TRIP TO ANOTHER WORLD

TRIP TO ANOTHER WORLD
CHAPTER 12


__ADS_3

•PAGI•


Pagi hari.


HUFFTT


“Udara yang sangat segar, isekai memang hebat!!”


Aku memandangi langit biru yang cerah di depanku, merasakan sinar


matahari yang menyinari wajahku. Aku merasa bahagia bisa ber renkarnasi di


dunia ini, dunia yang berbeda dengan dunia tempatku berasal.


Aku bangkit dari tenda ku dan melakukan peregangan kecil, dan mulai


menyiapkan diri untuk menyiapkan sarapan untuk ku.


Setelah sarapan pagi yang enak, kami bersiap-siap untuk


melanjutkan perjalanan.


Kami semua merasa segar setelah tidur dan siap untuk melanjutkan


petualangan kami. Kami memeriksa perlengkapan kami dan kusir yang sedang mengecek


kondisi kuda, untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik sebelum melanjutkan


perjalanan pengawalan kami.


Kami bergerak perlahan-lahan melalui hutan yang tenang, dengan


suara langkah kuda dan derap kakiku yang terdengar jelas di antara suara alam


yang tenang.


Kami tidak terburu-buru dan menikmati perjalanan kami. Hutan ini


begitu indah, dengan pohon-pohon yang tinggi dan daun-daun yang hijau di


sekeliling kami.


Tapi tiba-tiba ada yang menginturpsi, Aku yang sedang menikmati


keindahan alam dunia lain ini.


Setelah keindahan itu, kami tiba-tiba di serang sekelompok


monster.


“SERANGAN!! SERANGAN!!! SEMUA NYA BERSIAP-SIAP!!! ADA SEKELOMPOK


MONSTER DATANG!!!”


“Haaahh~ aku sedang mengagumi ke indahan hutan ini, tapi


sepertinya pekerjaan sesungguhnya telah tiba~” aku berbicara seperti itu ke


Jonh-san.


“Begitulah, tak ada yang tahu kapan ancaman datang, kita harus selalu


siap,” jawab Jonh-san dengan serius.


Sepertinya kelompok bagian terdepan juga mengalami kesulitan untuk


mengalahkan monster ini.


Aku penasaran dengan wanita itu, apakah dia berhasil dengan mudah


mengalah monster-monster ini.


Setelah aku berpikir singkat seperti itu, john-san berteriak.


“Semua ankat senjata kalian, berispa bertarung!!”


Kami segera mengambil posisi dan bersiap untuk melawan


monster-monster tersebut. Kelompok monster itu terdiri dari lima monster besar


yang terlihat sangat ganas.


“Tiga di antaranya berupa serigala raksasa dan dua lagi adalah


golem berbentuk manusia. Siapkan dirimu, kita harus melawan mereka dengan


sekuat tenaga,” kata Jonh-san dengan serius.


Serigala raksasa melompat dengan cepat dan menerjang ke arahku,

__ADS_1


aku berhasil menghindari dengan jarak sehelai rambut, sebelum cakar itu


mengenaiku.


Aku menyerang balik dengan pedangku, tetapi itu tidak berdampak


pada serigala raksasa itu. Sementara itu, Jonh-san berhasil melumpuhkan salah


satu golem dengan sihirnya.


Aku melihat lawan-lawanku dengan skill Detection Enemy, sehingga


aku bisa menghindari serangan mereka dengan mudah dan mengeluarkan serangan


balik dengan tepat.


Namun, kelompok monster ini ternyata lebih tangguh dari yang kami


perkirakan. Mereka terus menyerang dengan kekuatan dan kecepatan yang


mematikan. Jonh-san terus melepaskan panah-panahnya, tapi sepertinya itu tidak


cukup untuk mengalahkan monster-monster itu.


Aku mencoba untuk memikirkan strategi untuk mengalahkan mereka.


Aku memutuskan untuk menggunakan skill WARP untuk mendekati salah satu serigala


raksasa dengan cepat dan kemudian menggunakan Midnight Assault Sword untuk


menyerangnya dengan kecepatan yang tinggi. Aku berhasil melumpuhkan satu


serigala raksasa dengan serangan tersebut.


Tapi Situasi semakin memburuk saat melihat satu serigala terbunuh kelompok


monster itu semakin menyerang.


Aku memutuskan untuk menggunakan skill WARP ku lagi untuk


mendekati serigala raksasa lain dengan cepat dan tanpa disadari. Setelah


berhasil mendekat, aku menggunakan skill Detection Enemy untuk mencari titik


lemahnya. Sambil bergerak dengan lincah, aku menggunakan skill Midnight Assault


Sword dan menyerang dengan kecepatan yang luar biasa, memotong serigala raksasa


Namun, pertarungan belum berakhir. Serigala raksasa yang lain


marah dan bergerak untuk menyerang. Aku menggunakan skill WARP untuk


menghindari serangan mereka dan melompat ke arah salah satu serigala raksasa


dengan pedangku yang sudah berapi-api. Pedangku menembus tubuh serigala raksasa


dan membuatnya jatuh ke tanah. Aku tidak kehilangan momentumku dan segera


melanjutkan serangan ke serigala raksasa berikutnya.


Sementara itu, Jonh-san terus menggunakan sihirnya untuk


mengalahkan golem-golem yang masih tersisa. Aku melihat sekeliling dan melihat


banyak lagi kelompok monster yang siap menyerang kami. Namun, aku tidak ingin


menyerah begitu saja. Aku mengambil nafas dalam-dalam dan berkata kepada


Jonh-san, "Ayo kita lawan mereka semua!"


Kami berdua menghadapi serangan monster dengan tekad yang kuat.


Aku menggunakan skill Sword Master untuk mempertahankan diri dari serangan


monster yang terus berdatangan. Sementara Jonh-san mengeluarkan sihir yang kuat


untuk menghancurkan kelompok monster tersebut. Kami berdua saling melindungi dan


menyerang, menciptakan pertempuran epik yang sulit untuk dilupakan.


Pertempuran berlangsung selama beberapa jam dan tubuh kami mulai


lelah. Namun, kami terus melawan dengan tekad yang kuat. Akhirnya, kami


berhasil mengalahkan kelompok monster yang menyerang kami.


“Hah hah hah” aku kehabisan nafas dari pertarungan sengit ini.


“Kerja bagus disana Izumi-kun, Aku terkesan dengan kemampuan Swordsmanship

__ADS_1


mu, Kamu sangat tangkas dalam bertarung,” kata Jonh-san sambil tersenyum.


“Terima kasih, Jonh-san. Tanpa bantuanmu, kita tidak akan bisa


mengalahkan mereka,” jawabku sambal terngah-angah.


“Sepertinya pertarungan di garis depan juga sudah selesai.” Kata


salah satu anggota party Jonh-san


“Sepertinya begitu, aku penasaran apa penyebab monster-monster ini


keluar dari dalam hutan.”


“Apakah kalian semua baik-baik saja?”


Hmmmmm??? Suara ini.. ini adalah suara wanita itu..


Aku melihat kearah suara wanita itu, si wanita cantik yang


misterius, alias si pemilik karavan ini.



Dia berjalan mendekati kami sambil tersenyum dan berkata, “Terima


kasih atas bantuannya, kalian berdua benar-benar hebat dalam melawan


monster-monster itu.”


“Ah benar aku belum memperkenalkan diri ku, perkenalkan nama ku. Levia


Lancaster, pemilik karavan ini,” kata wanita itu sambil tersenyum.


Kami berdua saling memandang, lalu Jonh-san berkata, “Saya Jonh,


seorang penyihir. Dan yang disana adalah party saya.” Jonh-san menunjuk


beberapa orang yang terlihat ke leleahan di dekat gerbong.


“Aku Izumi Amakawa, aku adalah seorang Swordmanship.”


“ufufufu Izumi-san, Senang bertemu dengan kalian berdua.”


“Huh? Untuk apa tawa itu!?” aku bertanya dalam hati.


Kami berterima kasih padanya dan aku bertanya, “Maaf mengganggu,


tapi apa yang menyebabkan monster-monster itu keluar dari hutan?”


Wanita itu menjawab, “aku juga tidak tahu pasti, tapi beberapa


waktu terakhir ini, banyak monster yang muncul di sekitar area ini. Ada


beberapa spekulasi bahwa mereka berasal dari sebuah dungeon yang baru terbentuk


di dalam hutan.”


“Dungeon baru?” Jonh-san mengulang dengan keheranan. “Bagaimana


bisa ada dungeon baru yang terbentuk di dalam


hutan?”Wanita itu mengangguk, “Memang aneh, tapi konon, beberapa orang


telah melaporkan melihat struktur bangunan misterius muncul di dalam hutan


dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berpikir bahwa dungeon ini mungkin


terbentuk karena bangunan tersebut.”


“Apakah ada yang tahu apa isi dari dungeon tersebut?” tanyaku


penasaran.


Wanita itu menggeleng, “Belum ada yang bisa masuk ke dalam dungeon


itu. Namun, para petualang yang berani telah mencoba untuk memasukinya dan


tidak satupun yang berhasil kembali.”


“Begitu.. aku melihat” DUNGEON BARU!!!! INI ADALAH ROMANASA


PETUALANGAN~ Haahh saying sekali aku masih dalam misi pengawalan, baiklah.


Mungkin aku akan menandai titik ini di skill [Mini Map]ku Hore


Untuk skill [Mini Map]!!!


Aku bersukacita didalam hati ku.

__ADS_1


dan perjalanan hari ini diahkiri dengan perbincangan ku dengan Levia tentang dungeon


__ADS_2