
Namaku adalah Naina putri Wulandari, usiaku 22 tahun dan pekerjaanku adalah menulis novel dan cerpen dalam berbagai platform internet. Sudah lima tahun lamanya sejak pertama kali aku mulai menulis di bangku SMA. Tetapi meskipun aku sudah menulis berbagai macam cerita tidak ada satupun karyaku yang berhasil mendapat perhatian dari para pembaca. Awalnya aku mulai menyerah untuk menulis cerpen dan novel dan memutuskan untuk membuat karya terakhirku yang berjudul "Silvi dan Tuan Kaya Raya". Tanpa disangka-sangka karyaku kali ini berhasil memikat hati para pembaca dan mendapatkan kepopuleran yang lumayan besar dikalangan masyarakat. Banyak yang menantikan lanjutan dari karya ini. Aku begitu bahagia karena akhirnya karyaku ini akan diterbitkan menjadi sebuah buku.
Naina : " Dea, kamu pasti tidak akan percaya apa yang sudah terjadi padaku".
Dea adalah sahabat karibku yang sudah menemani dan menjadi teman sejatiku sejak aku masih kecil. Dea selalu mendukung dan melindungiku serta membelaku ketika aku dibully atau disakiti oleh temanku dulu. bahkan Ketika aku tidak mendapatkan dukungan dari keluargaku sendiri untuk menjadi seorang penulis.
Dea : " Hah, apa sih na? emangnya kamu kenapa?".
Naina : " kamu pasti sadarkan, kalau selama ini semua karyaku sangat sepi pembaca dan tidak menarik?. tapi tapi tapi ...."
Dea : " Tapi kenapa? jangan bilang kali ini karyamu diboikot? huhuhuhu ** aku ikut bersedih ya na? kamu jangan sampai bunuh diri ya!! aku tahu kamu sangat suka menulis tapi selama ini karyamu bukannya mendapat respon yang positif tapi justru dihujat dan ditinggalkan pembaca!!" (sambil menepuk bahu naina dan menangis)
Naina : " Bukan-bukan kamu ini menyemangati aku atau justru mengejekku sih? ah sudahlah masalah itu nggak usah dibahas dulu. Aku bukannya ingin memberikan berita buruk tetapi justru berita bagus. Akhirnya setelah sekian lama karyaku banyak dibaca orang dan bahkan berhasil menempati posisi 1 di website cctoon lho".
Dea : " hahh yang bener na? wah selamat selamat ya aku ikut bahagia mendengarnya akhirnya cita-citamu terkabul setelah pasang surut perjuanganmu ya(**)" (sambil menangis bahagia)
Naina : " huhuhuhu iya tapi kamu jangan nangis dong kan ini belum sampai di bagian highlightnya "
__ADS_1
Dea : " hah emang highlightnya apa?
Naina :" jadi kemarin ada sebuah perusahaan penerbitan yang datang menemuiku dan secara langsung ingin menerbitkan ceritaku menjadi sebuah buku"
Dea : " hah beneran????"(sambil menggenggam tangan naina)
Naina dan Dea saling berpelukan dan melompat kegirangan karena berita tersebut.
Setelah 3 bulan buku pertama milikku berhasil diluncurkan dan tidak butuh waktu lama bukuku langsung diborong oleh pembaca. kini aku resmi menjadi seorang penulis. Aku berniat untuk mentraktir sahabat karibku yang sudah menemani aku disaat-saat susahku. Malam itu aku pergi ke tempat Dea Bekerja untuk menemui Dea dan memberikan kejutan aku ingin mengajak Dea pergi ke restoran mewah yang selama ini dia impikan dan belum tersampaikan sampai saat ini karena selain harganya yang selangit juga reservasinya sulit.
Tiba-tiba ban taksi yang dikendarai oleh Naina meledak dan membuat taksi tersebut menabrak pematang jalan dan berguling berulang kali hingga membuat Naina terluka parah dan membuat Naina serta bukunya terlempar keluar. Naina yang setengah sadar tiba-tiba mengalami ingatan kilas balik seluruh perjuangan dirinya untuk berhasil memiliki buku tersebut namun sebelum dia berhasil sukses ia justru sadar bahwa dia sudah diambang Kematian. Didalam hati Naina ia masih memiliki penyesalan karena belum bisa menamatkan isi dari ceritanya tersebut karena buku yang sudah tercetak tersebut masih belum memiliki ending yang jelas. Ia memikirkan bagaimana pembaca setianya akan sedih karena hal itu. Tiba-tiba kilatan cahaya terlihat sangat terang didepan mata Naina dan tak lama setelah itu Naina tidak sadarkan diri.
Naina : (Dimana ini? apakah ini disudah di surga atau neraka? Tapi kok kelihatannya seperti di sebuah kamar ya tapi ini bukan kamarku ruangan ini terlalu besar dibandingkan kamar milikku. kau dimana ini?)
pelayan : " Nona Shasha apakah anda sudah sadar?"
Naina : " hah shasha? siapa itu Shasha? maksudmu kau berbicara dengan diriku?"
__ADS_1
pelayan : " Astaga ya Tuhanku. nona apakah nona tidak tau siapa itu Shasha?"
Naina : (angguk-angguk)
pelayan : " oh tidak, Tuan, Nyonya ada yang salah dengan kepala nona Shasha" (berlari sambil menutup mulutnya)
Naina : "Hah siapa itu Shasha? kenapa wanita tadi memanggil diriku dengan sebutan nona shasha? terserahlah yang penting aku harus menelpon Dea dulu dan mengabari bahwa aku baik-baik saja. Dia pasti sudah mendengar berita kecelakaanku dan pasti dia sangatlah khawatir mendengarnya" (bangkit dari kasur dan berjalan menuju ke meja rias yang ada diujung ruangan)
Naina berjalan sempoyongan menuju ke meja rias yang ada diujung ruangan, ia segera mengambil telepon rumah tersebut dan segera menelpon ke nomor milik temannya dea.
operator : " nomor yang anda tuju tidak terdaftar silahkan mengecek kembali nomor yang anda tuju"
Naina : "Hah apa kenapa? kok bisa nomor Dea tidak terdaftar. Ada apa ini?"
Naina : "Tunggu dulu kenapa badanku sama sekali tidak memiliki luka yang parah? padahalkan aku ingat sekali kecelakaan itu sangat dahsyat dan hampir menewaskan diriku"
Naina melihat kearah kaca didepannya. tubuh naina sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki luka yang serius. wajah Naina juga sama saja dengan diri dia biasanya yang selalu memiliki rambut pendek khas berwarna cokelat keemasan dan mata ungu yang gelap, hanya saja dari penampilannya pakaian yang ia pakai tampak lebih mahal dari biasanya. Naina menyadari bahwa ada sesuatu yang telah terjadi kepada dirinya.
__ADS_1