
" san-ge tunggu aku " protes Yun (m/r) karena kesulitan untuk mengikuti tang san dengan kakinya yang kecil.
'' A-(m/r) apakah Kamu menyusul ku '' ada senyum di suara tang san Tampa melihat ke belakang.
'' apakah Anda sedang bercanda san-ge?, tentunya aku marah tuan adalah ayahku '' tentu saja Yun (m/r) merasa marah namun dia mengingat janjinya terhadap tang Hao untuk tidak membuat masalah untuk tang san.
'' aku ingin memukuli Wang sheng tapi membuat masalah juga tidak akan membantu siapapun '' Ucap Yun (m/r).
Tang san berbalik menghadap ke arah Yun (m/r).
" A-(m/r) sepertinya kamu akan makan kue kering dan dendeng lagi denganku " Kata tang san sambil mengusap rambut Yun (m/r).
'' mengapa pupil mu berubah lagi A-(m/r) '' tang san mengerutkan keningnya.
"mmh tidak apa-apa aku hanya marah saja, lagipula san-ge aku malas balik ke sana " Yun (m/r) bersenandung kecil menikmati usapan tangan tang san.
Omong kosong lagipula Yun (m/r) tidak memiliki uang sama sekali uang yang tersisa dibelikan kue kering untuk makan di sepanjang perjalanan jika bosan dengan dendeng.
Yun (m/r) sudah terbiasa hidup susah sejak kecil untuk makan sangat susah,itu sebabnya ia sangat menghargai makanan.
Setelah makan kue kering berserta dendeng tang san dan Yun (m/r) pergi menuju kantin dan berdiri di depan pintu kantin.
orang-orang sesekali akan melirik mereka dan berbisik kepada temannya.
Setengah jam berlalu dan master berjalan menghampiri mereka bersama dengan seorang pria paruh baya yang seumuran.
__ADS_1
" Xiao (m/r) Xiao san mari kita pergi '' sang master menyapa dia orang yang telah menunggunya di pintu selama setengah jam.
'' apakah ini adalah anak didik baru MU? '' pria di sebelah master tersenyum dan bertanya.
'' ya itu benar '' tuan mengangguk.
'' begitu saya berharap anda sukses mendidik mereka '' pria tersebut melirik tang san dan Yun (m/r) dia percaya dengan penilaian temannya lalu menepuk bahu temannya kemudian ia pergi.
Sang master tinggal di sebuah ruangan yang berada di pojokan atas gedung asrama, ruangan ini tidak besar hanya sekitar tiga puluh meter persegi.
Isi di dalam ruangan juga sangat sederhana hanya rak buku yang dipenuhi oleh buku yang menutupi dua dinding.
Tang san sangat tertarik dengan buku-buku itu.
Yun (m/r) membuka kantong kertas dan melihat bahwa isi di dalamnya adalah sepotong paha ayam dan dua buah roti kukus.
Tang san juga mendapat makanan yang sama persis dengan Yun (m/r).
'' ayah angkat terimakasih '' merasakan lingkaran matanya menjadi panas Yun (m/r) menahan diri untuk tidak menangis.
'' guru terimakasih atas makanannya '' Tang san memandang tuannya.
'' makanlah aku masih memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada kalian berdua,masa depan kalian masih panjang aku tidak ingin menundanya lagi '' Sang master berkata ketika dirinya menarik sebuah kursi kayu untuk di duduki.
Yun (m/r) memakan makanan miliknya hingga pipi chubby miliknya bertambah bulat akibat makanan.
__ADS_1
hingga membuat orang-orang ingin mencolok pipinya Merasakan tatapan dari dua orang Yun (m/r) berkedip dan kembali memakan roti kukus lagi.
Tang san mengalihkan pandangannya kembali fokus pada makanannya sendiri,memakan Xue kering dan dendeng tidak mengenyangkan perut tang san masih merasa lapar.
setelah anak-anak itu menyelesaikan makanan mereka sang master menuangkan air untuk mereka.
'' Xiao san Xiao (m/r) kalian berdua berusia enam tahun xiaosan anda dilahirkan dengan kekuatan jiwa penuh dan wuhun kembar ''
'' sekarang kamu lepaskan kekuatan jiwa keduamu '' suruh sang master.
Tang san mengangguk karena tuannya sudah tahu bahwa dia memiliki roh kembar tidak perlu disembunyikan lagi.
kemudian tang san mengangkat tangan dan cahaya kehitaman keluar dari telapak tangan kirinya.
perlahan-lahan mengembun menjadi sebuah palu hitam kecil.
Tang san sudah berlatih palu jubah kacau di akademi dan telah membuat banyak kemajuan hingga dia tidak akan kesulitan lagi untuk mengangkat palu hitam kecil.
ketika melihat palu hitam kecil di tangan tang san mata master melebar dan tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dengan tatapan penuh keganasan
'' tang san,tang san bermarga tang..Xiao san anda menyingkirkan palu itu dulu jangan sampai memaparkannya di masa depan '' Sang master menyuruh muridnya itu menarik kembali palu hitam kecil.
'' Xiao san jangan pernah anda memasang cincin jiwa pada palumu itu tampa seizinku ''
'' ayah mengatakan hal sama denganmu tuan mengapa aku tidak boleh memasang cincin jiwa ke palu ku '' tang san memandang tuannya dengan heran.
__ADS_1