
Malam hari di hotel kota samolo
"huh..... sialan kalian ingin membuat ku mabuk dan melayani pria tua itu, silahkan bermimpi saja"
Liza terus berjalan menelusuri lorong hotel
sambil menggerutu.
ia baru saja di tipu oleh kakak angkat nya Amel untuk datang ke hotel tersebut agar bisa menjadi pelayan di sana.
tapi ternyata pelayan yang dimaksud sangat berbeda, ia diminta untuk melayani pria tua seorang bos besar, agar perusahaan keluarga yui bisa bebas dari kebangkrutan.
Di tengah jalan dia bertemu dengan pria yang sangat tampan dan seusia dengan nya, pria itu berjalan dengan sempoyongan.
melihat pria itu Liza merasa simpatik dan hendak pergi membantunya untuk berjalan, tapi dengan nafas terenggah enggah pria itu
menarik tangan liza masuk ke dalam salah satu kamar hotel.
"lepaskan aku pria brengsek......!!!"
Liza beteriak & meronta. tapi tenaga pria itu lebih besar darinya ia mencekal tangan aira dan langsung mencium aira tanpa henti lalu menggendongnya menuju tempat tidur.
Malam itu adalah hari tersial bagi Liza, susah payah melarikan diri dari pria tua & malah di tangkap pria lainnya.
kasihan nasib Liza yang sangat tidak beruntung
Pagi hari yang cerah Liza
bangun tepat berada di samping pria tadi malam, ia melihat baik baik wajah itu dan mengingatnya untuk membalas dendam nanti.
pakaiannya liza yang sudah disobek pria brengsek itu semalam, akhirnya dia memutuskan untuk memakai pakaian pria itu.
sebelum pergi meninggalkan kamar hotel, liza menyempatkan diri untuk menulis sebuah pesan yang bertuliskan "nantikan pembalasan ku, kau sudah mengambil keuntungan dari ku jangan harap kau untuk tidak membayarnya kembali.
dari malaikat pencabut nyawa mu!!!!"
setelah pergi dari hotel mewah itu , ia kembali ke rumah keluarga angkat nya yang sangat Liza benci.
__ADS_1
"dengan siapa kau tidur semalam?"
baru saja Liza masuk ke dalam rumah ayah angkatnya sudah bertanya dengan senyuman tipis
"yang jelas bukan dengan pria tua yang kau kirim untuk menjebak ku"
Liza menjawab dengan santai dengan tatapan dinginnya
"kau wanita jala** tidak tau diuntung!!!
kami sudah merawat mu dan beginilah cara mu membalas"
nyonya rumah meri membalas perkataan Liza
dengan suara teriakan yang sangat keras untuk menghinanya
"oh....maaf,aku tidak ingat kapan bibi meri pernah merawat ku, jadi sejak kapan aku berhutang pada kalian?"
"Liza jangan melewati batasmu ayah & ibuku sudah memberikan tempat tinggal yang layak untuk mu selama ini"
amel kakak angkat liza juga ikut bicara sambil memanaskan suasana.
"besok aku akan mengatur pernikahan mu dengan bos yang kau tinggalkan kemarin malam kamu tidak boleh menolak"
ucapan ayah angkat Liza membuatnya sangat marah, ia yang sudah tidak tahan diperlakukan seperti pion oleh mereka bertiga.
"Aku bukanlah bagian dari keluarga ini jadi sekarang aku keluar dari rumah ini"
"apa yang kau katakan, kau belum
membalas jasa kami yang sudah merawat mu"
Liza berjalan menuju kamarnya tanpa memerlukan perkataan orang tua angkatnya untuk mengemasi barang barang nya.
selang beberapa waktu Liza keluar membawa dua koper berisi barang barangnya dan satu tas lagi berisi gepokan uang tabungannya selama beberapa tahun ini.
"uang ini adalah bayaran untuk jasa kalian"
__ADS_1
Liza melemparkan sebuah tas yang berisi uang ke pangkuan ayah angkanya.
mereka bertiga tersenyum sangat senang, karena uang itu cukup untuk menutupi kerugian kerugian perusahaan.
"hahaa.....
Jangan senang dulu, suatu hari aku akan mengambil kembali uang itu dan menagih bunganya"
dengan tatapan dingin dan senyum tipis Liza meninggalkan rumah itu.
mereka tidak menghiraukan ucapan Liza dan membiarkan nya pergi tanpa melihatnya keluar.
setelah keluar dari keluarga itu, liza merasa bebas dan ia memutuskan untuk pindah
keluar negri untuk memulai hidup baru yang ia impikan selama ini.
di sisi lain di dalam hotel kota samolo
Jordan melihat catatan yang ditinggalkan
Liza
ia tidak terlihat kesal, malah tertarik untuk mengetahui siapa wanita yang tidur bersamanya semalam.
"Sen tolong periksa wanita yang tidur bersama ku kemarin malam"
sudah 1 minggu sejak kejadian di hotel, sen masih belum menemukan petunjuk satupun tentang gadis yang bersama bos nya malam itu
"sudah 1 minggu kenapa kau belum menemukannya sen...!!!"
"ma...ma....maaf...bos petunjuk tentang gadis itu selalu berakhir di jalan buntu, kemungkinan gadis itu sudah menghapus semua jejaknya"
jordan sangat emosi mendengarnya, belum pernah ada orang yang berhasil lari darinya. apalagi dengan statusnya sebagai salah satu satu ketua mafia besar,itu merupakan sebuah aib baginya.
"hahaaa.....aku tidak mau tau walau butuh seumur hidup untuk mencari wanita itu aku tidak akan berhenti mencarinya"
tanpa sadar Jordan tertawa seperti bukan dirinya yang selalu dingin.
__ADS_1
yang membuat sen bingung melihat sikap bosnya yang tidak pernah seperti ini.