
flender membawa keenam para siswa untuk mengikutinya pergi ke kota soto dan ketika mereka mendekati gerbang bagian selatan kota soto flender mengangkat tangannya menyuruh keenam anak yang mengikutinya berhenti matahari telah terbenam dan langit menjadi gelap,namun kota soto bukannya menjadi sepi malah bertambah ramai layaknya festival beberapa pedagang menjajakan dagangan mereka seluruh kota soto sangat ramai dengan pengunjung dari berbagai usia.
" mari kita berhenti untuk istirahat sejenak " ucap flender dan membawa keenam anak-anak itu untuk singgah sejenak di toko teh yang tidak terlalu mencolok yang letaknya di sisi jalan.
" untuk apa kita kesini dekan? " tanya yun [m/r} melihat sekeliling yang di penuhi oleh beraneka macam pedagang dan pernak-pernik.
" aku membawa kalian kemari untuk mengetes kekuatan kalian " sahut flender menyesap tehnya dan meletakkannya kembali ke meja kayu di depannya,jelas sekali anak-anak yang tersisa merasa bingung terkecuali dai mubai dan ma hongjun.
" dekan apakah kelas pertama kita ada di sini? " tanya xiaowu mengerutkan keningnya memandangi gelas keramik berisikan teh hitam,jika benar mereka tidak akan disuruh bertarung di kedai teh kan?.
" tentu saja kita tak akan bertarung di kedai teh tapi kelas pertama kalian terletak di sana " flender menjawab pertanyaan xiaowu.
tang san,yun [m/r],xiaowu dan zhu zhuqing melihat kearah bangunan yang di tunjuk oleh flender ada bangunan dengan tinggi hampir mencapai seratus meter dan terlihat sangat besar dan megah samar-samar mereka dapat melihat cahaya redup berkedip-kedip di dalamnya.
__ADS_1
wajah dai mubai berubah menjadi terkejut dan sedikit pucat begitu melihat bangunan yang sangat di kenalnya itu jelas dekan akan menguras habis tenaga dan kekuatan jiwa keempat siswa baru.
"dekan apakah kau serius akan membawa mereka untuk pergi ketempat itu di setelah beberapa hariĀ di terima oleh akademi shrek'' dai mubai berbisik paham betul dengan tabiat dari flender selaku dekan akademi shrek.
" jangan lupa bahwa kalian adalah monster berbeda dengan manusia biasa dan monster di haruskan memiliki budidaya yang tidak terduga agar dapat mengalahkan musuh-musuh kalian " flender berkata kembali menyesap tehnya dengan anggun tak memperdulikan tatapan sedikit ngeri yang diberikan dai mubai.
" apakah itu syarat untuk mendapatkan lencana master jiwa pertarungan? " yun [m/r] bertanya-tanya flender mengangguk dengan mata berbinar cemerlang.
jelas sekali dari ekspresi wajah dai mubai yang berubah di area great fighting ini mereka di haruskan untuk bertarung,tapi melawan apa yun [m/r] belum mengetahuinya tatapan tertarik mengarah pada gedung setinggi seratus meter itu dan bibir merahnya menyunggingkan senyum.
tang san melirik kearah kerumunan para gadis yang saling berbisik dan mendorong salah satu dari mereka untuk berjalan mendekati mereka dengan sebungkus sarcet gadis itu memasang wajah yang malu-malu.
"tuan muda tolong terima sebungkus sarcet xiao ying " gadis yang menyebut dirinya xiao ying menyodorkan sarcet itu dan memandang dengan malu-malu kearah yun [m/r],seketika itu juga senyum ramah tang san menjadi senyuman dingin dan mendadak udara malam bertambah dingin.
__ADS_1
'gadis ini cari mati..xiaosan sudah mengeluarkan aura dingin' xiaowu membatin diam-diam memandang gadis itu dengan sedikit simpati dan saling melirik dengan dai mubai yang nampaknya memikirkan hal yang sama.
'selalu saja menarik lebah dan kupu-kupu kemanapun tidak di akademi notting city ataupun di shrek [m/r]-er selalu menarik pengagum' batin tang san.
sejak pandangan pertama xiao ying sangat tertarik dengan wajah androgini dan tanda bulan sabit di dahi yun [m/r].
dengan keberanian yang dia punya xiao ying menawarkan sarcet di kota soto sudah di kenal jika kau menerima secarik sarcet itu berarti kau menerima untuk menjalin hubungan.
meski yun [m/r] tidak mengetahui soal ini jelas dengan menerima sarcet dia akan menyetujui sesuatu yang yun [m/r] tak tahu.
" maaf nona aku menolak " mendengar penolakan yun [m/r] cengkraman tangan tang san pada gelas teh sedikit mengendur namun dia kembali menegang begitu mendengar kelanjutan yun [m/r].
'' aku sudah mempunyai seseorang yang penting aku tidak ingin dia menjadi salah paham " yun [m/r] menolak dengan sopan masih memasang wajah dingin,gadis itu menahan tangisnya dan melemparkan sarcet itu kepada yun [m/r] lalu berlari pergi.
__ADS_1