
SETELAH SATU
MINGGU
“Aku sudah siap berangkat ke kota
selanjut nya.”
Ini sudah seminggu aku hidup di
dunia lain, dan aku sudah mulai terbiasa hidup disini.
Ini saat nya aku bergerak
menyusul Ayase-chan, dari Skill [MAP] ku, Ayase-chan pergi ke Ibukota negara
tetangga, aku harus segera menyusul nya.
Semua persiapan ku juga sudah
lengkap, aku punya senjata baru.
Aku juga mendapatkan beberapa
skill baru, level ku naik banyak di kota ini.
Dan rank petualang ku juga naik
satu peringkat, menjadi rank [D]
Aku sudah berlatih untung menjadi
petualang yang sebenarnya..
Aku juga sudah memelajari
skill-skil dasar seperti pembongkaran monster.
Dan.. Yang paling penting adalah,
aku sudah belajar beberapa hal mengenai monster
Jadi aku tidak perlu khawatir di
serang atau masuk wilayah kekuasaan monster.. seharusnya..
Ngomong-ngomong ini adalah,
statusku saat ini..
Name: Amakawa Izumi
Age: 24
Ras: Human
Level: 30
Gender: Male
Job: -
Kekuatan: 5500
Mana: 4250
Agility: 4000
Intelejen: 3990
[Epic RPG User UR][Mini Map RA][Light Magic RA][Dark Magic
RA][Null Magic RA][Evolusi RA]
[Enchant EP][Water Magic UN][Fire Magic UN][Earth Magic
UN][Wind Magic UN]
[Sword Master CO][WARP RA][Detection Enemy RA][Midnight
Assault Sword RA]
Title: [Perlindungan Ilahi Dari Dewa Dunia] [Perlindungan
Ilahi Dari Dewa Cinta]
“Baik, saatnya berangkat.”
Aku turun dari lantai dua penginapan guild.
Dari arah tangga, aku sudah mendengar percakan samar-samar
dari lanatai bawah.
Guild rame seperti biasa eh.
Saat aku tiba di lantai satu Guild, disana-sini sudah
dipenuhi oleh petualang yang ingin mengambil Quest.
“Hei! Izumi-kun!!”
Orang yang memanggilku itu adalah pemilik stan di dalam
Guild ini.
Bisa dibilang itu adalah tempat langganan ku untuk makan,
sebelum mengambil quest.
“Selamat Pagi, Rain-san”
Aku menyapa Rain-san, dan berjalan kearah nya, sembari
mengakat tangan.
“Yo~ Pagi~ apa rencana kau hari ini Izumi-kun?”
“Aku akan melanjutkan perjalan ku, Rain-san.”
“Begitu ya.. ini aku kehilangan pelanggan setia di took ku
kalo seperti ini”
__ADS_1
“Hahaha, daging bakar buatan Rain-san itu enak, tidak
mungkin ini akan menjadi sepi.”
“Baik itu mungkin, kapan kau akan berangkat?”
“Setelah melihat papan Quest, aku ingin mencari Quest
pengawalan.. yang satu arah dengan ku.”
“Begitu? Semoga beruntung Izumi-kun,”
“Baik selamat tinggal Rain-san”
“Jangan lupa untuk mampir, kesini saat kau lewat.. Dan ambil
ini”
Rain-san memberikan satu kantong daging sate ke aku’
“Terimakasih! Rain-san!”
“Anggap itu hadiah perisahan dariku.”
**
Setalah itu aku menuju ke meja resepsionis.
“Nina-san, aku ingin sebuah Quest pengawalan sampai
perbatasan.. apakah ada?”
Ah Nina-san adalah, seorang pegawai guild yang melayaniku
saat aku baru pertama kali menjadi petualang.
Setelah itu Nina-san, seperti sedang mencari sesuatu, di
balik meja nya.
“Ah ini dia, ini adalah Quest untuk mengawal rombongan
pedagang, ke kota selanjutnya, Quest ini sangat cocok untuk Amakawa-san ini
satu arah dengan tujuan mu.”
“Baik itu aku akan mengambil Quest itu..”
“Okay~ untuk imbalan nya satu hari kau akan dibayar 5,000G
selama pengawalan, bila berhasil mengalah kan monster, akan ada tambahan dari
itu.. untuk makanan, kau harus menyiapkan sendiri.”
“Baik.”
“Aku akan memproses Quest nya, setelah itu kau harus berkumpul di pintu gerbang barat pada
tengah hari.”
“Baik~~~”
Nah masih ada beberapa jam lagi untuk berkumpul, apa yang
Hmm mungkin aku akan berkeliling kota sambal menambah
persedian makan ku.
Aku keluar dari bangunan Guild, dan berkeliling.
Setelah berjalan sebentar disekitar kota.
Aku tidak menyadarinya.
Bahwa kota ini sungguh bagus, banyak aliran air dimana-mana.
Aku tidak menyadarinya,karena setiap hari aku fokus menaikan
Level ku.
Dan setelah itu langsung kembali ke guild..
Aku ternyata menjalankan kehidupan nolep, selama satu minggu
ini.
“Sungai ini sungguh jernih,”
Woahhh
Kapal feri, tiba-tiba melintas didepan ku..
“sepertinya, itu sangat menyenangkan.”
Didalam nya, ada pasangan yang sedang duduk berdua disana
dengan pemandu yang sedang menjelaskan sesuatu.
“Aku penasaran, apakah ini kota wisata?”
*SETELAH BEBERAPA MENIT BERKELILING*
“Ah! Aku menemukan toko yang aku cari”
Aku memasuki toko itu dan disambut oleh pelayan disana.
“Selamat datang Goshujin-sama!”
UWOAGHHH INI BENERAN TELINGA KUCING!!!!!!!!!
Mata nya yang melihat kea rah ku itu.. LUCU!!! GAHH
Kalian bertanya ini tempat apa?
Ini adalah café [NEKOMOON]
Café ini sangat terkenal di kalangan petualang muda
Aku tau sekarang kenapa ini bisa terkenal.
Setelah itu aku berjalan mendekti meja disana.
Setelah duduk aku membaca menu yang ada disana.
__ADS_1
“hmmm ini seperti menu maid café. Tapi berbedaan nya, ini
dilayani, dengan Beastman beneran.”
Setelah beberapa saat, aku didatangin pelayan disana.
“Goshujin-sama apa pesanan mu?”
“Aku ingin memesan café au lalt dan kirakira carry dan
sandwiches ini. Masing-masing satu.”
“Baik nyaa~”
“AP-“
Aku hampir meninggikan suara ku, APA NYAA TADI ITU?!
“SIGH~”
Sungguh tampat yang berbahaya.
Liat semua telinga dan ekor itu.. ARGHH AKU INGIN SEKALI
MENYENTUH NYA!!!
Tahan diriku! Itu adalah tidakan kejahatan jadi kau tidak
boleh menyentuh nya!
Setelah beberapa waktu bergulat dengan pikiran ku sendiri.
Pesanan ku ahkirnya datang.
“Silahkan dinikmati Goshujin-sama~ Nya nya~”
Sialan ini membunuh ku!
Hmm ini tidak buruk juga, makan ini enak,
Kita coba coffe nya.. *SLUPR* hmm ini enak\, rasa nostalgia
ini..
Ini seperti coffe di dunia lama ku.
Mungkin yang membikin café ini adalah renkarnator juga?
*SETELAH BEBERAPA KESENANGAN DI CAFÉ [NEKOMOON]*
Ini sudah tengah hari, dan aku sedang berjalan ke arah
gerbang barat.
Setelah itu, aku melihat rombongan pedagang dan beberapa
petualang.
Aku berjalan kearah sana.
“ah dimana aku bisa menyerahkan ini?”
Aku menanyakan itu kepada petualang yang berkumpul disana.
“Oh kau juga akan menjadi pengawal? Kalo begitu kau harus
menyerahkan itu ke orang botak dengan muka sangar yang berdiri disana.”
Petualang itu menunjuk ke arah seseorang,
“OI AKU TIDAK SANGAR, DAN APA-APAN BOTAK YANG KAU MAKSUD
ITU?”
Uwahh, orang itu berteriak ke arah petualang itu.
“HAHAHAHA”
“Baik terimakasih aku permisi.”
Aku berjalan menuju orang yang berteriak tadi dan
menyerahkan kertas dari Guild.
“Baik kau bersiap-siap lah disana, kami sebentar lagi akan
berangkat”
“baik”
Aku berjalan kearah pinggir dan bersandar di pohon terdekat.
Aku berniat mengecek sekitar dengan skill ku dan ingin
mengetahui, apakah ada orang perlu ku waspadai atau tidak.
“[AREA SENSES]”
*DUG*
“GUH!”
Aku spontan mengambil posisi bertarung, aura itu.. dia
sangat kuat.
Dengan mata yang masih terpejam, aku mengeluarkan pedangku
sedikit dari sarung nya.
Untuk bersiap dengan keadaan terburuk.
Sosok kuat itu dia lewat dari sebelah kiri pohon ini, aku
beriap-siap memegang pedangku.
Tapi setelah itu..
“Hmm tidak buruk, kau bisa merasakan ku..”
Suara itu seakan berbisik ke arah ku.
Aku membuka mata ku dan, melihat ‘Dia’
__ADS_1