TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS

TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS
Hari pertama bekerja (2)


__ADS_3

Mata Shasha dan Alex yang saling bertatapan seakan memancarkan aura persaingan dan permusuhan yang dalam. Shasha yang merasa diganggu oleh Alex merasa posisi dirinya saat ini sangat buruk atau tidak menguntungkan karena Alex yang memimpin jalannya Rapat kali ini. Berdasarkan apa yang ingat didalam ceritanya Alex adalah salah satu orang yang selalu mengganggu rencana licik Shasha dan membuat kesialan bagi shasha sendiri. Hanya saja Alex yang ada didalam ceritanya hanya muncul beberapa kali saja bersama Shasha namun lebih sering muncul dengan sang MC yaitu Silvi. Meskipun didalam cerita tersebut ia hanya muncul beberapa kali dihadapan Shasha, tapi itu tidak bisa dijadikan patokan kemunculannya didepan Shasha yang saat ini. Karena ceritanya telah di ubah oleh shasha sendiri maka ada kemungkinan besar cerita akan berubah 50% atau lebih Termasuk rasio kemunculan Alex.


Shasha : " aih sial kenapa dia yang ada disana sih. mati aku"


Alex : dalam hati ( hemm kena kau )


Janeta : " selamat datang tuan Alex" lalu menatap kearah shasha dan berkata " karena tuan Alex selaku pemimpin rapat telah tiba, jadi saya langsung saja serahkan kesempatan untuk presentasi kepada Shasha selaku manajer pemasaran yang baru untuk langsung memulai presentasinya."


(tersenyum licik)


Shasha : (bengong menatap Alex)


Nina : " sha, sha, sha sekarang giliran kamu buat presentasi. "


Shasha : " ah " (terkejut) " iya"


Shasha berdiri dan maju menuju tempat ia melakukan presentasi.


Shasha : " eem selamat sore semuanya, saya Shasha selaku manajer pemasaran yang baru, hari ini saya akan mempresentasikan mengenai pemasaran produk terbaru dari ACorp yaitu bluetooth hansfree dengan dilengkapi GPS AI yang bisa mengarahkan arah. Sasaran pembelinya adalah para tunarungu dan tunanetra. hansfree ini juga dilengkapi alat bantu pendengaran khusus untuk para tunarungu. sekian presentasi dari saya selanjutnya saya serahkan kepada para investor dan dewan direksi serta pemimpin rapat untuk menanggapi produk ini "


Investor 1 : " saya rasa produk ini cukup menarik mengingat masih banyak para penyandang tunanetra dan tunarungu yang masih kesulitan untuk menentukan arah apalagi untuk pergi ke suatu tempat. "


investor 2 : " saya juga setuju "


Dewan direksi perusahaan : " produk ini memang menarik mengingat belum ada satupun perusahaan yang meluncurkan produk jenis seperti ini "

__ADS_1


Shasha : ( tersenyum bahagia )


Alex : " Tunggu sebentar, memangnya kamu yakin produk ini akan membawa keuntungan bagi perusahaan? bagaimana jika para penyandang tunanetra dan tunarungu juga tidak tertarik membelinya? ini akan sangat merugikan perusahaan. saya tidak setuju dengan ide ini jadi ulang semuanya dan buatlah sebuah produk dengan tingkat pemasaran yang menguntungkan bagi perusahaan"


investor dan para dewan direksi : " benar juga ya kata tuan Alex produk ini hanya bisa digunakan oleh orang tertentu dan belum tentu menguntungkan perusahaan"


Shasha : " tapi tuan, alat ini sangat bermanfaat bagi banyak orang. jika kita menyediakan produk ini kita tidak hanya mendapatkan keuntungan material tetapi juga pandangan baik masyarakat kepada perusahaan dan akan membuat nama baik perusahaan melambung serta dapat memperoleh perhatian banyak dari seluruh dunia"


Alex : " meskipun begitu, semua itu hanya akan diingat sesaat dan kemudian kehilangan pamornya nanti. jadi saya minta kamu mencari inovasi lain yang lebih dapat bertahan lama. baiklah ini keputusan terakhir saya jadi rapat ini saya akhiri, sekarang kalian Semua boleh bubar " (pergi meninggalkan tempat)


Para investor dan dewan direksi merasa bingung dan saling memandang satu sama lain. awalnya mereka ragu untuk pergi tetapi karena Alex telah pergi, jadi mereka mengikuti perintah Alex dan pergi meninggalkan ruangan hingga tersisa shasha dan Nina saja diruangan tersebut.


Shasha : " huh apa-apaan si Alex itu. apakah dia tidak melihat manfaat yang akan diterima perusahaan Dimata publik. lagipula kita kan bisa membantu orang yang membutuhkan dengan produk ini. Tetapi dia malah menolak dengan alasan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan."


Nina : " Yang sabar ya sha" (sambil mengelus dan menepuk tangann dan pundak shasha) " Tapi sha aku juga bisa memahami Alex sebagai salah satu orang yang memiliki perusahaan, dia pasti tidak ingin perusahaannya hanya mendapatkan pandangan bagus dan keuntungan sementara saja bagi perusahaan ini. lagipula perusahaan ini sudah banyak dikenal oleh pebisnis dunia jadi kita tidak perlu mencari perhatian lagi Dimata dunia".


Janeta : " Nina , Nina , Nina cepat kesini!!!" (berteriak-teriak)


Nina : " maaf ya aku sudah dipanggil ni, aku duluan ya"


Shasha : " ahhh menyebalkan, kenapa mereka semua mendukung si Alex itu sih. Dasar Alex aku pasti bakalan membuat perhitungan kepadamu karena menyulitkan aku, tunggu saja " (sambil sedikit menangis)


...


Alex di dalam kantornya.

__ADS_1


Alex : " lumayan juga dia, di hari pertama bekerja dia sudah membuat usulan produk rencana pemasaran yang bagus. Aku tidak mengira kemampuan dia akan sebagus ini mengingat dia masuk kemari dengan bantuan dari ayah, bahkan hampir saja aku menyetujui idenya. tapi karena aku tidak mau dia mendapatkan poin plus didepan kakak dengan membuat produk yang mengandung nilai sosial seperti itu jadi aku terpaksa menyulitkannya. padahal kalau masalah keuntungan itu juga sudah lumayan besar. lagipula membuat produk amal yang besarpun juga tidak akan merugikan banyak bagi perusahaan. sorry Shasha aku menyulitkanmu karena aku sudah tahu kalau kamu pasti membuat rencana ini bukan untuk perusahaan tetapi untuk menunjukkan kebaikanmu kepada kakak tapi sayang aku sudah tahu akal bulus mu shasha pasti kamu tidak menyangka kalau aku yang akan menjadi pemimpin rapat kali ini. seandainya kamu tulus mungkin aku akan menyetujui idemu itu."


pak Jo : " tuan, ada telpon dari tuan Andrew"


Alex : " ah baik bawa kemari."


Andrew : " hei lex, aku rasa aku akan sedikit lebih lama disini karena ada tambahan urusan. ngomong-ngomong kemarin aku bertemu dengan mantan cinta pertamamu disini apakah kau tau, ternyata dia masih jomblo Lex. aku rasa kamu masih punya kesempatan untuk mendekatinya. hallo Lex,Lex,Lex kau mendengarkan ku kan? Alex!!"


Alex : (bengong sedang memikirkan Shasha) dalam hati (apakah tadi aku terlalu kejam kepadanya ya? ah tidak mungkin dia akan menangiskan? dia kan si ular licik" "ah iya, tentu saja aku mendengarkan. kakak lanjutkan saja bicaranya aku dengarkan kok"


(kenyataan sama sekali tidak menyimak kakaknya)


Selama 30 menit Andrew mengoceh tanpa di perhatikan oleh alex.


Andrew : "oke aku lanjut nanti ya aku ada urusan dulu nih."


...


Di dalam toilet wanita


OB 1 : " apakah kau punya kenalan yang sedang mencari lowongan pekerjaan? aku mendapat informasi dari HRD kalau posisi OB ada yang kosong"


OB 2 : " ah tidak, semua kenalanku sudah bekerja "


OB 1 : " Ya sudah kalau begitu. ayo kita keluar semuanya kan sudah beres"

__ADS_1


dibalik salah satu bilik kamar mandi ada Shasha yang masih melanjutkan tangisannya atas dasar penolakan kejam idenya tadi.


Shasha : " emmm, aku harus melupakan masalah tadi, lagipula tujuan utamaku kan bukan bekerja disini tetapi membantu menyatukan para MC dengan lebih cepat agar aku bisa segera keluar dari novel ini. hehehe aku punya ide!!"


__ADS_2