
*Pagi*
Aku membuka mataku perlahan dan melihat atap penginapan ini.
Hari ini aku terbangun lebih pagi dari biasanya.
Aku menggosok-gosok mataku dan mencoba untuk mempercepat
proses kebangkitan. Hari ini aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan penting
dan aku tidak ingin terlambat.
Ketika aku membuka jendela, mataku langsung terpukau dengan
pemandangan yang ada di luar. Matahari terbit dengan warna yang indah dan
semilir angin pagi membuat udara terasa sangat segar. Aku merasakan semangat
yang tumbuh di dalam diriku, hari ini akan menjadi hari yang luar biasa.
“Selamat pagi.” Aku berbisik keluar jendela.
hari ini adalah hari dimana aku akan melanjutkan perjalanku.
“Hmm, sebelum berangkat pertama aku akan mengisi persedian
makanan, kedua aku butuh sesuatu seperti tenda? Dan yang terahkir adalah sebuah
peta.. tidak perduli sehebat apapun skill [MINI MAP] ku, itu masih hitam
dibagian yang tidak pernah aku kunjungi.”
Haah sungguh hari ini aku akan sibuk sekali.. baiklah aku
akan memoles senjata ku terlebih dahulu.
Setelah memoles senjata, aku segera bergegas keluar dari
penginapan dan menuju pasar untuk membeli persediaan makanan dan barang-barang
yang dibutuhkan selama perjalanan. Aku akan membeli beberapa buah dan sayuran
segar, serta roti dan daging yang telah diawetkan.
Aku berjalan ke arah pasar kota ini, sungguh udara pagi
dikota ini sangat segar dan nyaman.
Tidak ada polusi atau bau asap kendaraan, sungguh tempat
yang nyaman.
“Isekaii saikyouuu!!!!” Sungguh aku Lelah dengan hiruk pikuk
kota modern.
Bisa berenkarnasi ke isekai adalah pilihan terbaik yang
pernah ada.
“Terima kasih Thea Sensei Terimakasih Uranus-sama.” Aku
menyatukan tangan ku dan mengucapkan terima kasih kepada kedua dewa yang sudah
membawaku ke isekai.
Ah pasar didepan sudah kelihatan.
“Sasuga~ pasar kota wisata, ini padat sekali.. baiklah! Ini
saatnya bertempur untuk memperebutkan sayuran dan daging segar berkualitas!!!”
Aku dengan gesit berjalan melalui kerumunan yang ramai
menuju ke penjual sayur.
Aku menatap dengan penuh semangat kepada penjual sayur yang
memamerkan hasil panennya dengan penuh bangga. Sayuran-sayuran tersebut tampak
segar dan menggiurkan.
"Permisi, bisa saya melihat-lihat sayuran ini?"
tanyaku dengan sopan kepada penjual sayur tersebut.
Penjual itu mengangguk dan dengan senang hati memperlihatkan
sayuran-sayuran yang ia jual. Aku memilih beberapa sayuran yang tampak paling
segar dan berkualitas tinggi, dan kemudian membayar dengan uang yang aku
hasilkan dengan menjadi petualang.
“Baik!! Selanjutnya toko daging! Ah mungkin aku akan
menayakan apakah mereka menjual beras apa tidak”
Saat aku berjalan ke penjual daging, aku mencium aroma sate
tusuk yang menggoda indera penciumanku.
Aku melihat sekitar sambal mencari asal aroma itu. Aku
akhirnya menemukannya di penjual sate tusuk yang ramai dengan pelanggan. Aroma
daging yang dibakar dengan rempah-rempah membuatku merasa lapar.
Saat aku mendekati penjual sate itu perutku berbunyi.
“Hahaha tepat sekali, kebetulan aku juga belum serapan.
Baiklah aku akan beli beberapa.”
Aku mendekati tempat tusuk sate itu dan disambut dengan tawa
pemilik toko itu.
“AHAHAHAHA! Apakah kau mau beberapa anak muda?”
Penjual sate itu menyambutku dengan senyuman dan menyodorkan
__ADS_1
beberapa tusuk sate yang sudah matang.
“berapa untuk satu tusuk?”
“Ini akan menjadi 10.000G.”
“baik aku akan membeli 3 tusuk!”
Aku membeli beberapa tusuk sate dan menikmatinya dengan
lahap. Rasa daging yang empuk dan rempah yang khas membuatku semakin merasa
lapar.
Tanpa pikir panjang, aku mengambil beberapa tusuk sate dan
memakannya dengan lahap.
“Wahh, enak sekali!!” gumamku sambal melihat orang tua itu
membakar sate.
“Hei pak, apakah kau dimana tempat orang menujual sesuatu
seperti peralatan petualang?”
Aku menanyakan itu kepada penjaga toko sate itu.
Orang tua itu menatapku dengan heran. “Kamu adalah petualang
ya?” tanyanya sambil tersenyum.
“Ya, aku sedang melakukan perjalanan di sini dan membutuhkan
beberapa peralatan untuk melanjutkan petualanganku,” jawabku sambil mengangguk.
Orang tua itu menunjukkan arah ke sebuah toko yang terletak
di ujung pasar. “Itu dia, di sana kamu bisa menemukan peralatan yang kamu
butuhkan untuk melanjutkan petualanganmu.”
“Terima kasih!” aku berterimaksih kepada penjaga toko itu.
Dan saat aku mau menghabiskan sate itu, aku tiba-tiba mendengar
suara ribut di dekatku.
“Hmm? Sepertinya ada yang berkelahi..” aku bergumam, tapi
sepertinya penjaga toko itu mendengarnya.
“Begitulah, ahkir-ahkir ini banyak sekali preman yang
bertarung dengan penjaga atau pun pembeli dipasar ini.”
“Begitu..” Karena aku penasaran, akupun melihat ke arah
sumber suara dan melihat sekelompok orang yang sedang berkelahi di tengah
pasar. Aku mendekati kerumunan itu dan melihat bahwa ada seorang perempuan yang
“Huh? Bajingan kasar~ apakah mereka tidak malu? Kasar
terhadap seorang wanita?”
Saat aku mau meninggalkan mereka, seorang pria itu,
mengangkat senjatanya dan mengarahkan nya ke wanita itu.
Serontak orang-orang yang berkumpul disana panik dan berteriak.
Tiba-tiba sebuah pesan muncul dihadapan ku. “Hmm kau selama
ini kemana saja system-san?”
“haah baiklah, aku akan berolahraga sedikit.”
Tanpa berpikir panjang, aku segera mengambil tindakan. Aku
mengeluarkan pedangku dan berlari menuju ke arah perempuan itu.
“Haha~ sepertinya aku akan mendapat beberapa masalah.”
Dengan pedangku yang terhunus, aku berdiri tegak di hadapan
mereka. “Hentikan!” seruku dengan tegas. Beberapa dari mereka menatapku dengan
sinis, namun ada juga yang terlihat takut dan mundur perlahan.
“Kamu siapa? Mau ikut campur urusan orang lain?” tanya salah
satu dari mereka dengan suara kasar.
“Tentu saja, aku tidak akan membiarkan seorang wanita
dipukuli begitu saja!” jawabku dengan mantap.
Mereka tertawa sinis, “Kamu terlalu berani bicara! Kau pikir
kau bisa mengalahkan kami?”
Beberapa orang dari mereka tertawa vulgar, dan beberapa lain
memainkan senjatanya.
“Haaah kelakuan mereka sama seperti bandit kepala kuning
itu, beda dari yang itu, orang didepanku ini memiliki rambut mohawk” aku
berbicara dalam hati.
“HAHAHAHA KAU TIDAK AKAN LOLOS DARI INI BOCAH!!” [Mohawk 1]
“BENAR KAU TIDAK TAU SIAPA KAMI HAH?” [Mohawk 2]
“KAMI ADALAH KELOMPOK BLACK JACK!!” [Mohawk 3]
“TAKULAH KEPADA KITA BOCAH!! HAHAHAHAHA” [Mohawk 4]
Seketika kerumunan warga berbisik dan beberapa terkejut..
__ADS_1
“Huh? Mereka bicara apa? Aku tadi memamun sebentar, Dan
kenapa mereka semua berbicara bergantian seperti itu? Huh??”
“Ya ya ya, terserah aku tidak perduli dengan nama mu atau
apapun.”
Tanpa menunggu reaksi mereka, aku langsung menyerang dengan
pedangku. Mereka berusaha menghindar dan balas menyerang, namun kecepatan dan
keahlian bertarungku jauh lebih baik dari mereka.
Serangan-serangan mereka tidak mampu mengenai tubuhku,
sementara aku berhasil menghindari serangan mereka dengan gesit. Aku menerjang
mereka dengan lincah, mengarahkan pedangku dengan tepat dan akurat. Beberapa
dari mereka berhasil kucabik dengan pedangku, sementara yang lain melarikan
diri setelah melihat keterampilan bertarungku yang mumpuni.
Saat semua lawanku sudah terkapar di tanah, aku menghela
nafas lega. Aku menoleh ke arah perempuan yang tadinya sedang berkelahi dengan
mereka, dan melihat raut wajahnya yang lega dan berterima kasih.
"Terima kasih, kau menyelamatkan nyawaku," ucapnya
sambil menghampiriku.
"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakukan apa
yang seharusnya dilakukan," jawabku sambil tersenyum ramah.
"Tetapi kau benar-benar hebat dalam bertarung. Apa kau
adalah seorang petarung handal?" tanya perempuan itu sambil menatapku
dengan penuh rasa ingin tahu.
"Hahaha, tidak juga. Aku hanyalah seorang petualang
biasa yang mencari pengalaman dan petualangan," jawabku sambil tertawa.
Setelah pertarungan selesai, penjaga datang dan menangkap
para bajingan itu.
Dan aku dimintai keterangan, sebentar dan aku menerima
imbalan karena aku berhasil mengalahkan mereka.
“Baiklah saatnya lanjut berbelanja!!”
aku berjalan ke penjual daging yang berada tidak jauh dari
situ.
Saat aku sampai di penjual daging, aku melihat beberapa
potongan daging yang tergantung di rak. Aku mengambil beberapa potong daging
sapi segar dan berkata kepada penjualnya, “Tolong potong daging sapi seberat 1
kilogram, pak.” Penjual itu mengambil pisau besar dan dengan cepat memotong
daging sapi itu. Aroma daging segar membuatku semakin lapar. Aku memutuskan
untuk membeli beberapa potong lagi.
“ah pak apakah kau tau orang yang menjual beras disekitar
sini?”
“hmm? Beras? Ah! Aku tahu, makanan yang disukai pahlawan
terdahulu! Maaf nak di kota ini tidak ada yang menjual beras.”
“begitu kah? Terimakasih pak.”
Hmm pahlawan terdahulu? Apakah pahlawan itu juga seseorang
yang datang dari dunia yang sama
denganku? “Hmm yah terserah.”
Setelah membayar, aku memasukan daging itu kedalam
Inventoriku.
“Sungguh skill yang mudah!! Hore untuk skill inventori!!”
baiklah saatnya menuju toko peralatan.
Setelah aku berjalan beberapa meter, aku sampai di toko itu.
Sesampainya di toko, aku melihat banyak peralatan
petualangan yang tersedia, mulai dari tenda, matras, hingga sesuatu seperti
peralatan memasak?
“sasuga toko peralatan dunia lain, aku belum pernah melihat
barang-barang ini, yang aku tahu Cuma tenda dan matras ini.”
Aku memandangi setiap peralatan yang tersedia di toko itu
dengan rasa kagum. Berbagai macam peralatan petualangan tersedia.
“baiklah aku akan mengambil tenda dan matras ini.”
Setelah membayar, aku memasukan semua benda itu ke dalam
inventori.
“Saatnya kembali ke penginapan, dan berangkat!”
__ADS_1