
"apakah kita ke berlibur ke pantai"
liza yang masih berumur tujuh tahun sedang merapihkan barang barang bersiap untuk berlibur bersama kedua orang tuanya
"iya sayang, sesuai janji mamah papah kita pergi berlibur ke pantai" dua bola mata yang berbinar langsung berlari memeluk memeluk kedua orang tuanya.
"Benar benar indah" Liza melihat sekeliling nya dan mengeluarkan kepala melalu jendela mobil menarik napas dalam ingin berteriak
"liz.......jangan mengeluarkan kepala bahaya"
Nalan lazker ayah liza menarik tangan liza yang sedang memegang kaca mobil
"dorr....ahahh...."
peluru yang menembus kaca mobil tepat mengenai kepala supir yang membuat mobil tidak stabil dan bertabrakan dengan truk bermuatan pasir ibu dan ayah liza kaget dan langsung memeluk Putrinya itu
"mah....ayah.....bagun cepat bagun....."
liza menangis melihat kedua orang tuanya berlumuran darah ,
tak lama kemudian polisi dan ambulan datang
"korban kecelakaan ada tiga dan satu anak gadis selamat sungguh sebuah keajaiban"
kecelakaan yang membuat orang tuanya meninggal selalu menghantui liza
"ini semua salahku salahku ini semua salahku aku yang memaksa ayah untuk ke pantai"
liza menangis di pelukan polisi yang yang mengurus kecelakaan itu
di kantor Polisi
sepasang suami-istri dan satu anak perempuan yang berumur sekitar tujuh tahun datang menghampiri liza
"liza mulai hari ini kamu akan tinggal bersama pamannya dan bibi" meri bibi yang menjadi orang tua angkat liza memeluk liza dengan erat
"nasib anak ini benar benar malang" meri menangis mengeluarkan air mata palsu
liza merasa nyaman di pelukan ibu angkat itu.
beberapa bulan setelah liza memasuki keluarga angkat nya itu
"pakk....
1dasar sampah apa kau tidak bisa melakukan tugasmu dengan benar"
Amel kaka angkatnya menampar liza menjatuhkan segelas susu yang mengenai baju Amel.
"maaf aku tidak sengaja tolong jangan beritahu kepada bibi" liza ketakutan dan berlutut di kaki kakak angkat nya itu
"baik lah aku tidak akan memberitahu ibu asal kau berlutut dan meminta maaf selama 100x di depan ku"
liza langsung berlutut tepat di depan kaki Amel
liza yang diperlakukan lebih kejam dari seorang pembantu.
makan malam keluarga angkat
"liza apakah kau hanya bisa memasak ini bahkan kucing saja tidak akan mau memakan ini"
masakan yang terlihat enak,
selalu dihina oleh ibu angkat nya itu.
segelas air disiram kepala liza yang membuat nya basah
__ADS_1
setia hari ia hanya melewati kehidupan yang penuh siksaan yang membuat tekatnya untuk membalas dendam kepada keluarga angkat yang sudah tida memperlakukannya layaknya seorang manusia.
"aahhhahhah....."
liza terbangun menatap melihat tiga anaknya yanga sudah berada di sampingnya
"mah....mamah kenapa"tanya Jeni dan Jeremi serentak.
" tidak apa apa aku hanya bermimpi buruk"
liza menjelaskan itu hanya mimpi buru biasa
tapi yang sebenarnya ia bermimpi tentang kematian dan apa yang sudah dilakukan keluarga angkat nya dulu kepadanya.
"mah kamu tadi berteriak beberapa kali.
yah mah jerry menagih terus yang membuat kami takut" jeni dan jeremi menjelaskan apa yang terjadi kepada ibunya itu.
"sudah....mamah minta maaf sekarang lanjut tidur bareng mamah,kalian harus sekolah besok"
pagi hari
jerry yang bangun lebih dari ibu dan kaka kakaknya pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit kemudian
"aaahhhh sudah pagi, jeni Jeremi bangun bersiap hari ini kita akan mendaftarkan kalian ke sekolah baru
liza yang melihat ke kanan dan ke kiri mecari putra putra nya satu lagi
"jerry ada di mama"
tanya liza yang masih setengah sadar dan setengah di alam bermimpi
beberapa saat setelah sadar liza pergi menuju dapur untuk menyiapkan saran untuk anak anak nya
"haaahh.....siapa yang menyuruhmu memasak "
liza terlihat seperti monster rubah ekor sembilan gigi yang tajam hampir menerkam Jerry
"mah coba cicipi sayur yang baru saja aku masak"jerry berusaha mengalihkan perhatian liza " cussssss"jerry berlari meninggalkan ibunya yang sedang mencicipi sayur yang ia masak "maaf mah....."
sekolah baru
"baiklah kalian belajar dengan baik,mamah pergi berangkat kerja dulu" setelah selesai mengurus sekolah si kecil liza berangkat untuk mengurus proyek besar.
kontrak kerja dengan perusahaan Black blush group
"huhh...aku terlambat apa gunanya kau pindah kembali ke negara ini kalau kontrak kerja tidak ada" liza yang mengemudi mobil begitu cepat ia juga beberapa kali menyalip kendaraan di depannya mirip seperti valentino rossi yang menyalip lawan di depannya.
sesampainya di kantor cabang Black blush group
liza berhenti di depan kantor petugas yang mengurus parkir
"aku terlambat 5 menit" liza berlari meninggalkan mobil di tengah jalan parkir
"Hai nona kamu tidak boleh parkir di sini cepat pindahkan mobil mu"
petugas yang berusaha menghentikan
"maaf Pak tolong urus mobilku"
tanpa melihat petugas liza berlari menuju kantor Black blush group
di ruang tunggu
__ADS_1
"sudah 15 menit kenapa bos belom mu keluar sudah lama saya menunggu di sini "
liza yang sudah lama menunggu bertanya kepada salah satu pekerja
"baik bu saya akan menghubungi tuan sen"
pekerja yang susah menelpon sen menjelaskan yang baru saja di sampaikan melalui telpon "baik tuan sen"
"maaf ibu liza akibat ibu terlambat 5 menit tua sen menyuruh untuk menunda kerja sama"
liza yang kesal mendengar penjelasan yang disampaikan sen melalui pekerja yang menelpon sen.
liza kesal dan memarahi petugas dan menyuruh menelpon lagi
"hanya terlambat 5 menit saja siapa bos mu suruh keluar aku yang akan berbicara"
"suruh dia menunggu saya akan keluar menemuinya"
pekerja yang yang menelpon sen menyuruh ia keluar untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan liza
"ting"
orang yang keluar melalui lif mengenakan kemeja putih dan jas hitam berdasi merah tua bergaris yah itu adalah sen sekertaris pribadi Jordan cano Xavier
"maaf nona liza karena anda tidak datang tepat waktu harap nona liza mengatur ulang pertemuan"
sen menjelaskan kesalahan yang dilakukan liza
"hanya terlambat 5 menit saja kenapa harus mengatur ulang pertemuan memang bos mu tidak bisa menyempatkan waktunya hanya untuk menandatangani kontrak tidak kurang dari lima belas menit yang sudah ku habiskan di sini"
mata sen yang membulat dan terbengong mendengar bentakan liza yang tanpa henti.
"baik baik saya akan mengatur ulang jadual tuan Jordan untuk pertemuan ulang"
sen yang pusing mendengar liza memutuskan untuk menyetujui permintaannya
"besok saya akan menelpon nona liza untuk pertemuan bersama tuan"
"baiklah aku akan menunggu kabar baik darimu"
liza akhirnya mengalah dan dan pergi menuju salah satu petugas perempuan yang ada didekat pintu keluar
"ada pulpen?"
lisa meminjam pulpen wanita itu .
"tukk
ahh.... kenapa kau melempar pulpen begitu keras"
sen yang terjatuh akibat lemparan pulpen yang tepat mengenai kepala sen.
"aku akan memberikan pelajaran lebih dari ini apabila kau tidak menghubungi besok"
"ba... baik baik nyonya"
sen yang di sebut pria dingin dan kejam
hanya terdiam melihat liza berbuat kasar
kepadanya
"apakah itu benar benar tuan sen?"
para karyawan wanita yang mengagumi sen sangat kesal melihat liza
__ADS_1
hay wanita rendahan kau tidak pantas di sini dan melakukan tidaknya sesukamu seakan ini perusahaan ini adalah milik mu.
liza keluar tanpa memperdulikan semua wanita yang menghinanya