TRIP TO ANOTHER WORLD

TRIP TO ANOTHER WORLD
PROLOG


__ADS_3

"Hmm, seperti dia akan sadar sebentar lagi."


"Ya, ya, aku tidak sabar ingin berbicara dengannya."


[H-huh?]


Aku mendengar suara-suara orang yang tidak kukenal, apa itu


suara dokter?


Tapi seharusnya aku sudah mati disana... Apa yang sebenarnya


terjadi!?


K-kalo aku berhasil selamat, Dia juga harusnya tidak


apa-apa...


"Hei, sampai berapa lama kau akan tertidur disana?"


Lagi... Suara itu lagi, aku seperti diperhatikan oleh


beberapa orang?


Tapi aku tidak tau siapa mereka, bisa jadi mereka


orang-orang itu!


Oke aku akan perlahan-lahan bangkit...


"Langit-langit yang tidak kukenal..."


Ohh aku mengucapkannya! Salah satu dari beberapa kata yang


ingin aku ucapkan!


"Hei, bukankah dia sedikit uhm..."


"Yah kesampingkan soal itu dulu"


Saat aku berpikir begitu, aku menyadari, ada dua orang yang tidak


kukenal didepan ku.


"Selamat Pagi. Izumi-kun. Bagaimana perasaanmu?"


"Nyahalo★~ Izumi-kun★~"


"H-halo?"


T-tunggu sebentar! Apa-apa ini? Dan siapa mereka? Bagaimana


mereka tau nama ku?


Dan apa-apaan sapaan kedua itu? Ahh perutku sakit!


"Hmm, boleh ku tau ini dimana? Bukankah aku sudah


mati?"


Aku terkena tembakan di dada dan jantung, seharusnya aku mati...


Tapi ini dimana?


Apakah aku sekarang sedang bermimpi? Tapi sebenarnya aku


terbaring di rumah sakit dengan berbagai macam alat menempel padaku?


Atau ini adalah surga? Tapi tidak mungkin begitu... Dilihat


dari tempat ini. Ini hanya sebuah kuil sederhana.


Atau aku diculik alien!? Dan yang didepan ku ini adalah alien!?


Mari berharap ini bukan yang pertama dan yang Terakhir...


Tapi kalo ini surga, bukankah ini terlalu sederhana?


"Hei, menyebut kami alien. Itu sungguh tidak sopan


loh~"


"Hahaha. Bagaimanapun kami tau kenapa kau bingung."


Aneh! Sungguh aneh! Mereka bisa mendengar apa yang aku


pikirkan...


"Ahahaha, jadi dimana aku ini? Apakah ini surga?"


Aku bertanya kepada mereka berdua sambil melihat sekeliling.


"Yah, ini bukan surga. Ini lebih seperti ruang pribadi


kami."


"Ya, ya. Dan kami juga bukan alien~"


"Mungkin dari sudut pandang kalian para manusia. Kalian


biasa menyebut kami itu dewa atau semacamnya."


"Itu bener sekali~ Ah, dan kamu bisa memanggilku Thea.


Aku adalah Dewi Cinta desu.~"


"Dan aku juga belum memperkenalkan diri, aku adalah Uranus.


Aku Dewa Dunia."


*Uhuk* Setelah aku tenang\, aku membetulkan posisi dudukku


dan menghadap kepada dua orang, atau haruskah aku menyebutnya dewa? Baik apapun


itu...

__ADS_1


"Umm, kenapa aku bisa ada disini Dewa-sama? Bukankah


seharusnya aku sudah mati?"


Aku menanyakan kepada dewa ini kenapa aku berakhir disini.


"Kau tau, kamu meninggal itu karena kesalah


kami..."


"Ya, benar sekali... Penjahat yang kau liat tadi. Itu


sebenarnya adalah bawahan kami. Ah kami sebenarnya tidak memiliki dendam apapun


terhadap kalian jadi tidak perlu khawatir, ini murni kelalaian kami. Jadi


tolong maafkan kami."


"Tolong maafkan kami."


Ehh? Apa ini? Aku tidak bisa tidak terkejut dengan ini...


Dan untuk kedua dewa ini menundukkan kepalanya kepadaku dan meminta maaf


begini... Aku terkejut.


"Hmm, angkat kepala kalian. Aku sungguh tidak marah


atau apa pun, hanya saja aku sedikit terkejut... Mendengar semua ini."


Adapun kenapa aku ada situasi seperti ini...



Kembali beberapa waktu sebelum Izumi berhadapan dengan dewa.


"Bagaimana? Apakah ini cocok dengan ku? I-kun?"


I-kun. Itu adalah diri ku, atau lebih tepatnya Amakawa


Izumi. Itu adalah nama ku.


Gadis yang memanggil ku I-kun. Adalah Yukihana Ayase. Dia


adalah tunangan ku.


Dan sebenarnya kami sekarang sedang mencoba beberapa pakaian


untuk pesta pernikahan kami.


"Ya! Kamu terlihat cantik menggunakan itu Ayase-chan."


Ahh sungguh imut! Dia sungguh mempesona!


"Eheheh, mendengar itu dari mu, aku jadi malu. Baik,


setelah ini bisakah kita makan malam dahulu sebelum kembali?"


"Tidak apa-apa, aku kosong sampai besok Ayase-chan~"


Kami berjalan di jalan mencari sebuah restoran... Tapi


tiba-tiba suasana dijalan itu menjadi tegang.


Ada beberapa orang berlari, dan berteriak mengisyaratkan untuk


pergi menjauh.


Karena aku menyadari ketidakberesan ini, aku berinisiatif


untuk pergi mejauh.


Tapi sebelum kami sempat bergerak, aku melihat seseorang,


dengan Rifle ditangannya.


Sialan, seharusnya aku membawa katana ku, disaat-saat


begini!


Yah, aku tidak mau sombong tapi aku sudah belajar beberapa ilmu


pedang didojo... Tapi aku sekarang tidak membawa katana ku. Apa yang harus


kulakukan, disaat aku berpikir begitu.


Mata kami bertemu dengan sekelompok orang itu, dan aku


reflek melindungi Ayase-chan, dari mereka... Dan ketika aku sadar.


*Ratta tatta tat*


Eh? A-aku baru saja tertembak?


*Uhuk*


"I-kun!? Hei I-kun!!!"


Aku mendengar teriakan Ayase-chan, tapi itu perlahan memudar.


Pasti aku tertembak di bagian yang vital.


"A-ayase-chan\, jangan menangis. Aku baik-baik *uhuk*


saja."


Aku meraih pipinya yang berlinang air mata, dan mengusap


nya.


Pandangan ku mulai kabur dan tak lama visi ku mulai menjadi


semakin sempit.


Aku bisa melihat Ayase-chan mendekati mereka dengan sebuah

__ADS_1


pisau tapi agak panjang? Hah? Tunggu sebentar!? dari mana dia dapat benda seperti


itu!?


Ah kesadaran ku mulai menipis, dan ini menjadi sangat dingin


disini... Aku mendengar teriakkan Ayase-chan, tapi itu semakin jauh.. sigh.


Apakah aku akan mati disini? Setidaknya! Biarkan kami menikah dulu sialan! Sigh


tapi apa boleh buat, sepertinya aku akan mati disini.


Tapi setidaknya biarkan Ayase-chan selamat...


◇ POV YUKIHANA AYASE ◇


"Sialan kau! Berani-berani nya kau melakukan ini kepada


I-kun!"


"Oi oi oi, apa-apa ini nona muda? Apa kau ingin kita menghibur


mu disana?"


"Gyahahaa. Kami tidak keberatan untuk menghibur mu


ditempat tidur nona~"


"Aku tidak akan memaafkan kalian! Tidak akan pernah. mati!"


Udara di sekitar Yukihana Ayase berubah secara perlahan


namun pasti.


Tekanan yang dia buat sedikit membuat takut para berandalan


tersebut.


"Oi, bukankah ini gak bagus bro?"


"Tch, sungguh sangat disayangkan kita harus membunuh


nya."


"Ya, benar dia lumayan cantik."


Pandangan mesum mereka semakin tidak menyenangkan.. dan itu mengganggu


Ayase.


Orang-orang disekitar nya, berusaha menghubungi polisi dan


pihak keamanan lainnya untuk melaporkan kejadian ini.


"Brengsek! Apa yang kau lihat ha? Hanya I-kun yang pantas


melihat ku dengan pandangan itu!"


Muak dengan semua ini. Ayase berusaha maju dan menusuk


mereka. Tapi sungguh sangat amat disayang kan.


Mereka semua menggunakan senjata api.


*Ratta tatta tat*


Suara memuakkan terdengar sekali lagi. Semua orang yang


panik berteriak histeris.


Tapi Ayase tidak menyerah untuk membalas dendam kepada


mereka.


"Satu! Setidaknya satu dari mereka! Aku ingin membunuhnya!


Argh!!"


Dengan teriakan nya, dia berhasil bertahan.


Dan dia berlari cepat kearah satu orang itu. Beberapa detik


kemudian.


*Slash* *spark* *cling*


Dia berhasil menusuk salah satu berandalan tersebut.


Para berandalan lainnya terkejut akan hal itu dan hanya


berdiri mematung memandang Ayase.


Ayase mengambil kesempatan ini untuk menusuknya lebih jauh.


Dan berandalan itu mati seketika, Karna ditusuk tepat di


jantung nya.


Berandalan lain tersadar dan melihat rekannya yang mati.


Mereka melihat ke arah Ayase dan.


"Kurang ajar kau!"


"Sialan kau ******!"


"****** kubunuh kau!"


*Ratta tatta tat* *dor dor*


Suara peluru bergema di seluruh tempat.


Dan Ayase yang sedari tadi memaksakan tubuhnya, tidak bisa


bertahan lebih jauh.

__ADS_1


Dan dia meninggal disana juga, disamping mayat Izumi.


__ADS_2