
"Auuu" Teriak miyra karna kuah bakso yang panas menyentuh permukaan kulitnya
"Hhh,ups ga sengaja" Ujar roya dengan suara mengejek....
"Hhhh sakit yah? " Ejek zeyn
Miyra hanya diam, dan tak berniat membalas perkataan mereka karna walaupun dibalas mereka akan tetap membully miyra
"Yaudah deh, zeyn yok pergi, nanti kita ketularan kampungsn lagi" Ejek roya
Mereka meninggalkan meja miyra
"Roya, aqeo kapan sembuhnya yah? " Tanya zeyn
"Gak tau, smeoga dia cepat sembuh"
"Gue pengen liat aqeo atau ngejenguk aja, kangen banget gue" Ujar zeyn terdengar lesu
"Kalau kita ngejenguk aqeo, nanti papanya curiga kalau aqeo ikut terlibat dalam pembullyan miyra kemaren dan bisa bisa aqeo dimarahi" Jelas roya
"Benar juga yah"
"Kita tunggu aja aqeo masuk, gue yakin dia secepatnya ke sekolah, dia itu kuat dan tahan banting" Ujar roya
"Tahan banting apaan, buktinya jatuh dari tangga langsung lumpuh" Ujar zeyn
"Ehh mulut lo (memukul mulut zeyn) bisa bisa nya lo bilang gitu,udah deh g usah ngomongin aqeo nanti miyra denger" Ujar roya
"Iyah Iyah" Pasrah zeyn
Sedangkan disisi lain ada aqeo yang sedang nonton di kamar nya ditemani oleh el
"Masih sakit? " Tanya el
"Udah gak sih"
"Gimana? Perkembangan kaki kamu? "
"Kata dokter, bentar lagi bisa jalan, ini udah 50℅, dan kata dokternya aku harus banyak latihan jalan dan beraktivitas" Jawab aqeo
"Ohh,bagus lah kalau gitu"
"Kak el" Panggil aqeo
"Apa? " Jawab el
"Gimana kak, tentang tenia dan miyra, kakak masih ada rencana untuk mereka? " Tanya aqeo
"Untuk sekrang ga dulu, soalnya rencana kakak g ada yang berhasil, kakak mau pikirin dulu rencana nya matang matang" Jawab el
"Ohh gitu"
"Oh yah aqeo, nanti radit mau kesini loh" Ujar el terlihat berseri
"Radit? (Bingung) ohhh crush kakak itu kan? " Ucap ate
__ADS_1
"Iyahhh"
"Wahhh, keknya ada progres nih, udah mau ngapel kayaknya bakal jadian" Ujar aqeo dan berhasil membuat el tersnyum
"Bisa aja deh adek kakak ini" Jawab el masih dengan wajahnya tersipu
......................
Sekrang sudah pukul 7 malam, semua anggota keluarga sudah berkumpul diruang tamu, begitupun dengan aqeo, ia dibantu oleh el untuk ke ruang tamu..
Saat sedang asik menonton , Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan menampakkan seorang pria yang bernama radit yang notabenya crush el
"Hai el, apa kabar? Tanya radit
" Eh Hai, baik, kalau kamu? "Tanya el
" Baik juga, eh aqeo, apa kabar? "Tanya radit menyapa aqeo
" Mm baik"
"Oh yah el, aku kesini sambil mau nyelesaiin tugas kelompok kita "Ujar radit dan mulai mengeluarkan buku
" Oh Iyah"jawab el
Papa, mama dan miyra sekarang sedang berada di kamar masing masing, jadi di ruang tamu hanya ada el radit dan aqeo
"Katanya pengen ngapelin, ga taunya kerja kelompok, dasar kakak pembohong " Batin aqeo menatap el kesal
"Aqeo ga papa kan kalau kami kerja kelompok" Tanya radit kepada aqeo
Mereka mulai kerja kelompok sedangkan aqeo hanya melihat sang kakak dengan tatapan masam karna dari tadi sang kakak Curi curi pandang ke radit
"Ehh aqeo makan dulu yuk " Ujar miyra yang baru datang
Dan saat miyra datang semua yang berada diruang tamu langsung menatapnya. El menatap miyra dengan tatapan kesal dan dingin, berbeda dengan radit yang menatap miyra dengan tatapan sulit diartikan..
"Eh ini adek kamu? " Tanya radit
"Adek tiri" Jawab el
"Hai, kenalin radit" Ujar radit dan menjulurkan tangan ke miyra
"Miyra kak" Jawab miyra ramah disertai senyum manis nya
"Manis sekali senyuman mu" Ujar radit
El yang melihat radit seperti tertarik ke miyra langsung bad mood..
"Udah belajarnya, aku mau istirahat" Ujar el dan langsung pergi ke kamar
"Eh el" Panggil radit namun tak dihiraukan
"Kalau gitu aku pamit pulang, udah malam juga" Uajr radit
"Eh iya kak" Balas miyra
__ADS_1
"Aqeo kakak pulang dulu" Pamit ke aqeo
"Mmm" Balas aqeo singkat
"Miyra aku pamit yah, tidur nyenyak" Pamit radit ke miyra
"Iya kaka, hati hati yah" Ujar miyra
"Iyah"
Radit pergi dari rumah itu
"Bisa bisanya kak radit suka ama miyra, pasti kak el kesel sekarang, emang miyra adalah biang masalah dan malapetaka " Batin aqeo dan menatap pintu dengan kesal
"Aqeo, makan yuk" Ajak miyra sopan
"Ga usah, gue mau ke kamar" Ujar aqeo
"Mau aku bantu? " Tawar miyra
"Ga usah, g butuh" Jawab aqeo ketus
Aqeo menuju kamar dengan berjalan tertarih dan dengan bantuan tongkat
Namun tak lamaa.....
"Aaaaaaaaaa"teriak aqeo dan menyebabkan seisi rumah menuju aqeo
" Hiks hiks sakit "tangis aqeo
Aqeo jatuh dan mengakibatkan lututnya luka
" Aqeo kenpa bisa gini? "Tanya tenia
" Nak, kamu baik baik saja"tanya sang papa
"Sakit pa" Rengek aqeo
"Kenpa bisa gini nak" Ujar sang papa dan mengobati luka aqeo
"Tadi aqeo mau ke kamar, karna aqeo pengen istirahat, tapi kak miyra g mau nganterin dia malah sibuk ber duan sama radit" Ujar aqeo dengan tangsian dan membuat miyra bingung
"A-apa? " Ujar miyra bingung
"MIYRA,MAMA KECEWA SAMA KAMU" Bentak sang mama
"Miyra maaf nak, papa bukanya marah tapi bisakah kamu menganggap aqeo sebagai adek kamu, dia sedang sakit dan bisakah kamu juga membantunya dulu, dan beru mengombrol dengan teman mu" Nasehat papa
"Ta-tapi" Ujar miyra mau menjelaskan
"Sudah lah jangan banyak alasan, mama g suka kamu kayak gini" Marah sang mama
"Aqeo ini baru mau sembuh, kalau dia jatuh nanti bisa berakibat fatal ke kakinya" Ujar papa
......
__ADS_1