TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS

TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS
Pertemuan (2)


__ADS_3

Shasha : " ah, mami " (langsung merangkul tangan Nyonya Arisen dan membawanya menjauh dari Silvi) "


Nyonya Arisen : " kenapa kamu malah bawa mami pergi? mami kan masih mau marahin tu anak sialan yang nggak tau diri!! lagi pula bagaimana cara gadis itu bisa keluar dan berdandan seperti itu? apa kamu yang sudah bebasin dia dan dandani dia jadi seperti itu?"


Shasha : " ituuu, jadi hari ini kan hari bahagia bahagia bagi keluarga Arisen yang tengah merayakan hari anniversary mami dan papi, beberapa orang pasti sudah tau soal keberadaan anak angkat keluarga ini kan, jadi kalau sampai dia nggak datang ke acara ini bisa-bisa nama papi sama mami jadi buruk. Itu sebabnya aku lepasin dan dan dandanin silvi biar nggak mencoreng nama keluarga mah. jadi buat hari ini mami tahan dulu ya rasa amarah mami, eemm yah "


(menampakkan wajah yang memelas dan meyakinkan)


Nyonya Arisen : " yah kau benar juga Shasha sayangku, rencanamu itu memang bagus untuk menjaga image keluarga kita dan kalau papimu itu sampai tahu kalau mami menyiksa anak sialan itu dia pasti juga akan kesal sama mami. Untung saja dia baru kembali dari dinas hari ini. Tapi kenapa kamu mendandani dia menjadi sangat menawan? seharusnya kamu mendandani dia sewajarnya saja."


Shasha : " ah aku hanya ingin mami tidak kena marah papi dan mendapatkan image buruk saja mami, "


...


Pembawa acara : " baiklah semua tamu dan keluarga sudah berkumpul mari lanjutkan acara kali ini dengan dansa bersama dimulai dengan bintang acara hari ini, kepada Nyonya Arisen dan Tuan Arisen dipersilahkan untuk ketengah ruangan dan memulai berdansa "


Tuan Arisen dan Nyonya Arisen memulai dansa tersebut hingga 1 bait lagu lalu disusul dengan para tamu pria yang mengajak para tamu wanita untuk ikut berdansa. setelah selesai berdansa 1 bait lagu Nyonya Arisen dan Tuan Arisen kembali kepinggir ruangan. tampak Nyonya Arisen berjalan mendekati diriku dan menarikku menuju Andrew. aku sudah bisa menebak bahwa dia pasti berniat menjodohkan diriku dengan Andrew.

__ADS_1


Nyonya Arisen : " Tuan Andrew, kamu kan sudah lama tidak bertemu dengan Shasha alangkah baiknya kalian bernostalgia dengan berdansa bersama kan?" (mendesak)


Shasha : " mami , tapiiii" (berbisik ditelinga nyonya Arisen)


Nyonya Arisen : " sudahlah cepat ini kesempatan kamu untuk mendekati pujaan hatimu tau. "


aku sempat bingung dengan situasi tersebut karena niat awalku adalah menjodohkan Andrew dengan silvi. Tetapi tak lama kemudian Alex datang dan menyambut tanganku terlebih dahulu sebelum Andrew.


Alex : " wah nyonya Arisen pasti tidak melupakan diriku kan ? bukankah teman masa kecil Shasha tidak hanya kakakku tetapi juga diriku Nyonya? jadi tidak masalahkan kalau aku yang terlebih dahulu mengajak dia berdansa?" dalam hati Alex (aku tidak akan membiarkan ular seperti dirimu mendekati kakakku yang naif itu shasha, aku pasti akan menghalangi setiap jalanmu untuk bergabung kedalam keluargaku lihat saja nanti, jika kamu adalah ular maka aku adalah rubah yang akan menghalangi setiap jalan busukmu itu)


Shasha : " ahahahahaha kau bisa saja tuan alex, kita memang sudah lama tidak berjumpa yaaa, kalau begitu ayo berdansa "


Alex : (tidak kuduga dia tidak menolak ajakan dansaku. biasanya dia akan berusaha mati-matian untuk terus menempel pada kakakku bahkan dia selalu menjalankan rencana licik yang tidak terduga. apakah dia sudah membuat rencana lain ya? kalau sampai iya, aku tidak boleh melepaskan mataku dari dirinya)


Andrew : " hahahaha kalau begitu silahkan kalian berdansa saja. aku akan mengajak gadis lain untuk berdansa bersamaku. Nyonya Arisen biarkan adikku ini yang menggantikan diriku berdansa dengan shasha. kalau begitu saya permisi dulu nyonya."


Nyonya Arisen : " ah tuan Andrew?" (sial kenapa jadi si anak kedua keluarga Anggara ini yang menemani putriku berdansa sih dia kan cuma anak kedua dari keluarga Anggara yang berasal dari wanita simpanan tuan Anggara yang tidak jelas asal-usulnya. meskipun sama-sama tuan muda dari keluarga Anggara tapi kedudukan mereka kan berbeda. aku harus mencari cara lain untuk mendekatkan Andrew dengan Shasha nanti.)

__ADS_1


akhirnya akupun mulai berdansa dengan Alex. meskipun aku berdansa dengan alex, aku masih memperhatikan jalannya rencanaku dari jauh. aku selalu mengawasi gerak-gerik Andrew dan Silvi.


Andrew : " maaf nona. apakah aku bisa berdansa dengan dirimu? " (mengulurkan tangan)


Silvi : " ahh , baiklah tuan " (menyambut tangan Andrew)


...


Alex : " hei kau kenapa kau terus menatap kearah lain hah? apa kau tidak sadar kalau dari tadi kau menginjak kakiku hah ? " (kenapa dia terus menerus menatap kearah kakakku ya?, pasti dia sangatlah marah karena tidak berdansa dengan kakakku dan sedang menyusun rencana liciknya)


Shasha : " hah?? aaakkuuu hanya sedang mengamati suasana di pesta ini "


mana mungkin aku bilang kalau aku tidak bisa berdansa dan sedang mengawasi Andrew dan Silvi kan. lagipula si Alex ini sebenarnya dia kenapa sih?. kalau didalam cerita dia memang sangat menyayangi kakaknya dan membantu mengahalangi si para wanita penggoda berbuat jahat kepada kakaknya dan merayu kakaknya kan dan bukannya dia nantinya suka juga dengan Silvi ya? dia bahkan sempat berselisih dengan Andrew demi mendapatkan cinta Silvi bahkan dengan kecerdasan yang ia miliki dia berhasil menggeser posisi Andrew sebagai pewaris utama dalam keluarganya. tapi karena dia terlambat jatuh cinta kepada Silvi makanya nasib percintaannya cukup tragis karena hanya bisa memendam perasaannya. tapi kalau benar dia mengejar Silvi maka aku harus menghentikan dirinya mendekati Silvi sebelum tragedi itu terjadi. Dia itu kan sama licik, cerdik dan lihainya seperti rubah. sepertinya aku harus menyusun rencana lain agar dia tidak menggangu jalan percintaan Silvi dan Andrew, dasar cowok pelakor. Yah walaupun semua itu aku yang setting tapi aku tetap sebal dengan karakter dia.


Shasha : (tiba-tiba menatap tajam kearah Alex)


Alex : "!!!"

__ADS_1


...


Malam itu acaranya berhasil berjalan dengan lancar dan baik. rencanaku juga sepertinya berjalan sesuai yang kurencanakan sebelumnya. Andrew dan Alex sering datang ke kediaman keluarga Arisen belakangan ini. Meskipun aku tahu bahwa mereka datang menemui Silvi, tapi sulit bagiku membuat Silvi bertemu dengan mereka jika masih didalam rumah keluarga Arisen, dengan pengawasan ketat dari Nyonya Arisen dan posisi Silvi yang masih dituduh membuat diriku kehilangan sebagian ingatanku, Silvi menjadi semakin sulit beraktivitas dan keluar rumah, alhasil hanya aku yang dapat menemui Andrew dan Alex setiap waktu mereka berkunjung. sepertinya aku membutuhkan siasat agar Silvi bisa bergabung dan cerita ini bisa segera mencapai ending yang belum terbuat itu. aku harus segera kembali keduniaku.


__ADS_2