
Para peserta ujian tidak lagi mampu untuk membantah ketika begitu mereka membuktikan bahwa kekuatan roh di atas dua lima.
" mari kita pergi " Dai mubai berbalik arah untuk memimpin mereka ke ujian keempat.
" dai gege jika begitu apakah ujian keempat untuk membuktikan kekuatan kami? " Yun (m/r) menghampiri dai mubai dan bertanya.
" kau benar,tingkat keempat adalah ujian yang sebenarnya meskipun para siswa memiliki kekuatan roh yang kuat namun banyak diantara mereka adalah bangsawan dan sepanjang hidup dimanjakan "
" mereka tidak akan diterima di Akademi ini itulah kata dekan karena mereka tidak mengerti dan tidak pernah bertarung " Kata dai mubai.
Yun (m/r) mengangguk paham apa yang dimaksud dai mubai,nah ambil lah contoh misalnya' ning rongrong' dia dibesarkan dan di manja oleh ayahnya di paviliun pagoda glazed.
Yang lain pastinya tidak akan mengerti perasaan bagaimana kehilangan orangtua,Yun (m/r) menyunggingkan senyum miris ketika tidak ada yang memperhatikan.
Setidaknya ning rongrong tidak kehilangan ayahnya juga.
" jika levelmu dua lima ketika di Terima oleh akademis berapa kira-kira siswa yang diterima sepanjang tahun? " tanya xiaowu dengan penasaran.
Mendengar pertanyaan dari xiaowu dai mubai tersenyum kecut.
"rata-rata guru di akademis shrek lebih besar dari pada jumlah siswanya,dalam berdirinya akademis total siswa yang diterima hanya empat dua itupun siswa dua tahun yang lalu karena akademis pernah tidak menerima siswa sepanjang dua tahun " Jawab dai mubai.
" namun total siswa yang diterima tahun ini hanya tiga orang satu sudah kalian temui dan satunya lagi di akademis, lalu aku "
__ADS_1
" jika memang benar hanya terdapat tiga siswa,bagaimana caranya hingga akademis shrek tidak di tutup? jika tidak ada pemasukan " Tang san bertanya.
Tang san memandang dai mubai dengan kaget jika memang hanya ada tiga siswa lalu bagaimana caranya akademis masih bisa berjalan?.
'' untuk akademi di daerah terpelosok di pedesaan akademi ini hampir ditutup jika bukan karena keluargaku yang menyuntikan dana akan ditutup permanen,jika kalian dapat diterima kami bertiga akan menjadi angkatan terakhir pada tahun ini '' ucap dai mubai sembari berjalan.
'' kami melihat banyak yang ingin mendaftarkan diri lantas mengapa akademi tidak memberikan beberapa kelonggaran? '' tanya gadis itu dengan nada yang lembut yun [m/l] melirik kearah ning rongrong dengan pandangan rumit sebelum mengalihkan pandangannya.
'' dekan pernah berkata selama akademi tidak ditutup,tidak masalah menjadi sia-sia asalkan tidak ada muridnya yang menjadi sampah ''
'' persyaratan untuk lulus tahukah kau? akademi hanya menerima mereka yang di bawah tiga belas tahun dan berbakat itulah monster,mereka harus melewati level empat puluh sebelum berusia dua puluh tahun untuk lulus sebelum mencapai level master jiwa-jiwa ''
'' siswa yang di terima berjumlah enam dua akan tetapi hanya ada empat belas siswa yang telah di nyatakan lulus orang-orang telah menjadi tokoh terkenal,misalnya yang paling terkenal adalah tetua termuda di hall of soul setelah paus sisa para siswa yang tidak lulus mati dalam pemburuan cincin jiwa '' ujar dai mubai.
'tidak san-ge anda sudah bertemu dengan dekan tampa sadar saat membeli kristal rambut..' batin yun [m/r] memikirkan paman pencatut itu.
'' nah kita sudah sampai guru zhou bangun ada murid yang ingin melewati ujian keempat mereka sudah level dua lima ''
''hah?,melewati ujian keempat bagus sekali sekarang ada lima murid! '' mata zhou wou-ki seketika berbinar dan dia berdiri dari tempatnya bersandar sebelumnya,meskipun tubuhnya nampak seperti orang normal namun ada tekanan yang menindas ketika berdiri.
'' tugasku adalah memberikan pertarungan namun ujianku tidak akan mudah dilewati oleh kalian pengalaman pertarungan yang sesungguhnya akan diuji di sini ''
'' nah aku akan memberikan waktu untuk kalian berdiskusi hanya sebatang dupa saja jika sudah memutuskan kalian dapat mendatangiku saya harap kalian tidak akan melakukan trik,kunci untuk berhasil menghadapi ku adalah dengan kerja sama tim ''
__ADS_1
pandangan zhou wou-ki berhenti sejenak pada yun [m/r] anak ini auranya cukup menindas di usia dua belas tahun,heh lawan yang menarik.
'' guru zhou kurasa ini tidak bagus '' potong dai mubai dengan tergesa-gesa.
'' itu tidak masalah dekan tidak ada di akademi sekarang adalah aku yang bertanggung jawab disini mengerti? '' ucap zhou wou-ki matanya melotot pada dai mubai.
'' ingat hanya sebatang dupa dai kecil jangan menggangguku sekarang anda harus memberitahu mereka soal kekuatan dan wuhunku ''
setelah mengatakan hal itu zhou wou-ki mengeluarkan sebatang dupa dan dia mengatupkan jari-jarinya lalu melepaskannya dan sebatang dupa itu menyala sebelum zhou wou-ki menancapkan nya ke tanah lalu melanjutkan tidurnya.
{tuan rumah} panggil xiao baozi dengan nada sedikit ketakutan bahkan lampu berwarna-warni ditubuhnya juga berhenti sebelum menyala dengan kacau.
'mmh' yun [m/r] bergumam di dalam hatinya toh tidak akan ada yang mendengarkan.
{orang ini mencari mati!,menindas protagonis dengan berani ketika ada ayahnya yang mengawasi} seru xiao baozi tampa diingatkan oleh xiao baozi yun [m/r] juga sudah merasakan tatapan tajam di punggungnya.
'' dai gege level tujuh enam serius? ingin kami untuk melawannya apakah ini untuk mencegah kami menang '' segera yun [m/r] menginterogasi dai mubai,pandangan tang san melebar bahkan ketiga wanita di belakangnya juga melebar.
'' kau benar yun [m/r] guru zhou adalah master jiwa tingkat tujuh puluh enam ujian ini tidak akan mudah rohnya adalah binatang dan dia adalah wakil dekan,awalnya lawan kalian seharusnya adalah aku dan guru zhou hanya bertugas sebagai pengawas '' dai mubai menghela nafas.
'' kalo begitu apa roh binatangnya '' tanya yun [m/r] dengan serius.
'' roh binatang guru zhou adalah beruang pertahanannya sangat kuat bahkan master roh yang ada dilevel yang sama akan kewalahan,kekuatan jiwamu sekarang tidak akan cukup dia mendapatkan julukan raja fudo-ming bukan "
__ADS_1
" melawan kalian berlima bahkan jika menambahkan aku tidak akan dapat mencegahnya untuk menyerang semoga guru zhou tidak melukai kalian dengan parah '' doa dai mubai.