TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS

TIBA-TIBA AKU JADI PEMERAN WANITA ANTAGONIS
Pindahan


__ADS_3

Siang itu aku memutuskan untuk berbicara dengan nyonya Arisen mengenai rencanaku pergi bekerja ke pusat perkotaan bersama dengan silvi. sebenarnya ini adalah satu-satunya siasat yang terfikirkan olehku untuk membuat Silvi keluar dari kediaman keluarga Arisen. meskipun rencana yang kubuat sudah kufikirkan berulang kali dan benar-benar matang, tetapi aku juga tidak yakin bisa membuat Nyonya Arisen mau melepaskan Silvi yang sangat dia benci itu.


Shasha : " Mami, ada yang ingin aku sampaikan kepada mami"


Nyonya Arisen : " apa itu sayang? "


Shasha : " aku berniat pergi ke pusat kota untuk mencari pekerjaan bersama dengan Silvi "


Nyonya Arisen : " APAAAA!!!!. tidak mungkin aku biarkan gadis sialan itu keluar dari rumah ini dan mendapatkan kebebasan "


Shasha : " Kebebasan??? tentu saja tidak mami. aku juga tidak mau Silvi sialan itu bebas. tapi asal mami tahu aku mendapat informasi bahwa perusahaan ACorp sedang membuka lowongan. mami tahu sendiri kan siapa yang ada disana ? kalau aku bisa masuk kesana, peluang aku menjadi pasangannya Andrew sangat besar dan mungkin aku bisa lebih cepat lagi menjadi menantu keluarga Anggara"


Nyonya Arisen: "Baiklah mami memaklumi niatmu untuk mendekati Andrew tapi kenapa harus dengan Silvi kesananya? memangnya apa hubungannya Silvi ? mami masih bisa memaklumi kamu jika ingin kesana dan menggoda Andrew tapi kalau Silvi ikut bukannya dia hanya mengganggu dirimu menjalankan rencanamu?"


Shasha : " tentu saja tidak mami. aku membutuhkan Silvi bukan untuk mengganggu rencanaku tapi untuk menjadi pesuruh ku. mami tau kan, harga perawatan apartemen dipusat kota sangat mahal dan belum lagi kalau aku kecapekan bekerja, memangnya mami tega aku harus membersihkan apartemen sendiri? kalau tanganku jadi kasar bagaimana? lagipula rumayan kalau kita pekerjaan dia bersamaku kita tidak perlu membayarnya dan uangnya bisa buat aku shopping dan perawatan untuk memikat hati Andrew kan ma?"


Nyonya Arisen : " kalau soal bersih" kita bisa suruh pelayan rumah ini yang pergi bersamamu kan?"


Shasha : gawat, kenapa susah sekali sih meyakinkan nyonya Arisen. " iya itu memang bisa dilakukan, tapi kan mami tau aku kalau bosan dan sebal pinginnya melampiaskannya dengan menghukum Silvi jadi kalau pelayan kita yang ikut aku tidak nyaman dan apakah mami tidak yakin dengan caraku menghukum sialan itu?"


Nyonya Arisen : " baiklah kalau begitu mami akan menyetujui permintaanmu, tapi pastikan dia menderita ya!!"


Shasha : " beres mam itu hal kecil yang biasa aku lakukan, aku pasti akan membuat hidup Silvi seperti di neraka ketika bersamaku "


nyonya Arisen : " itu baru anak mama"


baguss sepertinya rencana awalku berhasil. sekarang Silvi bisa keluar dari rumah ini dan aku bisa membuat Silvi menjadi semakin dekat dengan MC utama dari cerita ini.


...


setelah semua persiapan selesai akhirnya aku dan Silvi pergi ke pusat kota untuk bekerja di perusahaan ACorp. apalagi dengan bantuan dari mami aku bisa dengan mudah menjadi manajer pemasaran di kantor itu. tapi itu hanyalah berlaku untukku tidak dengan Silvi. aku harus mencari cara lain untuk membuat Silvi juga menjadi pegawai di tempat ini. apalagi aku tahu Silvi hanya lulusan SMA karena dia tidak diperbolehkan untuk kuliah oleh mami, jadi sulit untuk masuk kedalam perusahaan besar seperti ACorp. Pertama-tama aku akan pindahan dulu baru memikirkan masalah itu.

__ADS_1


Shasha : " Silvi kamu masuk dulu gih aku akan ambil barang-barang dilantai bawah."


Silvi : " apakah aku tidak salah dengar? kamu menyuruhku masuk terlebih dahulu tapi kamu akan pergi mengambil barang? kenapa belakangan ini aku merasa sikapmu jadi baik kepadaku ya sha?"


aihh gawatt sepertinya aku terlalu serius memikirkan berbagai rencana sampai tidak sadar kalau sikapku yang seharusnya kejam dingin dan licik menjadi baik. aku tidak boleh membiarkan Silvi curiga kalau tidak bisa berantakan semua rencanaku. aku harus segera kembali ke dalam karakterku yang ada didalam cerita.


Shasha : " ahahahahaha apa kau bilang? aku menyuruhmu masuk terlebih dahulu karena aku tidak mau membereskan apartemen lama yang berdebu itu. aku mau kamu masuk terlebih dahulu untuk membereskan semua yang ada didalam sebelum aku masuk harus bersih ya. lagipula aku turun tidak hanya untuk mengambil barang tapi aku mau bersantai dan jajan terlebih dahulu baru naik. lagian kan ada lift jadi aku juga tidak terlalu capek membawa barang bawaan itu. sudah sana pergi bereskan apartemen"


Silvi : " kukira kau benar-benar berubah menjadi baik ternyata sama saja. kalau begitu aku masuk duluan"


setelah Silvi masuk kerumah aku juga pergi kebawah untuk mengambil barang dengan lift.


Shasha : " fyuhh untung berhasil ngelesss "


setelah pintu lift terbuka. dukkk


Shasha : " awww. siapa sih yang sembarangan menabrak orang?"


Shasha : " ah iya, lain kali meskipun buru-buru jangan lupa lihat" sekitar terlebih dahulu ya "


pemuda ? : " ah iya permisi"


pintu lift tertutup


Shasha : " siapa dia ? apakah salah satu karakter dalam ceritaku atau hanya penghuni tanpa nama atau extra saja ya? tapi dia lumayan tampan. hehehehe . ahh aku mikir apa sih mending segera ambil barang dan bersantai di toserba dekat sini sambil memberikan waktu untuk Silvi berbenah dirumah. aku kan sudah terlanjur bilang mau jajan dulu tadi."


...


Didalam toserba didepan kasir.


pegawai toserba : " semuanya jadi Rp 52.000"

__ADS_1


Shasha : " ah iya sebentar ya mbak" ( merogoh saku ) mana ya uangku?


Alex : " permisi tolong, kimbab segitiganya 2 dan Air mineralnya berapa ya?"


Shasha : " alex ?? kenapa kamu disini? dan lagi tunggu antrian dong kan aku duluan!"


Alex : " lagian kamu lama sih. terus harusnya aku yang tanya kamu yang ngapain disini? ini kan dekat dengan kompleks rumahku. " dalam hati Alex (sial sedang apa dia disini? pasti dia ingin menggoda kakak lagi)


Shasha : " aku kan sedang mengambil uangnya kamu sendiri yang tidak sabaran. lalu aku tidak berkewajiban menjawab pertanyaan dari pria tidak tau sopan santun seperti kamu yang sukanya menyerobot antrian. ini mbak uangnya. humph " ( membuang muka dan pergi dari tempat itu )


Alex : " heyy apa katamu tidak punya sopan santun?? kamu yang perempuan berbisa bahkan setiap katamu semuanya racun tauuu. heyy kamu mau kemana hah??"


pegawai toserba : " maaf jadi mau bayar nggak ya mas ini ? dibelakang masih ada yang mengantri."


Alex : " ah iya berapa?"


pegawai toserba : " Rp.24.000"


Alex : " nih, sisanya buat kamu"


setelah keluar dari toserba dan mencari Shasha.


Alex : " sial kemana perginya ular itu? kok cepet banget sih ngilangnya padahal pendek kayak gitu. jangan-jangan dia pergi ke rumahku lagi. ahh sial"


...


Shasha : " ah sial banget sih aku ketemu pemeran laki-laki menyebalkan itu disini. kenapa juga harus ketemu dia sih? bikin mood rusak. datang" langsung nyerobot dan teriak-teriak benar-benar nggak ada akhlak tu orang "


dari kejauhan.


Alex : " ah itu dia siular. ketemu kau" (tersenyum)

__ADS_1


__ADS_2