
Namaku Dinda Cantika Putri ,bisa dipanggil Dinda, Cantika, maupun Putri. Tetapi kebanyakan orang memanggil namaku Nita. Umurku sekarang 12 tahun. Aku duduk di kelas 1 SMP, di SMP Negeri 1 Bandung. Sebenarnya susah sekali perjuanganku untuk masuk dan bertahan di SMP ini. Karena SMP ini paling terkenal dan yang paling terbaik di Bandung.
Pertama kali aku masuk SMP ini, perasaanku sangat senang bercampur dengan deg-degan yang lumayan tinggi. Maklum sih, soalnya kan hanya aku saja yang masuk SMP ini. Jadi, aku harus menunggu pengumuman sendirian tanpa ditemani teman-temanku.
Sangat sepi rasanya kalau tidak ada teman-temanku yang dulu. Serasa baru lahir dari dunia. Soalnya tidak ada orang yang ku kenal di sini. Akan tetapi, setelah beberapa lama, aku pun bisa mempunyai teman. Bahkan lebih banyak dibandingkan kelas 6 dulu. Tetapi, teman pun tak cukup bagiku. Aku mempunyai 2 orang sahabat yang selalu menemaniku, yaitu Pretty dan feby.
Pretty adalah orang yang pandai berpendapat, berambut panjang pirang dan cute. Dia suka membaca, maka dari itu banyak orang menjuluki dia "Si kutu buku". Dia pendiam tapi enak diajak bercanda. Dia suka makan seafood, pizza dan cokelat.
Feby adalah orang yang cepat tanggap. Pelajaran apapun pasti dia langsung pahami dan jarang ia catat. Orang banyak menjuluki ia sebagai "Si Cerdik". Selain cepat tangkap, ia adalah orang yang berambut sedang yang hitam lebat dan humoris. Bahkan dia adalah orang yang paling heboh di kelas. Dia suka makan junk food kecuali mie.
Kami bertiga selalu kompak dalam permasalahan apapun. Suatu hari, kami bertiga pulang sekolah bersama-sama berjalan kaki, rumah kami berdekatan. Ketika kami sedang di jalan, Tiba-tiba ada suara rem motor mendekati tanganku. Aku pun terjatuh dengan penuh darah di tangan dan sakit karena kepala terbentur di dekat trotoar.
Aku pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh orang-orang yang melihatnya. Pretty dan Feby langsung menemui kedua orangtuaku. Sesampainya di rumahku, pretty dan Feby langsung menangis gelisah ketika akan berbicara dengan Ayah dan Ibuku. Setelah diceritakan. Mereka langsung naik mobil Ayahku dengan melaju kencang ke rumah sakit.
Sesampaianya di sana, Aku belum siuman. Mereka sangat khawatir dengan keadaanku. Keringat dingin mereka rasakan dengan wajah cemas pucat. Mereka pun berdoa agar diriku cepat sembuh. Beberapa menit kemudian. Aku pun siuman. Mereka sangat senang diriku kembali pulih. Akan tetapi, kepalaku mempunyai banyak pendarahan, sehingga diriku harus dirawat di rumah sakit lebih lama.
Setiap hari Pretty dan Feby selalu membesukku sepulang sekolah. Seakan-akan aku adalah saudaranya. Diriku sangat bangga bisa mempunyai sahabat seperti mereka. Mereka tetap perhatian denganku meski diriku sedang sakit. Aku juga terus mengingat mereka dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.
Suatu hari, Pretty dan Feby membesukku dengan membawa buah-buahan dan bingkai foto beserta foto-foto kami bertiga. Semua foto ini mengingatkanku pada saat diriku di taman bersama mereka berdua. Pada waktu itu, Pretty membawa camera, Feby membawa laptop dan aku membawa tab Android. Pada waktu itu kami bertiga sangat berseragam dan sangat cute dan cantik. Mengingat kenangan dulu, aku sampai menangis diam karena terharu akan keindahan mempunyai sahabat.
Ulangan semester pertama akan dimulai dua minggu lagi. Untung saja keadaanku sudah mulai pulih. Sehingga aku hanya perlu banyak beristirahat. Dokter bilang kalau aku terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak pekerjaan, nantinya akan terjadi akibat yang fatal. Sehingga aku harus beristirahat yang cukup.
Keadaanku sudah lumayan pulih. Aku boleh pulang ke rumah dan bisa bersekolah dengan catatan memakai kursi roda. Sesampainya di sekolah, Pretty dan Feby langsung mengantarkanku ke kelas dengan membawa buku untuk pertama kali ulangan semester pertama dan pertama kalinya di SMP ini. Rasa gugup bercampur penasaran akan soalnya.
Hari demi hari kulewati bersama kedua sahabatku. Pulang sekolah bersamaan sambil membahas tentang pelajaran ulangan besok. Ulangan pun sudah selesai dan rasanya diriku deg-degan bercampur dengan rasa heran tentang nilaiku.
Pembagian rapot akan mulai diumumkan, ternyata Pretty mendapat juara satu dan Feby mendapat juara kedua. Ketika akan mengumumkan juara ketiga, tiba-tiba listrik mati, sehingga harus menunggu beberapa saat. Listrik pun mulai menyala, ternyata aku mendapat juara ketiga. Aku takut kedua orangtuaku marah dan kecewa padaku. Soalnya waktu SD dulu aku selalu mendapat juara kedua atau satu saja. Aku mendapat juara ketiga hanya sekali pada waktu kelas 5 SD, Hanya itu saja.
Ketika pulang menuju rumah aku langsung dijemput menaiki mobil. Sedangkan sahabatku hanya tersenyum dan langsung berlari. Aku curiga dan penasaran. Ayah dan Ibuku malah tersenyum mengajakku jalan-jalan, sedangkan diriku hanya tersenyum menahan rasa sedih.
__ADS_1
Mobil pun berhenti di depan rumah. Sesampainya di depan pintu, sambil membuka kunci ibu bertanya.
"kamu mendapat juara berapa nak?" aku bingung ingin menjawab apa. Soalnya aku gak mungkin bohong dengan orangtuaku. Tetapi, kalau aku jujur aku akan dimarahi habis-habisan oleh kedua orangtuaku. Lebih baik ku tersenyum sampai ibu menanyaiku benar-benar.
Ketika masuk kamar. Kamarku sangat rapi, harum, penuh dengan warna dan bersih. Ini yang paling aku sukai selama hidupku. Kubuka lemari bajuku, semua baju baru semua. Kulihat tempat tidurku. Ternyata sudah tidak ada sampah di bawah tempat tidurku. Ketika aku membuka lemari tempat bukuku, banyak buah dan surat untukku. Ternyata ini semua dari sahabatku. Aku menangis ketika membaca isi surat itu, dan aku langsung memeluk ibuku untuk berkata bahwa aku mendapat juara ketiga.
Ternyata mereka tidak memarahiku. Aku merasa bersalah kepada Ayah dan Ibuku. Ibu langsung memaafkanku dengan senyum mendukung sambil menjelaskan bahwa Pretty adalah orang yang sangat pintar. Ia mendapat juara 1 olimpiade IPA tingkat nasional dan juara 2 olimpiade IPS tingkat provinsi pada waktu SD dulu. Dan Feby adalah orang yang mendapat juara 1 lomba cerdas cermat tingkat provinsi dan juara 3 bulu tangkis cilik tingkat nasional mewakili Bandung. Aku mengerti kenapa sahabatku pantas mendapat juara 1 dan 2.
Siang hari ketika aku telah selesai makan siang bersama orangtuaku. Pretty sms-in aku untuk bertemu di taman jam setengah 3 sore. Aku mencoba untuk melepaskan tubuhku dari kursi roda, ternyata aku bisa melepaskannya. Aku sangat bersyukur karena aku bisa pulih kembali.
Sore harinya. Aku pun menunggu sahabatku di taman sambil duduk di kursi dekat tugu penungguanku biasanya. Sudah 20 menit mereka berdua belum datang juga. Aku pun merasa kesal dengan mereka berdua serasa ingin pergi dari taman ini.
Tiba-tiba, kejutan datang dari belakang kursi. Aku tak menyangka bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku. Mereka membawa buah, seafood dan kue yang di atasnya merupakan foto kami bertiga, aku pun merasa senang karena mereka juga senang melihat diriku.
Kami pun berfoto, berbelanja, makan-makan dan berenang bersama sampai jam setengah 7 maghrib. Ini merupakan kenangan yang tak terlupakan di dalam hidupku ketika bersama sahabatku. Sesampainya di rumah, orangtuaku tidak marah. Mereka memberiku sebuah buku harian dan baju gaun. Aku pun meneteskan air mata dan tersenyum terharu serta berterima kasih pada mereka.
Hari pertama libur, saya bangun kesiangan sampai jam 9 pagi. Pretty dan Feby sudah lama menungguku sejak jam 8 pagi. Aku langsung mandi dan bergegas makan untuk latihan berlari konstan. Aku membawa hp dan headset untuk menjadi penyantainya. Kami latihan berlari konstan sampai jam 10 pagi.
Bis pun sudah tiba, kami pun masuk dan mobil bus mulai berangkat. Pemandangan indah terlihat dari mata asli tanpa rekayasa. Persawahan dan perkebunan sangat indah mengiringi perjalanan kami. Aku sangat takjub karena keindahan kuasa ilahi.
"Pretty, Feby, apa kalian nggak ngantuk? Soalnya aku mau tidur nih." Pretty dan Feby pun menjawab pertanyaanku dengan serempak.
"Silahkan, kami belum ngantuk." Aku pun tertidur sedangkan mereka berdua menikmati pemandangan alam yang indah dan menakjubkan.
Beberapa saat kemudian, mobil pun berhenti. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Pada saat di tengah-tengah perjalanan di dekat persawahan, tiba-tiba kepalaku pusing bagaikan orang yang kelamaan berputar. Akan tetapi, aku tidak ingin menampakkannya kepada sahabatku. Kami pun melanjutkan perjalanan sambil bernyanyi dan bercerita serta memakan cemilan bawaan dari rumah.
Beberapa saat kemudian, akhirnya kami sampai juga di rumah nenekku setelah menempuh perjalanan beberapa meter dengan berjalan kaki. Kami tak menyangka halaman rumah nenek sangat kotor. Aku pun langsung masuk ke dalam untuk membereskan bawaanku dan makan serta bergegas untuk membersihkan halaman rumah nenekku. Pretty dan Feby barsantai karena terlalu capai sehabis menempuh perjalanan yang agak jauh.
Halaman pun sudah selesai dibersihkan, Nenekku sedang menjahit dan kami pun berfoto-foto bersama, Pretty membawakan lobster kesukaanku dan Feby membawakan bando untukku. Tiba-tiba, kepalaku pusing lagi dan aku mendadak pingsan. Kedua sahabatku mengangkatku menuju kamar dan berteriak memanggil Nenekku.
Aku pun langsung dibawakan ke puskesmas terdekat. Akan tetapi, aku belum siuman. Mereka mulai khawatir akan keadaanku. Mereka pun langsung membawaku ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah diperiksa oleh dokter. Tenyata aku menderita penyakit kanker otak. Akan tetapi aku tidak diberitahu oleh mereka. Karena mereka takut kalau aku mengetahui penyakitku aku akan menjadi lebih shock.
Keesokan harinya aku pulang dengan membawa obat. Pretty langsung menghubungi kedua orangtuaku dan menceritakan semua yang terjadi di rumah Nenekku dan menyuruh orangtuaku ke sini. Sedangkan Feby mengawasiku dan menjagaku serta memberi obat kepadaku dengan penuh perhatian. Aku pun meneteskan air mata karena terharu akan keprihatinan sahabatku kepadaku.
Hari keempat di rumah Nenekku, orangtuaku baru datang dan ternyata mereka membawakan sepeda kepadaku. Ketika sore hari, aku merasa batuk dan kelelahan dan akhirnya aku pun bergegas ke kamar mandi. Dan ternyata, ketika aku membuka tanganku dari mulutku, darah pun keluar dari mulutku. Aku sangat terkejut serasa ingin berteriak.
Feby masuk ke kamar mandi dan ia melihat darah keluar dari mulutku. Feby langsung terkejut dan ia langsung memberi obat dan tisu. Aku terharu dan bangga mempunyai sahabat seperti mereka. Aku pun langsung memeluk Feby dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Feby langsung tersenyum meneteskan air mata karena tak tega melihat aku terus begini. Aku pun menangis dan memeluk Feby erat-erat.
"Hey, kamu kenapa Nita? Kok kamu menangis? Hey, kamu bakalan terus bersama kami dan kami berdua selalu mengingatmu selama-lamanya di dalam hidupku. Tenang Nit, ayo kita periksa ke dokter. Mudah-mudahan gak terjadi apa-apa"
"Terima kasih Feby. Aku sangat bangga mempunyai sahabat seperti kalian. Aku banyak berhutang budi dengan kalian berdua" ujarku terharu
Tiba-tiba, aku pun langsung sakit kepala. Kepalaku terasa ditarik dan dipukul. Aku pun langsung pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Mereka sangat mengkhawatirkan keadaanku. Mereka menungguku lebih dari 20 menit.
Setelah beberapa lama menungguku. Dokter langsung membicarakan hasilnya.
"Sebelumnya saya memohon maaf dahulu dengan keluarganya Nita. Bahwa Nita akan bertahan hidup seminggu lagi, permisi" dokter menjelaskan.
Mereka semua langsung memanfaatkan kesempatan ini dengan bersenang-senang bersamaku.
Suatu hari, Pretty dan Feby membawaku ke terminal. Mereka membawaku sampai ke Jakarta. Kami pun bersenang-senang disana kami berbelanja, main game, berenang dan makan-makan serta menonton bioskop. Aku menghabiskan waktu selama 3 hari bersama kedua sahabat sejatiku setelah itu, kami pulang dengan penuh kejutan semua yang tak pernah aku harapkan dan tak pernah kusangka akhirnya terjadi dengan penuh kebahagiaan.
Tiba-tiba, mulut dan hidungku mengeluarkan darah. Kepalaku sakit sekali dan akhirnya aku dibawa ke rumah sakit. Aku pun langsung siuman. Mereka langsung menceritakan apa yang kualami sekarang. Aku pun menangis terkejut dengan penuh perasaan yang tak pernah kusangka seumur hidupku.
Aku menderita kanker otak stadium 4. Mereka menangis tak rela kehilanganku mereka lalu ke luar sedangkan Pretty dan Feby memberi surat untukku dan keluar segera.
Isi surat
"Untuk sahabat kami berdua yang selalu tersenyum, cantik dan cute. Jangan pernah melupakan kenangan kita dari dulu hingga sekarang. Kau harus tetap tegar Nita. Percayalah pada keajaiban. Dan jika keajaiban itu tidak ada, berarti ini adalah takdir. Ingat sahabat, kami tak akan pernah melupakanmu. Keajaiban di hidup ini datang karena karena Tuhan telah menakdirkan kita bertiga bersama. Selalu kita hadapi masalah bersama dengan penuh kerja sama. Percayalah bahwa semua ini adalah jalan terbaik dan Tuhan telah mengaturnya. Ingat Allah SWt akan terus bersamamu. Kami semua selalu mendoakan yang terbaik buatmu,"
Air mata bercucuran membasahi wajahku. Tiba-tiba aku langsung teriak kesakitan dan minta tolong. Dan aku pun tertidur untuk selama-lamanya dengan wajah tersenyum sambil membawa kenangan yang berharga bagi sahabatku.
__ADS_1
Semua orang yang mengenalku menangisiku. Termasuk kedua sahabatku. Mereka adalah pengganti orangtuaku ketika orangtuaku sedang pergi. Maafkan diriku wahai sahabatku. Aku telah pergi dan tenang selama-lamanya setelah apa yang kita lalui bersama.