
•PAGI•
Pagi hari.
HUFFTT
“Udara yang sangat segar, isekai memang hebat!!”
Aku memandangi langit biru yang cerah di depanku, merasakan sinar
matahari yang menyinari wajahku. Aku merasa bahagia bisa ber renkarnasi di
dunia ini, dunia yang berbeda dengan dunia tempatku berasal.
Aku bangkit dari tenda ku dan melakukan peregangan kecil, dan mulai
menyiapkan diri untuk menyiapkan sarapan untuk ku.
Setelah sarapan pagi yang enak, kami bersiap-siap untuk
melanjutkan perjalanan.
Kami semua merasa segar setelah tidur dan siap untuk melanjutkan
petualangan kami. Kami memeriksa perlengkapan kami dan kusir yang sedang mengecek
kondisi kuda, untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik sebelum melanjutkan
perjalanan pengawalan kami.
Kami bergerak perlahan-lahan melalui hutan yang tenang, dengan
suara langkah kuda dan derap kakiku yang terdengar jelas di antara suara alam
yang tenang.
Kami tidak terburu-buru dan menikmati perjalanan kami. Hutan ini
begitu indah, dengan pohon-pohon yang tinggi dan daun-daun yang hijau di
sekeliling kami.
Tapi tiba-tiba ada yang menginturpsi, Aku yang sedang menikmati
keindahan alam dunia lain ini.
Setelah keindahan itu, kami tiba-tiba di serang sekelompok
monster.
“SERANGAN!! SERANGAN!!! SEMUA NYA BERSIAP-SIAP!!! ADA SEKELOMPOK
MONSTER DATANG!!!”
“Haaahh~ aku sedang mengagumi ke indahan hutan ini, tapi
sepertinya pekerjaan sesungguhnya telah tiba~” aku berbicara seperti itu ke
Jonh-san.
“Begitulah, tak ada yang tahu kapan ancaman datang, kita harus selalu
siap,” jawab Jonh-san dengan serius.
Sepertinya kelompok bagian terdepan juga mengalami kesulitan untuk
mengalahkan monster ini.
Aku penasaran dengan wanita itu, apakah dia berhasil dengan mudah
mengalah monster-monster ini.
Setelah aku berpikir singkat seperti itu, john-san berteriak.
“Semua ankat senjata kalian, berispa bertarung!!”
Kami segera mengambil posisi dan bersiap untuk melawan
monster-monster tersebut. Kelompok monster itu terdiri dari lima monster besar
yang terlihat sangat ganas.
“Tiga di antaranya berupa serigala raksasa dan dua lagi adalah
golem berbentuk manusia. Siapkan dirimu, kita harus melawan mereka dengan
sekuat tenaga,” kata Jonh-san dengan serius.
Serigala raksasa melompat dengan cepat dan menerjang ke arahku,
__ADS_1
aku berhasil menghindari dengan jarak sehelai rambut, sebelum cakar itu
mengenaiku.
Aku menyerang balik dengan pedangku, tetapi itu tidak berdampak
pada serigala raksasa itu. Sementara itu, Jonh-san berhasil melumpuhkan salah
satu golem dengan sihirnya.
Aku melihat lawan-lawanku dengan skill Detection Enemy, sehingga
aku bisa menghindari serangan mereka dengan mudah dan mengeluarkan serangan
balik dengan tepat.
Namun, kelompok monster ini ternyata lebih tangguh dari yang kami
perkirakan. Mereka terus menyerang dengan kekuatan dan kecepatan yang
mematikan. Jonh-san terus melepaskan panah-panahnya, tapi sepertinya itu tidak
cukup untuk mengalahkan monster-monster itu.
Aku mencoba untuk memikirkan strategi untuk mengalahkan mereka.
Aku memutuskan untuk menggunakan skill WARP untuk mendekati salah satu serigala
raksasa dengan cepat dan kemudian menggunakan Midnight Assault Sword untuk
menyerangnya dengan kecepatan yang tinggi. Aku berhasil melumpuhkan satu
serigala raksasa dengan serangan tersebut.
Tapi Situasi semakin memburuk saat melihat satu serigala terbunuh kelompok
monster itu semakin menyerang.
Aku memutuskan untuk menggunakan skill WARP ku lagi untuk
mendekati serigala raksasa lain dengan cepat dan tanpa disadari. Setelah
berhasil mendekat, aku menggunakan skill Detection Enemy untuk mencari titik
lemahnya. Sambil bergerak dengan lincah, aku menggunakan skill Midnight Assault
Sword dan menyerang dengan kecepatan yang luar biasa, memotong serigala raksasa
Namun, pertarungan belum berakhir. Serigala raksasa yang lain
marah dan bergerak untuk menyerang. Aku menggunakan skill WARP untuk
menghindari serangan mereka dan melompat ke arah salah satu serigala raksasa
dengan pedangku yang sudah berapi-api. Pedangku menembus tubuh serigala raksasa
dan membuatnya jatuh ke tanah. Aku tidak kehilangan momentumku dan segera
melanjutkan serangan ke serigala raksasa berikutnya.
Sementara itu, Jonh-san terus menggunakan sihirnya untuk
mengalahkan golem-golem yang masih tersisa. Aku melihat sekeliling dan melihat
banyak lagi kelompok monster yang siap menyerang kami. Namun, aku tidak ingin
menyerah begitu saja. Aku mengambil nafas dalam-dalam dan berkata kepada
Jonh-san, "Ayo kita lawan mereka semua!"
Kami berdua menghadapi serangan monster dengan tekad yang kuat.
Aku menggunakan skill Sword Master untuk mempertahankan diri dari serangan
monster yang terus berdatangan. Sementara Jonh-san mengeluarkan sihir yang kuat
untuk menghancurkan kelompok monster tersebut. Kami berdua saling melindungi dan
menyerang, menciptakan pertempuran epik yang sulit untuk dilupakan.
Pertempuran berlangsung selama beberapa jam dan tubuh kami mulai
lelah. Namun, kami terus melawan dengan tekad yang kuat. Akhirnya, kami
berhasil mengalahkan kelompok monster yang menyerang kami.
“Hah hah hah” aku kehabisan nafas dari pertarungan sengit ini.
“Kerja bagus disana Izumi-kun, Aku terkesan dengan kemampuan Swordsmanship
__ADS_1
mu, Kamu sangat tangkas dalam bertarung,” kata Jonh-san sambil tersenyum.
“Terima kasih, Jonh-san. Tanpa bantuanmu, kita tidak akan bisa
mengalahkan mereka,” jawabku sambal terngah-angah.
“Sepertinya pertarungan di garis depan juga sudah selesai.” Kata
salah satu anggota party Jonh-san
“Sepertinya begitu, aku penasaran apa penyebab monster-monster ini
keluar dari dalam hutan.”
“Apakah kalian semua baik-baik saja?”
Hmmmmm??? Suara ini.. ini adalah suara wanita itu..
Aku melihat kearah suara wanita itu, si wanita cantik yang
misterius, alias si pemilik karavan ini.
Dia berjalan mendekati kami sambil tersenyum dan berkata, “Terima
kasih atas bantuannya, kalian berdua benar-benar hebat dalam melawan
monster-monster itu.”
“Ah benar aku belum memperkenalkan diri ku, perkenalkan nama ku. Levia
Lancaster, pemilik karavan ini,” kata wanita itu sambil tersenyum.
Kami berdua saling memandang, lalu Jonh-san berkata, “Saya Jonh,
seorang penyihir. Dan yang disana adalah party saya.” Jonh-san menunjuk
beberapa orang yang terlihat ke leleahan di dekat gerbong.
“Aku Izumi Amakawa, aku adalah seorang Swordmanship.”
“ufufufu Izumi-san, Senang bertemu dengan kalian berdua.”
“Huh? Untuk apa tawa itu!?” aku bertanya dalam hati.
Kami berterima kasih padanya dan aku bertanya, “Maaf mengganggu,
tapi apa yang menyebabkan monster-monster itu keluar dari hutan?”
Wanita itu menjawab, “aku juga tidak tahu pasti, tapi beberapa
waktu terakhir ini, banyak monster yang muncul di sekitar area ini. Ada
beberapa spekulasi bahwa mereka berasal dari sebuah dungeon yang baru terbentuk
di dalam hutan.”
“Dungeon baru?” Jonh-san mengulang dengan keheranan. “Bagaimana
bisa ada dungeon baru yang terbentuk di dalam
hutan?”Wanita itu mengangguk, “Memang aneh, tapi konon, beberapa orang
telah melaporkan melihat struktur bangunan misterius muncul di dalam hutan
dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berpikir bahwa dungeon ini mungkin
terbentuk karena bangunan tersebut.”
“Apakah ada yang tahu apa isi dari dungeon tersebut?” tanyaku
penasaran.
Wanita itu menggeleng, “Belum ada yang bisa masuk ke dalam dungeon
itu. Namun, para petualang yang berani telah mencoba untuk memasukinya dan
tidak satupun yang berhasil kembali.”
“Begitu.. aku melihat” DUNGEON BARU!!!! INI ADALAH ROMANASA
PETUALANGAN~ Haahh saying sekali aku masih dalam misi pengawalan, baiklah.
Mungkin aku akan menandai titik ini di skill [Mini Map]ku Hore
Untuk skill [Mini Map]!!!
Aku bersukacita didalam hati ku.
__ADS_1
dan perjalanan hari ini diahkiri dengan perbincangan ku dengan Levia tentang dungeon