The World Of PSP/PSP In The World

The World Of PSP/PSP In The World
Chapter 06


__ADS_3

Genre: Game, School, Mistery, Fantasy, supernatural, Romance, Shounen


Chapter: 06 (Menikah?!)


'Aku baru pertama kali melihat mukanya yang sedang tidur terlelap tanpa penutup mata, aku rasa dia masih mengantuk mungkin. Apa tidak apa-apa kalau aku mencium pipinya? (Wajahnya tambah memerah lagi) Tidak tidak, sebaiknya aku tidak melakukan itu. Aku memikirkan apa sih, sampai-sampai ingin menciumnya. Bisa-bisa dia terbangun dan berkata (mesum) mana mungkin dia bilang begitu padaku, aku rasa tidak ada pilihan lain selain satu kecupan saja di pipinya.' Batin Mayuri yang berniat ingin mencium di pipinya untuk pertama kali "Baik, akan aku lakukan untuk pertama kalinya buat dia." Menghampirinya dengan wajah memerah dan sedikit lagi hampir mau mencium pipinya " . . . ?!" Terbangun "kyaaaa 'plakkk'." Menampar Ryuuki dengan sangat keras "A-apa yang kau lakukan, kenapa kau menamparku?" "Ma-maafkan aku Ryuuki San, a-aku tidak bermaksud untuk melakukan sesuatu yang mesum, a-aku hanya melihat wajah Ryuuki San yang sedang tertidur lelap. Ja-jadi maafkan aku karena telah menamparmu." Meminta maaf dengan sangat kepada Ryuuki karena telah menamparnya "Aku pikir apaan, kau terkejut melihatku terbangun begitu saja ya. Tidak apa-apa kok, harusnya aku yang minta maaf karena tiba-tiba terbangun begitu saja." Meminta maaf kembali karena mendadak terbangun saat dia ingin mencium pipinya "Ti-tidak, harusnya aku yang minta maaf pada Ryuuki San karena aku terlalu dengan wajah Ryuuki San tadi." Mengatakan hal memalukan di depannya 'Ehh kenapa aku mengatakan hal memalukan lagi di depannya.' (Wajahnya bertambah memerah) "Mayuri kau tidak apa?" Menghampirinya sambil menatap wajahnya "Kyaaaa 'plakkk'." Terkaget dan menampar untuk kedua kalinya

__ADS_1


Setelah selesai makan "Terima kasih atas makanannya Mayuri, masakan buatanmu begitu enak." Memujinya tanpa pikir "S-sama-sama Ryuuki San, Ryuuki San tunggu sebentar." Menghampirinya "Itu ada sedikit nasi di pipi Ryuuki San." Mengambilnya dan memakannya "O-ohh.. terima kasih Mayuri." Tersipu malu "Ryuuki San apa kamu tidak sekolah hari ini?" Bertanya tentang sekolah "Oh iya, sekarang kalau tidak salah hari ini hari Kamis ya. Sepertinya aku tidak berangkat ke sekolah dulu untuk hari ini." "Memangnya kenapa Ryuuki San?" "Karena ini sudah jam 09:00 waktunya untuk belajar, aku akan menelpon guruku untuk hari ini aku izin sekolah dulu." "Ohh.. begitu." "Iya, ngomong-ngomong soal semalam apa kamu sudah memutuskannya belum?" Bertanya soal pertanyaan yang semalam soal dia ingin menikahinya "S-soal me-me-menikah?" Mengucapkannya dengan agak gugup "Iya, apa kamu menerimanya?" Bertanya kembali soal keputusan Mayuri "Iya Tuan Ryuuki San, aku menerimanya." (Menangis kebahagiaan) menerimanya dengan tulus "Ke-kenapa kamu menangis? Apa aku melakukan sesuatu padamu? Maaf jika ada kata-kataku yang menyakitimu." "Ti-tidak Tuan Ryuuki San, aku menangis karena bahagia. Aku baru pertama kali merasakan kebahagiaan seperti ini, aku.. aku bahagia Tuan Ryuuki San." Menghampiri dan memeluknya dengan bahagia "Ohh begitu, aku juga senang melihat kamu bahagia." Memeluknya kembali dengan erat


Di sekolah jam 10:00 ruangan guru "Apa kau bilang hahh?! Ryuuki izin sekolah hari ini?! Baru pertama kali aku melihat muridku izin sekolah, padahal dia adalah anak yang begitu baik dan sopan santun. Tapi hari ini dia tidak sekolah karena izin, apakah dia sedang berlibur? Atau jangan-jangan dia sedang belajar di kampus terkenal di kota 'Miyamoto' ini? Sebaiknya aku harus menyelidikinya mulai dari sekarang. Ahahahahahaha...!! Ehemm.. sebaik aku harus bersikap tenang kalau sedang di ruang guru."


Umur: 30 tahun

__ADS_1


Tanggal/bulan/lahir:19 Mei 1992


Di tempat kantin sekolah Hitoku "Heisuke apa kau tau kalau Ryuuki izin sekolah?" Bertanya soal Ryuuki "Aku tau, hanya saja.." memikirkan sesuatu "Hanya saja apa?" "Bukan apa-apa. Sebaiknya kita pergi ke rumahnya setelah pulang sekolah." Mengajaknya untuk pergi ke rumahnya "Ok, tapi sebelum itu aku telpon dulu dia." Menelponnya dulu "Tidak di angkat." "Kita jenguk langsung."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2