TIRI

TIRI
18


__ADS_3

Brukk


Suara tabrakan, el berhasil menabrak orang namun bukan miyra yang ia tabrak melainkan aqeo adiknya, aqeo lebih dahulu mendorong miyra tapi ia tak berhasil menyelamatkan diri, aqeo terpental sejauh 5 meter, sekarang aqeo sudah terlihat lemah dengan badan penuh darah, el begitu syok dengan hal itu, adikĀ  yang ia sayang namun tanpa sengaja ia sakiti, sedangkan miyra diam mematung melihatnya.


El langsung turun dari mobil dan langsung menghampiri aqeo, el memangku kepala aqeo di lututnya.


"Aqeo, aqeo maafin kakak aqeo" Ujar el yang sudah menangis


"A-aqeo g-gak papa kak, k-kakak jangan nangis" Ujar aqeo terbata


"K-kak el jangan jahat lagi yah k-kak, ak-aku gak suka k-kakak di cap sebagai p-penjahat" Ujar aqeo sudah lemas


Aqeo sudah tak sadarkan diri, dan sekarang aqeo sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat, el terus terusan meraung memanggil sang adik, el benar-benar tak berdaya melihat kondisi sang adik.


................


Sekrang aqeo sedang ditangani dokter, el tak bisa tenang dan dari tadi ia mondar mandir didepan ruangan sang adik sedangkan miyra ia berdiri di depan pintu ruangannya aqeo, ia sama dengan el sama sama khawatir.


Saat el sedang mondar-mandir tiba tiba terdengar suara hentakan kaki yang sedang berlari, dan saat el membalikkan badan ia melihat tenia dan aditya yang sedang tergesa-gesa menuju ke arah nya


"Bagaimana aqeo, dia sudah sadar? " Tanya aditya terdengar khawatir


"Belum pa" Jawab miyra

__ADS_1


"Apa yang terjadi sebenarnya? " Tnya tenia


"Aqeo menyelamatkan aku ma, seharusnya aku yang di dalam bukan aqeo" Ujar miyra diiringi tangis nya


"Sudah lah miyra, kamu jangan sedih mari berdoa untuk aqeo" Ujar tenia


"Aqeo, kamu jangan tinggalkan papa nak, papa ingin menebus semua kesalahan papa, papa mohon sama kamu nak, bertahan yah demi papa mama, kak miyra dan kakak kesayangan kamu el" Ujar aditya dengan suara yang sudah hampir habis karna menangis.


"Aqeo adik kakak yang paling kakak sayang, bangun dek, jangan tinggalin kakak " Batin el yang sedang melihat sang adik dari pintu ruangan nya.


Mereka semua sekarang masih menunggu kabar aqeo, mereka hanya diam dengan pikiran masing masing diiringi suara tangisan


"Aqeo sayang, kamu mau disayang sama papa kan? Kamu mau papa habisin waktu buat kamu kan? Papa janji setelah kamu sadar papa akan luangin waktu yang baaaanyak buat kamu,papa g akan fokus ke kerjaan lagi nak" Batin sang papa


"Aqeo anak mama yang paling lucu, baru kemaren mama dipeluk kamu nak, baru kemaren mama di panggil mama sama kamu, baru aja mama bahagia dengan situasi tapi kenapa malah seperti ini nak? Mama mohon sama kamu untuk segera sadar yah nak, kalau kamu sudah sadar mama janji akan selalu buatin yang aqeo suka mama akan selalu nemenin aqeo"batin tenia


"Kesayangannya kakak, jangan tinggalkan kakak yah, kamu itu satu satunya alasan untuk kakak semangat dalam hidup, kamu itu nafas kakak, kakak g bisa tanpa kamu, cuma kamu yang ngerti kakak, kamu itu adalah sinar matahari bagi kakak, kakak sayang sama kamu, kakak benar-benar menyesal aqeo, andai waktu bisa diulang , kakak gak akan punya niat untuk nabrak miyra, dan pada akhirnya malah kamu yang kena, kakak mohon sama kamu sadar yah sayang"batin el


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan aqeo dan semua anggota keluarga aqeo langsung Mengerubuni si dokter


"Bagaimana anak saya dok? " Tanya aditya


"Maaf Pak, setelah melakukan operasi kondisi aqeo semakin memburuk" Ujar sang dokter yang mampu membuat pertahanan mereka melemah, sehingga mereka mengeluarkan air mata

__ADS_1


"Aqeo dinyatakan kritis pak, karna ada pendarahan yang serius di kepala nya" Ujar sang dokter


"Apakah kemungkinan dia selamat dok? " Tanya tenia


"Maaf buk untuk itu saya tak tau, menurut kemungkinan sekitar 45/100 persen kemungkinan dia bertahan" Ujar dokter


"dokter bercanda kan? " Tanya el yang sudah sangat frustasi


"Tidak, lebih baik kita berdoa untuk aqeo, semoga ia bisa bertahan, " Ujar sang dokter


"Dok, apa boleh kami masuk? " Tanya miyra


"Boleh, tapi tolong jangan ribut" Balas dokter


"Terimakasih dok"


"Sama sama, kalau begitu saya permisi " Ujar dokter


Setelah dokter pergi mereka langsung masuk ke ruangan aqeo, sungguh sakit hati mereka ketika melihat aqeo berbaring tak berdaya


"Adek kakak, jangan lama lama yah tidur nya, kakak g suka, kalau kamu bangun nanti kakak akan bawa kamu jalan jalan ke semua tempat yang kamu inginkan" Ujar nya mencoba tersenyum


"Kakak g bisa tanpa kamu aqeo, nyawa, nafas dan dunia kakak semuanya terletak di kamu, kakak sayang kamu, tolong jangan pergi" Ujar el yang pada akhirnya menangis

__ADS_1


Yang ada diruangan itu hanya diam melihat el mencurahkan isi hatinya, meeka tau sesayang apa el pada aqeo


Sedangkan el hanya memegang tangan sang adik seraya mengelus nya Dan tak lupa dengan air mata yang sudah tak tentu lagi banyak nya yang keluar


__ADS_2