TIRI

TIRI
20


__ADS_3

Semua dokter sudah lari menuju ruang aqeo, mereka langsung memeriksa aqeo


"Maaf kalian tunggu diluar, kami akan berusaha menangani pasien" Ujar salah satu suster


Mereka ber 3 keluar , mereka sangat was was menunggu kabar aqeo, tenia sudah menelpon sang suami dan sekrang aditya sudah menuju rumah sakit


"Apa, apa yang terjadi? Aqeo kenapa, dia baik baik saja? " Tanya aditya baru sampai


"Aqeo, hiks tadi dia kejang kejang, dan alat monitor nya langsung berbunyi nyaring" Jelas tenia


"Pa" Panggil El dan langsung memeluk aditya, aditya menerima pelukan dari sang putri dan dia juga mengelus rambut putri sulung nya itu


"Aqeo baik baik saja kan?, dia ga akan pergi kan? Dia tetap disini dia g akan ikut mama kan pa? " Tanya El


"Iyah El, aqeo tetap sama kita, dia g akan ikut mama" Ujar aditya menenangkan El, sejujurnya ia juga takut sang anak menyerah


Sedangkan miyra sedang dipeluk tenia


"Mah, adek aku gak akan kemana mana kan? Dia tetap sama miyra kan ma? " Tanya miyra


"Adek kamu kuat, dia akan tetap sama kita" Balas tenia


Saat asik bersedih tiba tiba pintu ruang rawat terbuka dan menampilkan dokter.


"Bagaimana dok? " Tanya aditya


"Maaf Pak, kami sudah berusaha namun anak bapak sekarat, sekarang ia sadar lebih  baik bapak dan keluarga temui dia, seperti nya ada yang mau disampaikan nya" Ujar sang dokter


Mereka langsung masuk ke ruang rawat dan melihat aqeo yang tengah terbaring lemah dengan banyak selang di badanya yang mereka tak tau apa kegunaannya, mereka sedih melihat aqeo yang tengah terbaring tak berdaya


Saat mereka sudah mendekati aqeo mereka tak mampu untuk berkata kata, mereka hanya mampu menahan tangisan saja.

__ADS_1


Sampai aqeo berkata.


"Hei, ka-kalian sehat? " Tanya aqeo dengan nada lemah


Mereka langsung menangis mendengar suara aqeo, suara aqei sangat sangat kecil dan lemah hampir tak terdengar


"Aqeo kamu kuat kan? " Tanya aditya


"G-gak tau pa" Balas aqeo mash dengan nada yang sama


"Aqeo" Panggil El, ia tak mampu ber kata kata lagi.


"Ma-maaf udah bikin ka-kalian semua sedih, ma-maaf banget, dan juga sepertinya ak-aku g bisa bertahan" Ujar aqeo


"Aqeo g boleh ngomong gitu" Ujar tenia


"Kamu pasti bisa bertahan" Balas miyra


"Ma-maaf yah, ak-aku banyak salah, kalau ak-aku pergi kalian jangan sedih, aku sayang kalian, ak-aku akan pantau kalian dari atas" Ujar aqeo


"Ga, kamu g boleh tinggalin kakak" Ujar El meraung


"Kalau kakak kangen aku, lihat aja langit, ak-aku selalu ada di situ" Ujar aqeo


"Nak" Panggil aditya tak berdaya


"Bacakan 2 kalimat syahadat untuk ku" Ujar aqeo dengan mata yang ia paksakan untuk tetap terbuka


"Ti-tidak" Balas El


"Bacakan" Ukar aqeo

__ADS_1


Sungguh berat bagi El membacakannya namun ia tetap menuruti kemauan sang adik, karna ia paham sang adik sudah ingin pergi


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah"ujar El


" Sekali lagi"ujar aqeo yang semakin sayu


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah"ujar El sekali lagi dan sudah gemetaran menahan tangis


" Se-sekali lagi"suara aqeo sudah semakin kecil dan sudah semakin lemah


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar Rasulullah"


Setelah bacaan syahadat terakhir, aqeo langsung menghembuskan nafas terakhir nya, semua yang ada diruangan meraung sejadi jadinya


"AQEO, KAMU JANJI UNTUK SELALU BERADA DI DEKAT KAKAK, KENAPA KAMU PERGI HA, KENAPA " ujar El yang sudah jatuh ke lantai dan ia pun memukul lantai dengan keras


"AQEOOOOOOO, JANGAN TINGGALKAN MAMA, MAMA G MAU KAMU GINI, AYO BANGUN" ujar tenia yang menggoyangkan badan aqeo


"AQEO, KAMU G MARAH KAN? KAMU BILANG KAMU KUAT?,KOK MALAH PERGI, KALAU KAMU MARAH JANGAN KEK GINI, AYO BALIK LAGI" ujar miyra yang juga  histeris


"AQEOO, ANAK TERKUAT PAPA, MAAF YAH NAK BELUM BISA BAHAGIAKAN KAMU, KAMI PASTI SENANG KETEMU MAMA, KALAU GITU PAPA TITIP PESAN KE MAMA MU YAH, DAN JUGA PAPA YAKIN KAMU PASTI SELALU ADA DIATAS SANA MELIHAT SMEUA YANG KAMI LAKUKAN, TERIMAKASIH SUDAH MENJADI ANAK HEBAT KU AQEO"ujar aditya


...........


Sekrang mereka sudah berada di rumah baru aqeo yaitu tempat peristirahatan terakhirnya. Suasa disana sangat berduka bahkan cuaca pun turut bersedih, cuaca menjadi mendung dan sangat sangat gelap, semua orang disini menangis temasuk zeyn dan roya


"Mana janji lo, untuk selalu ama gue, lo janji bakalan selalu ada buat gue, mana, kenapa gini jadinya" Ujar roya yang memegang batu nisan aqeo


"Apa yang kamu lakukan aqeo? 3 hari lagi adalah hari ulang tahun mu dan bukan kah kamu sudah bilang kalau mau merayakan nya, kamu bilang akan ajak kami jalan jalan kan? Ayok makan jalan kenapa kamu malah terbaring disini" Unar zeyn


Semua yang ada disitu benar-benar sudah sangat sedih, mereka merasa kehilangan separuh jiwa mereka

__ADS_1


Tak henti henti nya mereka menangis, mereka tak mampu menahanya, sanggat tak dipercaya orang yang selama ini menghiasi hari mereka dengan candaan dan gurauan tiba tiba sekarng sudah pergi untuk selama lamanya


__ADS_2