
Genre: Game, School, Mistery, Fantasy, supernatural, Romance, Shounen
__ADS_1
Chapter: 08 (Lelaki misterius)
__ADS_1
"Ryuuki San.. Ryuuki San.. dia tidak sadarkan diri, sebaiknya aku membersihkan lukanya." Membawanya ke kamarnya "Tunggu sebentar Ryuuki San, aku akan handuk dulu yang banyak. Semoga saja kamu baik-baik saja Ryuuki San." Berlari kesana kemari untuk mencari handuk "Ah ketemu 1 sebaiknya aku pakai dulu sebelum darahnya terus keluar semakin banyak, selain itu aku harus membuat air hangat untuknya." Berlari untuk membuat dulu air hangat setelah itu berlari untuk mengelap tubuhnya yang begitu banyak darah "Tubuhnya tiba-tiba memiliki luka yang banyak, apakah dia punya penyakit seperti itu? Sepertinya tidak mungkin, sebaiknya aku mencari handuk baru lagi soalnya ini sudah di lumuri banyak darah." Mencari lagi handuk dan dia mendengar suara air yang sudah siap untuk di hangatkan "Airnya sudah matang, aku siapkan dulu air hangatnya." Menyiapkan air hangat untuk membersihkan tubuh Ryuuki yang di lumuri darah "Sudah siap, sebaiknya aku harus buru-buru." Membawa airnya pelan-pelan agar tidak tumpah kemana-mana "Baik sepertinya aku harus hati-hati terhadap lukanya, kalau tidak di basuh dengan air darahnya akan terus menempel di tubuhnya." Mayuri pun membasuh tubuhnya secara perlahan agar tidak melukai lukanya yang begitu banyak
__ADS_1
"Hahh.. hah.. ahh.. haahh.. a-apa yang sebenarnya terjadi tadi, dia hanya mengatakan nama Yuu saja. Aku tidak tau siapa dia. Sebaiknya aku harus berhati-hati terhadapnya." Terbangun dan kaget akan hal apa yang terjadi barusan "Mayuri? Sepertinya dia menungguku sampai bangun, sepertinya dia sudah berusaha untuk menutupi lukaku tadi. Sebaiknya aku tidurkan saja dia di.. sepertinya tidak bisa, banyak darahku." "Hmm.. Tu-Tuan Ryuuki, a-anda sudah bangun?!" Menangis sambil memeluknya karena khawatir kepadanya "Aku baik-baik saja kok Mayuri, kamu nggak usah khawatir lagi." A-a-aku pikir Ryuuki San tidak akan bangun lagi." (Menangis tersedu-sedu) "Sudah-sudah, aku sekarang sudah baik-baik saja kok." "Syukurlah kalau begitu." Menangis dengan khawatir dengan keadaan Ryuuki "Ryuuki San sebaiknya kamu makan dulu biar cepat sembuh." "I-iya, kamu juga ya."
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1