
Genre: Game, School, Mistery, Fantasy, supernatural, Romance, Shounen
Chapter: 07 (Curse of The Moon)
"A-apa-apaan orang itu, dia bisa mengalahkan pasukan kita dengan mudah. Sebaiknya kita hati-hati terhadapnya, panggil pasukan lainnya dan kalau bisa habisi dia secara bersamaan." Sebuah pasukam yang kewalahan karena ada 1 orang yang misterius di hadapan mereka "Heheehee.. 'ctakk'." (Jdeerrrrr) menjentikkan jari "Ke-kekuatan di luar nalar, apa jangan-jangan dia itu adalah..." Terkaget akan kehadirannya "Ehh.. kau bilang apa barusan, aku tidak dengar apa yang barusan kau katakan. Bisa ucapkan sekali lagi?" "Curse of The Moon, apa maumu?" Terkaget karena sudah berada di belakangnya "Aku hanya ingin mengambil alih markasmu kok, jadi kalau kau memberikan markasmu padaku maka nyawamu akan selamat. Bagaimana? Apa kau setuju?" Memberinya 1 pilihan di antara 2 pertanyaan itu "Aku tidak akan melaku.. kan... 'Jleb jlebb jleeb jeeb jlebbb' uhkk!" Mengatakan sesuatu dan tertusuk "Apa? Apa yang baru saja kau bilang? Aku tidak bisa mendengarnya karena kau sudah mati. Heheehe.. ahahaahahahaha!!" Tertawa kegirangan karena melihat dia yang sudah mati "Sebaiknya aku menyingkirkanmu dari sini, aku sudah puas melihatmu mati." 'Bruukkk' melemparnya ke bawah gedung "Baiklah, sekarang apa yang...?!!" (Jdeeeerrrrr) "Uhuk.. uhukk.. sepertinya orang itu sudah bersiaga sejak awal, bagaimana aku bisa mengendalikan tempat yang sudah hancur begini. Sebaiknya aku bersih-bersih dulu, oh iya ngomong-ngomong luka yang barusan ku terima telah berpindah ya. Sepertinya aku tidak boleh berlebihan kepadanya, sebaiknya aku harus lebih berhati-hati lagi untuk serangan seperti itu, bisa-bisa dia cepat mati padahal aku belum bermain dengaanya disini." Mengatakan suatu hal yang penting "Baiklah, Siori sebaiknya kau keluar saja. Disini sudah aman kok, oh iya dan jangan lupa bersihkan yang di luar sana sebentar kalau bisa." Memanggil seseorang yang terlihat misterius "Baik, akan kulaksanakan Tuan Yuu." Kehadiran sesosok wanita yang berumuran 15-17 tahun yang sebenarnya dia tidak di ketahui umur yang sesungguhnya
__ADS_1
'Nama: Siori
Umur: ???
Hari Minggu jam 09:45 di rumah Mayuri "Hmm~ (sedang menyanyi) hari ini aku masak apa ya untuk Ryuuki San, aku harus membuat menu baru agar dia tidak bosan." Mencari buku resep di kamarnya "Kamu sedang apa Mayuri?" Ryuuki menghampirinya "Aku sedang mencari buku resep keluargaku, Ryuuki San tunggu saja disana. Aku pasti menemukannya kok, jadi Ryuuki San sebaiknya tunggu saja disana." Memberi taunya untuk menunggu saja "Hahhh kamu ini, sini aku bantuin." Menghampirinya untuk membantu mencarinya "Tidak apa-apa kok Ryuuki San, sebaiknya Ryuuki San tunggu saja sebentar saya tidak ingin merepotkan anda." "Tidak apa-apa kok, justru sebaliknya aku yang merepotkan kamu dari kemarin. Sebaiknya kita mencarinya bersama-sama, itu akan mempermudah pencariannya." Memberinya saran "Baik Ryuuki San." Mereka berdua pun mencarinya bersama-sama
__ADS_1
Beberapa menit kemudian "Oh disana." "Oh ini buku resepnya." Mereka berdua menemukannya bersamaan di atap lemari dan Ryuuki memegang tangannya Mayuri secara tak sengaja 'Ta-tangannya Ryuuki San hangat sekali, tunggu apa yang aku pikirkan.' Batinnya Mayuri dengan wajah memerah dan malu melihat ke arah Ryuuki "Kenapa Mayuri? Wajahmu sampai memerah begitu, apa kamu demam?" Bertanya "Ti-tidak kok Ryuuki San, s-soalnya tangan Ryuuki San emm..." malu mengatakannya "Ohh.. memangnya kamu tidak suka di genggam dengan tanganku?" Bertanya kembali "Ti-tidak kok, malah sebaliknya aku suka di genggam tanganku sama Ryuuki San. Kalau begitu mari kita buat makanan untuk malam ini." "Baiklah kalau itu maumu." Mereka berduapun memasak sampai malam
Setelah selesai memasak "Akhirnya selesai juga Ryuuki San." "Iya... uhukk.. uhkkk.. uhuk.." memuntahkan banyak darah dan tubuhnya tiba-tiba memiliki luka yang begitu banyak "Ryuuki San apa kamu tidak apa-apa? Kamu tiba-tiba memuntahkan banyak darah, dan juga tubuh Ryuuki San tiba-tiba memiliki luka yang begitu banyak. Apa yang terjadi Ryuuki San?"
Bersambung...
__ADS_1