
Setelah percakapan yang panjang dengan Ramires-san dan
Sofia-chan tadi malam.
Aku sekarang berada dikamar ku.
Akua akan tinggal disini selama dua hari, sambil menunggu gerbong
Menuju ke ibukota.
Yah ini waktu yang panjang, aku akan menantikan nya.
"Ayase-sama, ini waktunya makan siang."
Selagi aku memikirkan hal-hal konyol. Butler-san itu memanggil
ku.
"Baik."
Setelah aku menjawab begitu, aku keluar dari kamar menuju
tempat makan.
"Selamat siang Ayase-san."
"Selamat siang Ramires-san. Dimana Sofia-chan?"
Aku melihat sekeliling dan... Sofia tidak ada disini.
"Nona Sofia dia sedang ada diluar untuk inspeksi. Dan
kemungkinan dia tidak akan makan siang bersama."
Butler-san menjelaskan bahwa Sofia sedang berada dikota.
"Ah, begitu kah? Baiklah."
Sungguh sangat amat disayangkan, aku ingin berbicara dengan Sofia-chan
lagi... Seperti aku akan menahan nya sampai malam.
◇
Setelah Makan Siang.
Aku sedang berjalan disekitar Mansion.
Aku melihat tempat latihan para ksatria.
Hmm aku jadi ingin berlatih juga. Sudah lama aku tidak
mengayunkan pedangku.
Aku mendekati area latihan itu. Dan disambut dengan para ksatria
itu.
"Oh apakah anda tertarik dengan ini Nona
Yukihana?"
Dia...? Ah aku ingat! Dia adalah Ksatria-san yang aku temui
di samping Mansion kemarin.
"Maafkan saya. Saya belum memperkenalkan diri. Saya
adalah kapten penjaga dikota ini. Nama saya Gaelion."
Hmm, ya untuk seorang kapten dia masih terlihat muda?
Mungkin dia umur 30an?
"Ya, kapten-san. Aku tertarik menonton kalian berlatih...
Bisakah aku bergabung juga?"
Aku melihat sekeliling dengan bersemangat. Dan mengajukan
permintaan itu ke Gaelion-san. Tapi dia nampak terkejut dan memiliki pandangan
bermasalah... Apa? Karena aku seorang Putri atau apa... Mungkin dia ragu? Hmm tidak
bisa ditolong. Baiklah!
"Umm, apakah baik-baik saja Nona Yukihana?"
Gaelion-san bertanya kepada ku.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Begini-begini aku sangat
kuat loh~"
Sambil berkata seperti itu, aku mengeluarkan Katana ku dari
[Item Box] sambil terlihat mendramatisir. Aku berkata.
"Muncul lah dihadapan ku! GhostFreak!"
Acha~ aku mengatakannya! Ini adalah kebiasaan buruk aku dan I-kun,
untuk menamai sebuah senjata.
Setelah aku bergumam begitu, Katana hitam legam dengan garis
merah di tengahnya muncul ditangan ku. Yah katana ini tidak memiliki efek
spesial apapun. Aku membelinya di [Item Shop] dan menyesuaikan nya dengan selera
ku.
Gaelion-san terlihat tercengang dengan kemunculan pedang ini
secara tiba-tiba.
"Wah, wah, sungguh senjata yang menawan... Bilah hitamnya
itu terlihat mengintimidasi."
__ADS_1
"Kalo seperti ini. Aku bisa mengikuti latihan kalian
juga kan?"
Aku bertanya kepada ksatria lainnya... Dan mereka menjawab.
""\""
Sudah dapat persetujuan! Baiklah aku sudah lama tidak
mengayunkan pedang ku! Saatnya berlatih!
"Baik aku akan bergabung!"
Aku berjalan menuju area latihan dengan semangat.
Dan aku melakukan gerakan pemanasan terlebih dahulu sebelum
mengayunkan pedang.
Pertama aku meregangkan tubuh ku dulu, dan kemudian tangan,
diikuti setelah itu kaki. Baik! Aku sudah siap!
Aku mengeluarkan Katana ku, dan mulai mengayunkan nya untuk
merasakan dan mengembalikan sensasi itu.
Sambil mengayunkan Katana ku aku memikirkan hal-hal aneh. Seperti
ini.
Huh, bahkan jika kamu memiliki senjata, kamu bisa membunuh
orang, kamu bertanya?
Aku bisa membunuh, secara alami. Apakah ada alasan untuk
tidak membunuh siapa pun? Aku tidak akan membunuh orang biasa, tentu saja. Itu
sudah jelas. Tapi tidak ada alasan mengapa aku tidak harus membunuh seseorang
yang akan membunuhku.
Apa, menghormati kehidupan pihak lain dan diam-diam dibunuh?
Tidak tidak tidak tidak! Jika Kamu menangkap mereka, bisakah Kamu menegur
mereka tanpa membunuh? Mereka akan membalas segera setelah mereka melarikan
diri, atau menyerang orang lain.
Berapa banyak orang yang murni dan jujur akan mengalami
kemalangan karena dibunuh oleh para bajingan yang diabaikan. Dalam hal ini,
orang-orang yang menghadap mereka sama baiknya dengan para pembunuh.
Aku merasa kasihan pada orang-orang yang dipaksa untuk bertarung,
tetapi pada titik di mana aku menghargai hidup aku dan lawan aku sedang mencoba
Namun, apa dengan protagonis yang khawatir tentang membunuh
musuh dalam film. T Kamu pikir itu bodoh. Teman atau kekasih mereka terbunuh
ketika mereka ragu-ragu. Kemudian mereka ragu-ragu bahkan lebih, dan
menyesalinya ... Itu membuat Kamuberpikir, membunuh musuh Kamu untuk sementara
waktu dan kemudian mengambil waktu Kamu untuk berpikir, bukan?
Eh, kamu tidak berpikir begitu, begitukah?
Sambil berpikir begitu, aku membuat wajah yang bodoh... Semua
ksatria itu melihat kearah ku... Pasti aku membuat wajah yang bodoh.
Setelah beberapa saat.
"Adakah yang mau berlatih tanding?"
Aku bertanya kepada para ksatria yang ada disana. Mereka
saling memandang dan... Ah ada yang mengangkat tangan nya keatas.
Hmm, dia cukup muda. Mungkin seumuran dengan Sofia-chan?
Baiklah aku tidak terlalu perduli.
"Aku akan menjadi lawan mu Hime-sama."
"Baiklah. Gaelion-san kau akan jadi wasitnya~"
Aku memanggil Gaelion-san untuk menyuruh nya menjadi wasit.
"Ya! Peraturannya mudah, siapapun yang sudah tidak bisa
melanjutkan pertarungan akan kalah. Dilarang membunuh satu sama lain, dan
disaat pihak wasit berpikir itu bahaya wasit akan menghentikan pertarungan. Paham?"
"Baik~"
"Dimengerti!"
"Siap! 1,2,3! Fight!!"
Setelah Gaelion-san menghitung mundur, aku mengambil posisi
dengan katana ku.
Hohoho Ksatria-kun satu ini juga terlihat waspada, dan
melihat pergerakan Ku... Ini tidak akan ada habisnya kalo kami hanya saling
berhadapan. Aku akan menunggu sedikit lebih lama.
"Haaa!"
__ADS_1
Dengan teriakan itu, Ksatria-kun itu maju dan menyerang ku. Hoo
tidak buruk juga!
"Tapi! Kau terlalu banyak celah Ksatria-kun!"
Aku maju untuk menahan serangan dia. Dan aku memutar langkah
ku kesamping untuk menyerangnya. *Crack* Masih belum! Aku menebaskan nya dengan
kecepatan tinggi.
"Ha!!"
*Slash* ini akhirnya! Aku menyilang kan Katana ku dilehernya.
"Aku menyerah."
"Pemenang nya adalah Nona Yukihana!"
"Ohhh" "lumayan juga Nona itu!" "Oooo"
"Baik siapa selanjutnya?"
Aku menantang para ksatria itu.
"Oh aku selanjutnya Nona!"
"Baik maju sini!"
Dan akhir dari pertarungan latihan adalah.
15x pertandingan, 13x menang 2x seri.
Tidak aku sangka. Gaelion-san ternyata sangat luar biasa,
aku belajar banyak dari pertandingan ini.
Disaat itu juga Ramires datang kerena keributan di area latihan.
Disampingnya ada Butler itu.
"Stefan, bagaimana kau melihat nya?"
"Ya! Nyonya. Seperti Ayase-sama bukan pertama kalinya
memegang sebuah pedang, dan dilihat dari kuda-kuda nya dia cukup
berpengalaman... Dan teknik nya, saya belum pernah melihat itu dimana
pun."
"Begitu kah? Jadi dia benar-benar bangsawan asing.."
Setelah percakapan itu Ramires melanjutkan perjalanan ke ruangan
kantor nya.
Diikuti oleh Kepala pelayanan itu.
Beberapa hari setelah petarung latihan itu. Hari ini adalah hari
keberangkatan ku ke ibukota.
"Jaga dirimu baik-baik Ayase-chan!. Kami akan mengunjungi
Toko mu saat di ibukota nanti."
Ya, gadis-gadis harus menemukan sesuatu yang ingin mereka
lakukan, bukan begitu, Sofia-chan
“Setelah beberapa saat, kami juga akan datang ke ibu kota.
Harap tunggu sampai saat itu. ”
Ya, sepertinya ada saatnya ketika para bangsawan berkumpul
di ibu kota untuk sesuatu yang disebut“ musim sosial ”.
"Baik terimakasih Ramires-sama... Aku akan menunggu
kedatangan kalian."
“Maka, berhati-hatilah. Aku telah mengirim surat untuk
menginstruksikan orang untuk menyiapkan uang sebanyak yang Kamu butuhkan. Tentu
saja, ada batas atas, Kamutidak akan memiliki masalah dengan jumlah selama Kamu
tidak akan membeli rumah besar. ”
Ya, aku ada dalam perawatan mu.
“Semoga harimu menyenangkan”
Dipersona dengan sapuan kepala pelayan Stefan, aku
meninggalkan rumah Walker dan menuju ke tempat menunggu kereta kuda. Dengan
pelayan.
... Ya, 'dengan para pelayan'
Dimulai dengan earl, semua keluarga Walker tidak akan
membiarkan aku bepergian sendiri. Tidak, bahkan jika itu disebut itu, kali ini
aku bepergian dengan kereta dengan banyak orang. Tapi itu tidak bagus.
Jadi, karena mereka akan pergi ke sana dengan cara apa pun
untuk musim sosial, diputuskan untuk membuat dua orang maju sebagai party
lanjutan. Seorang pembantu sekitar pertengahan dua puluhan, dan penjaga
laki-laki sekitar tiga puluh.
Nah, tujuh hari ke ibukota, ada baiknya aku memiliki orang
__ADS_1
untuk diajak bicara.