TRIP TO ANOTHER WORLD

TRIP TO ANOTHER WORLD
CHAPTER 14


__ADS_3

*Pagi*


Aku membuka mataku perlahan dan melihat atap penginapan ini.


Hari ini aku terbangun lebih pagi dari biasanya.


Aku menggosok-gosok mataku dan mencoba untuk mempercepat


proses kebangkitan. Hari ini aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan penting


dan aku tidak ingin terlambat.


Ketika aku membuka jendela, mataku langsung terpukau dengan


pemandangan yang ada di luar. Matahari terbit dengan warna yang indah dan


semilir angin pagi membuat udara terasa sangat segar. Aku merasakan semangat


yang tumbuh di dalam diriku, hari ini akan menjadi hari yang luar biasa.


“Selamat pagi.” Aku berbisik keluar jendela.


hari ini adalah hari dimana aku akan melanjutkan perjalanku.


“Hmm, sebelum berangkat pertama aku akan mengisi persedian


makanan, kedua aku butuh sesuatu seperti tenda? Dan yang terahkir adalah sebuah


peta.. tidak perduli sehebat apapun skill [MINI MAP] ku, itu masih hitam


dibagian yang tidak pernah aku kunjungi.”


Haah sungguh hari ini aku akan sibuk sekali.. baiklah aku


akan memoles senjata ku terlebih dahulu.


Setelah memoles senjata, aku segera bergegas keluar dari


penginapan dan menuju pasar untuk membeli persediaan makanan dan barang-barang


yang dibutuhkan selama perjalanan. Aku akan membeli beberapa buah dan sayuran


segar, serta roti dan daging yang telah diawetkan.


Aku berjalan ke arah pasar kota ini, sungguh udara pagi


dikota ini sangat segar dan nyaman.


Tidak ada polusi atau bau asap kendaraan, sungguh tempat


yang nyaman.


“Isekaii saikyouuu!!!!” Sungguh aku Lelah dengan hiruk pikuk


kota modern.


Bisa berenkarnasi ke isekai adalah pilihan terbaik yang


pernah ada.


“Terima kasih Thea Sensei Terimakasih Uranus-sama.” Aku


menyatukan tangan ku dan mengucapkan terima kasih kepada kedua dewa yang sudah


membawaku ke isekai.


Ah pasar didepan sudah kelihatan.


“Sasuga~ pasar kota wisata, ini padat sekali.. baiklah! Ini


saatnya bertempur untuk memperebutkan sayuran dan daging segar berkualitas!!!”


Aku dengan gesit berjalan melalui kerumunan yang ramai


menuju ke penjual sayur.


Aku menatap dengan penuh semangat kepada penjual sayur yang


memamerkan hasil panennya dengan penuh bangga. Sayuran-sayuran tersebut tampak


segar dan menggiurkan.


"Permisi, bisa saya melihat-lihat sayuran ini?"


tanyaku dengan sopan kepada penjual sayur tersebut.


Penjual itu mengangguk dan dengan senang hati memperlihatkan


sayuran-sayuran yang ia jual. Aku memilih beberapa sayuran yang tampak paling


segar dan berkualitas tinggi, dan kemudian membayar dengan uang yang aku


hasilkan dengan menjadi petualang.


“Baik!! Selanjutnya toko daging! Ah mungkin aku akan


menayakan apakah mereka menjual beras apa tidak”


Saat aku berjalan ke penjual daging, aku mencium aroma sate


tusuk yang menggoda indera penciumanku.


Aku melihat sekitar sambal mencari asal aroma itu. Aku


akhirnya menemukannya di penjual sate tusuk yang ramai dengan pelanggan. Aroma


daging yang dibakar dengan rempah-rempah membuatku merasa lapar.


Saat aku mendekati penjual sate itu perutku berbunyi.


“Hahaha tepat sekali, kebetulan aku juga belum serapan.


Baiklah aku akan beli beberapa.”


Aku mendekati tempat tusuk sate itu dan disambut dengan tawa


pemilik toko itu.


“AHAHAHAHA! Apakah kau mau beberapa anak muda?”


Penjual sate itu menyambutku dengan senyuman dan menyodorkan

__ADS_1


beberapa tusuk sate yang sudah matang.


“berapa untuk satu tusuk?”


“Ini akan menjadi 10.000G.”


“baik aku akan membeli 3 tusuk!”


Aku membeli beberapa tusuk sate dan menikmatinya dengan


lahap. Rasa daging yang empuk dan rempah yang khas membuatku semakin merasa


lapar.


Tanpa pikir panjang, aku mengambil beberapa tusuk sate dan


memakannya dengan lahap.


“Wahh, enak sekali!!” gumamku sambal melihat orang tua itu


membakar sate.


“Hei pak, apakah kau dimana tempat orang menujual sesuatu


seperti peralatan petualang?”


Aku menanyakan itu kepada penjaga toko sate itu.


Orang tua itu menatapku dengan heran. “Kamu adalah petualang


ya?” tanyanya sambil tersenyum.


“Ya, aku sedang melakukan perjalanan di sini dan membutuhkan


beberapa peralatan untuk melanjutkan petualanganku,” jawabku sambil mengangguk.


Orang tua itu menunjukkan arah ke sebuah toko yang terletak


di ujung pasar. “Itu dia, di sana kamu bisa menemukan peralatan yang kamu


butuhkan untuk melanjutkan petualanganmu.”


“Terima kasih!” aku berterimaksih kepada penjaga toko itu.


Dan saat aku mau menghabiskan sate itu, aku tiba-tiba mendengar


suara ribut di dekatku.


“Hmm? Sepertinya ada yang berkelahi..” aku bergumam, tapi


sepertinya penjaga toko itu mendengarnya.


“Begitulah, ahkir-ahkir ini banyak sekali preman yang


bertarung dengan penjaga atau pun pembeli dipasar ini.”


“Begitu..” Karena aku penasaran, akupun melihat ke arah


sumber suara dan melihat sekelompok orang yang sedang berkelahi di tengah


pasar. Aku mendekati kerumunan itu dan melihat bahwa ada seorang perempuan yang


“Huh? Bajingan kasar~ apakah mereka tidak malu? Kasar


terhadap seorang wanita?”


Saat aku mau meninggalkan mereka, seorang pria itu,


mengangkat senjatanya dan mengarahkan nya ke wanita itu.


Serontak orang-orang yang berkumpul disana panik dan berteriak.


Tiba-tiba sebuah pesan muncul dihadapan ku. “Hmm kau selama


ini kemana saja system-san?”


“haah baiklah, aku akan berolahraga sedikit.”


Tanpa berpikir panjang, aku segera mengambil tindakan. Aku


mengeluarkan pedangku dan berlari menuju ke arah perempuan itu.


“Haha~ sepertinya aku akan mendapat beberapa masalah.”


Dengan pedangku yang terhunus, aku berdiri tegak di hadapan


mereka. “Hentikan!” seruku dengan tegas. Beberapa dari mereka menatapku dengan


sinis, namun ada juga yang terlihat takut dan mundur perlahan.


“Kamu siapa? Mau ikut campur urusan orang lain?” tanya salah


satu dari mereka dengan suara kasar.


“Tentu saja, aku tidak akan membiarkan seorang wanita


dipukuli begitu saja!” jawabku dengan mantap.


Mereka tertawa sinis, “Kamu terlalu berani bicara! Kau pikir


kau bisa mengalahkan kami?”


Beberapa orang dari mereka tertawa vulgar, dan beberapa lain


memainkan senjatanya.


“Haaah kelakuan mereka sama seperti bandit kepala kuning


itu, beda dari yang itu, orang didepanku ini memiliki rambut mohawk” aku


berbicara dalam hati.


“HAHAHAHA KAU TIDAK AKAN LOLOS DARI INI BOCAH!!” [Mohawk 1]


“BENAR KAU TIDAK TAU SIAPA KAMI HAH?” [Mohawk 2]


“KAMI ADALAH KELOMPOK BLACK JACK!!” [Mohawk 3]


“TAKULAH KEPADA KITA BOCAH!! HAHAHAHAHA” [Mohawk 4]


Seketika kerumunan warga berbisik dan beberapa terkejut..

__ADS_1


“Huh? Mereka bicara apa? Aku tadi memamun sebentar, Dan


kenapa mereka semua berbicara bergantian seperti itu? Huh??”


“Ya ya ya, terserah aku tidak perduli dengan nama mu atau


apapun.”


Tanpa menunggu reaksi mereka, aku langsung menyerang dengan


pedangku. Mereka berusaha menghindar dan balas menyerang, namun kecepatan dan


keahlian bertarungku jauh lebih baik dari mereka.


Serangan-serangan mereka tidak mampu mengenai tubuhku,


sementara aku berhasil menghindari serangan mereka dengan gesit. Aku menerjang


mereka dengan lincah, mengarahkan pedangku dengan tepat dan akurat. Beberapa


dari mereka berhasil kucabik dengan pedangku, sementara yang lain melarikan


diri setelah melihat keterampilan bertarungku yang mumpuni.


Saat semua lawanku sudah terkapar di tanah, aku menghela


nafas lega. Aku menoleh ke arah perempuan yang tadinya sedang berkelahi dengan


mereka, dan melihat raut wajahnya yang lega dan berterima kasih.


"Terima kasih, kau menyelamatkan nyawaku," ucapnya


sambil menghampiriku.


"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakukan apa


yang seharusnya dilakukan," jawabku sambil tersenyum ramah.


"Tetapi kau benar-benar hebat dalam bertarung. Apa kau


adalah seorang petarung handal?" tanya perempuan itu sambil menatapku


dengan penuh rasa ingin tahu.


"Hahaha, tidak juga. Aku hanyalah seorang petualang


biasa yang mencari pengalaman dan petualangan," jawabku sambil tertawa.


Setelah pertarungan selesai, penjaga datang dan menangkap


para bajingan itu.


Dan aku dimintai keterangan, sebentar dan aku menerima


imbalan karena aku berhasil mengalahkan mereka.


“Baiklah saatnya lanjut berbelanja!!”


aku berjalan ke penjual daging yang berada tidak jauh dari


situ.


Saat aku sampai di penjual daging, aku melihat beberapa


potongan daging yang tergantung di rak. Aku mengambil beberapa potong daging


sapi segar dan berkata kepada penjualnya, “Tolong potong daging sapi seberat 1


kilogram, pak.” Penjual itu mengambil pisau besar dan dengan cepat memotong


daging sapi itu. Aroma daging segar membuatku semakin lapar. Aku memutuskan


untuk membeli beberapa potong lagi.


“ah pak apakah kau tau orang yang menjual beras disekitar


sini?”


“hmm? Beras? Ah! Aku tahu, makanan yang disukai pahlawan


terdahulu! Maaf nak di kota ini tidak ada yang menjual beras.”


“begitu kah? Terimakasih pak.”


Hmm pahlawan terdahulu? Apakah pahlawan itu juga seseorang


yang datang dari dunia  yang sama


denganku? “Hmm yah terserah.”


Setelah membayar, aku memasukan daging itu kedalam


Inventoriku.


“Sungguh skill yang mudah!! Hore untuk skill inventori!!”


baiklah saatnya menuju toko peralatan.


Setelah aku berjalan beberapa meter, aku sampai di toko itu.


Sesampainya di toko, aku melihat banyak peralatan


petualangan yang tersedia, mulai dari tenda, matras, hingga sesuatu seperti


peralatan memasak?


“sasuga toko peralatan dunia lain, aku belum pernah melihat


barang-barang ini, yang aku tahu Cuma tenda dan matras ini.”


Aku memandangi setiap peralatan yang tersedia di toko itu


dengan rasa kagum. Berbagai macam peralatan petualangan tersedia.


“baiklah aku akan mengambil tenda dan matras ini.”


Setelah membayar, aku memasukan semua benda itu ke dalam


inventori.


“Saatnya kembali ke penginapan, dan berangkat!”

__ADS_1


__ADS_2