
" hey kasih dia minum dulu kau ini kasian Donna" ucap Neela mengulurkan tangan untuk memberikan minum
"hehe maaf tadi aku sangat khawatir saja" ucap Alessa membela diri
Donna meminum dengan cepat sampai habis lalu berjalan ke dapur untuk menaruh gelas yang ia pakai untuk minum
" bagaimana kalau kita pergi ke cafe saja yang ada di dekat rumah saja"ucap Alessa
" boleh sekalian tenangin diri aja gimana Donna pasti mau dong" ucap Neela membujuk Donna untuk pergi keluar bersama
" ya sudah aku ikut ayo kita pergi tapi naik mobil ya " ucap Donna memberi syarat
" oke deh bentar ya aku telfon supir untuk bawa mobil honda brio kecil itu kesini " ucap Neela sambil mengambil hpnya yang ada di saku bajunya itu
" ok deh " ucap Alessa
__ADS_1
setelah menelfon mereka bersiap siap lalu turun ke bawah untuk menunggu mobilnya itu sampai dan tak lama mobil mereka pun sampai di basement VVIP
" makasih lho ya jef " ucap Neela kepada supir muda itu
mereka bertiga langsung memasuki mobil dan melajukan mobil itu dengan kecepatan normal sambil bercanda dan tertawa riang untuk menghindari perasaan aneh
" Neel nih mobil kenapa gak dijual aja sekarang agak ngerasa gak nyaman "ucap Donna
akhirnya mereka tidak jadi ke cafe mereka pergi untuk menjual mobil itu dan pulang dengan taksi saat sampai di apartemen Neela menelfon Papanya meminta satu mobil kebangsaan Papanya yaitu indonesia dimana ia meminta satu mobil untuk dirinya dan Papa Neela setuju dan Papa Neela meminta temannya untuk membelikan mobil honda civic type - r
" hey sabar dong masih lama sampainya tau jangan kesenangan" ucap Neela memperingati Donna
" mmmm.... guys aku kangen Ama gimana kita pergi ke makamnya " ucap Neela menatap kearah bawah
" jangan sedih lha Neel tenang aja ayo sekarang kita kesana aja ya tapi jangan sedih" jawab Alessa mencoba menghibur Neela
__ADS_1
merekapun pergi ke makam Ama Neela tapi sebelum mereka sampai mereka membeli sebuah bunga besar untuk Amanya, mereka membeli bunga yang tak jauh dari makam Ama Neela
sesampainya di makam, Neela langsung berlari dan menangis di batu Nisan itu dia menumpahkan rasa kangannya kepada sang nenek yang sudah lama meninggalkan Neela , Neela menangis sejadi jadinya dia menumpahkan juga rasa kesal yang dia pendam sangat lama dari waktu sekolah dasar dan menyesal tidak menceritakannya kepada sang nenek yang dulu sangat pintar dalam memberi semua saran untuk masalah Neela dan Sahabatnya
Donna dan Alessa tertegun mendengar Neela bercerita kepada btu nisan sang nenek ternyata selama ini Neela memendam rasa kesal pada tantenya yang sudah hampir mencelakai dia, Neela kesal dan ingin memukulnya tapi tak bisa karena sekarang tantenya telah meninggal juga
"sabar Neel sabar jangan bersedih terlalu lama udah mau senja mending kita balik ke apartemen ya" ucap Donna
akhirnya mereka bertiga meninggalkan makam itu dan pergi ke apartemen milik mereka sesampainya disana Neela langsung masuk kamar dan mandi begitupun dengan sahabat nya juga mandi
setelah mandi Neela diam dikamar dia menatap foto Amanya yang sedang pergi menemaninya bermain di taman hiburan sewaktu SD kelas 5
tok tok tok
"Neel ayo keluar makan kita kan belum makan jadi makan ya jangan gak makan nanti maag lho" ucap Alessa memperingati Neela
__ADS_1
merekapun makan dengan tenang tanpa suara hanya bunyi peraduan antara piring dan sendok selesai makan mereka menonton film dan melupakan hal hal yang membuat mereka sedih