakukan apapun yang kumau. Tapi aku menolak untuk itu, karena ini terlalu mewah untukku dan juga aku di larang untuk keluar dari rumah. Aku tidak punya pilihan lain selain kabur dari rumah dan mengambil kartu kredit peninggalan ayahku, aku ingin hidup bebas di luar karena di luar lebih menyenangkan dari pada di rumah." "Ohh jadi begitu, pantas saja anda punya kartu kredit yang melebibi orang kaya lainnya." Memujinya soal kartu kreditnya "Yah itu sih tidak seberapa untukku. Sebaiknya kita bersiap-siap untuk memasuki tempat keluargaku, karena pelayanku sebentar lagi akan menjemput kita kesini lagi." "Baik Ryuuki San, kalau begitu saya bantu anda dulu untuk melepaskan perbannya." "Tidak usah, sebaiknya kamu mandi saja dulu. Aku hanya perlu mengganti baju saja, akan repot jika kamu selalu banyak membantuku. Bisa-bisa aku..." Tidak meneruskan kata-katanya "Bisa-bisa apa Ryuuki San?" "(Takut akan satu hal yang menunggunya di luar) B-bukan apa-apa, sekarang kamu bersiap-siap saja dulu ya." "Baik Ryuuki San, ngomong-ngomong kamar mandinya dari sebelah mana?" "Sebelah sana." Menunjukkan yang ada di sebelah foto besar ada pintu di sebelahnya
Selain itu di lantai atas "Sepertinya dia sudah datang, sebaiknya aku menyambutnya karena dia adalah adikku." Sosok yang begitu misterius yang membuat semua orang tunduk kepadanya "Baiklah kalau begitu, mari kita mulai gamenya."
__ADS_1
Setelah sampai "Hmm.. kenapa kau lama sekali di kamar?" Ibunda yang sedang menunggunya "Maaf (sambil menundukkan kepala) soalnya aku sedang menunggu Istriku." "Apa?! Kau sudah punya istri?! Sejak kapan?!" Terkaget melihat putranya sudah memiliki istri "Hmm.. mungkin sudah 1 minggu, jadi ada urusan apa ibunda?" Bertanya "1 minggu, sebaiknya kau duduk dan ceritakan semuanya apa yang terjadi dengan tubuhmu itu?" "Ini bukan apa-apa Ibunda, sebaiknya kita bahas hal lain yang ingin Ibunda katakan." Menanyakan urusan lain 'Ryuuki San dengan tenang bicara kepada ibunya.' Batin Mayuri yang terkagum dengan sikap Ryuuki di depan Ibundanya "Baiklah kalau itu maumu. Jadi kamu yang mengikuti Ryuuki dari belakang siapa nama.." terkaget melihat wanita itu karena kecantikan yang di milikinya "Na-nama saya Mayuri Yuuna, s-saya istri dari Ryuuki San (menundukkan kepala) s-salam kenal Nyonya Ryuuki." Memperkenalkan namanya dengan sopan santun "Cantik sekali.. ehemm.. silahkan duduk, apa kamu benar wanita yang dibicarakan oleh Ryuuki San?" Menanyakan hal yang dibicarakan Ryuuki "M-maksud Nyonya Ryuuki?" "Panggil saja Ibunda." "Ba-baik Ibunda." Wajahnya memerah ketika memanggilnya ibunda "Melihat wajahmu yang memerah lucu juga ya, sampai-sampai Ryuuki tersipu malu melihatmu." "M-mana mungkin, aku tidak tersipu malu." Pura-pura tidak tersipu malu "Mayuri apa kau mau tau saat dia masih kecil?" "B-boleh Ibunda, memangnya seperti apa waktu kecilnya Ryuuki San?" Bertanya ingin mengetahui masa kecil Ryuuki
Bersambung...
__ADS_1